Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 4 (2025)"
:
14 Documents
clear
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Perilaku Sedentari dengan Kejadian Gizi Lebih pada Siswa SMPN 1 Kampa
Amini, Annisa Rahma;
Afrinis, Nur;
Z.R, Zurrahmi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i5.152
Masalah gizi pada remaja perlu mendapat perhatian karena gizi lebih pada remaja dapat membuka masalah kesehatan yang dapat disebabkan karena rendahnya pengetahuan dan tingginya perilaku sedentari. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan perilaku sedentari pada siswa SMPN 1 Kampa. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada Desember 2025 dengan jumlah sampel 59 responden menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan serta berat badan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisa univariat diperoleh 30 responden (50,8%) mengalami gizi lebih, 30 responden (50,8%) memiliki pengetahuan gizi cukup dan 31 responden (52,5%) tidak memiliki perilaku sedentari. Berdasarkan uji Chi Square terdapat hubungan antara pengetahuan gizi (p value = 0,000) dan perilaku sedentari (p value = 0,000) dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMPN 1 Kampa. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan perilaku sedentari dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMPN 1 Kampa. Diharapkan kepada sekolah mengadakan penyuluhan pengetahuan gizi ke sekolah agar pengetahuan gizi lebih ditingkatkan dan kejadian gizi lebih dapat berkurang.
Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik Sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri
Rizki Azzahra, Tiara;
Hamal, Dian Kholika
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.175
Remaja menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks, terutama saat mengalami masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan-perubahan ini dapat membuat remaja terlihat emosional tidak stabil dan berpotensi mempengaruhi gangguan pada siklus menstruasi mereka. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan data primer seperti wawancara dan lembar observasi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 196 siswi dari total populasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji chi square. Hasil : Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukkan siswi kelas 10 dan 11 yang mengalami siklus menstruasi tidak normal sebanyak 133 orang (67.9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Tingkat Stres (P- value = 0.000), Aktivitas Fisik (P-value = 0.000), dengan gangguan siklus menstruasi. Serta tidak ada hubungan antara Usia Menarche (P-value = 0.192), Status Gizi (P-value = 0.619) dengan gangguan siklus menstruasi. Saran : Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menjaga keseimbangan aktivitas fisik dengan olahraga teratur dan mengelola stres melalui relaksasi, agar siklus menstruasi tetap teratur dan terhindar dari gangguan.
Perbandingan Kreatinin Klirens Sebelum dan Sesudah Kemoterapi pada Pasien Kanker Paru di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Marisa, Marisa;
Mayaserly, Dina Putri;
Permatasari, Rita;
Lestari, Rinda;
Suriani, Endang;
della, Winda Afrian
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.301
Kanker paru adalah tumor ganas paru yang berasal dari saluran napas atau epitel bronkus, yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak normal. Tatalaksana kanker paru mencakup beberapa metode, seperti kemoterapi, pembedahan, dan radioterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kreatinin klirens sebelum dan sesudah dikemoterapi pada pasien kanker paru di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross – sectional. Sebanyak 30 pasien kanker paru di RSUD Arifin Achmad yang dipilih sebagai koresponden dan diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium sebelum dan sesudah kemoterapi . Uji normalitas data menggunakan uji shapiro wilk dengan hasil p value = < 0.05 yang menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Hubungan antara kreatinin klirens sebelum dan sesudah kemoterapi dianalisis menggunakan korelasi pearson, dengan nilai r = 0.412 yang menunjukkan hubungan sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan dan peningkatan kadar kreatinin klirens pada pasien kanker paru yang sudah melakukan kemoterapi. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan rata -rata kadar kreatinin klirens sebelum kemoterapi 100.07 mL/min, dan sesudah kemotherapy yaitu 104.01 mL/min. Terdapat perbedaan antara kreatinin klirens sebelum dan sesudah kemoterapi.
