cover
Contact Name
khairuddin
Contact Email
abdurraufinstitute@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
abdurraufsocialscience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kuta Pinang Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Social Science
ISSN : 30633117     EISSN : 30636604     DOI : -
Abdurrauf Social Science adalah jurnal terkemuka yang ditinjau sejawat dan berakses terbuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Ilmu Sosial yang menekankan isu-isu Asia kontemporer dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. Jurnal ini berupaya untuk menerbitkan artikel yang membahas isu-isu ekonomi, politik, sosial budaya, dan pendidikan. Abdurrauf Social Science menawarkan akses terbuka terhadap kontennya dan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 ( CC-BY-SA ) sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah. Artikel jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun, yaitu Maret dan September.
Articles 24 Documents
Implementasi dan Upaya Mengatasi Problematika Pembelajaran PAI di SD Tanah Bara, Aceh Manik, Rajikin
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 1 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i1.2

Abstract

This study is to examine the learning problems of Islamic religious education in SD Tanah Bara, Gunung Meriah District, Aceh Singkil Regency, The formulation of the problem in this study is: 1) How is the implementation of PAI learning in SD Tanah Bara? 2) What are the problems in learning Islamic Religious Education (PAI) at SD Tanah Bara? 3) What are the efforts made to overcome the learning problems of Islamic Religious Education (PAI) in SD Tanah Bara?. This study uses a qualitative approach that is intended to know and describe clearly and in detail the problems of learning Islamic religious education in SD Negeri Tanah Bara, Gunung Meriah District, Aceh Singkil Regency. The data collection technique used is a questionnaire. The results of the research are the implementation of Islamic religious education learning at SD Negeri Tanah Bara, however, only 2 hours a week, there are several factors that are problems in learning Islamic religious education at SD Negeri Tanah Bara, including the lack of Islamic Religious Education teachers, lack of facilities/facilities at school, and lack of support from parents and lack of interest from students. The effort to overcome these problems is by increasing PAI lesson hours, providing motivation, providing the right methods and preferred by students and completing books related to Islamic religious education learning. [Abstrak: Penelitian ini adalah untuk mengkaji problematika pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Tanah Bara Kec. Gunung Meriah Kab. Aceh Singkil, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran PAI di SD Tanah Bara? 2) Apa saja yang menjadi problematika dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Tanah Bara? 3) Apa saja upaya yang dilakukan untuk mengatasi problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Tanah Bara?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dimaksudkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas dan rinci tentang problematika pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Adapun hasil penelitiannya adalah adanya pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Tanah Bara namun, hanya 2 jam dalam seminggu, ada beberapa faktor yang merupakan problem pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Tanah Bara diantaranya sedikitnya guru Pendidikan Agama Islam, kurangnya sarana/fasilitas di sekolah, dan kurangnya dukungan dari orang tua serta kurang minat dari peserta didik. Adapun upaya untuk mengatasi problematika tersebut dengan cara menambah jam pelajaran PAI, memberi motivasi, memberikan metode yang tepat dan disukai oleh anak didik serta melengkapi buku-buku terkait pembelajaran pendidikan agama Islam.
Dampak Kehadiran Indomaret Terhadap Pelaku usaha Masyarakat: Studi Kasus Rimo, Kec. Gunung Meriah, Aceh Singkil Berutu, Mariani; Dinata, Muhd Farabi
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 1 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i1.6

