cover
Contact Name
-
Contact Email
lkp2m@uin-malang.ac.id
Phone
+6285173116244
Journal Mail Official
lkp2m@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Gedung Jenderal Besar H.Muhammad Soeharto (Sport Center) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
LoroNG
ISSN : 26848171     EISSN : 18299245     DOI : https://doi.org/10.18860/lorong.v
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan sebagai wadah pengkajian sosial dan budaya. Jurnal ini bertujuan menjadi tempat pengembangan kemampuan kritis dan analitis mahasiswa serta menjadi sarana untuk menggairahkan kembali tradisi menulis di kalangan akademisi. Lorong memuat tulisan ilmiah populer, gagasan orisinal yang kritis dan segar, serta ulasan buku. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Juni dan Desember setiap tahun oleh UKM LKP2M (Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Ekowisata: Pariwisata Berkelanjutan Sebagai Alternatif Memajukan Perekonomian Masyarakat Anestia, Anita
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.82

Abstract

Tourism hasmore implication to the development of economic globally. Expected tourism development is the tourism that has anenvironmental and conception. Ecotourism is development of tourism in accordance with the conditions and the potential of the localregion. So that, this ecotourism is a reflection of the government and the society discomfort in creating the concept of sustainable development of tourism which have resulted in community economic progress. Ecotourism emphasis on local community empowerment, accommodation and certification development. Ecotourism give many economic benefits that is progress to micro-macro economics, and economic value environment. Ecotourism advances the economyof community through increasing the employment field for local community to create independence and to increase the income. Pariwisata memiliki implikasi yang besar terhadap perkembangan ekonomi secara global. Pembangunan pariwisata yang diharapkan adalah pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Ekowisata merupakan pembangunan pariwisata yang disesuaikan dengan kondisi serta potensi daerah setempat. Sehingga, ekowisata ini merupakan refleksi atas kegelisahan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan konsep pembangunan pariwisata yang berkelanjutan yang berdampak pada kemajuan ekonomi masyarakat. Ekowisata menekankan pada pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan akomodasi dan sertifikasi. Banyak manfaat ekonomi yang diperoleh dari ekowisata yakni memajukan ekonomi mikro, makro dan nilai ekonomi lingkungan. Ekowisata memajukan perekonomi masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat atau penduduk lokal sehingga menciptakan kemandirian dan meningkatkan pendapatan.
Menekan Kemiskinan Petani Pedesaan: Reorganisasi Petani Berdikari Damayanti, Irma
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.83

Abstract

Agriculture is one of the strategic sectors to growth up the national economic. The real contribution applied in supplying food commodity, employment absorption, and also as foreign exchange sources. Rural as an epicentrum of agriculture activity should also can increase the prosperity in every citizen, but in empirical reality show the opposite condition. Up till now, Agriculture just focus on how to increasing productivity to fulfill the Market’s needs without any increasing in farmer’s prosperity. Increasing of productivity without any effort in increasing of farmer’s prosperity being a problem that make in raising imbalance in their prosperity. So that, it’s need initiative form the farmer to make them do not depend on government policy. Reconstruction of organizational essential need to be developed to make “Petani Berdikari”. The strength of farmer’s organization will increase the farmer’s prosperity because the farmer’s organization backed up all of the farmer’s activity. Pertanian merupakan sector strategis untuk menumbuhkan perekonomian nasional. Kontribusi nyata teraplikasikan pada penyediaan bahan pangan, penyerapan tenaga kerja, dan juga sebagai sumber devisa Negara. Pedesaan sebagai episentrum kegiatan pertanian seharusnya bisa meningkatkan kesejahteraan setiap penduduknya, namun realita empiric menunjukkan hal yang sebaliknya. Pertanian selama ini terfokus pada bagaimana produktivitas dan pemenuhan kebutuhan pangan tanpa dibarengi dengan perhatian akan kesejahteraan petani. Tulisan ini mencoba merefleksikan bagaimana keadaan petani pedesaan. Peningkatan produktivitas yang tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan masyarakatnya menjadi permasalahan yang berujung pada ketimpangan kesejahteraan manusianya. Oleh karenanya diperlukan inisiatif aktif petani agar tidak berpangku tangan pada kebijakan pemerintah. Rekonstruksi esensi organisasi petani perlu diupayakan agar terwujudnya petani berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Kuatnya organisasi petani akan meningkatkan kesejahteraan petani karena organisasi petani menanungi segala aktivitas pertanian petani.
Konsep Kebijakan Fiskal Islami Sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Kurnia, Riana Afliha Eka; Herianingrum, Sri; Sawarjuwono, Tjiptohadi
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.84

