cover
Contact Name
-
Contact Email
lkp2m@uin-malang.ac.id
Phone
+6285173116244
Journal Mail Official
lkp2m@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Gedung Jenderal Besar H.Muhammad Soeharto (Sport Center) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
LoroNG
ISSN : 26848171     EISSN : 18299245     DOI : https://doi.org/10.18860/lorong.v
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan sebagai wadah pengkajian sosial dan budaya. Jurnal ini bertujuan menjadi tempat pengembangan kemampuan kritis dan analitis mahasiswa serta menjadi sarana untuk menggairahkan kembali tradisi menulis di kalangan akademisi. Lorong memuat tulisan ilmiah populer, gagasan orisinal yang kritis dan segar, serta ulasan buku. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Juni dan Desember setiap tahun oleh UKM LKP2M (Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2012)" : 12 Documents clear
Efektivitas Pemanfaatan Endapan Lumpur Lapindo di Sungai Porong Sebagai Media Tanam Jagung (Zea mays L.) Setiawan, Bagus
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.248

Abstract

Mud Deposition Lapindo is the result of the waste from the Lapindo mud embankment into the River Porong to have the deposition on the banks of the River. Consequently Porong River experienced siltation at the edges due to waste sludge. Assessed the content of mudflow deposition is not always bad, there are some good elements in it a case of 0.1155% N, P and K 14.991 20.706 mg/100 mg/100. This study aims to make the mudflow deposits as corn planting medium for 21 days with different treatments and pendektan CRD (Completely Randomized Design). The result of all corn grown and there is no real difference in the statistical analysis, the best recommendation is the treatment of 1 with mudflow deposition Humus 25% and 75% with an average height of plants reached 39.45 cm. Endapan Lumpur Lapindo merupakan hasil limbah buangan lumpur lapindo dari tanggul menuju Sungai Porong hingga mengalami pengendapan di tepi Sungai.Akibatnya Sungai Porong pada bagian tepinya mengalami pendangkalan akibat buangan lumpur. Kandungan Endapan Lumpur Lapindo dinilai tidak selamanya buruk, ada beberapa unsur baik di dalamnya sepeti N 0,1155%, P 20,706 Mg/100 dan K 14,991 Mg/100. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan Endapan Lumpur Lapindo sebagai media tanam Jagung selama 21 hari dengan perlakuan berbeda dan pendektan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasilnya semua tanaman jagung tumbuh dan tidak ada beda nyata dalam analisis statistik, rekomendasi terbaik adalah perlakuan 1 dengan Endapan Lumpur Lapindo 25% dan Humus 75% dengan rata tinggi tanaman mencapai 39,45 cm.
Konsep Pendidikan Islam Integral Menurut Muhammad Natsir Fauzi, Hairul
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.249

Abstract

One of the challenges of Islamic education today is the dichotomy of science, between the sciences (‘ulum al-dunya) with the religious sciences (‘ulum al-syar’i). Indonesian Muslim intellectuals who tried to formulate Islamic education in accordance with haparan religion, nation and State, namely Muhammad Natsir. Focus problem in this research is how Muhammad Natsir Thinking about Islamic Education, How Integral Thought Muhammad Natsir. Thought Muhammad Natsir about Integral Islamic education is the education model that combine general education and religious education, sustainability is evidenced by not polarize between west and east. To implement the Islamic education curriculum Integral Muhammad Natsir used is the national curriculum and religious curriculum. The concept of Integral Muhammad Natsir Islamic education is the idea for the renewal of Islamic Religious Education, which now more and more the secularists to separate religion from life. Salah satu tantangan pendidikan Islam saat ini adalah dikotomi ilmu, yakni ilmu-ilmu alam (‘ulum al-dunya) dengan ilmu-ilmu agama (‘ulum al-syar’i). Salah satu intelektual Muslim Indonesia yang mencoba merumuskan pendidikan Islam sesuai dengan haparan, bangsa agama dan Negara, ialah Muhammad Natsir. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Muhammad Natsir tentang Pendidikan Islam, dan pendidikan Islam Integral. Pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan Islam Integral adalah model pendidikan yang menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan agama. Keberlanjutan ini dibuktikan dengan tidak mempolarisasi antara barat dan timur. Untuk menerapkan kurikulum pendidikan Islam Integral, Muhammad Natsir menggunakan kurikulum nasional dan kurikulum agama. Konsep Muhammad Natsir tentang pendidikan Islam Integral adalah gagasan dalam pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang lebih condong sekuler, memisahkan agama dari kehidupan.
Lokal Genius Psikologis dalam Budaya Brokohan Jawa Hanimah, Adzro’
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.250

