cover
Contact Name
Ariangga Ramadhansyah
Contact Email
aramadhansyah@gmail.com
Phone
+6289509556532
Journal Mail Official
al.atsar.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Jl. M.H. Thamrin Gang Kepodang No. 5 Jember Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Atsar Jurnal Ilmu Hadits
ISSN : -     EISSN : 29856752     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ATSAR adalah Jurnal Ilmu Hadits yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Al-Atsar dipublikasikan dalam bentuk online dan cetak berfokus pada empat topik utama: Tokoh Hadis, Fikih Hadis, Kitab Hadis, Kritik Hadis, Living Hadis dan Aplikasi Hadis.
Articles 90 Documents
KOHESI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS NABAWI DAN PENGARUHNYA TERHADAP STABILITAS NEGARA Dinda Intan Azzahra G. W.; Taqna'in
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kohesi sosial memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan negara yang stabil, karena kohesi sosial adalah dasar dari semua perkembangan yang ada dan yang akan terjadi dalam masyarakat. Saat ini kohesi sosial masih menjadi pekerjaan rumah bagi negeri kita Indonesia, karena keamanan di sejumlah daerah sedang terkoyak megisyaratkan bahwa kohesivitas sosial dalam masyarakat saat ini sedang rapuh disebabkan oleh ulah segelintir masyarakat yang tidak mau bekerja sama untuk mentoleransi dan memahami perbedaan yang ada. Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah contoh dalam penerapan kohesi sosial, melihat setelah kedatangan beliau ke Madinah untuk hijrah dari Makkah, aspek yang pertama kali diperhatikan dan dibentuk oleh beliau adalah kohesi sosial antara kelompok yang berbeda, bukan aspek keuangan, aspek geografi atau aspek-aspek yang lain. Tindakan Nabi menunjukkan bahwa kohesi sosial merupakan landasan fundamental yaitu prinsip mendasar yang digunakan sebagai landasan untuk membangun komunitas yang damai, aman, harmonis, dan maju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui teknik analisis deduktif. Adapun artikel ini berkebutuhan untuk menunjukan pengaruh kohesi sosial terhadap terciptanya stabilitas negara juga perspektif hadis Nabi tentang hal ini. Kata Kunci: kohesi sosial, stabilitas sosial negara, hadis.
URGENSI HADIS NABI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN KESENJANGAN SOSIAL DI INDONESIA Auliya Wafi Yumarnis; Hendri Waluyo Lensa
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty and inequality are two things that are interrelated. These two things are still a social problem for Indonesia today. The negative impact of poverty and social inequality continue to emerge from the small scale to the wider community. The hadiths of the Prophet are one of the sources of Islamic teachings that have explained various conditions of society, morals, and the solutions to the problems of society, including the problem of poverty and social inequality. The purpose of research is to present the hadiths of prophets associated with poverty and social inequality, to point out scholars' explanations to the hadith, and to describe how poverty reduction and social inequality are based on the prophet's hadith. Researchers use a qualitative approach with the type of literature study, the study by which the object uses library data of books and scientific articles as an archive for data. This study explains the urgency of the hadiths of the prophet inherent in efforts to alleviate poverty and social inequality that occur in Indonesia. The result of this study indicates that alleviating poverty and social inequality in Indonesia can be done by improving the mindset and behavior in accordance with the hadiths of the Prophet Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Keywords: Hadith, Poverty, inequality   ABSTRAK   Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dua hal ini masih menjadi permasalahan sosial Negara Indonesia hingga saat ini. Dampak negatif dari kemiskinan dan kesenjangan sosial terus bermunculan, mulai dari lingkup kecil hingga lingkup masyarakat luas. Hadis-hadis Nabi yang merupakan salah satu sumber ajaran agama Islam telah menjelaskan berbagai kondisi