cover
Contact Name
khairuddin
Contact Email
abdurraufinstitute@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
abdurraufsocialscience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kuta Pinang Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Social Science
ISSN : 30633117     EISSN : 30636604     DOI : -
Abdurrauf Social Science adalah jurnal terkemuka yang ditinjau sejawat dan berakses terbuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Ilmu Sosial yang menekankan isu-isu Asia kontemporer dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. Jurnal ini berupaya untuk menerbitkan artikel yang membahas isu-isu ekonomi, politik, sosial budaya, dan pendidikan. Abdurrauf Social Science menawarkan akses terbuka terhadap kontennya dan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ( CC-BY-SA ) sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Artikel jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun, yaitu Maret dan September.
Articles 24 Documents
Pengaruh Religius, Kualitas Layanan, Citra Destinasi, dan Wisata Halal Terhadap Minat Wisatawan Muslim Fatimah, Siti; Sugianto, Sugianto
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.52

Abstract

Tourism in Indonesia is rapidly growing, but halal tourism remains a challenging sector to compete in. Understanding the factors that influence Muslim tourists' interest is crucial, as global tourism presents significant opportunities. Tourist destinations now recognize the importance of offering services that align with Islamic principles. This quantitative research involved 90 respondents selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using SPSS version 25, applying statistical methods such as classical assumption tests and hypothesis testing. The results showed that religious factors, service quality, and destination image had a positive and significant impact on Muslim tourists' interest, with significance values of 0.000, which is less than 0.05. Meanwhile, the halal tourism variable had a positive but not significant effect, with a significance value of 1.181, greater than 0.05. These findings indicate that while halal tourism influences Muslim tourists' interest, its impact is not as significant as the other variables. keyword:  Religious, Service Quality, Tourist Destination Image, Halal Tourism, Interest  Abstrak: Pariwisata berkembang pesat di Indonesia, namun pariwisata halal sulit disaingi. Memahami faktor minat wisatawan Muslim penting karena pariwisata global menawarkan peluang. Destinasi wisata kini menyadari pentingnya pelayanan sesuai prinsip Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sampel sebanyak 90 responden yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25, dengan menggunakan analisis statistik seperti pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel agama, kualitas pelayanan dan citra destinasi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan muslim dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan variabel wisata halal mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap minat wisatawan muslim dengan nilai signifikansi sebesar 1,181 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun wisata halal berpengaruh terhadap minat wisatawan muslim, namun pengaruhnya tidak signifikan dibandingkan variabel lainnya.
The Golden Role of the Islamic Students Association (HMI) in the Development of Democracy in Indonesia Rudiyansah, Muhammad Mas Davit Herman
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.53

