Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF MODEL INTERPRETASI ISTILAH WARNA DALAM AL QUR’AN Ruston Kumaini; Ahyat Habibi; Inanda Tsabithah Salsabila
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 10 No 2 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/amj.v10i2.306

Abstract

ABSTRACT This research investigates comparatively the translation model of the term color (لون) and its derivations in the holy Qur'an. In this case Arabic is the source language, while Indonesian and English are the target languages. This research is a descriptive-analytical research using a qualitative approach. The data analyzed were in the form of 33 words related to color terms which include: white, green, black, yellow, blue, and red. The data were then analyzed for their translation model into Indonesian in the Indonesian Koran (Kemenag RI version) and in the English Koran (Shaheeh International version). The basis for the translation analysis used by researchers is the Foreignization and Domestication approach proposed by Lawrence Venuti. The results of the analysis show that translation using the foreignization approach is more dominantly used by translators in the target language (TL), namely Indonesian and English compared to the domestication approach. This happens because translators prioritize the presence of source language culture to readers. Meanwhile, the domestication approach is applied by the translator if the target language does not have an equivalent form with the source language. Keywords: color terms, translation, foreignization, domestication
URGENSI STABILITAS KEAMANAN TERITORIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS Yose Andika Putra; Ruston Kumaini
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi Indonesia yang diapit dua benua, yaitu Asia dan Australia, dan diapit dua samudera, yakni Pasifik dan Hindia, membuat Indonesia secara geostrategis menjadi negara yang memiliki peranan penting di kawasan Asia Pasifik. Indonesia adalah negara maritim sekaligus negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki hamparan laut seluas 5,8 juta meter persegi dengan garis pantainya mencapai 95.181 km yang merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Luasnya wilayah laut berdampak pada luasnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone) bagi bangsa Indonesia. Namun di sisi lain, luasnya perairan yang dimiliki Indonesia bisa membawa ancaman stabilitas keamanan seperti; pelanggaran wilayah (illegal entry), IUU Fisihing (Illegal Unregulated Unreported Fishing), kejahatan lintas negara (transnational crime) smuggling, human trafficking, dan lainya. Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada penjelasan di atas, artikel ini mencoba mengkaji: (1) urgensi penjagaan batas teritorial negara, dan (2) bagaimana hadis Rasulullah memberikan solusi berkaitan dengan urgensi keamanan teritorial negeri kaum muslimin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis-analitis yang menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data hadis pada penelitian ini adalah aplikasi pencarian hadis berbasis android yang bernama Jamiah al kutub al tis’ah ((جامعة الكتب التسعة dengan menggunakan kata kuci ribath ((رباط untuk pencarian hadis-hadis terkait pengamanan batas teritorial suatu negara kemudian penulis mentakhrij hasil hadis tang diperoleh dan mengaitkannya dengan urgensi stabilitas keamanan teritorial. Hasil analisis menunjukkan terdapat 16 redaksi hadis yang berbeda yang berkaitan dengan urgensi penjagaan kawasan teritorial ((رباط suatu negeri kaum muslimin. Hadis-hadis tersebut terdapat pada berbagai macam kitab seperti: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Semua hadis berbentuk khabar, dengan derajat sanad yang berbeda-beda, yakni: shahih, hasan, hasan shaihi, dha’if, dan maudhu’. Matan-matan hadis tersebut menjelaskan berbagai macam imbalan pahala bagi siapa saja dari kaum muslimin yang berkenan untuk menjaga perbatasan negara. Hal ini menunjukkan bahwa penjagaan batas teritorial suatu negeri kaum muslimin adalah perkara yang sangat urgen. Oleh karena itu keamanan teritorial harus mendapatkan perhatian dari kaum muslimin secara umum dan perhatian dari ulil amri secara khusus sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan. Kata kunci: keamanan teritorial, hadis, ribath
ISLAMIC CREED PERSPECTIVES ON STUDENTS WEARING NIQAB IN SALAFI-MINDED COLLEGES IN EAST JAVA PROVINCE Kumaini, Ruston; Saiful Anwar; Muhammd Tsalis Ramdlani
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 11 No 2 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/amj.v11i2.574