masyarakat, aturan-aturan dalam bermuamalah, serta solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat, diantaranya adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Sehingga tujuan dari penelitian adalah dapat menyajikan hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan sosial, menyebutkan penjelasan dari para ulama terhadap hadis tersebut, serta memaparkan bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial berdasarkan hadis Nabi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, yakni penelitian yang objek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku dan artikel ilmiah sebagai sumber data. Penelitian ini menjelaskan urgensi hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial di Indonesia dapat dilakukan dengan memperbaiki pola pikir dan tingkah laku yang sesuai dengan hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam.   Kata Kunci: Hadis, Kemiskinan, Kesenjangan Sosial 
الأحاديث التي استدل بها النووي على خلاف مذهبه في أبواب العبادات من شرح صحيح مسلم Emha Hasan Ayatulloh Asyari; Fatahillah Aly
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

فإنّ من المتقرر عند أهل السنة أجمع أن الدين محفوظ، والقرآن والسنة كمصدرَي التشريع محفوظان، والسلامة في الدين باتباعهما، ولا سبيل إلى تحقيق الفوز والفلاح إلا بالتمسك بهما، ولا الحظي بطريق الحق ومذهب الأصوب إلا بالرجوع إليهما، نابذًا مسلك أهل الأهواء وأهل التعصب وكل منحرف عن طريقهما. والحق أنه لابد من أن يعلم، أن مذهبًا من المذاهب إنما هو طريق للوصول إلى اختيار عمل صحيح راجح بدليل صحيح واستدلال مستقيم، وإن تبيّن خلافهما فتعيّن الأخذ بالأوفق للدليل لا للمذهب، وقد أكد هذا الأصل أصحاب هذه المذاهب الأربعة وأئمتها المتبوعين. فدل كلامهم على تعظيمهم للسنة وشدة اتباعهم لها، واتخاذهم طريق سلف هذه الأمة في العبادة والمعاملة وغيرهما، فلا يجيزون خلاف ذلك بل ولا يرضى لأحد من أتباعهم إلا الاتباع دون التعصب المذهبي مقابل النصوص. . والمذهب الشافعي من أكثر المذاهب الفقهية انتشارًا، ويُعدّ مذهبًا سائدًا أو غالبيًّا في بلد إندونيسيا، حتى تَسمّى كثير من أبنائها بأسماء علمائه، ومن هؤلاء العلماء الذين تأخر عنهم: الإمام أبو زكريا يحيى بن شرف النووي (677ه)، حيث كثر مصنفاته في المذهب كالمجموع شرح المهذب، وروضة الطالبين، ومنهاج الطالبين، واعتُمد كلامه فيه حتى قيل: إذا اختلف كلام النووي والرافعي، فالمعتمد ما جزم به النووي. وهذا البحث يهدف إلى كشف وتحليل الأحاديث التي استدل بها النووي خلاف مذهبه خلال شرح صحيح مسلم المسمى بالمنهاج، وسيبرز هذا البحث على أن الأئمة مع كونهم أئمة في المذاهب فإنهم لا يقلدون مذاهبهم وقدموا السنة على غيرها، وإن خالفها أقوال أئمتهم.
USAHA IMAM MUHADDITS SYAIKH AL-ALBANI DALAM MENJAGA STABILITAS NEGARA Izzulhaq Mulkan; Nafis Pratama Cahya
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syaikh Al-Albani merupakah tokoh muhaddits yang punya pengaruh besar di zaman sekarang yang juga terkenal dengan berbagai karyanya di ilmu hadis dirayah dan juga riwayah. Penulis mengangkat sisi baru dalam kehidupan beliau yang tidak ditinjau dari sisi keilmuan beliau terhadap hadis melainkan usaha yang beliau berikan dalam menjaga stabilitas negara, ditinjau dari hadis-hadis apa saja yang beliau dijadikan pijakan untuk menjaga stabilitas negara, paham beliau dalam hal tersebut serta apa yang beliau sarankan bagi masyarakat dan juga pemerintah dalam menjaga hal tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian bersifat kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research), sumber data utama diambil dari kitab Ta’liq Syaikh Al-albani “Hidayah Ar-Ruwah ila takhrij ahadis al-mashobih wal misykah” dan “Fitnah Takfiri” karya Syaikh Al-Albani. Kajian sebelumnya yang bertajuk judul ini adalah karya Ahmad Izzudin Abu Bakar “Strategi Rasulullah dalam Mengukuhkan Kestabilan Negara” yang diterbitkan di jurnal muallim Al-Quran wa Al-Sunnah Vol.14 No.2, berbeda dengan karya penulis karena tokoh yang diteliti penulis merupakan seseorang yang lebih dekat zamannya dengan muslim sekarang dengan harapan lebih mudah untuk diikuti. Temuan penelitian ini adalah adanya semangat beliau dalam menjaga stabilitas negara dengan 3 hal yaitu, banyaknya karya dan adanya paham beliau yang berkaitan dengan menjaga keamanan negara serta anjuran yang beliau berikan untuk pemerintah dan juga masyarakat agar terealisasinya stabilitas negara.
