cover
Contact Name
Babakti
Contact Email
babakti@unsika.ac.id
Phone
+6281310941700
Journal Mail Official
babakti@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS.Ronggo Waluyo, Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Babakti : Journal of Community Engangement
ISSN : 30477670     EISSN : 30476550     DOI : https://doi.org/10.35706/babakti
Babakti : Journal of Community Engangement is an peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles that focuses on community engagement program, specifically in advancing theories, research, practices of community engagement, and communicate conceptual concepts or ideas in the field of community services related to science, technology, education, health, engineering and agriculture. Our journal invites authors to submit the article that would strengthen the community to be more engaged and innovative to make communities sustain. The term "community engagement" refers to activities such as providing services to society, using relevant research and technology, growing the capabilities of society, and empowering local communities. The journal publishes advancement from varieties of fields. The journal publishes topics such as innovation of community engagement programs, engaged research, community-based research, community services, and purpose community engagement, but not limited to, ideas on Economy, Education, and Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): October" : 6 Documents clear
Sosialisasi, Edukasi dan Pendampingan dalam Pengelolaan Sampah di Lingkungan Cipedak Jagakarsa Irmayani; Moh. Azhar
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.206

Abstract

Sosialisasi memilah sampah sangat penting, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong keberlanjutan hidup yang lebih baik. Sosialisasi memilah sampah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku ramah lingkungan. Dengan memilah sampah, dapat mengurangi jumlah sampah yang perlu dibuang ke TPA. Hal ini membantu mencegah penumpukan sampah di TPA, yang sering kali menimbulkan masalah pencemaran dan kekurangan lahan untuk pembuangan sampah. Banyak pemerintah daerah yang sudah meluncurkan program pengelolaan sampah, seperti bank sampah atau sistem pengumpulan sampah terpisah. Sosialisasi memilah sampah mendukung keberhasilan program-program ini dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan bersama dengan Bank Sampah KHALISA di RW 06 Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan, sebagai mitra yang menghadapi permasalahan yaitu rendahnya kesadaran dan partisipasi warga dalam memilah sampah dan kurangnya edukasi berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Oleh karena itu perlu mengadakan sosialisasi dengan metode penyuluhan dan pendampingan.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 35% tentang memilah dan mengelola sampah. Partisipasi aktif warga terlihat dari antusiasme dalam diskusi dan warga satu RT yang ingin mengikuti program pilah sampah. Program ini dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi bau tak sedap, serta mencegah penyebaran penyakit. Sosialisasi pengelolaan sampah harus dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat lebih memahami pentingnya langkah sederhana ini dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Pintar Memilah Sampah, Upaya Preventif untuk Sekolahku Bersih Jiwaku Sehat Arshy Prodyanatasari; Deva Raka Satria Diasandy; Laila Nur Azizah; Lufia Elen Ayu Izati; Abdullah Farikh Hidayat
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.208

Abstract

Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas sehari-hari manusia dan makhluk hidup lainnya. Pengelolaan sampah yang tepat dan efisien dapat secara signifikan mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Edukasi publik tentang pengelolaan sampah, terutama di kalangan siswa, Edukasi publik tentang pengelolaan sampah, terutama di kalangan siswa, merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepedulian siswa dalam memilah sampah dan menerapkan daur ulang dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu program ini penting untuk menanamkan pemahaman tentang pembuangan sampah yang benar serta praktik penanganan sampah berkelanjutan. Pemilahan sampah berdasarkan karakteristiknya (organik, anorganik, dan B3) merupakan tahap krusial yang memudahkan proses pengolahan lebih lanjut, seperti komposting, daur ulang, atau pembuangan yang aman. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SD YBPK Semampir, Kota Kediri, pada 26 April 2024, dengan sasaran 70 siswa kelas I hingga VI. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), diperkaya dengan demonstrasi praktik langsung. Dari kegiatan PkM ini, diperoleh hasil berupa meningkatnya pemahaman peserta dalam membedakan sampah organik dan anorganik serta tumbuhnya kesadaran untuk membuang sampah secara tepat berdasarkan jenisnya.
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Upaya Meningkatkan UMKM di Desa Sukarame Saromah; Anjelis Ratu Wulan; Samroh; Muhammad Ikrar Yamin; Corizon Sinar Arainy; Ahmad Soderi; Juwari; Karno Diantoro; Abdurrohman; Anwar T Sitorus; Rinaldo
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.209

