cover
Contact Name
Evi Frimawaty
Contact Email
admin@iasssf.com
Phone
+6281929015392
Journal Mail Official
safses@journal-iasssf.com
Editorial Address
Cluster Kukusan Jalan Rawa Pule 1 No 25 M, Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16425, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability
ISSN : -     EISSN : 30478022     DOI : https://doi.org/10.61511/safses.v1i2.2024
Core Subject : Agriculture, Social,
Aims: SAFSES journal aims to advance research and understanding at the intersection of agriculture, food systems, and environmental sustainability. The journal seeks to provide a platform for innovative studies that explore how agricultural practices, food production, and environmental policies can be integrated to promote sustainable development. SAFSES is committed to disseminating research that addresses the complexities of social and environmental impacts in agriculture and food systems, and offers actionable solutions for achieving sustainability. Focus: SAFSES focuses on research that examines the social, economic, and environmental dimensions of agriculture and food systems. The journal emphasizes studies that investigate how these systems interact with environmental sustainability and social equity. The focus is on interdisciplinary research that provides insights into effective strategies for creating resilient, equitable, and sustainable food systems. Scope: This journal seeks to publish a broad range of scholarly articles, including: 1. Sustainable Agricultural Practices: Research on innovative agricultural methods that enhance sustainability. This includes studies on organic farming, agroecology, conservation tillage, and the use of technology to improve crop yield and reduce environmental impact. 2. Food System Resilience and Security: Exploration of strategies to strengthen food system resilience and ensure food security. This includes research on supply chain management, food distribution, and the impacts of climate change and economic fluctuations on food systems. 3. Socio-Ecological Impacts of Agriculture: Examination of how agricultural practices affect social and ecological systems. This includes studies on the effects of land use changes, biodiversity loss, and rural community dynamics resulting from agricultural activities. 4. Environmental Policy and Governance in Agriculture: Analysis of policies and governance structures that influence agricultural sustainability. This includes research on regulatory frameworks, policy innovations, and governance mechanisms aimed at promoting sustainable agricultural practices. 5. Food Waste Reduction and Management: Research on strategies for reducing food waste and improving waste management in the food system. This includes studies on food recovery, recycling, and initiatives to minimize waste at various stages of the food supply chain. 6. Social Equity and Justice in Food Systems: Investigation of social equity and justice issues within agriculture and food systems. This includes research on the impacts of food production on marginalized communities, access to resources, and equitable distribution of benefits. 7. Climate Change Adaptation in Agriculture: Exploration of adaptation strategies for agriculture in response to climate change. This includes research on climate-smart agriculture, adaptation technologies, and practices that enhance resilience to climate variability. 8. Consumer Behavior and Sustainable Food Choices: Studies on consumer attitudes and behaviors related to sustainable food choices. This includes research on trends in dietary preferences, consumer demand for sustainable products, and the influence of education and marketing on food-related decisions.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024" : 5 Documents clear
Transformasi pertanian dalam persoalan struktural dan kelembagaan masyarakat Desa Gentan di Indonesia Harjanti, Anisah Mudi; Dwijayanti, Jesica Gloria; Qurrata'aini, Kirei; Sulma, Najla Alya; Antriyandarti, Ernoiz
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1027

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan pertanian seringkali dimulai dari daerah desa, hal ini disebabkan karena desa adalah daerah yang paling lekat akan pertanian dibanding di kota. Desa di negara ini memiliki penduduk yang mayoritasnya bekerja dalam dunia pertanian. Permasalahan pertanian juga kerap kali ditemukan oleh masyarakat, sehingga perlunya pembangunan pertanian. Metode: Penelitian pembangunan pertanian ini menggunakan metode dasar deskriptif analisis, yaitu metode yang memusatkan perhatian pada permasalahan di masa sekarang dan bertitik tolak dari data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disimpulkan dalam konteks teori penelitian terdahulu. Temuan: Penelitian ini menganalisis model pembangunan pertanian yang dapat disimpulkan dalam tiga hal, yakni potensi permasalahan, transformasi struktural, transformasi kelembagaan, dan model pembangunan pertanian yang sesuai dengan kondisi Desa Gentan. Hasil penelitian ini menjawab jika komoditas utama Desa Gentan adalah padi dengan tetap memiliki permasalah mengenai sumber daya alam. Selanjutnya, transformasi struktural membawa dampak positif dan negatif yang berhubungan dengan kondisi sosial dan budaya Desa Gentan. Persoalan struktutral tersebut berhubungan dengan kelembagaan Desa Gentan. Kesimpulan: Saran untuk Desa Gentan adalah masyarakat dan pemerintah desa sebaiknya bersatu dan lebih aktif dalam mengolah lahan yang terbengkalai serta memperbaiki sistem irigasi yang ada di Desa Gentan.
Model Analisis studi ketahanan pangan dalam rumah tangga nelayan Indonesia Wurianturi, Indrajati
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1071