Perilaku Swamedikasi Pada Masyarakat Daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta
Maharani, Siti Reisa;
Untari, Jati;
Agni, Markus Gelar Kumara
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.359
Swamedikasi adalah memperoleh obat-obatan sendiri tanpa resep, membeli dan menggunakan obat berdasarkan resep lama yang pernah diterima biasanya untuk mengatasi penyakit ringan yang dialami masyarakat. Pelaksanaannya dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena terbatasnya pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Fenomena di masyarakat yang pendapatannya pas-pasan akan lebih memilih pengobatan sendiri ataupun tradisional karena pendapatan mereka tidak cukup untuk ke pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pengetahuan dengan perilaku swamedikasi di daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta. Penelitian kuantitatif ini, sampel 73 responden pada masyarakat Kampung Jetisharjo RW 7 yang pernah menderita sakit 3-6 bulan. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan uji statistic Chi Square dan Fisher. Hasilnya ada hubungan usia (p=0.010), pendidikan terakhir (p=0.000), dan pengetahuan (p=0.004), sedangkan untuk jenis kelamin (p=0.911), pendapatan perbulan (p=1.000) tidak ada hubungan dengan perilaku swamedikasi. Disimpulkan bahwa membutuhkan intervensi peningkatan pengetahuan tentang perilaku swamedikasi pada masyarakat daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta.
Gambaran Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Klinik dalam Perspektif Islam
Anggreny, Dian Eka;
Musaddas, Rahmi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.369
Pelayanan kesehatan yang Islami merupakan penerapan penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui pendekatan professional dan Islami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bekerja sebagai ibadah dan menciptakan ukhuwah Islamiyah di lingkungan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat di klinik dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien atau keluarga pasien yang mendapatkan pelayanan di klinik dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian didapatkan variabel lingkungan fisik (tangibles), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan kepedulian (emphaty) diperoleh kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam dinyatakan baik oleh pasien.
Health-Related Quality of Life Among Sickle Cell Anemia Patients: Examining the Predictability of Coping Styles and Social Support
Roberts , Enyelunekpo;
George , Keyna;
Ekechi, Kingsley;
Uye, Emmanuel
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.370
Health-related quality of life (HRQoL) has remained a recurring issue when evaluating the effect of sickle cell anemia on individuals so affected. While studies have been conducted to determine the management of the disease with the use of physical and drug treatments, psychosocial factors tend to be limited. Therefore, this study examines the predictability of coping styles and social support on health-related quality of life (HRQoL) among individuals diagnosed with sickle cell anemia in selected hospitals and clinics in Port Harcourt, Rivers State, Nigeria. Cross-sectional survey design survey was adopted while data were collected from 200 participants using validated questionnaires. Data collected were analyzed using multiple regression to test one hypothesis which was accepted at p <.001 level of significance. The results showed that coping styles and social support jointly predicted HRQoL among study participants, R2= .372, F(3, 196) = 38.667, p <.001. Furthermore, coping style components of emotion-focused: β = .324, t = 5.062, p <.001; active coping: β = .251, t = 4.040, p <.001, and social support (β = .224, t = 3.506, p <.001) independently predicted HRQoL among study participants. The study concludes that coping styles and social support are robust predictors of HRQoL among sickle cell anemia in the study population. The study recommends that parents, government agencies and other stakeholders should proactively support sickle cell anemia patients with a social support system to manage their health situations to improve their overall quality of life.
Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu dengan Status Imunisasi Balita Desa Karanganyar Kabupaten Probolinggo
Islami, Ica Maulina Rifkiyatul;
Adhawiyah, Sofiatun
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.371
Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang efektif pada balita, namun cakupan imunisasi yang belum merata masih menjadi permasalahan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Probolinggo. Rendahnya kelengkapan imunisasi diduga berkaitan dengan frekuensi kunjungan balita ke posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status imunisasi balita di Desa Karanganyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 40 balita usia 0–60 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta diverifikasi menggunakan buku KIA atau catatan imunisasi posyandu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi kunjungan ke posyandu dan status imunisasi balita dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,595 menunjukkan keeratan hubungan kategori sedang hingga kuat. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan posyandu berperan penting dalam mendukung keberhasilan program imunisasi balita di tingkat desa.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) di PMB Betty Rofiqi Desa Silam Tahun 2025
Elisa, Elisa;
Afiah, Afiah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.373
Seorang ibu hamil yang mengalamikurang energi kronis dapat mengakibatkan perdarahan, anemia, persalinan lama dan infesiksi. Kek juga dapat mengancam pertumbuhan janin yang berada didalam kandungan, resiko berat badan lahir rendah dan resiko cacat, jika terjadi maka dapat mengganggu keberlangsungan hidup. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis di PMB Betty Rofiqi Desa Silam tanggal 14 Mei-9 Juni 2025. Hasil penelitian studi kasus diberikan pada Ny. N dengan 5 kunjungan rumah dalam 3 minggu yaitu ibu mengatakan kurang nafsu makan, badan lemas dan merasa cemas dengan kehamilannya. Asuhan kebidanan yang diberikan berupa melakukan pemerisaan fisik dengan pemeriksaan head toe to termasuk penilaian BB dan LILA sesuai dengan lembar observasi. dilanjutkan memberikan konseling pada pasien mengenai kehamilan yang sehat dan pola asupan gizi yang dibutuhkan saat kehamilan, kemudian memberikan makanan tambahan (PMT). Berdasarkan asuhan kehamilan yang dilakukan pada Ny. N usia 30 tahun G3P2A0 diperoleh bahwa nafsu makan sudah kembali normal berat badan dan LILA sudah mengalami kenaikan. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan yang diberikan pada kunjungan kedua sampai kunjungan selanjutnya selalu mengalami perembangan yang signifian, asuhan pada pasien tersebut terlasana dengan baik. Diharapkan studi kasus ini dapat sebagai referensi, menambah wawasan, dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan KEK.
Efektivitas Terapi Origami dan Menggambar Terhadap Perkembangan Motorik Halus pada Anak Prasekolah di TK PKK Dewi Sartika
Pratiwi, Delfi Marta;
Ro’isah, Ro’isah;
Handayani, Erna
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.374
This study aimed to analyze the effectiveness of origami therapy and drawing therapy on the fine motor development of preschool children. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach was applied to two intervention groups. The study involved 54 preschool children who were assigned to the origami therapy group and the drawing therapy group. Fine motor development was assessed using the Denver Developmental Screening Test II (DDST II). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results demonstrated a significant improvement in fine motor development in both groups after the intervention (p < 0.05). Origami therapy and drawing therapy were proven effective in enhancing preschool children’s fine motor skills through stimulation of finger coordination and visual–motor integration. This study concludes that both therapies can be utilized as practical non-pharmacological interventions to support fine motor development in preschool-aged children.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kepatuhan Imunisasi Balita
Maulidia, Nasinatul;
Islami, Ica Maulina Rifkiyatul
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i4.376
Complete basic immunization is a primary preventive measure to reduce morbidity and mortality among children under five; however, immunization compliance remains uneven. Maternal knowledge is often considered an important factor in shaping immunization behavior, although its influence may vary across contexts. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge of complete basic immunization and immunization compliance among children aged 0–24 months. A quantitative analytic design was employed, with primary data collected through structured instruments measuring maternal knowledge levels and children’s immunization status. Data were analyzed using appropriate inferential statistical tests to assess the association between variables. The results indicated a significant relationship between maternal knowledge level and immunization compliance, whereby mothers with higher knowledge levels tended to have children with more complete immunization status. Nevertheless, immunization compliance was not solely determined by maternal knowledge, as it was also influenced by variations in child age, immunization schedules, access to health services, and family support. This study highlights that maternal knowledge functions as an important enabling factor, but requires supportive service contexts and social environments to enhance the sustainability and effectiveness of immunization programs.