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena kualitas SDM sangat menentukan daya saing dan keberlanjutan usaha. Berdasarkan hasil observasi di Desa Sukarame, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai manajemen SDM, termasuk perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pengelolaan kinerja, serta strategi pengembangan usaha. Kondisi ini menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim dosen dan mahasiswa STMIK Mercusuar, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya pengelolaan SDM dalam mendukung pertumbuhan usaha. Kegiatan dilaksanakan pada 26–27 April 2025 melalui metode penyuluhan, diskusi, pelatihan, dan simulasi pelayanan dan manajemen usaha. Materi mencakup konsep dasar manajemen SDM, peran SDM dalam persaingan usaha, serta strategi digitalisasi dan ekspansi pasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, dengan skor pre-test rata-rata 48% meningkat menjadi 82% pada post-test. Sebanyak 80% peserta mampu membuat draft job description sederhana, 72% berhasil menyusun rencana perekrutan, dan 68% mulai merancang strategi pemasaran digital. Tingginya antusiasme selama diskusi dan keberhasilan peserta dalam simulasi menunjukkan kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran pentingnya pengelolaan usaha yang profesional. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kapasitas UMKM berbasis masyarakat lokal dan direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Pengembangan UMKM di Desa Pasar Kemis Melalui Workshop Produk Unggulan Desa Sri Lestari; Rosarina, Desy; Rahayu, Puji; Ruhimat, Agus
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.219

Abstract

Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi perekonomian Indonesia memiliki peranan penting dan memberikan peluang untuk membangun perekonomian nasional maupun daerah. Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan workshop produk unggulan desa ini dilaksanakan di wilayah kampung Picung desa Pasar Kemis, kabupaten Tangerang, provinsi Banten, pada hari Kamis 14 Agustus 2025 dengan durasi selama tiga jam. Tujuan workshop ini adalah untuk memberdayakan UMKM agar mampu berinovasi dan memiliki daya saing dengan produk UMKM lainnya Workshop ini menunjukkan langkah besar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokasi desa Pasar Kemis.  Dari sekitar 38 UMKM yang ada di desa Pasar Kemis sekitar 66 % (25 UMKM) yang berkenan untuk berpartisipasi dalam kegiatan workshop produk unggulan desa ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini secara berurutan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan, dilakukan dengan praktek langsung pembuatan produk unggulan desa oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yaitu keripik bayam Brazil dan minuman dari tanaman lidah buaya. Harapannya dengan melakukan inovasi produk tersebut akan memberikan nilai tambah yang bisa digunakan untuk menambah daya tarik pelanggan dan mengembangkan UMKM baik ditingkat lokal maupun nasional. Pada pre test hanya 18 peserta yang menyatakan keyakinan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi post-test, jumlah peserta yang yakin meningkat tajam menjadi 21 peserta. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut berhasil memberikan pengetahuan tambahan kepada peserta dalam mengembangkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam konteks bisnis mereka.
Pelatihan Alat Monitoring dan Kontrol Kelembapan Kumbung Jamur Berbasis IOT di Desa Binor Sutra Wardatul Jannah; Dwi Santi Ulin Fathira; Sri Nitia Astutik
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.237

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya jamur tiram melalui penerapan sistem monitoring dan kontrol kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode fuzzy logic. Permasalahan utama mitra adalah kesulitan menjaga kelembapan tanah secara konsisten karena penyiraman masih dilakukan secara manual. Solusi yang ditawarkan berupa alat berbasis mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi sensor kelembapan tanah, pompa air, dan logika fuzzy sebagai pengendali penyiraman otomatis. Sistem diintegrasikan dengan aplikasi Kodular dan notifikasi WhatsApp agar mitra dapat memantau kondisi secara real-time. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kelembapan tanah pada kisaran optimal 60–80%, mengurangi penggunaan air rata-rata sebesar 20%, serta mengefisienkan waktu perawatan kumbung jamur. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi teknologi tepat guna, tetapi juga meningkatkan pengetahuan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital sederhana untuk menunjang usaha budidaya jamur.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Limbah Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang Yunita Oktavia Wulandari; Cynthia Tri Octavianti; Fitria Khasanah; Eko Yuniarto; Ruvita Iffahtur Pertiwi; M. Baidawi; Eny Wahyu Suryanti
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.211

Abstract

Pupuk organik merupakan alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan pertanian. Namun, banyak petani dan masyarakat yang masih bergantung pada pupuk kimia yang dapat merusak kualitas tanah dan lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik yang berbasis sampah rumah tangga kepada masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang, yang melibatkan peserta dari kelompok tani, bank sampah Anggur dan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu ceramah, peragaan, serta praktik langsung dalam pembuatan pupuk organik. Materi yang diberikan mencakup teori dasar tentang pupuk organik dari cangkang telur, kulit pisang, dan air cucian beras beserta manfaatnya, serta cara pembuatan dan aplikasi yang tepat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami konsep dasar pupuk organik dan berhasil membuat pupuk organik dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Sosialisasi pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan pupuk organik serta memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6