cover
Contact Name
Ma'had Aly Jakarta
Contact Email
litapdimasmaly@gmail.com
Phone
+6285893266065
Journal Mail Official
litapdimasmaly@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Sarana, no. 6C 005/011 Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia 11520
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM
ISSN : -     EISSN : 28283333     DOI : -
TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam is a peer-reviewed journal in the field of History of Islamic Civilitations across disciplines, such as social history, political history, economics, anthropology, sociology, history of Islamic law, language literature, religion, culture, philosophy, international relations, philology, and developmental issues related to scientific research in all countries. We also accept the manuscript which description about the book review or kitab Kuning (turats) review. TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam is published twice a year (July-December)
Articles 30 Documents
Studi Pemikiran Tasawuf Syaikh Jamil Jaho di Awal Abad Ke XX Dalam Kitab Tadzkirat Al-Qulub Fahlepi, Achmad Reza
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 4 No 01 (2024): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas satu karya kitab yang berjudul lengkap Tadzkirat al-Qulub fi Muraqabati ‘Allami al-Ghuyub, buah karya dari Syaikh Jamil Jaho, ulama asal Minangkabau yang juga merupakan salah satu murid dari Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau. Kitab Tadzkirat al-Qulub ini berisi bahasan seputar tasawuf sunni, Kitab ini ditulis disaat terjadinya masa-masa perdebatan antara ulama Kaum Muda dengan Kaum Tua seputar legitimasi amaliyah tarekat Naqsabandiyah. Karena Kaum Muda yang berfikiran modernis menganggap beberapa amalan tarekat Naqsabandiyah tidak memiliki landasan yang kokoh dari Al-Qur’an maupun Hadis. Adapun pendekatan kajian yang digunakan dalam penelitian kali ini menggunakan pendekatan sejarah intelektual. Pendekatan ini dianggap tepat untuk digunakan, karena kajian ini akan membahas keterkaitan hasil karya tulis Syaikh Jamil Jaho yang berjudul Tadzkirat al-Qulub dengan kondisi sosial yang melatarbelakangi kepenulisannya. Sebab kita fahami sebelumnya, bahwa kondisi sosial itu umumnya mampu mempengaruhi ideologi seseorang. Untuk itulah penelitian ini nantinya akan banyak membahas kondisi sosial di masa Syaikh Jamil Jaho hidup yang kemudian nantinya akan dikaitkan dengan gagasan pemikirannya yang terdapat di dalam kitabnya ini, sehingga akan diketahui sejauh mana kondisi sosial mampu memengaruhi pemikirannya.
Kriteria Ulama Pembaharu Islam: Studi Atas Kitab Al-Ulama Al-Mujaddidun Karya KH Maimoen Zubair Dhani, Ahmad
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 4 No 01 (2024): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak KH Maimun Zubair adalah sosok ulama dan mushannif (pengarang) yang karya-karyanya tersebar luas. Karya-karyanya memiliki corak yang menarik diulas. Meski sudah berusia lanjut, beliau tetap aktif mengajar dan menghasilkan karya seperti Al-Ulama Al-Mujaddidun Rahimahulahu Ta’ala wa Mujal Tajdidihim wa Ijtihadihim tentang perkembangan Islam yang sangat identik dengan perkembangan para ulama dan mujaddid (pembaharu). Dalam karya ini, beliau menjelaskan tentang para mujaddid berdasarkan urutan waktu. Beliau juga membahas tentang masailul fiqhiyyah kontemporer yang memerlukan ijtihad baru. Pergulatan pemikiran KH Maimun Zubair dalam kitab ini menghasilkan analisis baru. Sebab dalam kitab Al-Ulama Al-Mujaddidun, Kiai Maimoen juga menulis bahwa guru-gurunya ada yang menjadi mujaddid adalah Syaikh Yasin al-Fadani dan Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki. Al-Fadani dikenal sebagi mujaddid dalam bidang Sanad. Ilmu Sanad yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian, maka di masa al-Fadani mendapatkan perhatian lebih. KH Maimun Zubair juga menyinggung ruang ijtihad seorang faqih, karena tidak semua hukum menerima pembaharuan. Penafsiran istilah pembaharu setiap masa yang dikutipnya memiliki alasan dan penghitungan tersendiri. Tulisan ini berupaya mengulas dan mengupas satu persatu nama mujaddid dan alasan mengapa nama-nama tersebut termuat di dalamnya. Dengan melakukan penelitian berbasis studi pustaka, penulis menemukan beberapa informasi terkait diskursus mujaddid yang termuat dalam naskah kitab yang dikaji ini. Kata Kunci: Maimun Zubair, Naskah, Mujaddid, Ulama.