Abstract

Indonesian political history records the transition from authoritarian rule to a civil democracy system after the fall of President Soeharto on May 21, 1998. This change, which marked the end of the New Order regime and entered the Reformation Era, brought significant changes in national politics, including political liberalization. This study aims to analyze the role of the Islamic Student Association (HMI) in the development of democracy in Indonesia. HMI, as one of the largest and most historic student organizations, has contributed significantly to political education, public policy formation, leadership development, and social movements. The methodology used is a normative legal approach with secondary data analysis. This study includes a literature review, analysis of legal documents, and relevant library materials to evaluate HMI's contribution to democratic principles. Secondary data, including laws, regulations, and related literature, are used to analyze how HMI applies democratic norms in practice. Content and normative analysis are conducted to assess the relevance and impact of HMI's role. The results of the study indicate that HMI plays a strategic role in political education by increasing political awareness and student participation. In addition, HMI is also actively involved in the formation of public policy and leadership development, and plays a role in social movements such as the 1998 reform. Despite facing challenges related to independence and relevance amidst global change, HMI has managed to maintain its role as an important platform in democracy. The conclusion of this study confirms that HMI is an important pillar in the development of democracy in Indonesia. Through its contributions to political education, policy formation, and leadership development, HMI plays a significant role in shaping the socio-political dynamics of Indonesia. Although challenges remain, HMI must continue to adapt to changing times and remain focused on the core values ??and goals of the organization to continue to contribute to the progress of the nation. Keywords: Islamic Students Association (HMI); Indonesian democracy; role of organizations; democratic development. Abstrak: Sejarah politik Indonesia mencatat peralihan dari pemerintahan otoriter ke sistem demokrasi sipil pasca-kejatuhan Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Perubahan ini, yang menandai akhir rezim Orde Baru dan memasuki Era Reformasi, membawa perubahan signifikan dalam politik nasional, termasuk liberalisasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam pengembangan demokrasi di Indonesia. HMI, sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar dan bersejarah, telah berkontribusi secara signifikan dalam pendidikan politik, pembentukan kebijakan publik, pengembangan kepemimpinan, dan gerakan sosial. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis data sekunder. Penelitian ini mencakup kajian literatur, analisis dokumen hukum, serta bahan pustaka yang relevan untuk mengevaluasi kontribusi HMI terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Data sekunder, termasuk undang-undang, peraturan, dan literatur terkait, digunakan untuk menganalisis bagaimana HMI menerapkan norma-norma demokrasi dalam praktiknya. Analisis konten dan normatif dilakukan untuk menilai relevansi dan dampak peran HMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HMI memainkan peran strategis dalam pendidikan politik dengan meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi mahasiswa. Selain itu, HMI juga terlibat aktif dalam pembentukan kebijakan publik dan pengembangan kepemimpinan, serta berperan dalam gerakan sosial seperti reformasi 1998. Meskipun menghadapi tantangan terkait independensi dan relevansi di tengah perubahan global, HMI berhasil menjaga perannya sebagai platform penting dalam demokrasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa HMI merupakan pilar penting dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Melalui kontribusinya dalam pendidikan politik, pembentukan kebijakan, dan pengembangan kepemimpinan, HMI berperan signifikan dalam membentuk dinamika sosial-politik Indonesia. Meski tantangan tetap ada, HMI harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap fokus pada nilai-nilai inti serta tujuan organisasi untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa. Kata Kunci: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI); demokrasi Indonesia; peran organisasi; pembangunan demokrasi.
Sharpening Kindergarten Children’s Creativity by Learning Numbers Through Plasticine Nurhikmah, Nurhikmah; Purnamasari, Nur Indah
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.64

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of using plasticine as a learning medium for numbers in kindergarten (TK) Wulil Amri Mannurukki. The research employs a qualitative approach with a descriptive method to observe and analyze the impact of plasticine use on the cognitive development, creativity, and fine motor skills of children aged 4–6 years. The study subjects consist of 20 kindergarten children in Gowa Regency who had never used plasticine in number learning. The results indicate that the use of plasticine significantly enhances children's understanding of numerical concepts, with 85% of the subjects able to recognize and form numbers 1–10 after the intervention. Additionally, plasticine stimulates children's creativity, as evidenced by their ability to further create with numbers and related objects. Fine motor skills also show positive development, marked by improved ability to manipulate plasticine and perform other motor activities. This study concludes that plasticine is an effective and enjoyable learning medium, particularly at TK Wulil Amri Mannurukki, as it not only strengthens children's numerical understanding but also hones their creativity and fine motor skills. Therefore, plasticine is worth considering as an alternative learning medium for numbers in early childhood education
Kalak Kampong: Identitas dari Kesadaran Kelas dan Inferioritas di Aceh Singkil-Subulussalam: Kalak Kampong: An Identity Rooted in Class Consciousness and Inferiority in Aceh Singkil-Subulussalam Pohan, Zulfikar Riza Hariz
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.69