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini berusaha melihat kondisi pangan di perkampungan nelayan Indonesia sebagai salah satu perkampungan dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Perkampungan nelayan menarik untuk diteliti karena memiliki potensi yang besar sebagai sumber pangan terutama protein, namun seringkali penduduknya mengalami kerawanan pangan. Tujuan penulisan ini adalah untuk melihat kebijakan-kebijakan apa yang dapat diusulkan kepada pemerintah sehingga tingkat kerawanan pangan di desa nelayan dapat diturunkan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriprif melaui proses literature review untuk memahami berbagai data sekunder yang dimiliki. Proses analisis akan menghasilkan temuan mengenai kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Temuan: Penelitian ini menganalisis ketahanan pangan rumah tangga pada setiap nelayan. Hasil yang dapat disimpulkan berupa pemahaman bahwa nelayan di perkampungan nelayan harus dibantu agar dapat meningkatkan taraf hidupnya. Selanjutnya, ketahanan pangan di perkampungan nelayan pun perlu ditingkatkan dengan melakukan berbagai program yang dilakukan secara komprehensif melalui mempertimbangkan FEW Nexus (Food,water and energy Nexus). Kesimpulan: Di samping itu, setiap program-program yang akan dijalankan perlu melibatkan peran serta masyarakat agar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Hal ini agar kemakmuran masyarakat nelayan di Indonesia tetap terjamin.
Menelisik keberhasilan dalam sistem ketahanan pangan Indonesia berdasarkan prinsip “bottom up” Maidah, Ulfa
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1188

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Kementerian terdapat 15,8% kabupaten dan 4% kota di Indonesia masih memiliki IKP dalam kategori rendah. Sebagian kota/kabupaten dengan persentase rendah berada di wilayah timur Indonesia. Hal ini berarti pemerataan pangan di Indonesia masih belum tercapai. Tujuan riset ini untuk menganalisa keberhasilan ketahanan pangan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriprif melaui proses literature review untuk memahami berbagai data sekunder yang dimiliki. Proses analisis akan menghasilkan temuan mengenai kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Temuan: Penelitian ini menganalisis ketahanan pangan dengan tenuan sebagai berikut. Konsep ketahanan pangan di Indonesia dirasa sudah cukup baik dengan membertimbangkan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan. Namun implementasi kebijakan ketahanan pangan perlu diperkuat dengan memperhitungkan aspek inovasi, konteks, kolaborasi, dan implementasi. Kesimpulan: Untuk itu diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholder yang berkaitan dengan WEF nexus. Prinsip WEF nexus dengan konsep “bottom-up” memungkinkan pemerintah mengidentifikasi permasalahan secara faktual yang akan membangun solusi melalui kebijakan yang dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Pembuatan susu kedelai kental manis dengan gula jagung fortifikasi kalsium dari cangkang telur untuk penderita diabetes Istiqomah, Wilujeng Hani; Adhani, Lisa
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1189

Abstract

Pendahuluan: Pengolahan susu dengan cara susu kental manis membuat dilema tersendiri bagi para penderita diabetes, karena kandungan gula susu kental manisberkisar pada angka 62.50%-64%. Sedangkan penderita diabetes hanya disarankan mengkonsumsi gula sebanyak 50 gr dalam sehari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pembuatan susu kedelai kental manis dengan gula jagung dan pengaruhnya terhadap penambahan kalsium dari cangkang telur ayam ras. Parameter yang dikaji adalah uji organoleptic teradap panelis viskositas, protein, kadar gula, dan kadar kalsium. Metode: Metode penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 faktor. Faktor 1 konsentrasi susu kedelai (45,45%, 55,56%, 57,14%) faktor 2 yaitu penambahan gula jagung sebanyak (24 gr dan 18 gr) dan factor 3 yaitu fortifikasi kalsium dengan cangkang telur sbanyak (0 gr, 1gr, 2 gr). Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik adalah susu kedelai kental manis dengan konsentrasi susu kedelai 55,56% dan 4% gula. Dan pada uji kadar kalsium serta protein didapatkan hasil terbaik pada penambahan sebanyak 1 gr cangkang telur ayam ras dengan viscositas 4300 cP. Kadar gula 40% kandungan protein dan kalsium masing-masing 5,05%v/w dan 1653,44 mg/kg. Kesimpulan: Dengan ini diperlukan perhatian lebih terkait kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Comparative analysis of ethylene-induced ripening in climacteric and non-climacteric fruits: implications for post-harvest management Dwi Arista, Nor Isnaeini; Ardiningtyas, Siti Azizah
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1202

Abstract

Background: Ethylene gas contained in fruits can increase the respiration rate. Climacteric fruits are those that experience automatic stimulation towards ripening, accompanied by an increase in respiration rate, as seen in bananas. Non-climacteric fruits, such as oranges, do not experience such an increase or change in respiration rate. The rate of fruit ripening is influenced by temperature, storage conditions, and the use of chemical agents to accelerate ripening. The aim of this article is to investigate the effects of closed and open storage environments, as well as the concentration of chemical agents used in the storage process. Methods: This study used bananas and tomatoes, which were placed in both open and closed storage, and stored in pairs. Additionally, the article discusses the concentration of carbide as a chemical agent that triggers the ripening of oranges. Findings: The results show that bananas and tomatoes are climacteric fruits. The storage treatment of bananas indicated that, across all conditions—whether stored in open or closed environments, or stored together with tomatoes—the outcome was the same: the fruits showed signs of deterioration within one week. For tomatoes, it was observed that storing them in a closed environment led to greater longevity compared to other storage methods. The treatment of oranges showed that ripening occurred more rapidly with the application of carbide compared to without its use. Conclusion: Ethylene gas is a crucial factor in the post-harvest management of various fruits and vegetables. Inadequate handling can lead to mechanical damage. In practice, bananas produce the most ethylene gas compared to tomatoes and oranges. Furthermore, bananas can influence the ripening of surrounding fruits. The use of carbide in different concentrations demonstrated that 10 grams of carbide led to faster ripening and yellowing of oranges compared to lower concentrations or the absence of carbide. Novelty/Originality of this article: This study uniquely integrates the analysis of natural and chemically-induced ethylene effects on climacteric and non-climacteric fruits under varied storage conditions, providing novel insights for optimizing post-harvest management across diverse fruit types.

Page 1 of 1 | Total Record : 5