cover
Contact Name
khairuddin
Contact Email
abdurraufinstitute@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
abdurraufsocialscience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kuta Pinang Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Social Science
ISSN : 30633117     EISSN : 30636604     DOI : -
Abdurrauf Social Science adalah jurnal terkemuka yang ditinjau sejawat dan berakses terbuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Ilmu Sosial yang menekankan isu-isu Asia kontemporer dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. Jurnal ini berupaya untuk menerbitkan artikel yang membahas isu-isu ekonomi, politik, sosial budaya, dan pendidikan. Abdurrauf Social Science menawarkan akses terbuka terhadap kontennya dan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ( CC-BY-SA ) sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Artikel jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun, yaitu Maret dan September.
Articles 24 Documents
Digital Resilience as a Moderator in the Adoption of Digital Tools for Teaching Vocational Subjects in Nigerian Universities: A TAM Perspective Auta, Mohammed; Paul-Mgbeafulike , Vivian Stella; Ikpeama, Frednora Uchenna; Ufondu, Chidiebere Christopher
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i2.361

Abstract

This study explores the moderating role of digital resilience in the adoption of digital tools for teaching vocational subjects in Nigerian universities through the lens of Technology Acceptance Model (TAM). Data were collected from 173 lecturers teaching vocational subjects across six universities using a structured questionnaire. Structural equation modeling (SEM) was used to test the relationships among perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), digital resilience (DR), and adoption intention (AI). Results indicate that PU and PEOU significantly predict AI; however, digital resilience moderates only the relationship between PEOU and AI but not between PU and AI. These findings highlight the importance of developing digital resilience to enhance technology adoption especially in educational settings. Implications for policy, practice, and future research are discussed, emphasizing the need for targeted interventions to support lecturers teaching vocational subjects in adopting digital tools for vocational education programmes.
The Influence of Residential Environment on the Character Formation of University Students: A Case Study of UTHM Pagoh, Johor, Malaysia Kirin, Arwansyah; Khairuddin, Khairuddin
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i2.362

Abstract

The residential environment plays a pivotal role in shaping students’ character, yet empirical studies in Malaysia particularly in semi-rural campuses such as UTHM Pagoh remain scarce. The shifting lifestyles of students living away from their families highlight the urgent need to examine how physical conditions, social interactions and prevailing norms within their residential settings influence character formation. This study aims to analyze the impact of residential environment on the character development of UTHM Pagoh students. Employing a quantitative survey design with 304 respondents, data were analyzed using simple regression via SPSS 25. The findings reveal that the residential environment has a statistically significant effect on students’ character (0,000 < 0,05), although its contribution is relatively small (8.6%). These results affirm that residential factors while not dominant, remain integral in shaping students’ moral behavior alongside family background, digital media and academic engagement. Theoretically, this study expands the discourse on character education by highlighting the often-overlooked role of residential context. Practically, the implications offer valuable insights for universities and policymakers in designing dormitory environments and character-building programs that are more conducive, inclusive and effective. [Lingkungan tempat tinggal memainkan peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa, namun kajian empiris di Malaysia khususnya pada kampus semi-pedesaan seperti UTHM Pagoh masih sangat terbatas. Perubahan gaya hidup mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga menimbulkan kebutuhan mendesak untuk menilai sejauh mana kondisi fisik, interaksi sosial dan norma di lingkungan tempat tinggal memengaruhi pembentukan karakter mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan tempat tinggal terhadap karakter mahasiswa UTHM Pagoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 304 responden dan data dianalisis menggunakan regresi sederhana melalui SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan tempat tinggal berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter mahasiswa yaitu 0,000 < 0,05, meskipun kontribusinya relatif kecil yaitu sebesar 8,6%. Temuan ini menegaskan bahwa faktor lingkungan tempat tinggal tetap penting sebagai salah satu elemen pembentuk karakter di samping pengaruh keluarga, media digital dan interaksi akademik. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur pendidikan karakter dengan menekankan dimensi residensial sebagai faktor yang sering diabaikan. Secara praktis, implikasinya dapat dijadikan rujukan bagi pihak universitas maupun pembuat kebijakan dalam merancang lingkungan asrama serta program pengembangan karakter yang lebih kondusif, inklusif dan efektif.]
Civil Liberties in the Midst of the Threat of Disinformation: Protests and Constitutional Law Challenges in the Post-Truth Era Aringga, Rino Dedi; Meuraksa, M. Amin El-Walad
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i2.373

