cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 9 (2025)" : 39 Documents clear
Status Imunisasi Dasar Lengkap Dengan Terjadinya Pneumonia Balita Di Kelurahan Ronggomulyo Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban Noviatul Nurjanah; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1915

Abstract

Pneumonia adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami anak di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu faktor risiko yang masih bisa dicegah ialah ketidaklengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita di Kelurahan Ronggomulyo, wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 33 ibu yang memiliki anak balita, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui keterkaitan antara status imunisasi dasar lengkap (variabel independen) dengan kejadian pneumonia (variabel dependen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 balita dengan imunisasi dasar lengkap, terdapat 1 balita yang terkena pneumonia. Sementara dari 3 balita dengan imunisasi tidak lengkap, 1 balita juga menderita pneumonia. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara status imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita. Imunisasi dasar lengkap memiliki peran penting dalam menurunkan risiko pneumonia, meskipun faktor lain seperti status gizi juga berpengaruh. Oleh karena itu, upaya pencegahan pneumonia tidak cukup hanya dengan imunisasi, tetapi perlu ditunjang dengan pemenuhan gizi yang baik, peningkatan edukasi kepada orang tua, serta lingkungan yang mendukung kesehatan balita.
Hubungan Pendidikan Dan Self Efficacy Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mlandingan Situbondo Devi Laylatul Masruroh; Dr. Ro’isah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1918

Abstract

Diare pada balita berpeluang lebih besar terjadi pada ibu yang berpendidikan rendah dibandingkan dengan ibu yang pendidikannya tinggi, sehingga orang dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat self-effiaccy tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pendidikan dan self eficacy ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mlandingan Situbondo. Desain penelitian menggunakan retrospektif. Populasi sebanyak 60 responden dan teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearmen dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan terakhir ibu sebagian besar adalah pendidikan menengah (SMA/SMK/MA) 35 responden (67,3%), self efficacy tinggi 30 responden (57,7%), diare akut sebanyak 40 responden (76,9%), pendidikan dengan kejadian diare akut 30 responden, self efficacy tinggi dengan kejadian diare akut 28 responden. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan pendidikan dengan kejadian diare, adanya hubungan yang signifikan self efficacy ibu dengan kejadian diare, dan adanya hubungan yang signifikan ( p = 0,000 < 0,05 ) pendidikan dan self efficcay ibu dengan kejadian diare. Secara umum pendidikan dan self efficacy ibu merupakan faktor penting terhadap penurunan kejadian diare pada balita. Saran dari peneliti yaitu perlu adanya peningkatan edukasi kesehatan untuk ibu , terutama yang memiliki pendidikan rendah melalui penyuluhan di posyandu, puskesmas, serta penguatan self efficacy ibu melalui pelatihan keterampilan merawat anak, dan petugas kesehatan, kader posyandu diharapkan dapat berperan aktif dalam membina ibu-ibu balita agar memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengantisipasi serta menangani gejala diare sejak dini.
Penerapan Kompres Hangat Untuk Menurunkan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMP N 1 Giritontro Hasna Nur Azizah; Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1919

Abstract

Dismenore merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas. Secara global, sekitar 90% wanita mengalami dismenore. Di Indonesia, prevalensinya pada remaja mencapai 64,25%, terdiri 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu terapi non-farmakologis yang efektif untuk meredakan dismenore yaitu kompres hangat. Terapi ini dapat meningkatkan aliran darah, melemaskan otot yang tegang, serta memberikan rasa nyaman pada perut bagian bawah. Tujuan: Mendeskripsikan perbandingan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat pada remaja putri di SMP Negeri 1 Giritontro. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden yang mengalami dismenore primer. Intervensi dilakukan dengan memberikan kompres hangat menggunakan botol kaca berisi air suhu 40°C yang dibalut kain, diberikan selama dua hari selama 30 menit. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Terdapat penurunan nyeri pada kedua responden dari skala sedang menjadi skala ringan. Kesimpulan: Kompres hangat terbukti dapat menurunkan nyeri dismenore.
Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Semanding Bunga Salamatan Vidya Akhiroh; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1921