Abstract

­Fiscal­policy­is­an­important­instrument­in­Indonesian­economy.­The­certain­fiscal­policy­program­couldbe­an­instrument­to­realize­the­goal­of­sustainable­development,­for­the­welfare­of­Indonesian­people.­Thepurpose­of­United­Nations­(UN)­resolution­about­sustainable­development­actually­is­not­too­differentfrom­the­concept­of­fiscal­policy­in­Islam.­Islamic­fiscal­policy­could­be­better­and­more­comprehensivethan­the­UN’s­sustainable­development­concept.­Furthermore,­tis­is­important­to­discuss­and­designan­Islamic­fiscal­policy­concept­to­be­applied,­and­become­an­instrument­to­implement­the­concept­ofsustainable­development­in­Indonesia. Kebijakan fiskal merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian Indonesia. Rancangan kebijakan fiskal yang tepat bisa menjadi salah satu alat untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Tujuan dari resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pembangunan berkelanjutan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsep kebijakan fiskal dalam Islam, kebijakan fiskal Islam bisa jadi lebih baik dan lebih luas manfaatnya dibandingkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh PBB. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan dan merancang konsep kebijakan fiskal Islam yang sesuai untuk diterapkan, dan mampu menjadi alat untuk melaksanakan tujuan dari konsep pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pedagogi Feminis : Transformasi Pendidikan dalam Mencapai Kesetaraan Gender Hanan, Hanan
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.85

Abstract

Education is a human right and as essential tool in achieving gender equality and justice. However, gender equality problems is still exist in the learning process. Gender bias will impact the development of the attitudes and knowledge of the learners. So, necessary on transformation capable of removing gender stereotypes in education became important. Feminist pedagogy as a philosophical foundation and paradigm in learning process is the right instruments in the hang on the values of Justice and gender equality on the learners that gender differences do not become a barrier to be unite and cooperate. Pendidikan merupakan hak asasi manusia dan alat penting dalam mencapai kesetaraan dan keadilan gender. namun, permasalahan terhadap kesetaraan gender hari ini masih di temukan dalam proses pembelajaran. Bias gender apabila dibiarkan begitu saja akan berdampak kepada perkembangan sikap dan pengetahuan peserta didik. Untuk itu, di perlukan transformasi yang mampu menghapus stereotip gender dalam pendidikan. Pedagogi feminis sebagai paradigma dan landasan filosofis dalam pembelajaran adalah instrumen yang tepat dalam memahamkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender pada peserta didik bahwa perbedaan gender tidak menjadi penghalang untuk bersatu dan bekerjasama.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Budaya Literasi Hasanah, Lina
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.86

Abstract

The developed countries that have a good quality of education. Quality education should be supported with human resources (HR) are reliable. According to a variety of survey data reported from various sources stating that Indonesia still belongs to the quality of education is low. Cultural literacy is one of the alternatives in improving the quality of education in Indonesia. In a simple literacy is the ability to read and write. The higher the literacy level of a person then the higher absorption of a person in getting knowledge. Because the culture of literacy is key in gaining knowledge. Conditioning the literacy continuously will enhance intellectual ability and can shape the character. So it will be easy to adjust to society and the environment. So, through the literacy culture then it can improve the quality of education and created a prosperous society and the environment are capable of competitivenes. Negara yang maju memiliki kualitas pendidikan yang baik. Pendidikan yang berkualitas harus didukung dengan sumber daya manusia(SDM) yang andal. Menurut berbagai data survei yang dilaporkan dari berbagai sumber menyatakan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih tergolong rendah. Budaya literasi merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Secara sederhana literasi adalah kemampuan dalam membaca dan menulis. Semakin tinggi tingkat literasi seseorang maka semakin tinggi pula daya serap seseorang dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Karena budaya literasi merupakan kunci dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Pembiasaan berliterasi secara terus menerus akan meningkatkan kemampuan intelektual dan dapat membentuk karakter. Sehingga akan mudah dalam menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Jadi, melalui budaya literasi maka dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan tercipta lingkungan masyarakat yang sejahtera serta mampu berdaya saing.
Pengembangan Materi Pendidikan Seks Siswa Sekolah Dasar Melalui Lima Belas Menit Quality Time Fauziah, Laili; Chasanah, Itsna Mayfatul; Sabila, Hanif
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.87