Abstract

We are living today in global era. It means that people from every sides of world live globally in a single pattern of life style. For a country like Indonesia where different people from different regions can live with their own ways, this globalization can influence independencies of multiculture concept which is identity of this country. In order to maintain this identity from the east, but at the same time it is necessary to not against globalization challenge, eastern culture-specialists conclude that the solution is discovering values of traditional cultures. One of Indonesian cultures that has hard values is javanism. Javaneses are known as community with wide vocabulary of local wisdom. Javaneses always represent values in symbols. So if they are tried to be discovered, they will appear as a huge knowledges. They are called local geniuses. Javaneses always do rites commemorating every single important events of their life. One of them is rite commerating human birth that is called Brokohan. After the research, Brokohan was analyzed as it has similarities to many concepts in Modern Psychology of Human Development. Kita hidup hari ini di era global. Ini berarti bahwa orang-orang dari setiap sisi dunia hidup global dalam pola tunggal gaya hidup. Untuk negara seperti Indonesia di mana orang yang berbeda dari daerah yang berbeda dapat hidup dengan cara mereka sendiri, globalisasi ini dapat mempengaruhi independencies konsep multicultural yang identitas negara ini. Dalam rangka mempertahankan identitas ini dari timur, tetapi pada saat yang sama perlu untuk tidak terhadap tantangan globalisasi, budaya timur-spesialis menyimpulkan bahwa solusinya adalah menemukan nilai-nilai budaya tradisional cultures. Indonesia memiliki satu nilai-nilai keras Jawanisme. Kejawen dikenal sebagai masyarakat dengan kosakata macam kearifan lokal. Kejawen selalu mewakili nilai-nilai dalam simbol-simbol. Jadi jika mereka mencoba untuk ditemukan, mereka akan muncul sebagai pengetahuan yang sangat besar. Mereka disebut jenius lokal. Selalu melakukan ritual Kejawen setiap memperingati peristiwa-peristiwa penting dari kehidupan mereka. Salah satunya adalah ritual kelahiran manusia commerating yang disebut Brokohan. Setelah penelitian, Brokohan dianalisis karena memiliki kesamaan dengan banyak konsep dalam Psikologi Modern Development.
Lunturnya Antusiasme Karawitan di Tanah Nusantara Qibtiyah, Mariyatul
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.251

Abstract

Java community prior to the influence of Hinduism has come to know ten of expertise, such as puppets and gamelan (which became one of the musical arts/Karawitan). At present anywhere in the world are found groups of Javanese gamelan and gamelan music. Some of which can be exemplified here is a group Mager Sari in Osaka-Japan, Sumunar in the United States, and Hanuman in Finland. Even when this art Javanese musicians not only belong to the Javanese or Indonesian only, but already belong to the international world. When in fact, the art of Javanese gamelan music contains the values of historical and philosophical for the Indonesian nation. This chips of Karawitan nusantara, let’s enthusiasm again to reproduction and repetitions ours culture. Masyarakat Jawa sebelum adanya pengaruh Hindu telah mengenal sepuluh keahlian, seperti wayang dan gamelan (yang menjadi salah satu seni musik/karawitan). Saat ini banyak ditemukan kelompok gamelan Jawa dan musik gamelan. Beberapa yang dapat dicontohkan di sini adalah kelompok Mager Sari di Osaka-Jepang, Sumunar di Amerika Serikat, dan Hanuman di Finlandia. Bahkan saat ini seni karawitan Jawa bukan hanya milik orang Jawa atau Indonesia saja, tapi sudah milik dunia internasional. Padahal sebenarnya, seni musik gamelan Jawa mengandung nilai-nilai historis dan filosofis bagi bangsa Indonesia asli. Inilah nasib karawitan nusantara, mari kita berantusiasme kembali untuk mereproduksi dan merepetisikan kembali budaya kita.
Memasyarakatkan Rebana sebagai Kesenian ala Islam-Nusantara Wijaya, Bayu Tara
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.252