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijuluki sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Di Puskesmas Semanding, jumlah komplikasi hipertensi tercatat sebesar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang pencegahan komplikasi di Puskesmas semanding. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan tujuan untuk mendiskripsikan tingkat pengetahuan tentang pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi. Populasi penelitian adalah seluruh pasien proanis aktif, dan sampelnya adalah seluruh pasien prolanis aktif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah seluruhnya 44 orang. pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data di analisa dengan analisis deskriptif table, presentasi, distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah penderita hipertensi berusia lansia awal, sebagian besar berpendidikan SMA, dan sebagian besar tidak bekerja. Hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan yang tergolong cukup tentang pencegahan komplikasi hipertensi. Berdasarkan karakteristik, sebagian besar penderita hipertensi dengan pengetahuan cukup berada pada rentang usia lansia akhir. Seluruh responden dengan pengetahuan baik berpendidikan perguruan tinggi, dan sebagian besar penderita hipertensi dengan pengetahuan cukup tidak bekerja. Secara umum, penderita hipertensi di Puskesmas Semanding memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan komplikasi. Meski telah memahami konsep dasar seperti mengikuti Prolanis, kurangnya minat membaca leaflet di pojok informasi membuat media edukasi yang tersedia kurang dimanfaatkan, sehingga pengetahuan tidak berkembang optimal.
Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pencegahan Dan Upaya Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Rumah Fitria Nurul Mazidah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1922

Abstract

Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi menular yang hingga kini tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Tuban. Meskipun berbagai program pengendalian telah dilakukan, angka kejadian Tuberkulosis Paru tetap tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan keluarga mengenai mekanisme penularan dan upaya pencegahan di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan penularan Tuberkulosis Paru yang dilakukan oleh keluarga penderita di rumah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh keluarga pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung, Kabupaten Tuban, pada Januari 2025, dengan jumlah 59 responden yang ditetapkan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan upaya pencegahan keluarga. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (54,2%), dan setengah dari keluarga memiliki upaya pencegahan dalam kategori cukup (50,8%). Selain itu, keluarga dengan pengetahuan baik sebagian besar juga menunjukkan upaya pencegahan dalam kategori baik (82,1%).Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan yang dimiliki keluarga penderita Tuberkulosis Paru bervariasi dan tidak terdapat keluarga dengan pengetahuan baik yang memiliki Upaya pencegahan dengan kategori kurang. Secara umum, tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan dan upaya pencegahan penularan Tuberkulosis Paru di rumah tergolong baik, namun belum optimal. Hal ini menunjukkan perlu adanya edukasi kesehatan yang lebih intensif dan berkelanjutan, agar keluarga mampu menerapkan tindakan pencegahan secara tepat di lingkungan rumah.
Self-Efficacy Lansia Dalam Pengobatan Hipertensi Di Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Puspita Aliffia; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1923

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius, terutama di kalangan lansia. Penyakit ini dikenal sebagai silent-killer karena sering tidak disadari hingga menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Tingginya prevalensi hipertensi pada lansia menunjukkan bahwa pengobatannya masih belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya self-efficacy lansia dalam menjalani pengobatan. Berdasarkan survei awal di Puskesmas Wire, dari 10 lansia penderita hipertensi, 8 orang tidak rutin menjalani pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui self-efficacy lansia dalam pengobatan hipertensi di puskesmas wire. Desain pada penelitian ini deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang memeriksakan diri di Puskesmas Wire pada tahun 2024, yaitu sebanyak 396 orang, dengan rata-rata kunjungan sebanyak 33 lansia per bulan. Besar sampel 33 lansia. Menggunakan teknik Total Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah self-efficacy lansia dalam pengobatan hipertensi. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh lansia berusia 60 – 74 tahun, hampir setengahnya berpendidikan sekolah dasar, dan sebagian besar tidak bekerja. Sebagian besar lansia memiliki self-efficacy tinggi dalam pengobatan hipertensi. Lansia berusia 75 – 90 tahun, berpendidikan rendah, dan tidak bekerja cenderung memiliki self-efficacy rendah. Sebaliknya, lansia yang masih aktif bekerja dan berpendidikan lebih tinggi menunjukkan self-efficacy yang tinggi dalam pengelolaan pengobatan hipertensi. Peningkatan self-efficacy dalam pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui dukungan keluarga, edukasi kesehatan berkelanjutan, serta keterlibatan lansia dalam aktivitas produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan risiko komplikasi.
Pengaruh Kombinasi Terapi Akupresur Dan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Tegalsiwalan Didit Reza Fahlusi; Terapi Akupresur; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1924

