JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM
TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam is a peer-reviewed journal in the field of History of Islamic Civilitations across disciplines, such as social history, political history, economics, anthropology, sociology, history of Islamic law, language literature, religion, culture, philosophy, international relations, philology, and developmental issues related to scientific research in all countries. We also accept the manuscript which description about the book review or kitab Kuning (turats) review. TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam is published twice a year (July-December)
Articles
30 Documents
Quo Vadis Dinar dan Dirham dalam Sistem Ekonomi Global
Mohammad Riyadhul Badi
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 1 No 1 (2021): Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas sejarah dan penerapan dua mata uang dalam Islam, yaitu dinar dan dirham dalam sistem ekonomi modern yang telah mengglobal sekarang. Melalui metode historis, tulisan ini mengemukakan manfaat dan fungsionalitas dari sistem moneter dalam Islam dan kemungkinannya untuk diterapkan dalam sistem moneter modern. Tulisan ini menemukan bahwa terdapat beberapa kelebihan yang bisa digali kembali dalam penerapan sistem moneter Islam klasik. Namun demikian, sistem ini juga memiliki beberapa kelemahan-kelemahan karena menghadapi tantangan yang semakin kompleks di dunia moneter modern.
Dinamika Islam di Asia Tenggara; Sejak Kedatangan Sampai Masa Pasca-Kolonialisme
Abdurrahman Malik
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 1 No 1 (2021): Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menjelaskan proses sejarah dan dinamika masuknya agama Islam ke kawasan Asia Tenggara, termasuk di dalamnya bangsa Nusantara. Dengan menggunakan berbagai macam teori masuknya Islam ke kawasan ini, tulisan ini menemukan ada corak yang unik dalam proses penyebaran ajaran Islam di Asia Tenggara, yaitu yang cenderung damai, toleran, akomodatif terhadap budaya lokal, dan lebih-lebih, bisa menyerap secara luas tanpa persinggungan politik dan peperangan. Di samping menggunakan cara-cara yang akomodatif, Islam tersebar masif di Nusantara juga berkat berdirinya kerajaan-kerajaan Islam pengganti kerajaan Hindu-Budha. Kata kunci: Islam Asia Tenggara, Islam Nusantara, Dinamika Islam.
Tarekat dan Tasawuf; Genealogi Islamisasi Di Nusantara
Sufyan Syafii
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 1 No 1 (2021): Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini mempelajari geneaologi proses Islamisasi yang terjadi di Nusantara melalui tarekat dan tasawuf. Tulisan ini menemukan bahwa corak tasawuf Islam yang dilembagakan dalam tarekat menginspirasi cara berislam bangsa Nusantara secara luas. Cara-cara penyebaran Islam yang lebih mengedepankan kedamaian, kasih sayang dan hidup rukun yang dibawa oleh para sufi dan diajarkan tarekat tarekatnya ini yang membentuk kepribadian Muslim Nusantara yang mewarisi akhlak dan cara berdakwah mereka. Kata kunci: Genealogi, Islamisasi di Nusantara, tarekat, tasawuf.
Islam dan Tradisi di Indonesia (Menyoal Pandangan Salafi dan Nahdhatul Ulama dalam Menyikapi Amaliyah Keagamaan)
Thohirin Fahmi
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 1 No 1 (2021): Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membidik permasalahan cara pandang kelompok Salafi terhadap Nahdhatul Ulama terkait amaliyah-amaliyahnya. Terdapat dua kubu pembacaan yang berbeda di antara keduanya dalam membaca suatu budaya, khususnya di Nusantara. Para pendakwah Islam di Nusantara lebih mengedepankan substansi pada ajaran yang tidak terlalu memusatkan kepada simbol-simbol, sementara kelompok Salafi cenderung bersifat tekstualis yang menuntut penerapan teks keagamaan secara langsung. Tulisan ini mengungkap bahwa amaliyah NU yang dianggap tidak sejalan dengan nas agama oleh Salafi, tidak sepenuhnya bertentangan dengan nas Al-Quran dan Sunnah. Para ulama NU memiliki landasan nas yang baik mengenai malaiyah-amaliyah yang berlaku di NU. Kata kunci: Salafi, Nahdhatul Ulama, tradisi budaya, amaliyah NU.