Kebijakan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie Dalam Pemajuan Ekonomi Kesultanan Pontianak (1771-1808 M) Aminullah, Samsil
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 4 No 01 (2024): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji kebijakan Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadrie dalam pemajuan ekonomi Kesultanan Pontianak antara tahun 1771 hingga 1808 M. Penelitian ini sedekat mungkin mengeksplorasi peran Sultan dalam mengembangkan sektor ekonomi melalui kebijakan-kebijakan seperti perdagangan, pertanian, dan infrastruktur. Metode historis digunakan untuk menganalisis kebijakan ekonomi Sultan, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Pontianak pada periode tersebut. Temuan utama mencakup strategi Sultan dalam memperkuat sektor ekonomi guna melanjutkan pemerintahannya dengan berbagai pendekatan dibantu unsur geografisnya yang menunjang. Penulis menemukan bahwa kontribusi Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie terhadap keadaan ekonomi masyarakat Pontianak di tahun tersebut sangat berkembang pesat. Terlebih pada tahun tersebut, VOC dan kongsinya juga nyatanya berperan dalam memberikan kemudahan akses dan relasi dagang kesultanan dalam mendistribusikan hasil bumi kesultanan Pontianak. Penulisan ini menggunakan studi pustaka dengan bentuk penelitian sejarah berbasis kualitatif dengan pendekatan teori peran.
Sejarah dan Perkembangan Tarekat Naqasyabandiyah di Desa Hutarimbaru Sumatera Barat (1999-2019) Nasir, Muhammad
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 4 No 01 (2024): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejarah dan perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Hutarimbaru, Sumatera Barat, dalam rentang waktu 1999-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh lokal, serta analisis dokumen terkait sejarah dan perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah telah memiliki akar yang kuat dan perkembangan yang signifikan dalam masyarakat Desa Hutarimbaru. Penelitian ini mengungkapkan peran penting tokoh-tokoh spiritual dalam mengembangkan dan mempertahankan ajaran tarekat di tengah perubahan sosial dan budaya yang terjadi selama periode penelitian. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran institusi keagamaan dalam memfasilitasi praktek-praktek keagamaan yang dilakukan oleh pengikut Tarekat Naqsyabandiyah. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman kita tentang dinamika agama dan spiritualitas lokal, serta interaksi antara tradisi keagamaan dengan konteks sosial dan budaya yang lebih luas. Implikasi praktis dari penelitian ini juga dapat membantu para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk memahami lebih baik peran dan kontribusi tarekat dalam masyarakat setempat, serta mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam merancang program-program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejarah Yahudi dan Uzair Dalam Al-Qur’an: (Kajian Surat at-Taubah ayat 30) Syamun, Fitriyah
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 5 No 01 (2025): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract There were several names of person which mentioned in the Qur'an, the holy book of Islam, being debated about the status of a prophet or a pious person. Moreover, Qur'an described not only 25 names of prophet should be believed but also prophet stories beyond that names. One of the story was about Uzair. The name of Uzair was mentioned in the Qur'an, juxtaposed Jews claimed Uzair as Allah son. On the other hand, people ignorance about Uzair because of the name just once noticed in the Qur'an, paragraph 30 of At-Taubah. Therefore,Uzair and the relationship with Jews will be explained deeply in this writing by Library Research method. From this research, found that Uzair was special person and had big effectness for Jews. Furthermore, famous people stated that Uzair was a prophet. However, some of the Israelites who had bad manners and morals experienced regeneration until the time of Uzair. The story of Uzair has the miracle of being able to rewrite the book of the Torah which had previously been lost because it was burned by an unjust king, causing excessive worship of their cleric. The rewriting of the Torah should have made the people of Israel more likely to practice its contents well, but in fact the opposite happened. Keywords: Uzair, Jews, Qur'an, Israel
Internalisasi nilai-nilai Keislaman dalam Tradisi Selamatan di bawah Pohon Besar di Desa Sendangduwur, Paciran, Lamongan Nur Afuddin, Muhammad Ifan
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 5 No 01 (2025): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tradition of selamatan under a big tree in Sendangduwur Village, Paciran, Lamongan, is one interesting example of how Islamic values are internalized into local cultural rituals. The purpose of this study is to describe in detail how the process of internalization of Islamic values adapted from the culture of the selamatan tradition of the community in Sendangduwur Village. The method used is qualitative research with a phenomenological approach, conducted in Sendangduwur Village, Paciran District, Lamongan Regency. The research subjects included the leaders and people involved in the implementation of the selamatan tradition. The results of this study show that the selamatan tradition in Sendangduwur Village has undergone a transformation from a ritual rooted in local beliefs to a ritual full of Islamic values. The selamatan procession, which involves the recitation of Qur'anic verses, tahlil, and prayers, reflects the community's efforts to get closer to Allah SWT while maintaining their cultural identity. In addition, this tradition also serves as a means to strengthen social solidarity and maintain harmony between residents. This study concludes that the internalization of Islamic values in the selamatan tradition not only enriches the cultural treasures of the community, but also becomes an effective medium to spread the teachings of Islam in a peaceful and inclusive manner. Thus, the tradition of selamatan under a large tree in Sendangduwur Village is a clear example of how culture and religion can go hand in hand in creating a harmonious and meaningful community life. Keywords: Internalization, Islamic Values, Selamatan Tradition.