Abstract

The issue of claiming the Nusantara of arts became the foundation of traditional art theme (Islamic art). Therefore, art has not been part of life intellectualism. Reality, art is still placed its function as a mere recreation, something to have fun for a moment. To that end, the Rebana Arts into one Nusantara arts result of cultural relevance to the era that originated from the acculturation of Islamic-Javanese culture has more benefits than trying to entertainment. Until now this has been growing rapidly with the development of science. Apparently, Rebana Art also have excess function, namely the spiritual aspects through chant blessings on to be one way to God. Hence the importance of socializing back Artistry Rebana with regard as Arts style Islamic-Nusantara.Because art tambourine is “spiritual treasures” that are not easily obtained from the other arts. Isu pengklaiman kesenian nusantara menjadi landasan dari pengangkatan tema kesenian tradisional (kesenian Islam). Sebab, kesenian belum menjadi bagian dari hidup kecendekiawanannya. Realitanya, kesenian masih diletakkan fungsinya sebagai rekreasi semata, sesuatu untuk bersenang-senang sesaat. Untuk itu, kesenian rebana menjadi salah satu kesenian Nusantara hasil dari relevansi budaya terhadap zaman yang berawal dari akulturasi budaya Islam-Jawa berusaha memiliki manfaat lebih sekadar hiburan. Hingga saat ini sudah berkembang pesat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan. Ternyata, kesenian rebana pula memiliki kelebihan fungsi, yakni aspek spiritual melalui lantunan shalawat menjadi salah satu jalan menuju Tuhan. Maka pentingnya memasyarakatkan kembali kesenian rebana dengan menganggap sebagai kesenian ala Islam-Nusantara. Karena kesenian rebana adalah “harta karun spiritual” yang tidak mudah didapat dari kesenian lainnya.
Menakar Kembali Kesenian Islam di Indonesia Melalui Seni Komedi dalam Dakwah Islam Rosanita, Devi
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.253

Abstract

Indonesian arts and have diverse characteristics of each. Arts Indonesia has its own appeal for art lovers. However, art that developed in Indonesia has experienced a shift of meaning chiefly Islamic Art. Human resources, which in essence becomes the perpetrator of art, acting far from Islamic values . Thus, the art of comedy is one art that berfunsi to entertain and help merefresing brain in order to relax. Indonesia, the art of comedy is growing and moving rapidly in the entertainment. The art of comedy can be internalized and coupled with the message of Islam, because it seems that preaching in using this approach can capture and invites people especially Muslims in the Islamic religious teachings. Internalization of these two areas were able to move and become Islamic mover. Kesenian Indonesia beragam dan mempunyai ciri khas masing-masing. Kesenian Indonesia mempunyai daya tarik sendiri bagi penikmat seni. Namun, kesenian yang berkembang di Indonesia sudah mengalami pergeseran makna terutamanya kesenian Islam. Sumber daya manusia yang sejatinya menjadi pelaku kesenian, bertindak jauh dari nilai Islam. Maka seni komedi adalah salah satu seni yang berfungsi untuk menghibur dan membantu me-refresh otak agar bisa relax. Indonesia, seni komedi berkembang dan bergerak pesat di dunia hiburan. Seni komedi dapat diinternalisasikan dan digabungkan dengan dakwah Islam, karena tampaknya dakwah dalam menggunakan pendekatan ini bisa menjaring dan mengajak manusia terlebih umat Islam dalam ajaran agama Islam. Internalisasi dua bidang ini mampu menggerakkan dan menjadi Islamic mover.
Nilai Religius Legenda Api Tak Kunjung Padam dari Kecamatan Tlanakan Pamekasan Jullian, Royyan
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.254