Abstract

Latar belakang diangkatnya judul penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana dampak kehadiran indomaret di wilayah Rimo, terhadap usaha pedagang kelontong yang ada disekitaran minimarket tersebut. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1). Bagaimana dampak kehadiran indomaret terhadap pelaku usaha masyarakat di desa Rimo? 2). Bagaimana langkah-langkah pelaku usaha masyarakat dalam menghadapi kehadiran indomaret?. Adapun Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Bagaimana dampak kehadiran indomaret terhadap pelaku usaha masyarakat di desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. dan Untuk mengetahui Bagaimana langkah-langkah pelaku usaha masyarakat dalam menghadapi kehadiran indomaret, di desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif Deskriptif, Artinya data yang terkumpul adalah berbentuk kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Data yang di peroleh meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan : 1) Dampak yang dirasakan para pedagang kelontong yang ada didekat toko indomaret memang sangat dirasakan terlebih terkait dengan persaingan harga dan jenis produk yang memang sangat bersaing diantara pedagang dengan pihak indomaret. 2). Langkah-langkah yang harus di ambil pelaku usaha masyarakat dalam menghadapi persaingan Indomaret bisa melakukan strategi agar bisa bersaing menghadapi kehadiran Indomaret diantaranya antara lain sebagai berikut: Penataan ulang Toko, Penambahan jam operasional, Penambahan jenis barang, Pemberian label harga produk, Pelayanan yang baik ke konsumen].
Penerapan Metode Tahsin Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Al- Qur’an Di Pesantren Washilatun Najah Wati, Rosda
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 1 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i1.7

Abstract

This study examines the application of the tahsin method in learning the Qur'an at the Washilatun Najah Aceh Singkil Islamic Boarding School. The main problem faced is the tahsin method which focuses on makhraj and tajweed has not been applied before in this pesantren, so there is a need to improve the quality of the reading of the Qur'an for students in accordance with the rules of tajwid. The research methods used are direct observation, interviews with ustad and students, and analysis of documents related to the application of the tahsin method. The results of the discussion showed that the application of the tahsin method was carried out by the steps of Classical Reading Simak (KBS), where the ustad gave examples of reading together, followed by individual readings by students who were listened to by the ustad and other friends. This process includes an introduction, core activities, and a closing. The main obstacle in the implementation of the tahsin method is the lack of understanding of the purpose of tahsin Al-Qur'an and the lack of facilities in Islamic boarding schools that have only been established in recent years. However, the tahsin method shows significant potential in improving the quality of students' Qur'an readings at the pesantren. [Abstrakn: Penelitian ini mengkaji penerapan metode tahsin dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pesantren Washilatun Najah Aceh Singkil. Permasalahan utama yang dihadapi adalah metode tahsin yang menitikberatkan pada makhraj dan tajwid belum diterapkan sebelumnya di pesantren ini, sehingga terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri sesuai dengan kaidah tajwid. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara dengan ustad dan santri, serta analisis dokumen terkait penerapan metode tahsin. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan metode tahsin dilakukan dengan langkah-langkah Klassikal Baca Simak (KBS), di mana ustad memberikan contoh bacaan secara bersama-sama, diikuti dengan pembacaan individu oleh santri yang disimak oleh ustad dan teman-teman lainnya. Proses ini meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kendala utama dalam penerapan metode tahsin adalah kurangnya pemahaman tentang tujuan tahsin Al-Qur’an dan minimnya fasilitas di pesantren yang baru didirikan beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, metode tahsin menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri di pesantren tersebut.
Penerapan Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari Juliani, Suci
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 1 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i1.8

Abstract

Latar belakang diangkatnya judul penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana Proses Penerapan sebuah Metode yang ada di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari dalam memilih metode yang tepat untuk menghapal Al-Qur’an. Sehingga metode tersebut dapat berfungsi secara efektif dan efisien dalam pencapaian hasil yang telah di programkan dan Metode dalam penelitian ini adalah Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1). Bagaimana penerapan Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari ? 2). Apakah Penerapan Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil dapat meningkatkan hafalan santri di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari ?. Adapun Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui proses menghafal Al-Qur’an 30 Juz dengan menggunakan Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil pada pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari dan untuk mengetahui efektifitas Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Abu Musa Al-Asy’ari. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif Deskriptif, Artinya data yang terkumpul adalah berbentuk kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Data yang di peroleh meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan : 1) Proses penerapan dari metode sabaq, sabqi dan manzil di pondok pesantren ini memiliki beberapa tahapan, yaitu : a) Tahap pertama yaitu Tahap Persiapan, b) Tahap kedua yaitu Tahap pelaksanaan. c) Dan tahap terakhir yaitu Tahap Khataman Qubra. Metode ini juga tidak hanya untuk mempermudah dalam menghafal Al-Qur' an, tapi juga dapat memperkuat hafalan para santri, dilihat dari tahapan pembelajaran Metode Sabaq, Sabqi dan Manzil. 2) Penerapan Metode Sabaq, sabqi, dan Manzil sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan pada pembelajaran Tahfidzul Qur’an dilihat dari hasil capaian hafalan santri dan Prestasi-prestasi santri dalam mengikuti perlombaan
The Effect of Compensation And Leadership On Job Satisfaction Of Employees At The Center For Agricultural Education Of The Ministry Of Agriculture Dhia, Muhammad Rafi; Wijaya, Aden Ali
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.27