Abstract

The niqab or veil, as a manifestation of religious identity, has been a subject of societal discussion, with perspectives often centered on issues of autonomy, cultural diversity, and perception. This study aims to reveal the Islamic creed perspectives of wearing-niqab students in an academic environment and examine the understanding of wearing-niqab students’ attitudes toward themselves, their experiences wearing the niqab, interactions with the campus environment, and their perceptions of how other members of the academic community perceive them. The researchers surveyed a sample of 177 female students from 2 colleges affiliated with the Salafi Manhaj in East Java Province, namely STDI Imam Syafi'i Jember and STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. The survey used Likert-type items. The findings of this research are: 1) 65% of wearing-niqab students choose to wear the niqab based on their Islamic creed and the majority (84.2%) of respondents believe that the law of wearing niqab is sunnah, and it’s believed as a form of worship and obedience to Allah and His Messenger. 2) the majority of the respondents (94.9%) felt very confident, while only a small proportion of respondents (5.1%) felt very insecure, and all of the respondents see themselves as part of Indonesian society. 3) most of the respondents (82.5%) have been wearing the niqab consistently since they were teenagers, all respondents never get bullied while on campus and just a small proportion of them (10.8%) often get bullying off campus and the majority of them are open minded people and wants to interact with society.
ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL SILA KEEMPAT PANCASILA DAN RELEVANSINYA DENGAN SYARIAT ISLAM Kumaini, Ruston; Zulfahmi, Salman; Anwar, Saiful
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 15 No 1 (2025): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol15.Iss1.820

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna Sila Keempat Pancasila melalui tinjauan leksikal dan gramatikal, serta relevansinya dengan syariat Islam dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik. Pancasila dilihat sebagai kristalisasi nilai-nilai yang menyatukan berbagai suku, agama, dan budaya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap makna Sila Keempat. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Sila Keempat merupakan kalimat yang memiliki struktur pasif, dimana subjeknya "kerakyatan" dipimpin oleh objeknya "hikmat kebijaksanaan". Selanjutnya, frasa "dalam permusyawaratan / perwakilan" merupakan frase preposisional yang berfungsi sebagai pelengkap kata kerja "dipimpin". Melalui analisis semantik nampak jelas pula bagimana Sila Keempat menggambarkan sistem demokrasi Indonesia yang unik, dimana: 1) Kedaulatan rakyat menjadi dasar, 2) Kepemimpinan didasarkan pada kearifan dan kebijaksanaan, 3) Pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah, dan 4) Sistem demokrasi dijalankan melalui mekanisme perwakilan. Temuan selanjutnya adalah bahwa Sila Keempat Pancasila dengan syariat Islam menunjukkan adanya tautan yang kuat mencakup prinsip-prinsip sebagai berikut: 1) Kedaulatan rakyat dan kepemimpinan dalam Sila Keempat sejalan dengan ajaran Islam, 2) Prinsip kebijaksanaan dan keadilan dalam Sila Keempat juga merupakan ajaran Islam, 3) Prinsip Permusyawaratan pada Sila Keempat juga tampak jelas tautannya dengan ajaran Islam, 4) Prinsip Etika dan Akuntabilitas baik dalam Pancasila maupun dalam agama Islam merupakan keniscayaan, pemimpin dan wakil rakyat dituntut untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Kata Kunci: Semantik, Makna Leksikal, Makna Gramatikal, Sila Keempat, Syariat Islam
DINAMIKA GENERASI SANDWICH: IMPLIKASI TERHADAP KEPUTUSAN MENUNDA PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS INSAN CITA INDONESIA): - Rahma Dwi Pratiwi, Amelia; Kumaini, Ruston
Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/wst.v10i1.1678