Abstract

Legend of The Fire Unflagging is folklore origin Tlanakan District Pamekasan which will be full religious values what held by society. Religious values contained in the Legend of Fire unflagging there are three, namely the value of miracles, the value of persuasive, and the value of respect for teachers. Third value is expressed in the storyline. Karamah-karamah Ki-Muko (as the value of miracles) is seen as a sign of status as guardian Ki Muko. Value propagation is described in the story as a parallel activity with Ki Muko mundane activities, so there is the assumption that the activities of the hereafter and the world are equally important. While the latter is the value of respect for teachers. They believe that the condition of retarded residents Dhengka (Branta village High) caused by their iniquity of their teacher (Ki Muko). Until now, they have been believe in religious values on the legend. Legenda Api Tak Kunjung Padam adalah cerita rakyat asal Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang sarat akan nilai-nilai religius yang dianut oleh masyarakatnya. Nilai religius yang terkandung dalam Legenda Api Tak Kunjung Padam ada tiga, yaitu nilai kemukjizatan, nilai dakwah, dan nilai penghormatan kepada guru. Ketiga nilai tersebut diekspresikan dalam alur cerita. Karamah-karamah Ki Muko (sebagai nilai kemukjizatan) dipandang sebagai tanda kewalian Ki Muko. Nilai dakwah digambarkan dalam cerita sebagai aktivitas Ki Muko yang sejajar dengan aktivitas keduniawian sehingga ada anggapan bahwa aktivitas akhirat dan dunia sama pentingnya. Terakhir yaitu nilai penghormatan kepada guru, mereka percaya bahwa kondisi terbelakang penduduk Dhengka (desa Branta Tinggi) disebabkan oleh kedurhakaan mereka pada guru mereka (Ki Muko). Sampai saat ini, mereka masih percaya akan nilai-nilai religius dalam legenda tersebut.
Pengaruh Budaya Membaca terhadap Berpikir Kritis Mahasiswa Masruroh, Latifatul; Zatmiko, Nanang Wahid
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.255

Abstract

As research conducted Rossidi (2005) that reading is the highest form of achievement, it did not rule out any reason kitis sharply honed. By reading the friction in the process of thinking and dialectics, the more often the process sharpened the power of critical thinking someone will be more honed. Given Rossidi research at UIN Malang, that student interest in reading has not been quite good UIN Malang. To that end, more in-depth research on the effects of reading culture with critical thinking needs to be done. This study used a descriptive approach, with random sampling and analysis used in validity, reliability, descriptive, and regression. The result, probability value <0.05 then reject Ho. This means that the effect on the critical reading of students UIN Malang. With a culture of reading in an average 2.89 with a large variation; critical power an average of 3 with minor variations. And, of cultural influence on the critical reading Students of State Islamic University of Malang with an average frequency value of 25.393. Sebagai penelitian yang dilakukan Rossidi (2005) bahwa membaca merupakan wujud dari prestasi tertinggi, maka tidak menutup kemungkinan nalar kitis pun terasah secara tajam. Dengan membaca maka terjadi gesekan dalam proses berpikir dan dialektika, semakin sering proses berpikir diasah maka daya kritis seseorang akan semakin terasah. Mengingat penelitian Rossidi di UIN Malang, bahwa minat baca mahasiswa UIN Malang belum tergolong baik. Untuk itu, penelitian lebih mendalam tentang pengaruhnya budaya baca dengan berpikir kritis perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan pengambilan sampel secara random dan analisis yang digunakan secara validitas­reabilitas, deskriptif, dan regresi. Hasilnya, nilai probabilitas < 0,05 maka Ho di tolak. artinya bahwa membaca berpengaruh pada daya kritis mahasiswa artinya bahwa membaca berpengaruh pada daya kritis mahasiswa UIN Malang. Dengan budaya membaca rata­rata 2,89 dengan variasi yang besar; daya kritis rata­rata 3 dengan variasi yang kecil. Dan, budaya membaca berpengaruh terhadap daya kritis Mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang dengan nilai frekuensi rata­rata 25,393.
Pengembangan Komunitas Agribisnis melalui In-Gris Center Fikasari, Reny Nur; Arifin, Muh Husen
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.256