Abstract

This study aims to examine and analyze the effects of compensation and leadership on job satisfaction. Data was collected through questionnaires distributed to 33 respondents from the Center for Agricultural Education at the Agency for Extension and Development of Agricultural Human Resources, Ministry of Agriculture, Republic of Indonesia. The research employed an associative quantitative method utilizing primary data. The findings reveal that compensation positively and significantly affects job satisfaction, as indicated by a t-value of 2.085, which exceeds the critical t-value of 2.04, and a significance value of 0.045, which is below 0.05. Similarly, leadership also positively and significantly impacts job satisfaction, with a t-value of 2.067 greater than the critical t-value of 2.04, and a significance value of 0.038, which is below 0.05. Furthermore, when considered together, compensation and leadership have a positive and significant effect on job satisfaction, as evidenced by an F-value of 15.942, which is higher than the critical F-value of 3.32, and a significance value of 0.048, which is below 0.05. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh kompensasi dan kepemimpinan terhadap kepuasan kerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 33 responden dari Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif yang memanfaatkan data primer. Temuan ini mengungkapkan bahwa kompensasi secara positif dan signifikan mempengaruhi kepuasan kerja, seperti yang ditunjukkan oleh nilai-t 2,085, yang melebihi nilai-t kritis 2,04, dan nilai signifikansi 0,045, yang di bawah 0,05. Demikian pula, kepemimpinan juga berdampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai-t 2,067 lebih besar dari nilai-t kritis 2,04, dan nilai signifikansi 0,038, yang berada di bawah 0,05. Selanjutnya, jika dipertimbangkan bersama, kompensasi dan kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dibuktikan dengan nilai F 15,942, yang lebih tinggi dari nilai F kritis 3,32, dan nilai signifikansi 0,048, yaitu di bawah 0,05.
The Urgency of Bilateral Petroleum Relations Between Indonesia and Saudi Arabia as An Effort to Support Stable Economic Value Farhan, Muhammad
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.29