HADITS-HADITS TENTANG KEWAJIBAN MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PEMIMPIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP STABILITAS POLITIK NEGARA Yusuf as-Sajid; Roy Grafika Penataran
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah memerintahkan manusia untuk memenuhi apa yang Dia perintahkan dan menjauhi yang dilarang. Di antara perintah Allah adalah untuk mendengarkan dan mematuhi pemimpin. Ketaatan kepada pemimpin merupakan perintah agama yang berdampak pada peningkatan stabilitas politik negara. Banyak hadits yang menjelaskan kewajiban menaati seorang pemimpin. Namun, banyak dari umat islam tidak mengetahui dan mempelajari hadits-hadits tersebut. Sehingga menarik bagi peneliti untuk membahasnya. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, serta penggunaan pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan utama penelitian, peneliti ingin membahasnya lebih detail. Peneliti juga membatasi pada hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Hadits-hadits tentang kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin adalah hadits-hadits yang sahih, sehingga dapat dijadikan sebagai hujjah. 2. Di antara perkataan ulama mengenai penjelasan hadits-hadits tentang mendengar dan taat kepada pemimpin adalah kewajiban agar tetap menaati pemimpin dalam situasi apa pun selama tidak dalam kemaksiatan, 3. Sebagai solusi untuk membangun stabilitas politik negara, adalah dengan mengamalkan apa yang disabdakan oleh Rasul dalam hadits-hadits kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin.
URGENSI STABILITAS KEAMANAN TERITORIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS Yose Andika Putra; Ruston Kumaini
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi Indonesia yang diapit dua benua, yaitu Asia dan Australia, dan diapit dua samudera, yakni Pasifik dan Hindia, membuat Indonesia secara geostrategis menjadi negara yang memiliki peranan penting di kawasan Asia Pasifik. Indonesia adalah negara maritim sekaligus negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki hamparan laut seluas 5,8 juta meter persegi dengan garis pantainya mencapai 95.181 km yang merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Luasnya wilayah laut berdampak pada luasnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone) bagi bangsa Indonesia. Namun di sisi lain, luasnya perairan yang dimiliki Indonesia bisa membawa ancaman stabilitas keamanan seperti; pelanggaran wilayah (illegal entry), IUU Fisihing (Illegal Unregulated Unreported Fishing), kejahatan lintas negara (transnational crime) smuggling, human trafficking, dan lainya. Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada penjelasan di atas, artikel ini mencoba mengkaji: (1) urgensi penjagaan batas teritorial negara, dan (2) bagaimana hadis Rasulullah memberikan solusi berkaitan dengan urgensi keamanan teritorial negeri kaum muslimin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis-analitis yang menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data hadis pada penelitian ini adalah aplikasi pencarian hadis berbasis android yang bernama Jamiah al kutub al tis’ah ((جامعة الكتب التسعة dengan menggunakan kata kuci ribath ((رباط untuk pencarian hadis-hadis terkait pengamanan batas teritorial suatu negara kemudian penulis mentakhrij hasil hadis tang diperoleh dan mengaitkannya dengan urgensi stabilitas keamanan teritorial. Hasil analisis menunjukkan terdapat 16 redaksi hadis yang berbeda yang berkaitan dengan urgensi penjagaan kawasan teritorial ((رباط suatu negeri kaum muslimin. Hadis-hadis tersebut terdapat pada berbagai macam kitab seperti: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Semua hadis berbentuk khabar, dengan derajat sanad yang berbeda-beda, yakni: shahih, hasan, hasan shaihi, dha’if, dan maudhu’. Matan-matan hadis tersebut menjelaskan berbagai macam imbalan pahala bagi siapa saja dari kaum muslimin yang berkenan untuk menjaga perbatasan negara. Hal ini menunjukkan bahwa penjagaan batas teritorial suatu negeri kaum muslimin adalah perkara yang sangat urgen. Oleh karena itu keamanan teritorial harus mendapatkan perhatian dari kaum muslimin secara umum dan perhatian dari ulil amri secara khusus sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan. Kata kunci: keamanan teritorial, hadis, ribath
حديث من قتل معاهدا لم يرح رائحة الجنة وعلاقته باستقرار الوطن Akhda Marza Indra; Muhammad Nur Ihsan
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

أندونيسيا دولة كبيرة تكونت من جزر كثيرة، واحتضت عددا من الأديان وهي: الإسلام، والنصارى، والبوذية والهندوسية والكنفوثوثية، وأكثر سكانها مسلمون حيث بلغت نسبتهم إلى ٨٧ %. وقد حرصت الحكومة على حفاظ الوحدة الوطنية واستقرار الوطن وذلك بتحقيق التعايش السلمي ونشر التسامح الوطني بين جميع أتباع الأديان ونهت عن اعتداء بعضهم على البعض بأي نوع من الاعتداء. وهذا المبدأ يتوافق مع تعاليم الإسلام الغراء ومقاصد الشريعة السمحة، ولذا نهت الشريعة عن الاعتداء على غير المسلمين من ظلم وقتل وغير ذلك، وتوعد من فعل ذلك بوعيد شديد وعقاب أليم، ومن ذلك حديث: "من قتل معاهدا لم يرح رائحة الجنة". وهذا البحث يتناول دراسة هذا الحديث وينحصر موضوعه في حكم قتل الكافر في الإسلام، وبيان آثار تطبيق هذا الحديث في استقرار الوطن، وهو من البحوث المكتبية باستخدام المنهج الاستقرائي الموضوعي التحليلي. وخلاصة البحث: أن قتل الأنفس البريئة من المسلمين وغير المسلمين سواء كانوا معاهدين أو ذميين ومستأمين محرم شرعا، وأن تطبيق هذا الحديث له آثار بارزة في استقرار الوطن. الكلمات الدالة: القتل، المعاهد، استقرار الوطن.