Abstract

The term ‘kalak kampong’ (villagers) in Singkel (Aceh Singkil-Subulussalam) is commonly used by residents of riverbanks (julu) or hillsides (deleng). On one hand, this term is often interpreted as a hesitation to express their ethnic identity. The accusation of ‘cultural hesitation’ generally comes from local political elites in Singkel who have formed the ethnic concept known as the Singkil Tribe. In fact, the terminology ‘kalak kampong’ is an explanation of the power and economic disparities occurring in Singkel due to the persistence of modernism and developmentalism in the Aceh community. ‘Kalak kampong’ signifies that they feel inferior and not on the same social level as ‘urban people’ or communities that use the Indonesian language (urban language/Bahasa Indonesia). On the other hand, the term ‘kalak kampong’ also represents a unifying identity in Singkel, namely the unity as a traditional community that is homogeneous and industrially lagging behind modernization. This research was conducted using a descriptive analysis approach in cultural studies, with data collected through field observations and literature analysis related to ethnic identity and socio-economic dynamics in Singkel. The research aims to examine the relationship between power and economic disparities and the perception of ‘kalak kampong’ within the Aceh community. The results show that local political elites play a significant role in shaping and reinforcing the ethnic concept of the ‘Suku Singkil’ for their political and social. [Penyebutan ‘kalak kampong’ (Orang kampung) di Singkel (Aceh Singkil-Subulussalam) lazimnya digunakan oleh penduduk pinggiran sungai (julu) atau perbukitan (deleng). Di satu sisi, sebutan tersebut sering ditafsirkan sebagai kegagapan untuk menyatakan identitas kesukuan mereka. Tuduhan ‘gagap kebudayaan’ tersebut umumnya berasal dari elite-elite politik lokal di Singkel yang membentuk konsep etnis yang disebut sebagai Suku Singkil. Padahal, terminologi ‘kalak kampong’ merupakan sebuah penjelasan ketimpangan relasi kuasa dan ekonomi yang terjadi di Singkel atas langgengnya modernisme dan pembangunanisme komunitas Aceh. ‘Kalak kampong’ adalah sebutan bahwa mereka merasa lebih rendah dan tak sekelas pergaulannya dengan ‘orang kota’ atau komunitas yang menggunakan bahasa Indonesia (bahasa kota). Di sisi yang lain, penyebutan ‘kalak kampong’ juga merupakan identitas persatuan di Singkel. Penelitian ini berlangsung melalui pendekatan analisis deskriptif pada studi budaya (cultural studies), data dikumpulkan melalui observasi lapangan serta analisis literatur terkait identitas kesukuan dan dinamika sosial-ekonomi di Singkel. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara ketimpangan relasi kuasa dan ekonomi dengan persepsi 'kalak kampong' dalam komunitas Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa elite politik lokal memainkan peran signifikan dalam membentuk dan memperkuat konsep etnis ‘Suku Singkil’ untuk kepentingan politik dan sosial mereka]. Kata kunci: Aceh, Inferior, Singkel, Suku Singkil, Kelas Sosial, Modernisasi.
The Axiological Implementation of Islamic Education in Character Development: A Case Study at Al-Maahira IIBS Malang Anggraini, Reni Dwi; Prabowo, Dimas Tri; Husna, Rima Lailatul; Kawakib, A. Nurul
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.152