Metamorfosis Peradaban Arab (Dari Masa Jahiliyah sampai Masa Khulafaur Rasyidin)
Manhalul Ilmi
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 1 No 1 (2021): Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini mengeksplorasi bentuk perubahan peradaban Arab dari masa jahiliyah sampai masa kekhilafan para khulafaur Rasyidin sepeninggal nabi. Dengan menggunakan metode historis, tulisan ini melacak proses metamorfosis kebudayaan tersebut yang bisa dikatakan berubah sangat drastis. Tulisan ini menemukan bahwa masyarakat Arab berubah jauh sejak masa Jahiliyah dan masa Khulafaur Rasyidin. Masyarakat Arab menjadi tahu sistem-sistem tata kelola pemerintahan, sistem pajak, sistem administrasi negara, sistem jawatan pos, dan sebagainya. Kemajuan di berbagai bidang ini menunjukkan bahwa agama Islam memiliki pengaruh yang besar sebagai faktor pendorong terjadinya metamorfosis tersebut. Kata kunci: Metamorfosis, Peradaban Arab, Khulafaur Rasiyidin.
Sejarah Kemunculan Filsafat Dalam Islam
Gumilar Irfanullah
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 1 No 1 (2021): Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas sejarah kemunculan filsafat dalam Islam.Melalui penelusuran historis, filsafat bisa dikatakan cabang ilmu baru yang baru tumbuhberkembang satu dan dua abad setelah Rasulullah saw. meninggal. Tulisan inimenemukan bahwa kedatangan filsafat ke tubuh Islam ditentang banyak ulama, tetapi ulama lain menyambutnya dengan suka cinta. Melalui gerakan penerjemahan, filsafat masuk dan berkembang di tubuh Islam dan digunakan oleh Muslim untuk melawan balik sekte agama lain seperti Hermetisme yang mendalami filsafat, atau untuk mengembangkan ilmu logika. Tulisan ini juga menemukan bahwa munculnya para filsuf Muslim membantu berkembangnya ilmu filsafat Islam, di mana filsafat diwarnai dengan nas-nas agama dan menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara kebenaran wahyu dan kebenaran akal yang dibawa filsafat. Kata kunci: Filsafat Islam, filsafat Yunani, penerjemahan.
KITAB ASHLU AL-QADAR FI KHASA’ISI FADHA’ILI AHLI BADAR : (TINJAUAN ANALISIS DALAM SUDUT PANDANG KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
Achmad Reza Fahlepi
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 2 No 2 (2023): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini akan membahas tentang salah satu karya sastra yang berjudul Ashlu al-Qadar fi Khasa’isi Fadha’ili Ahli Badar dengan menggunakan studi sosiologi sastra sebagai pendekatannya. Kitab ini sangat populer di kalangan santri Banten khususnya di wilayah Cidahu-Pandeglang karena dijadikan sebagai bacaan wajib mingguan dan tahunan sebagaimana layaknya kitab-kitab yang biasa dibaca pada perayaan maulidan dan istighasahan. Kitab ini dipopulerkan oleh Almarhum Abuya Dimyati Cidahu-Pandeglang. Umumnya kebanyakan santri Cidahu menganggap kitab ini merupakan nazhaman yang diyakini memiliki keberkahan dan kekeramatan bagi siapa saja yang membacanya, nampaknya ada keterkaitan antara kepopuleran kitab ini di Cidahu dengan kondisi sosial keagamaan masyarakat Banten pada umumnya yang dikenal selain sangat agamis tapi juga menyenangi hal-hal yang bersifat adikodrati ataupun magis. Untuk itulah tulisan ini dibuat untuk meneliti lebih jauh bagaimana keterkaitan antara kepopuleran kitab ini dengan kondisi sosial keagamaan yang berkembang di wilayah Cidahu-Pandeglang khususnya dan masyarakat Banten umumnya.