الاستقرار السياسي للوطن في ضوء الحديث النبوي Mahmud Abdullah
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic law preceded all systems and constitutions that were concerned with the concept of political stability and how to achieve it on the ground through the texts of the Holy Qur'an, the Sunnah of the Prophet and the legal rules that scholars deduced from the texts, which ensure happiness for human beings and spread security and tranquility in the hearts of people. Maintaining political stability is one of the most fundamental goals of Islamic legislation. The texts of the Qur'an and the Sunnah of the Prophet came with rules that ensure the maintenance of stability in general and political stability in particular.And political stability after a relative phenomenon in meaning and application, there is no country that enjoys complete stability, there are varying degrees of stability according to the process of interaction between demands and support on the one hand and response to the system on the other. The concept of political stability is one of the most complex and ambiguous concepts, and it is a relatively standard concept that varies from one country to another, according to the different definitions of the concept of political stability among the infidels and politicians. Political stability is not a stage that society reaches, as the general goal of the various political systems is to achieve more achievement and progress, as well as it is a goal, not a reality, not just a description of a typical situation, but fluctuates according to the conditions that help to achieve it. Political stability has elements that have made it an integrated intellectual and structural structure that distinguishes it from other systems and philosophies, as it is dominated by the intentional value character in accordance with the provisions and legislation stated in the Holy Qur'an and the Sunnah of the Prophet. Among the elements of political stability is the supremacy of Sharia and the authority of the nation, the integration between the government and the people, the obligation to obey the first known thing, the balance between the system and members of society in rights and duties, and the unity of the nation as rulers and ruled, and by achieving these components, political stability occurs and thus society enjoys prosperity and well-being and security prevails in society. The goal of political stability is: preserving religion, establishing the world over religion, achieving security, achieving social justice, and the goodness of the world and the prosperity of the hereafter.
استقرار الوطن الاجتماعي في ضوء الحديث النبوي Abdul Saboor Abu Bakr
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is no good unless the Prophet guided his nation to him, and there is no evil unless the Prophet warned his nation against it. Islamic social values are characterized by being divine, eternal, realistic, balanced and comprehensive. And that commitment to the principles of Islamic law and social values of the Prophet, and their application on the ground has a prominent impact on achieving societal stability. There are many hadiths of the Prophet to regulate one's relationship with one's society, and among the fixed social values that the Prophet was guided to: social justice and honesty, dreaming and forgiveness, honesty, the necessity of kindness, the fulfillment of the covenant, and altruism.Among the social relations that the Prophet urged Allah to strengthen are: the man's relationship with his relatives and relatives, with the Muslim and others, with his neighbor and his slave, the relationship of the husband with his wife, the convict with his ruler and the young with the elder.One of the most important social etiquette that ensures the stability of the social homeland is to love for one's brother what he loves for himself, to command good and forbid evil, to cooperate in righteousness and piety, and to accompany justice and fairness.In order to ensure the stability of the social homeland, social problems such as theft, envy, backbiting and development, injustice, adultery, treachery, betrayal, fanaticism, arrogance, ridicule and the like must be eliminated.
THE ROOTING OF SOCIAL SECURITY AND ITS APPLICATIONS THROUGH THE SUNNAH OF THE PROPHET Atallah Muhammad Al-Otaibi
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social security is one of the requirements of life, and there has been a major defect in its understanding and application, especially in our contemporary reality, and the reason for that is ignorance of the teachings and legislation of religion. The researcher wanted to clarify one aspect of the comprehensiveness of the Prophet's Sunnah, and the people's need for it, by demonstrating the originality and interest of the Prophet's Sunnah in addition to social security and its necessity in achieving the security, stability and sustainability of the Islamic society. Using the method of induction and analysis, by mentioning the hadiths that showed this aspect, and the research deals with an introduction to defining social security linguistically and idiomatically, and the value of social security in Islam, and clarifying the characteristics of Islamic society, knowing the principles of social security, the means of applying social security, and knowing the legitimate purposes of them, The researcher reached a statement of the comprehensiveness of the Sunnah and its presentation of solutions to many societal problems, and that the characteristics of the Muslim community, such as obedience to the ruler, and the law of enjoining good and forbidding evil, contribute to increasing social security, as well as the principles of social security such as justice, equality, and consultation are compatible with human instinct towards stability, as well as means Their application is possible and effective.