Abstract

This article reviews the urgency of bilateral relations between Indonesia and Saudi Arabia, where Indonesia with all its capabilities and efforts, bilateral cooperation between Indonesia and Saudi Arabia is very well and smoothly established. However, currently, the decline in Indonesia's economic value continues to be echoed by the people and the nation, which at the same time Indonesia still maintains bilateral economic relations with several countries that can be said to have strong economic power such as Saudi Arabia, for example. This research aims to maintain the economic welfare of our nation so that it continues to be stable without any need to worry about the decline and decline of economic value in this country This article was made using a qualitative method using several research instruments such as reading books, journals and articles related to journal discussions The results are to encourage the nation's leaders as well as Indonesia's economists to compile a draft that systematically and carefully related to the planning of the continuity of cooperation between the two parties so that the bilateral process can be well established, it is also undeniable that the Ministry of Foreign Affairs and the Ministry of Finance of Indonesia also play an important role in this matter in order to maintain Indonesia's economic stability.  Abstrak: Artikel ini mengulas tentang urgensi hubungan bilateral yang terjain antara Indonesia dan Arab Saudi, dimana Indonesia dengan segala kemampuan dan upayanya, kerja sama bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi terjalin dengan sangat baik dan lancar. Namun saat ini, kemerosotan nilai ekonomi Indonesia terus digaungkan oleh para rakyat dan bangsanya yang mana dalam waktu yang sama  Indonesia masih menjalin hubungan bilateral Ekonomi dengan beberapa negara yang bisa dibilang memiliki kekuatan ekonomi yang kuat seperti Arab Saudi contohnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjaga kesejahteraan ekonomi bangsa kita agar terus stabil tanpa ada perlu rasa khawatir dengan keterpurukan dan kemerosotan nilai ekonomi di negara ini Artikel ini ini dibuat dengan menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti  buku bacaan, jurnal  juga artikel artikel yang berkenaan dengan pembahasan jurnal  Adapun hasilnya adalah mendorong para pemimpin bangsa juga para ekonom Indonesia untk menyususn rancangan yang sistematis dan matang terkait perencanaan kelangsungan Kerjasama antara kedua belahpihak sehingga proses bilateral dapat terjalin dengan baik, juga tidak dapat dipungkiri bahwa Kemenlu dan Kemenkeu Indonesia juga berperan penting dalam hal ini demi menjaga kestabilan ekonomi Indonesia.  Keyword: Bilateral, Ekonomi, Arab Saudi, Indonesia, Timur Tengah
Strategi Guru PAI dalam Memotivasi Belajar Siswa di SMPN 8 Muaro Jambi Saputra, Indrian; Budiman, Arif; Rinaldi, Rinaldi; Al Firdaus, Al Firdaus
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.34

Abstract

Teachers have an important role in motivating students because teacher success in learning can be seen from the motivation and enthusiasm for learning of their students. Likewise, at SMPN 8 Muaro Jambi, a teacher needs to increase students' learning motivation because researchers still find several problems such as students who are not focused when studying, a learning atmosphere that is not yet conducive, lack of student attention, and low interest in learning. Given the above problems, this research aims to understand how PAI teachers increase the learning motivation of class VIII C students at SMPN 8 Muaro Jambi. This research uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The research results show that PAI teachers apply various teaching methods, giving assignments, giving grades, and giving praise to increase students' learning motivation. However, there are several obstacles faced, such as students' lack of interest in PAI lessons, peer influence, lack of parental attention and supervision, and limited PAI lesson hours.  Keywords: teacher strategy, Islamic religious education, student learning motivation. Abstrak: Guru memiliki peran penting dalam memotivasi siswa sebab keberhasilan guru dalam pembelajaran dilihat dari motivas dan semangat belajar siswanya. Sama halnya di SMPN 8 Muaro jambi perlu seorang guru meningkatkan motivasi belajar siswa sebab peneliti masih menemukan beberapa masalah seperti siswa yang tidak fokus saat belajar, suasana pembelajaran yang belum kondusif, kurangnya perhatian siswa, dan rendahnya minat belajar. Dengan adanya masalah di atas penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru PAI meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII C di SMPN 8 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai metode pengajaran, memberikan tugas, memberikan nilai, dan memberikan pujian untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti kurangnya minat siswa terhadap pelajaran PAI, pengaruh teman sebaya, kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua, serta jam pelajaran PAI yang terbatas.
Antara Adat dan Agama: Kajian Pantangan Menikah di Bulan Suro dalam Masyarakat Jawa di Gunung Meriah Aceh Jeni, Riska; Khairuddin, Khairuddin
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 1 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i1.35