Taufik Abdullah: Historiografi Islam Indonesia Modern Maknun, Lu'lu'il; Mansurnoor, Iik Arifin; Ardiansyah, Riki
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 5 No 01 (2025): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taufik Abdullah is a prominent modern historian in the development of Indonesian historiography. As an enthusiast of history, discussing Taufik Abdullah is an essential aspect. Similarly, any discourse on modern historiography is incomplete without reference to his works. This study examines the evolution of modern historiography and the role of Taufik Abdullah as presented in his book Islam dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indonesia (Islam and Society: Reflections on Indonesian History). The research method employed is library research, utilizing a qualitative approach as the research procedure to produce descriptive data in written form. The primary data for this study is Taufik Abdullah’s book Islam dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indonesia. Meanwhile, the secondary data includes other books authored by Taufik Abdullah and/or discussing his contributions, as well as literature that explores modern historiography. This research is expected to contribute to broadening insights and understanding of modern historiography and the historians involved in its development.
Masjid Agung Banten: Jejak Akulturasi Budaya dan Objek Wisata Religi Juliawati, Rini; Ahmad Pramuja, Rido; Da’imah, Syaripatu; Arsiadi; Rahman Hamid, Abd; Mahfuddin Setiawan, Agus
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 5 No 01 (2025): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the representation of cultural acculturation in the architecture of the Great Mosque of Banten and the surrounding buildings, which reflect the fusion of various cultures, such as Islam, Hinduism, Java, China, and Europe. The method used is the historical research method, which includes the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the Great Mosque of Banten not only functioned as a center for the spread of Islam, but also as a symbol of the power of the Banten Sultanate. Its architecture reflects the fusion of cultures across civilizations, which can be seen through elements such as the European-style tower that resembles a lighthouse, the multilevel roof structure typical of traditional Javanese architecture, and ornaments that show Chinese and Hindu influences. In addition to its religious function, the presence of the tombs of the Banten Sultans in the mosque complex also makes this place a center of pilgrimage activities and religious tourism destinations. This contributes to the social and economic dynamics of the local community. Thus, it can be concluded that the Great Mosque of Banten is a historical manifestation of cultural and religious acculturation in the context of Nusantara Islamic architecture. Keywords: Banten Sultanate, Great Mosque of Banten, cultural acculturation, Pilgrimage.
Analisis Pemikiran Raden Ajeng Kartini Perspektif Sosio-Religi (1889-1904 M) Rizkillah, Ammar
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 5 No 01 (2025): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Raden Ajeng Kartini, commonly known as R.A. Kartini, was a prominent figure whose visionary thinking set her apart as a pioneer in advocating for women's rights and intellectual freedom. Her progressive views are reflected in both her tangible actions and her written expressions, which have been widely studied and analyzed. One of the core themes she frequently addressed was the socio-religious dimension, which forms the primary focus of this paper. This study seeks to explore the socio-religious discourse of the 19th century through an analytical examination of Kartini's thoughts, based on various available sources. The research utilizes data derived from books, academic journals, and other relevant scientific literature, encompassing both primary and secondary sources. Among the primary sources employed are Letters of a Javanese Princess and Habis Gelap Terbitlah Terang by Empat Saudara. A qualitative method is employed in this study, presented in a narrative-descriptive format. The researcher conveys the chronological development of the subject matter and provides an in-depth analysis of the events and ideas discussed. From a methodological perspective, this study is categorized as historical research using a synchronic approach—analyzing historical events from multiple dimensions and perspectives. Data collection is conducted through library research, allowing for a comprehensive review of relevant literature. Keywords: Kartini, Thought, Socio-Religious, 19th Century
Menata Adab: Pemikiran K.H. Ahmad Qusyairi Terkait Adab dalam Kitab Ar-Risalah Al-Lasimiah fi Adabi Al-Akli wa Al-Syurbi Al-Mardliyah Muhammad Jirjis Fahmy Zamzamy
TARIKHUNA: JURNAL SEJARAH PERADABAN ISLAM Vol 5 No 01 (2025): TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Asshiddiqiyah Press and Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of adab (Islamic ethics and etiquette) constitutes a foundational element in Islamic thought, deeply embedded in both theological and practical dimensions of Muslim life. Central to this moral framework is the emulation of the Prophet Muhammad (peace be upon him) as the ideal exemplar of ethical conduct. In an effort to transmit these values to a broader audience, scholars throughout Islamic history have translated prophetic teachings into accessible moral guidelines. One such effort is found in the manuscript Ar-Risalah al-Lasimiyyah fī Ādāb al-Akli wa al-Shurbi al-Mardhiyyah by KH Ahmad Qusyairi bin KH Muhammad Shiddiq, a 20th-century scholar from Sumbergirang, Lasem, Central Java. This study aims to investigate the ethical dimensions articulated in the manuscript, with particular attention to how everyday actions—such as eating and drinking—are framed as acts of moral and spiritual discipline. Through a qualitative, text-based analysis employing a descriptive-analytical method and supported by a literature review, the study reveals how traditional Islamic ethical texts retain significant relevance in addressing contemporary moral challenges. The findings suggest that such manuscripts offer not only historical insight but also normative resources for moral formation in the present context, particularly amid growing concerns over ethical decline in modern society. Keywords: Islamic ethics, adab, KH Ahmad Qusyairi, classical manuscript, ethical guidance

Page 3 of 3 | Total Record : 30