Abstract

The sandwich generation faces complex dilemmas between family responsibilities and personal aspirations, including marriage decisions. This study aims to identify factors causing marriage delay among sandwich generation students at Universitas Insan Cita Indonesia and analyze them from Islamic perspective. The research employed qualitative case study approach with in-depth interviews of students aged 20-30 years. Data analysis used triangulation from Al-Qur'an, hadith, four imam schools, maqashid syariah.. Results identified four main factors: economic pressure requiring respondents to bear 70-80% of family needs, difficulty finding partners who understand sandwich generation conditions, concerns about creating new sandwich generation, and emotional-mental unpreparedness. From Islamic perspective, marriage delay can be justified through syariah principles as efforts to establish readiness. The study concludes that marriage delay represents rational response aligned with Islamic syariah principles. Special support programs and contextual Islamic marriage education are needed to accommodate sandwich generation needs.
URGENSI STABILITAS KEAMANAN TERITORIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS Andika Putra, Yose; Kumaini, Ruston
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.584

Abstract

Posisi Indonesia yang diapit dua benua, yaitu Asia dan Australia, dan diapit dua samudera, yakni Pasifik dan Hindia, membuat Indonesia secara geostrategis menjadi negara yang memiliki peranan penting di kawasan Asia Pasifik. Indonesia adalah negara maritim sekaligus negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki hamparan laut seluas 5,8 juta meter persegi dengan garis pantainya mencapai 95.181 km yang merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Luasnya wilayah laut berdampak pada luasnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone) bagi bangsa Indonesia. Namun di sisi lain, luasnya perairan yang dimiliki Indonesia bisa membawa ancaman stabilitas keamanan seperti; pelanggaran wilayah (illegal entry), IUU Fisihing (Illegal Unregulated Unreported Fishing), kejahatan lintas negara (transnational crime) smuggling, human trafficking, dan lainya. Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada penjelasan di atas, artikel ini mencoba mengkaji: (1) urgensi penjagaan batas teritorial negara, dan (2) bagaimana hadis Rasulullah memberikan solusi berkaitan dengan urgensi keamanan teritorial negeri kaum muslimin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis-analitis yang menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data hadis pada penelitian ini adalah aplikasi pencarian hadis berbasis android yang bernama Jamiah al kutub al tis’ah ((جامعة الكتب التسعة dengan menggunakan kata kuci ribath ((رباط untuk pencarian hadis-hadis terkait pengamanan batas teritorial suatu negara kemudian penulis mentakhrij hasil hadis tang diperoleh dan mengaitkannya dengan urgensi stabilitas keamanan teritorial. Hasil analisis menunjukkan terdapat 16 redaksi hadis yang berbeda yang berkaitan dengan urgensi penjagaan kawasan teritorial ((رباط suatu negeri kaum muslimin. Hadis-hadis tersebut terdapat pada berbagai macam kitab seperti: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Semua hadis berbentuk khabar, dengan derajat sanad yang berbeda-beda, yakni: shahih, hasan, hasan shaihi, dha’if, dan maudhu’. Matan-matan hadis tersebut menjelaskan berbagai macam imbalan pahala bagi siapa saja dari kaum muslimin yang berkenan untuk menjaga perbatasan negara. Hal ini menunjukkan bahwa penjagaan batas teritorial suatu negeri kaum muslimin adalah perkara yang sangat urgen. Oleh karena itu keamanan teritorial harus mendapatkan perhatian dari kaum muslimin secara umum dan perhatian dari ulil amri secara khusus sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan. Kata kunci: keamanan teritorial, hadis, ribath
STRATEGI KETAHANAN KELUARGA SAKINAH PADA MAHASISWA YANG TELAH MENIKAH: Studi Fenomenologi pada Mahasiswa Berkeluarga STDI Imam Syafi’i Jember Muhammad Yusup Rustam; Kumaini, Ruston; Ghufran Jauhar
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v2i1.578

Abstract

ABSTRACT This research examines in depth how the strategies implemented by married couples who are students in building a family that is sakinah, mawaddah, and rahmah. Researchers found phenomena that are not a few students who are married while studying at Islamic Studies College of Imam Shafi’i Jember. This research uses qualitative methods with a phenomenological study approach. Individual exploration in phenomenology is examined and explored in depth through in-depth interviews about individual experiences in the context of their daily lives to obtain data for analysis. The results of data analysis from this study are that there are two major points that help married students succeed in carrying out their lecture activities while taking care of the family, namely: (1) The availability of educational assistance that meets the needs of tuition fees. (2) The wife's very dominant role in taking care of the house, children and husband's needs. Furthermore, the situation of husbands and wives who try to fulfill their rights and obligations to their spouses where the husband, who is a student, still tries to fulfill his wife's livelihood both in the form of physical and mental sustenance and the wife also tries to carry out her duties properly in taking care of the household, managing children and fulfilling the husband's needs is a manifestation of the concept of sakinah in which there is a sense of love and affection (Mawaddah wa Rahmah).   Keywords: strategies, married students, sakinah family
PEMBATALAN PERNIKAHAN KARENA HOMOSEKSUAL: Studi Analisis Putusan Pengadilan Agama Jember No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr Rustam, Muhammad Yusup; Kumaini, Ruston; Ramadhan, Abdul Rahman
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 12 No 2 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-majaalis.v12i2.806