Abstract

This study aims to analyze and describe how the axiology or values of Islamic education play a role in the formation and development of students character within the environment of Al-Maahira IIBS Islamic boarding school in Malang. This research employs descriptive qualitative methods, with data collected through observation, interviews, and documentation. The primary data is derived from observations conducted by the researchers at the research site, supported by secondary data from documents such as lesson schedules, lesson plans, daily journals, attendance records, and profiles obtained from the Al-Maahira website. The results of this study indicate changes or influences from the learning outcomes of religious subjects and the habituation of spirituality by making teachers and musyrifahs as role models in the development of students' character at Al-Maahira IIBS Junior High School in Malang. Students, mostly from financially well-off families and lacking parental attention, present challenges in developing character in accordance with Islamic educational principles. Thus, this research aims to provide contributions to educators, students, and educational policymakers in the process of character formation based on the values and principles of Islamic education. [ Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana aksiologi atau nilai pendidikan islam berperan dalam pembentukan dan pengembangan karakter peserta didik dalam lingkungan pondok pesantren Al-Maahira IIBS Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi, untuk data primer sendiri berasal dari observasi yang peneliti lakukan di lokasi penelitian, serta didukung oleh data sekunder yang berasal dari dokumen-dokumen seperti jadwal pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), jurnal harian, absensi, serta profil yang dapat peneliti ambil dari website Al-Maahira sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan mengenai adanya perubahan atau pengaruh dari hasil pembelajaran mata pelajaran keagamaan serta pembiasaan sipritualitas dengan menjadikan guru dan musyrifah sebagai role model pada pengembangan karakter peserta didik di SMP Al-Maahira IIBS Malang. Peserta didik yang kebanyakan berasal dari latar belakang keluarga yang berkecukupan secara finansial dan kurang akan perhatian orang tua menjadi permasalahan yang melatarbelakangi adanya karakter peserta didik yang kurang sesuai dengan prinsip pendidikan islam, maka penelitian ini hadir dengan tujuan untuk memberikan kontribusi bagi pendidik, peserta didik, dan pengambil kebijakan pendidikan dalam proses pembentukan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai dan prinsip pendidikan Islam].
Revitalizing Waqf Institutions: A Sustainable Solution for Vocational Education and Out-of-School Children in Northern Nigeria Sani, Shafi’u Mahmud; Muhammad, Adamu Abubakar; Amare, ISA Abubakar Dutsin-; Muhammad, Zuwaira Jibril
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.163

Abstract

 In Northern Nigeria, the growing number of out-of-school children and the difficulties associated with vocational education provide a serious obstacle to sustainable development. Socioeconomic disparities, a lack of adequate government financing, and ineffective institutional frameworks are the main causes of these problems. The potential role of restoring waqf (Islamic endowment) organizations as a long-term solution to these issues is examined in this research. In Islamic nations, waqf organizations have traditionally played a significant role in funding social welfare, healthcare, and education. Waqf can offer the infrastructure and resources required to support vocational education and reintegrate out-of-school youth into the educational ecosystem by utilizing their innate values of generosity and community empowerment. The study emphasizes the working mechanisms of waqf and its applicability to contemporary socio-economic requirements by combining qualitative and quantitative research methodologies. It looks at effective waqf models in other Islamic countries and assesses how well they work in Northern Nigeria. It also provides a strategic framework for waqf institution revitalization, which includes capacity building, legal reforms, and waqf integration with current public and commercial programs. The results show that a well-designed waqf system may sustainably fund educational facilities, scholarships, and vocational training centers, lowering poverty and promoting economic independence among underserved areas. The study comes to the conclusion that government agencies, religious institutions, and civil society organizations must work together to revive waqf institutions for addressing the existing challenges in the vocational education, and out-of-school children circle in northern Nigeria. By addressing the dual challenge of vocational education and out-of-school children, waqf institutions can play a transformative role in shaping a more equitable and prosperous Northern Nigeria.  [Di Nigeria Utara, meningkatnya jumlah anak yang tidak bersekolah serta berbagai kendala dalam pendidikan kejuruan menjadi hambatan serius bagi pembangunan berkelanjutan. Ketimpangan sosial-ekonomi, kurangnya pendanaan pemerintah yang memadai, serta kelemahan dalam kerangka kelembagaan merupakan faktor utama yang menyebabkan permasalahan ini. Penelitian ini mengkaji potensi revitalisasi lembaga wakaf sebagai solusi jangka panjang terhadap permasalahan tersebut. Dalam sejarah negara-negara Islam, lembaga wakaf telah memainkan peran penting dalam pembiayaan kesejahteraan sosial, layanan kesehatan, dan pendidikan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kedermawanan dan pemberdayaan komunitas, wakaf dapat menyediakan infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung pendidikan kejuruan serta mengintegrasikan kembali anak-anak yang tidak bersekolah ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis mekanisme kerja wakaf dan relevansinya terhadap kebutuhan sosial-ekonomi kontemporer. Studi ini juga menelaah model wakaf yang berhasil diterapkan di negara-negara Islam lainnya serta mengevaluasi efektivitasnya di Nigeria Utara. Selain itu, penelitian ini mengusulkan kerangka strategis untuk revitalisasi lembaga wakaf, yang mencakup peningkatan kapasitas, reformasi hukum, dan integrasi wakaf dengan program publik serta sektor swasta yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem wakaf yang dirancang dengan baik dapat secara berkelanjutan membiayai fasilitas pendidikan, beasiswa, dan pusat pelatihan kejuruan, sehingga berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan serta peningkatan kemandirian ekonomi bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah, institusi keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil sangat diperlukan dalam merevitalisasi lembaga wakaf guna mengatasi permasalahan pendidikan kejuruan dan anak-anak yang tidak bersekolah di Nigeria Utara. Dengan mengatasi tantangan ganda ini, lembaga wakaf dapat berperan secara transformatif dalam menciptakan masyarakat Nigeria Utara yang lebih adil dan sejahtera. Kata kunci: Lembaga Wakaf, Pendidikan Kejuruan, Anak Tidak Bersekolah, Nigeria Utara, Pembangunan Berkelanjutan]
Penerapan Model Fun Learning Dalam Peningkatan Hafalan Al -Qur’an Pada Siswa Kelas VII SMP Darul Muta’allimin Tanah Merah Kabupaten Aceh Singkil: The Implementation of the Fun Learning Model in Enhancing Qur'anic Memorization Among Seventh-Grade Students at SMP Darul Muta’allimin, Tanah Merah, Aceh Singkil Regency Rajab, Abdul; Ibrahim, Ibrahim
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.173