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah serius dan seringkali disebut sebagai the silent killer karena gejala pada umumnya tanpa keluhan sehingga penderita tidak mengetahui menderita hipertensi namun kemudian mendapatkan dirinya tersebut sudah terdapat penyakit penyerta atau komplikasi dari hipertensi.Design penelitian ini merupakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre post test. Populasi 40 responden, sampel yang diteliti berjumlah 36 responden diambil dengan cara purposive sampling. Metode penelitian ini dilakukan 3 hari berturut-turu setiap pertemuan membutuhkan waktu 15-20 menit. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS uji paired T Test.Hasil penelitian ini didapatkan nilai tekanan darah lansia penderita hipertensi saat pre-post. Menunjukkan hasil tekanan darah diastol saat pretest mayoritas 161-173, dan tekanan darah sistolik 120-133. sedangkan hasil tekanan darah diastol saat post test 139-154 dan tekanan darah sistolik 99-110. Hasil uji paired T test didapatkan nilai ρ value sebesar 0,000 <0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh kombinasi terapi akupresur dan terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di desa tegalsiwalan.Kombinasi terapi akupresure dan terapi relaksasi benson untuk menurunkan tekanan darah karana kedua metodde ini menawarkan pendekatan Holistic dan alami yang didukung oleh penelitian sebelumnya, gabungan dari kedua metode ini menciptakan pendekatan yang kompresif.
Pengaruh Edukasi Oral Hygiene Menggunakan Media Busy Book Terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Usia Prasekolah Di TK Zainul Hasan Ahmad Wildan Fahrizi; Rizka Yunita; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1926

Abstract

Keterampilan menggosok gigi merupakan keterampilan yang penting untuk diajarkan pada anak usia prasekolah. Salah satu media yang dapat meningkatkan keterampilan menggosok gigi adalah busy book. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi oral hygiene menggunakan media busy book terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia prasekolah di TK Zainul Hasan. Metode penelitian ini menggunakan desain Pre-experimental dengan pendekatan One group pre-post design dengan menggunakan lembar observasi dan modul keterampilan menggosok gigi dengan 1 kali pertemuan setiap hari selama 3 hari berturut-turut. Populasi penelitian ini sebanyak 70 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, keterampilan menggosok gigi pada anak dengan kategori sangat kurang sebanyak 34 responden (56.7%). Setelah diberikan intervensi keterampilan menggosok gigi pada anak meningkat pada kategori sangat baik sebanyak 27 responden (45.0%). Hasil analisis Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan ada pengaruh edukasi oral hygiene menggunakan media busy book terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia prasekolah dengan nilai p-value = 0.001 < α = 0,05. Edukasi oral hygiene menggunakan media busy book efektif meningkatkan keterampilan menggosok gigi pada anak. Diharapkan dengan diberikan edukasi oral hygiene menggunakan media busy book siswa dapat menambah pengetahuan sehingga dapat mengaplikasikan keterampilan menggosok gigi secara baik dan benar.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Pola Makan Di SMP Negeri 3 Semanding Intan Athalia Christine; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1931

Abstract

Sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan rendah gizi tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Akibatnya, semakin banyak remaja perempuan yang mengalami resiko anemia akibat pola makan yang kurang gizi. Survey awal oleh peneliti di SMP Negeri 3 Semanding di dapati 5 remaja putri memiliki pengetahuan kurang dan 10 remaja putri memiliki pola makan yang buruk. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan pola makan di SMP Negeri 3 Semanding. Desain studi ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII SMPN 3 Semanding Tahun 2024/2025 sebanyak 85 siswi dengan besar sampel sejumlah 70 siswi dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel Independent pengetahuan remaja putri tentang anemia, variabel dependent pola makan. Pengambilan data membagikan kuisioner dan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian hampir setengahnya (45,7%) remaja putri memiliki pengetahuan tentang anemia kurang, sebagian besar (75,7%) remaja putri memilik pola makan yang negatif. Hasil uji uji Chi-Square p = 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan pola makan. Pola makan berkaitan erat dengan pengetahuan, artinya tingkat pengetahuan yang kurang maka dapat berdampak pada pola makan remaja yang tidak baik dan tidak teratur. Oleh karena itu edukasi kesehatan rutin mengenai anemia dari instansi pendidikan sangat penting meningkatkan kesadaran remaja putri dalam mencegah resiko anemia.

Page 4 of 4 | Total Record : 39