Abstract

The number of outstanding cases of sexual violence against children makes parents worry about the psychological development of children and their personal security. One of them led to the murder of a rape case that took place in September this year. Therefore, sexual education should be deliver clearly and correctly from an early age. It becomes urgency that must be done by all parties. In a formal environment, sexual education has been given in 2013 curriculum to the discussion of the theme “Myself”. Sexual education to children is not enough just to convey information about the organs of the body, so it takes the effort of education and communication between children and parents openly. In an effort to develop a material that has been given at a formal level, the authors present an idea Fifteen Minutes of Quality Time Parents and Children. Beredar mengenai kekerasan seksual terhadap anak membuat orang tua mengkhawatirkan perkembangan psikologis dan keamanan pribadi siswa tingkat sekolah dasar. Salah satunya kasus pemerkosaan berujung pada pembunuhan yang terjadi pada bulan September tahun ini. Oleh karena itu, penyampaian pendidikan seksual secara jelas dan benar sejak dini menjadi urgensi yang harus dilakukan semua pihak. Di lingkungan formal, pendidikan seksual telah diberikan dalam kurikulum 2013 pada pembahasan bertemakan “Diriku”. Pendidikan seksual kepada anak tidak cukup hanya dengan menyampaikan informasi mengenai organ-organ tubuh, sehingga dibutuhkan upaya edukasi dan komunikasi antar anak dan orangtua secara terbuka. Dalam upaya mengembangkan materi yang telah diberikan di jenjang formal, penulis menyajikan sebuah gagasan Lima Belas Menit Quality Time orang tua dan Anak. Penekanan metode edukasi ini pada memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk memahami pendidikan seks secara santai.
Patronasi Ustaz dan Ustazah dalam Pendidikan: Studi Kasus Ketimpangan Peran Kalangan Pengajar Lembaga Pendidikan Al-Quran Wardatul Ishlah Habibie, Mukhammad Rudi
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.88

Abstract

Patronage from ustaz and ustazah in al-Quran Educational Institutions of Wardatul Ishlah investigated to digging the meaning of gender phenomenon in public spaces. The reason of ustaz domination assessed more than ustazah explored thoroughly. Case study on role imbalance of teacher do with a qualitative approach. Interviews were conducted in this study to understand the views and perceptions of the teachers about ustaz and ustazah role imbalance. Observations on life in the institute also conducted to understand empirical data of sustainable education. Thus, documentation is researcher supporting data to understand the reality of ustaz and ustazah patronage. The results of this study explained the role imbalance legitimized by religious histority. That’s positioning the man as the front man. So, ustazah be the subordinate. Social legitimacy arose because society views taboo if women appeared and dominated in Wardatul Ishlah public space. Thus, psychological legitimacy clarified that ustazah often indecisive, especially to decide a case. Patronasi ustaz dan ustazah di Lembaga Pendidikan al-Quran Wardatul Ishlah diselidiki dengan tujuan menggali makna fenomena gender di ruang publik. Alasan dominasi ustaz yang dinilai lebih banyak dari pada perempuan dieksplorasi dengan teliti. Studi kasus terhadap ketimpangan peran pada kalangan pengajar dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Wawancara dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui pandangan dan persepsi para pengajar mengenai timpangnya peran ustaz dan ustazah. Observasi terhadap kehidupan di lembaga juga dilaksanakan untuk mengetahui data empiris keberlangsungan pendidikan. Kemudian dokumentasi menjadi data pendukung peneliti untuk memahami realitas patronasi ustaz dan ustazah. Hasil penelitian menjelaskan bahwa timpangnya peran kalangan pengajar dilegitimasi oleh historisitas agama. Yaitu memosisikan laki-laki sebagai orang terdepan. Sehingga ustazah menjadi kaum yang tersubordinasi. Legitimasi sosial muncul karena masyarakat memandang tabu perempuan yang muncul dan mendominasi di ruang publik Wardatul Ishlah. Lalu legitimasi psikologis menegaskan bahwa ustazah sering bimbang, terutama untuk memutuskan sebuah perkara.
Analisa Kadar Tembaga (Cu) Air Mertojoyo Mengguakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrofotometry) Berdasarkan Permenkes Tahun 2010 Atiqoh, Siti Nor
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.89