Abstract

The success of the learning process is influenced by several factors, one of which is the selection of an appropriate learning model. Based on observations of seventh-grade students at SMP Darul Muta’allimin, Aceh Singkil, the learning models used by teachers have not been sufficiently varied. The Qur'anic memorization method remains monotonous, making the learning process less engaging and repetitive. As a result, students' progress in tahfiz has not met the established proficiency criteria. This study aims to examine the implementation of the Fun Learning model in improving Qur'anic memorization among seventh-grade students at SMP Darul Muta’allimin, Aceh Singkil. The study employs a classroom action research (CAR) methodology, using an intervention-based cyclical research design following the Kemmis and Taggart model. Data collection was conducted through observational methods, where the researcher assessed students' Qur'anic memorization abilities using evaluation sheets. The findings indicate a significant improvement in students’ Qur'anic memorization abilities following the implementation of the Fun Learning model. The application of this learning model had a positive impact on students' memorization outcomes, as reflected in the increasing mastery levels recorded across the research cycles: Cycle I (54%), Cycle II (92%), and Cycle III (100%). The implementation of the Fun Learning model proved to be an effective strategy for enhancing students' Qur'anic memorization, helping them feel more prepared for subsequent memorization tasks.  [Keberhasilan dalam proses Pembelajaran di pengaruhi oleh beberapa factor, salah satu diantaranya ialah pemilihan model pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan pengamatan siswa kelas VII di SMP Darul Muta’allimin Aceh Singkil, penggunaan model pembelajaran oleh guru belum variatif, metode Hafalan Al-Qur’an masih menoton, membuat pembelajaran Hafalan Al-Qur’an kurang menarik dan menoton, sehingga berdampak pada peningkatan Tahfizd siswa yang belum tercapai Kriteria Ketuntasan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran fun learning dalam meningkatkan hafalan al-qur’an siswa kelas VII di SMP Darul Muta’allimin Aceh Singkil Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, desain intervensi tindakan atau rancangan siklus penelitian menggunakan metode Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi. Peneliti mengumpulkan data dengan mengobservasi kemampuan Hafalan   al–Qur’an siswa pada lembar penilaian. Hasil Penelitian terjadi peningkatan kemampuan hafalan Al-Qur’an pada siswa kelas VII SMP Darul Muta’allimin Aceh Singkil setelah penerapan model Fun Learning.  Pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Fun Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil hafalan Al-Qur’an siswa di SMP Darul Muta’allimin Aceh Singkil yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar hafalan peserta didik dalam setiap siklus, yaitu Pada Hafalan Al-Qur’an siklus I ( 54 %), siklus II ( 92 & ) dan sikulus III (100 %). Penerapan pembelajaran dengan Model Pembelajaran Fun Learning efektif untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an peserta didik yang telah dilaksanakan peserta didik selama ini, sehingga mereka merasa siap untuk menghadapi hafalan berikutnya].
Strategi Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Partispasi Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di UPTD SPF SDN Cibubukan: Active Learning Strategies to Enhance Student Participation in Islamic Religious Education at UPTD SPF SDN Cibubukan Lidawati, Lidawati; Gayo, Lina
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.176