Abstract

The purpose of this paper is to describe the community development model of agribusiness through In-Gris Center, analyzing impelementasi in enhancing community development with In-Gris Center, knowing civilizing In-Gris Center as a multi-sectoral community development strategy competitive in Stone Town. With the farming community and take advantage of Agribusiness Information Center (In-Gris Center) that was established to facilitate the use of a trusted community. In this case, interpretated agribusiness community in organic farming. In impelementasi in enhancing community development with In-Gris Center that is obtained from an online source of information such as internet, newspapers, mobile phones and their applications by sending messages or short message service (SMS) or via email. In the familiarization In-Gris Center as community development strategies in competitive multi-sectoral Batu, then that should be done that is, maximize the yield of organic farming, optimal distribution, price stability, and entrepreneurship. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menggambarkan model pengembangan masyarakat agribisnis melalui In-Gris Center, menganalisis impelementasi dalam pembangunan masyarakat meningkatkan dengan In-Gris Center, mengetahui peradaban In-Gris Center sebagai strategi multi-sektoral pengembangan masyarakat kompetitif di Stone Town. Dengan masyarakat pertanian dan mengambil keuntungan dari Pusat Informasi Agribisnis (In-Gris Center) yang didirikan untuk memfasilitasi penggunaan komunitas terpercaya. Dalam hal ini, interpretated komunitas agribisnis dalam pertanian organik. Dalam impelementasi dalam meningkatkan pengembangan masyarakat dengan In-Gris Center yang diperoleh dari sumber online informasi seperti internet, koran, ponsel dan aplikasi mereka dengan mengirimkan pesan atau layanan pesan singkat (SMS) atau melalui email. Dalam sosialisasi In-Gris Center sebagai strategi pembangunan masyarakat di kompetitif multi-sektoral Batu, maka yang harus dilakukan yaitu, memaksimalkan hasil pertanian organik, distribusi yang optimal, stabilitas harga, dan kewirausahaan.
Populasi Nyamuk Anopheles SP di Ma’had Sunan Ampel Al-Aly Mabna Asma’ binti Abu Bakar Mutiati, Enni
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v2i2.257

Abstract

The Anopheles SP mosquitoes that can make a person infected with malaria and may lead to death. This study aims to determine the population of Anopheles SP mosquitoes in Mabna Asma binti Abu Bakr. Mosquitoes captured with mosquito nets for two days and the data processed using the Zippin method. The results of identified studies showed that after about 31 to 35 for the female Anopheles mosquito and 28 to 32 for male Anopheles mosquitoes. Mosquito populations in Mabna Asma bint’ Abu Bakr is supported by several factors, namely temperature, humidity and environmental circumstances surrounding Mabna Asma binti Abu Bakr. Anopheles SP merupakan nyamuk yang dapat membuat seseorang terjangkit penyakit malaria dan dapat mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi nyamuk Anopheles SP di Mabna Asma’ binti Abu Bakar. Nyamuk ditangkap dengan jaring-jaring nyamuk selama dua hari dan data diolah dengan memakai metode Zippin. Hasil Penelitian tersebut setelah diidentifikasi menunjukkan bahwa sekitar 31 sampai dengan 35 untuk nyamuk Anopheles betina dan 28 sampai dengan 32 untuk nyamuk Anopheles jantan. Populasi nyamuk di Mabna Asma’ binti Abu Bakar didukung dengan beberapa faktor, yaitu suhu, kelembaban dan keadaan lingkungan di sekitar Mabna Asma’ Binti Abu Bakar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12