Abstract

Getting married in the month of Suro has become a trend of conversation among the community, especially in the Pandan Sari community, Gunung Meriah District, Aceh Singkil Regency. This research aims to find out what is the reason for the Pandan Sari community to taboo marriage in the month of Suro. This study uses field research in Pandan Sari village, data is collected through interviews and documentation. The results of the study show that the taboo of getting married in the month of Muharram/Suro in Kampong Panda Sari has generally never been done because the local community still believes that getting married in that month can bring disaster. They believe that marriage in the month of Muharram/Suro should be avoided for the sake of mutual safety, both for the family and the community in the village. As a result, marriages carried out in this month are believed to cause a rift in the household that will not last and even lead to destruction. This belief is especially embraced by the majority of Javanese who still listen to the advice of their parents in ancient times. According to the view of Islamic law, the taboo of marriage in the month of Muharram/Suro is actually permissible because in Islamic sharia there is no nash that stipulates a certain day, month, or year to carry out marriage, both from the Qur'an and Hadith. This depends on the beliefs of the community, and the majority of people in Kampong Panda Sari still believe and follow the words of their parents in the past not to get married in the month of Muharram/Suro because it is believed that it can cause disaster, namely domestic rifts and impermanence in marriage. [Abstrak: Menikah di bulan suro menjadi tren pembicarangan dikalangan masyarakat terutama di masyarakat Pandan Sari Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan mengetahu apa yang menjadi alasan masyarakat Pandan Sari terhadap pantangan menikah dibulan suro. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan di kampong Pandan Sari, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Pantangan menikah pada bulan Muharram/Suro di Kampong Panda Sari pada umumnya belum pernah dilakukan karena masyarakat setempat masih meyakini bahwa menikah pada bulan tersebut dapat membawa musibah. Mereka percaya bahwa pernikahan di bulan Muharram/Suro sebaiknya dihindari demi keselamatan bersama, baik bagi keluarga maupun masyarakat di kampong tersebut. Akibatnya, pernikahan yang dilakukan pada bulan ini diyakini dapat menyebabkan keretakan rumah tangga yang tidak akan langgeng dan bahkan berujung pada kehancuran. Keyakinan ini khususnya dianut oleh mayoritas orang Jawa yang masih mendengarkan nasihat dari orang tua zaman dahulu. Menurut pandangan hukum Islam, pantangan menikah pada bulan Muharram/Suro sebenarnya boleh dilakukan karena dalam syariat Islam tidak ada nash yang menetapkan hari, bulan, atau tahun tertentu untuk melaksanakan pernikahan, baik dari Al-Qur’an maupun Hadis. Hal ini tergantung pada keyakinan masyarakat, dan mayoritas masyarakat di Kampong Panda Sari masih mempercayai dan mengikuti perkataan orang tua zaman dahulu agar tidak menikah pada bulan Muharram/Suro karena diyakini dapat mengakibatkan malapetaka, yaitu keretakan rumah tangga dan ketidaklanggengan dalam pernikahan
Profit and Loss Sharing: Konsep dalam Perspektif Islam dan Teori Perbankan Syariah Rufaida, Erty Rospyana
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.36