Abstract

Student participation in learning is a crucial factor in achieving optimal educational outcomes. However, in many elementary schools, including UPTD SDN Cibubukan, low student engagement in Islamic Religious Education (IRE) classes remains a challenge. This study aims to examine the effectiveness of active learning strategies in enhancing student participation in IRE at UPTD SDN Cibubukan. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and document analysis. The implementation of various innovative teaching methods, such as group discussions, problem-based learning (PBL), and educational games, was analyzed to assess their impact on student engagement. The findings indicate that active learning strategies significantly enhance student participation in IRE classes. Group discussions encourage students to share ideas, express opinions, and collaborate in problem-solving, thereby improving their understanding of the material while developing social and communication skills. The PBL method provides students with real-life scenarios that enhance their critical thinking and problem-solving abilities. Additionally, educational games create an enjoyable and interactive learning environment, increasing student motivation and participation. The results show a noticeable improvement in student engagement, as evidenced by an increased number of students asking and answering questions, actively participating in class discussions, and enthusiastically engaging in educational games. These findings confirm that active learning strategies are highly effective in fostering student involvement and motivation, ultimately contributing to better learning outcomes in Islamic Religious Education. [ Partisipasi siswa dalam pembelajaran merupakan faktor penting dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Namun, rendahnya keterlibatan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menjadi tantangan di banyak sekolah dasar, termasuk di UPTD SDN Cibubukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen. Implementasi berbagai metode pembelajaran inovatif, seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis masalah (PBL), dan permainan edukatif, dianalisis untuk menilai dampaknya terhadap keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif secara signifikan meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI. Diskusi kelompok mendorong siswa untuk berbagi ide, mengemukakan pendapat, dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah, sehingga tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi. Metode PBL memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghadapi situasi nyata yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, permainan edukatif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Peningkatan partisipasi siswa terlihat jelas melalui tingginya jumlah siswa yang bertanya, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas dan permainan edukatif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran aktif terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap hasil belajar mereka dalam Pendidikan Agama Islam].
Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menulis Teks Eksplanasi Melalui Permainan Hurup Hijaiyah Di Kelas II UPTD SPF SD Negeri Tanah Bara, Aceh: Enhancing Students' Ability to Write Explanatory Texts Through Hijaiyah Letter Games in Grade II at UPTD SPF SD Negeri Tanah Bara, Aceh Sarinawati, Sarinawati
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i1.180