Abstract

Heavy metal contamination from the processing industry and waste treatment is very detrimental to health because it is carcinogenic. One of the heavy metals which are harmful is copper (Cu). Cu content analysis aims to determine the type of water that is decent and not decent to drink based on the content of Cu according to the Regulation of Health Minister in 2010. The method was used is anexperimental sample by used the random water samples on Mertojoyo, Sigura-Gura, Malang. Cu content analysis is using AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry) with standard solution for comparison Cu. From the analysis results obtained equation y = 0,15x + 0.004 of the standard curve and absorb y = 0.0002 in order to obtain the concentration of Cu in water samples Sigura-Gura Mertojoyo area with the manual calculation of -0.024204 mg / L and by AAS 0,001 mg / L. The levels are still below the maximum level is specified by the Minister of Health ynag 492 / Minister of Health / per / IV / 2010 in 2010 with the maximum levels of Cu in water sebsar 2 mg / L. So the water on SiguraGura Mertojoyo area is stated feasible for use of the standard the existence of Cu. Cemaran logam berat hasil dari pengolahan industri dan pengolahan limbah sangat merugikan terhadap kesehatan karena bersifat karsinogenik. salah satu logam berat yang termasuk berbahaya ialah tembaga (Cu). Analisa kadar Cu bertujuan untuk menentukan jenis air yang layak dan tidak layak minum berdasarkan kandungan Cu menurut Permenkes tahun 2010. Metode yang digunakan ialah experimental sampel dengan mengambil sampel air secara acak daerah Mertojoyo Sigura-gura Malang. Analisa kadar Cu menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrofotometry) dengan larutan standar cu sebagai pembanding. Dari hasil analisa didapatkan persamaan y=0,15x+0,004 dari kurva standar dan absorbi y= 0,0002 sehingga diperoleh konsentrasi Cu dalam sampel air daerah Mertojoyo Sigura-gura dengan perhitungan manual sebesar -0,024204 mg/L dan dengan AAS sebesar 0,001 mg/L. Kadar tersebut masih dibawah kadar maksimal ynag dietapkan oleh permenkesNo.492/menkes/per/IV/2010 tahun 2010 dengan kadar maksimal Cu dalam air sebsar 2 mg/L. Sehingga air mertojoyo sigura-gura dinyatakn layak untuk digunakan dari standar keberadaan Cu.
Pengembangan Berkelanjutan Via Perguruan Tinggi Rosidin, Rosidin
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.90

Abstract

Judul: Higher Education and Sustainable Development: Paradox and Possibility Penulis: Stephen Gough and William Scott Penerbit: New York: Routledge Tahun Terbit: 2007 Tebal Halaman: xiv + 194 Halaman Peresensi: Rosidin
Keseimbangan Lingkungan dalam Bingkai Pembangunan Berkelanjutan Khairunnisa, Arista
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v5i1.91

Abstract

Judul Buku: Keseimbangan Lingkungan dalam Bingkai Pembangunan Berkelanjutan Penulis : Aca Sugandhy dan Rustan Hakim Penerbit: PT Bumi Akasara Editor: Junwinanto Tahun terbit: Cetakan I juli 2007 ISBN: (13) 978-979-010-062-6 / (10) 979010-062-0 Tebal: 157 Halaman Peresensi: Arista Khairunnisa

Page 1 of 1 | Total Record : 10