Abstract

This study addresses the growing problem of disinformation in the digital public sphere, which directly affects civil liberties, particularly the right to express opinions through demonstrations. Disinformation in the post-truth era not only intensifies social polarization but also poses new challenges for constitutional law in balancing the protection of fundamental rights and public order. The objective of this research is to analyze the impact of the post-truth era on civil liberties and to examine the implications of constitutional law in regulating demonstrations amid the threat of disinformation. The study applies a normative juridical method with a conceptual and statutory approach, using primary sources such as the 1945 Constitution, Law No. 9 of 1998, the Electronic Information and Transactions Law, and Constitutional Court decisions, complemented by secondary sources including academic literature on disinformation and democracy. The findings reveal that the post-truth era shifts the meaning of civil liberties by prioritizing subjective opinions over facts, leading to the restriction of public expression. Inconsistencies in regulations and weak legal instruments exacerbate constitutional challenges in addressing this issue. The implications highlight the urgency of reformulating balanced and adaptive regulations to respond to digital dynamics, ensuring the protection of civil liberties while preventing the harmful effects of disinformation. Abstrak: Penelitian ini berangkat dari persoalan meningkatnya praktik disinformasi di ruang publik digital yang berimplikasi langsung terhadap kebebasan sipil, khususnya hak menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa. Disinformasi yang berkembang di era post-truth tidak hanya menimbulkan polarisasi sosial, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi hukum tata negara dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan hak fundamental dan ketertiban umum. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh era post-truth terhadap kebebasan sipil dan menelaah implikasi hukum tata negara dalam mengatur unjuk rasa di tengah ancaman disinformasi. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, menggunakan sumber data primer berupa UUD 1945, UU No. 9 Tahun 1998, UU ITE, serta putusan Mahkamah Konstitusi, dan sumber sekunder berupa literatur akademik terkait disinformasi dan demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era post-truth menggeser makna kebebasan sipil dengan menempatkan opini subjektif di atas fakta, yang berdampak pada pembatasan ruang berekspresi. Inkonsistensi regulasi dan lemahnya instrumen hukum memperkuat tantangan hukum tata negara dalam merespons fenomena ini. Implikasi penelitian menegaskan perlunya reformulasi regulasi yang seimbang, adaptif, dan kontekstual terhadap dinamika digital, agar kebebasan sipil tetap terjamin tanpa mengabaikan kebutuhan pencegahan disinformasi.
Analysis Of Qris Potential in Mobile Banking to Support Financial Inclusion in The Face of The Post-Pandemic Covid-19 Crisis: A UTAUT2 Model Approach Musyaropah, Musyaropah; Sugianto, Sugianto; Shoolihah, Muhayyijah Fil Qurbah
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i2.366

Abstract

This study investigates the factors that influence the implementation of QRIS in Islamic bank mobile banking services in the post-COVID-19 context. Guided by the Extended Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2), the research emphasizes the dynamics of Islamic finance and aims to identify aspects requiring further development in QRIS M-Banking. A total of 500 individual customers of Islamic banks who actively use mobile banking services across Indonesia participated in the study. The research employed a quantitative method with purposive sampling. Data were collected through a combination of open- and close-ended questionnaires and analyzed using SPSS 26. The results reveal that Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, and Habit significantly affect Behavioral Intention to use QRIS M-Banking, while Performance Expectancy, Effort Expectancy, and Trust show no significant influence. These findings underline the importance of strengthening social and environmental support, improving system infrastructure, and enhancing features that encourage positive user habits and enjoyment in financial transactions. This study contributes theoretically by extending the application of UTAUT2 within the context of Islamic banking and post-pandemic financial behavior. Practically, it provides insights for Islamic banks to design strategies that foster higher QRIS adoption rates, while also offering recommendations for policymakers to strengthen digital financial inclusion and promote sharia-compliant payment systems. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memperkuat implementasi QRIS pada layanan M-Banking bank syariah pasca pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan Extended Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2) dengan fokus pada keuangan syariah, dan bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang memerlukan perbaikan pada QRIS M-Banking. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama bertujuan untuk memasukkan faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan penggunaan QRIS M-Banking pasca pandemi COVID-19. Penelitian tahap kedua ini bertujuan untuk menyoroti faktor-faktor yang memerlukan pengembangan QRIS M-Banking untuk mempercepat dan meningkatkan keuangan syariah pasca pandemi COVID-19. Partisipan penelitian terdiri dari 500 nasabah individu bank syariah yang aktif menggunakan layanan M-Banking yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Metode penelitian yang dipilih adalah kuantitatif, dengan pendekatan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup, kemudian dianalisis menggunakan software SPSS 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, dan Habit mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Behavioral Intention, sedangkan Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Trust tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Behavioral Intention. Kontribusi penelitian ini secara teoretis memperluas penerapan model UTAUT2 dalam konteks perbankan syariah dan perilaku keuangan pasca pandemi. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan bagi bank syariah untuk merancang strategi yang mendorong adopsi QRIS lebih tinggi, serta menawarkan rekomendasi bagi pembuat kebijakan dalam memperkuat inklusi keuangan digital dan pengembangan sistem pembayaran syariah di Indonesia.

Page 3 of 3 | Total Record : 24