Abstract

The teacher-centered learning system results in students being less active in the learning process, which negatively impacts their writing skills. Therefore, a more innovative and engaging teaching method is required to enhance students' motivation to learn. This study aims to improve students' ability to write explanatory texts using Hijaiyah letters through the implementation of a word game-based learning method. The research employs a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis & McTaggart model, which consists of four stages in each cycle: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were second-grade students at UPTD SPF SD Negeri Tanah Bara, with data collected through observation, writing tests, and documentation of students’ written work. The findings indicate that the application of the word game-based method using Hijaiyah letters significantly enhances students’ ability to write explanatory texts. This improvement is evidenced by the increase in the number of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM) score to over 75%. Additionally, students became more active and enthusiastic during the learning process. In conclusion, the word game-based method using Hijaiyah letters can serve as an effective strategy for enhancing students' writing skills. Furthermore, it can be considered an alternative approach to language and literacy instruction at the elementary school level. [Sistem pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses belajar, sehingga berdampak pada rendahnya keterampilan menulis mereka. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik agar siswa lebih termotivasi untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi berbasis huruf Hijaiyah melalui penerapan metode permainan kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart yang terdiri dari empat tahap dalam setiap siklus: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II UPTD SPF SD Negeri Tanah Bara, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes menulis, dan dokumentasi hasil tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode permainan kata berbasis huruf Hijaiyah secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hingga lebih dari 75%. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode permainan kata berbasis huruf Hijaiyah dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa, serta dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran bahasa dan literasi di tingkat sekolah dasar].
The Impact of Corruption on Economic Development and Community Welfare from Local And National Perspectives Rudiyansah, Muhammad Mas Davit Herman; Rezki, Moch. Gufron Fajar
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i2.349

Abstract

Corruption is a fundamental problem that hinders development and undermines state legitimacy. In Indonesia, corrupt practices not only result in financial losses to the state but also have systemic effects that undermine governance, hinder economic growth, and exacerbate social inequality. This study aims to analyze in depth how corruption impacts economic development and public welfare, emphasizing its link to public access to basic services such as education, health, and infrastructure. The method used is a qualitative descriptive approach with a literature review approach, examining secondary data from academic journals, anti-corruption agency reports, investigative news, and public policy documents. The study results show that corruption creates market distortions, weakens national competitiveness, and diverts development funds to the interests of political and bureaucratic elites. This condition results in unequal distribution of development between regions, low quality public services, and weakened public participation in the development process. Furthermore, corrupt practices have an impact on declining public trust in state institutions, which in turn has the potential to lead to social instability and a crisis of government legitimacy. This research emphasizes that eradicating corruption requires a multidimensional strategy, ranging from consistent law enforcement and bureaucratic reform to the application of digital technology to increase transparency and accountability. Therefore, the findings of this study are expected to provide conceptual and practical contributions to formulating a more comprehensive, sustainable anti-corruption strategy that adheres to the principles of social justice for the realization of inclusive national development.  Abstrak: Korupsi merupakan salah satu masalah fundamental yang menghambat proses pembangunan dan melemahkan legitimasi negara. Di Indonesia, praktik korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga menimbulkan efek sistemik yang merusak tata kelola pemerintahan, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta memperparah kesenjangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana korupsi memengaruhi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan menekankan keterkaitannya terhadap akses publik pada layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, yang mengkaji data sekunder dari jurnal akademik, laporan lembaga antikorupsi, berita investigatif, serta dokumen kebijakan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa korupsi menciptakan distorsi pasar, memperlemah daya saing nasional, serta mengalihkan anggaran pembangunan ke kepentingan elit politik dan birokrasi. Kondisi ini mengakibatkan ketimpangan distribusi pembangunan antarwilayah, rendahnya kualitas layanan publik, dan melemahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Selain itu, praktik korupsi berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, yang pada gilirannya berpotensi menimbulkan instabilitas sosial dan krisis legitimasi pemerintahan. Penelitian ini menekankan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan strategi multidimensi, mulai dari penegakan hukum yang konsisten, reformasi birokrasi, hingga penerapan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam merumuskan strategi pemberantasan korupsi yang lebih komprehensif, berkelanjutan, serta berpihak pada prinsip keadilan sosial demi terwujudnya pembangunan nasional yang inklusif.

Page 2 of 3 | Total Record : 24