TEOLOGI AL-QURAN: STUDI KAJIAN TEOLOGI AL-QURAN MUHAMMAD AL-GHAZALI
Tohirin Suparta
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 2 No 2 (2023): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan pengantar kajian teologi alternatif. Secara spesifik, penelitian ini berasumsi bahwa kajian teologi Al-Qur’an dan kajian teologi yang tersedia selama ini belum menjadikan umat Islam memiliki keimanan yang kokoh sebagai modal dasar implementasi seorang khalifah di muka bumi ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif melalui dokumentasi berupa buku Aqidah al-Muslim karya Muhammad al-Ghazali sebagai sumber utamanya. Sumber lainnya berupa buku-buku terkait dengan kajian teologi dan ide pembaruannya. Pendekatannya melalui pendekatan sejarah dan teologis. Analisis datanya dilakukan dengan interpretasi melalui hermeneutik, deduktif dan induktif. Al-Qur’an diasumsikan sebagai alternatif sumber kajian teologi karena posisinya sebagai sumber hukum pertama yang tidak disangsikan lagi untuk diperselisihkan keberadaannya oleh mazhab manapun. Penelitian ini menelaah bahwa al-Qur’an dalam mempresentasikan kajian ketuhanan yang merupakan inti dari kajian teologi juga senantiasa menyeimbangkan sis dan dimensi ketuhanan dan kemanusiaan, menggunakan akal dan hati, menjadikan iman dan amal sebagai basis keimanan, menghindari perdebatan serta tidak mengkaji hal-hal gaib secara mendalam.
PRAKTIK IJAZAHAN KITAB DAN WIRID DALAM TRADISI UMAT ISLAM
Muhammad Abror
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 2 No 2 (2023): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik ijazahan kitab dan wirid di kalangan umat Islam. Ilmu agama bagi umat muslim adalah amanah yang harus dijaga keotentikannya. Oleh sebab itu, selain harus memiliki guru dalam mempelajarinya, juga harus memiliki sanad yang jelas. Selain ilmu agama, umat Islam juga memperhatikan keotentikan wirid. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga keotentikan dua hal itu adalah dengan praktik ijāzah yang dikenal dengan tradisi ijazahan. Keotentikan itu rupanya perlu melalui sebuah proses transisi yang sesuai dengan ajaran sebelumnya. Sebab jika tanpa didasari dasar yang jelas, hanya menimbulkan perbedaan yang begitu sensitif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data pustaka dan memakai pendekatan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ijāzah dalam lingkungan umat Islam terutama di kalangan pesantren menjadi salah satu tradisi yang terjaga dari dulu sampai sekarang. Dalam kaitannya dengan ilmu agama, ijāzah menjadi salah satu cara untuk menjaga mata rantai atau sanad keilmuan. Sedangkan dalam kaitannya dengan wirid, selain untuk menjaga sanad, ijāzah juga sebagai upaya untuk mentransformasi khasiat yang dimiliki wirid. Lebih jauh, dalam beberapa kasus wirid yang tanpa ijāzah justru bisa mendatangkan kerugian bagi pengamalnya.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU TAFSIR: : CORAK TAFSIR PADA ABAD 08-15 MASEHI
Sufyan Syafii
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 2 No 2 (2023): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini berupaya memetakan sejarah perkembangan ilmu tafsir sebagai bagian dari keilmuan peradaban Islam. Ilmu tafsir telah melewati rentang masa yang panjang dari sejak turunnya wahyu sampai kemudian muncul tafsir kontemporer dewasa ini. Keluasan dan kedalaman riset para ulama terdahulu dalam melakukan eskplorasi makna wahyu dan sabda Nabi adalah juga metodologi keislaman yang menarik untuk diperbincangkan. Tulisan ini juga sekilas akan membahas sejarah singkat peradaban sejarah tafsir. Hanya saja, dibatasi sejak abad 8 sampai 15 Masehi, mengingat gejolak perdebatan lebih cukup tertantang pada masa tersebut. ‘Produk tafsir’ yang muncul era kontemporer sangat ditentukan pada rentang masa ini mengingat pasca era Nabi Muhammad dan sahabat berlalu, otentitas wahyu dan sabda Nabi seringkali bersinggungan dengan aspek politis yang kuat. Karenanya, penelaahan terkait sejarah dan cabang ilmu tafsir pada masa ini perlu dilakukan oleh banyak pihak agar kekeliruan dalam melakukan penafsiran sejarah tafsir di masa kontemporer tidak menjadi polemik bagi masa berikutnya. Tulisan ini menggunakan kajian studi pustaka dan studi literatur atau metode kualitatif.