Abstract

This article aims to specifically discuss the concept of Profit Sharing from an Islamic perspective and its theory in sharia banking. The research method used in this study is library research, which is one of the approaches in qualitative research. The data and materials used in this research come entirely from various sources such as scientific journals, books, and so on. The research process includes searching, collecting and analyzing data. Al Mudharabah Profit Sharing System (Trust Financing, Trust Investment) refers to capital owners who set aside their assets for trading in the hope of making a profit. The principle of applying mudharabah refers to business cooperation where profits are shared according to agreement, while losses are borne by the capital owner unless caused by negligence manager. Meanwhile, the musyarakah profit sharing system is a cooperation agreement between two or more parties to run a certain business, with each party contributing funds or expertise and agreeing to share profits and risks according to the agreement ijma' ulama. Profit Sharing Theory in Sharia Banking (Profit and Loss Sharing Theory) was developed as an alternative to the interest system which is considered unfair because it does not provide a balanced distribution of risks and profits. PLS is based on Islamic financial principles which prohibit usury, gharar (uncertainty ), and emphasizes fairness and shared risk sharing. In the PLS system, profits and losses are divided based on the actual productivity of the business. In contrast to fixed interest, this system relies on agreed profit sharing based on actual productivity.  Keywords: Profit sharing, Islamic perspective, Sharia Banking Theory  Abstrak: Tulisan ini memiliki tujuan akan membahas khusus tentang konsep Bagi Hasil dalam perspektif islam serta teorinya dalam perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan atau library research, yang merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Data dan materi yang digunakan dalam penelitian ini sepenuhnya berasal dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, kitab, dan sebagainya. Proses penelitian meliputi pencarian, pengumpulan, dan analisis data. Sistem Bagi Hasil Al Mudharabah (Trust Financing, Trust Investment adalah merujuk pada pemilik modal yang menyisihkan hartanya untuk perdagangan dengan harapan mendapatkan keuntungan. Prinsip penerapan mudharabah mengacu pada kerjasama bisnis di mana keuntungan dibagi sesuai kesepakatan, sementara kerugian ditanggung oleh pemilik modal kecuali disebabkan oleh kelalaian pengelola. Sementara sistem bagi hasil musyarakah adalah perjanjian kerjasama antara dua atau lebih pihak untuk menjalankan usaha tertentu, dengan setiap pihak memberikan kontribusi dana atau keahlian dan sepakat untuk membagi keuntungan serta risiko sesuai kesepakatan.  Musyarakah dan mudharabah berdasarkan hukum Al-Quran dan hadis, serta ijma’ ulama. Teori Bagi Hasil dalam Perbankan Syariah (Teori Profit and Loss Sharing) dikembangkan sebagai alternatif untuk sistem bunga yang dianggap tidak adil karena tidak memberikan pembagian risiko dan keuntungan yang seimbang. PLS didasarkan pada prinsip keuangan Islam yang melarang riba, gharar (ketidakpastian), dan menekankan keadilan serta pembagian risiko bersama. Dalam sistem PLS, keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan produktivitas nyata dari usaha. Berbeda dengan bunga tetap, sistem ini mengandalkan pembagian hasil yang disepakati berdasarkan produktivitas aktual.
Analisis Akad Istishna PSAKS 104 pada Usaha Konveksi di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene Nurhikmah, Nurhikmah; Hadijah, Siti; Rufaida, Erty Rospyana
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.37

Abstract

This research aims to evaluate the conformity between contract agreements and financial recording/reporting using istishna contracts under PSAK Syariah 104, in garment workshops in East Banggae District, Majene Regency. The background of this study addresses common practices where garment workshops undertake orders without clear contractual agreements and lack appropriate financial recording according to Sharia accounting principles. The research employs a qualitative approach with descriptive qualitative methodology, using case study analysis as the measurement tool. The findings indicate that most garment workshops in East Banggae District apply istishna contracts (PSAKS 104) but not comprehensively. While these workshops align with the essence of istishna contracts in terms of business characteristics, their financial recording and reporting do not fully comply with istishna contract requirements. Therefore, based on this research, it can be concluded that most garment workshops in East Banggae District adhere to the essence of istishna contracts (PSAKS 104), albeit not entirely. Keywords: Istishna' Contract, PSAKS 104, Convection Businesses Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara akad perjanjian dan pencatatan/pelaporan keuangan dengan penggunaan akad istishna PSAKS 104, pada usaha konveksi di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene. Latar belakang penelitian ini adalah praktik umum di mana konveksi hanya melakukan pesanan tanpa kontrak akad yang jelas dan kurangnya pencatatan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan analisis studi kasus sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konveksi di Kecamatan Banggae Timur menerapkan akad istishna (PSAKS 104) tapi tidak secara menyeluruh. Karena dilihat dari segi karakteristik usaha konveksi di kecamatan banggae timur sudah sesuai dengan akad istishna’, namun dari segi pencatatan dan pelaporan keuangan tidak sesuai dengan akad istishna. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar konveksi di Kecamatan Banggae Timur sesuai dengan esensi akad istishna (PSAKS 104), tetapi tidak secara menyeluruh.

Page 1 of 3 | Total Record : 24