Abstract

Marriage is a bond that is expected to be harmonious. However, there are several conditions that can undermine this goal, one of which is dishonesty about sexual orientation before marriage. This can be a significant factor that undermines trust and disrupts the rights of partners in achieving the goals of their marriage. This research analyses the annulment of marriage due to sexual orientation in Jember Religious Court Decision No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr. This case involved a wife who applied for marriage cancellation after discovering that her husband was homosexual, who only disclosed it after the marriage took place. Based on Marriage Law No. 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law (KHI), marriage cancellation can be filed if there is an element of deception or misrepresentation regarding the identity of the spouse. This research aims to explore two legal perspectives on the cancellation of this marriage, namely Indonesian positive law and Islamic law. A qualitative approach was used with a literature study method to analyse this decision. The results of this study show that the Jember Religious Court Decision No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr cancelled the marriage due to deception regarding the sexual orientation of the couple, in accordance with Article 27 of the Marriage Law and Article 72 of KHI. The marriage was declared legally invalid to protect the applicant's right to justice. Fasakh in Islamic law is the cancellation of a valid marriage if a defect or disgrace is found that violates the conditions of marriage, such as homosexuality, as decided in case No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr.
Efektivitas Pendidikan Pranikah Dalam Menciptakan Rumah Tangga Harmonis: Studi Kasus Kua Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen Angriyanti, An Nisa; Kumaini, Ruston; Anwar, Saiful; Al Qoryna, Nayla Husna
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.952

Abstract

Pendidikan pranikah memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan pasangan calon pengantin untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan pranikah yang diselenggarakan oleh KUA Kecamatan Sambirejo dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara menganalisis data wawancara. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas KUA serta pasangan yang mengikuti program pendidikan pranikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pranikah di KUA Sambirejo berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai hak dan kewajiban suami istri, komunikasi efektif, serta manajemen konflik. Selain itu, program ini juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai agama yang mendukung ketahanan keluarga dan menciptakan rumah tangga yang harmonis. Dengan demikian, pendidikan pranikah ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan calon pengantin untuk memasuki kehidupan keluarga, serta dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan meminimalisasi potensi konflik dalam rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas dan cakupan program pendidikan pranikah agar lebih efektif dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah.
Strategi Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga dengan Parasocial Relationship dalam Perspektif Syariat Islam: Time Management Strategies of Homemaker Women with Parasocial Relationships in the Perspective of Islamic Sharia Martareza, Arini Sabeela; Kumaini, Ruston
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 6 No. 2 (2025): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v6i2.2310

Abstract

The phenomenon of increased involvement of homemaker women in parasocial relationships serves as the background for this research, which poses challenges in managing domestic time. The Nineties Teume community is a fan group of the South Korean boy band Treasure, where the majority of its members are housewives. The aim of this study is to identify the factors causing homemaker women in the Nineties Teume community to engage in parasocial relationships, to analyze the time management strategies they employ, and to examine Islamic perspectives on the phenomenon. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews, documentation studies, and comprehensive literature reviews. The results indicate that parasocial relationships develop as a coping mechanism for stress, personal entertainment needs, and recreational fulfillment through music media; common time management strategies include optimizing leisure time, implementing flexible schedules, prioritizing family and domestic tasks, practicing pragmatic multitasking, receiving support from family members, and adjusting to time-related challenges. From an Islamic perspective, this phenomenon is criticized because it tends to idolize nonmuslim figures and listen to music that contradicts Shari’ah values.