cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
KAJIAN POLA PEMAKAIAN AIR BERSIH DI TIGA APARTEMEN DI JAKARTA Hadisoebroto, Rositayanti; Astono, Widyo; Putra, Rizki Aria Winanda
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 1 (2007): JUNI 2007
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.736 KB)

Abstract

Identify pattern of water consumption in three apartment in Jakarta. Observation has done on water meter for 24 hours in 7 days. The first apartment is Casablanca Mansion Apartment with 34 floors and 2 basement which total rooms are 594 units; the second is Semanggi Apartment with 25 floors and 2 basement which total rooms are 349 units; and the third is Golf Pondok Indah Apartment with 19 floors and 2 basement which total rooms are 115 units. In these apartments, peak hour of working days is at 7-8 am with the total water consumption in working days is higher than holidays. Factor peak hours for the apartments are 1,43 – 2,10; 1,39 – 1,88; 1,35 – 2,02, respectively, which these values are higher than factor peak hours in urban (1,1 – 1,75). Factor maximum days are 1,10; 1,06; 1,06, respectively, which these values are closed with factor maximum days in urban (1,1 – 1,3). These symptoms are related with kind of activity in apartments that tends to similar, which is settlement (domestic). Generally, the values of these factors at Casablanca Mansion Apartment are higher than 2 other apartments, since its occupant is dominantly Indonesian. Abstract in Bahasa Indonesia:Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola pemakaian air bersih di apartemen dengan studi kasus tiga apartemen di Jakarta. Pengamatan dilakukan terhadap water meter air selama 24 jam dalam 7 hari berturut-turut. Apartemen pertama adalah Apartemen Casablanca Mansion dengan 34 lantai dan 2 basement serta total kamar 594 unit; kedua adalah Apartemen Semanggi dengan 25 lantai dan 2 basement serta total kamar 349 unit; ketiga adalah Apartemen Golf Pondok Indah dengan 19 lantai dan 2 basement serta total kamar 115 unit. Hasil pengamatan di ketiga apartemen menunjukkan bahwa jam puncak pada hari kerja terjadi pada jam 07.00 – 08.00 wib dan jumlah pemakaian air total per hari pada hari kerja lebih tinggi dibandingkan pada hari libur. Faktor jam puncak untuk ketiga apartemen, berturut-turut adalah 1,43 – 2,10; 1,39 – 1,88; 1,35 – 2,02; dimana nilai tersebut lebih tinggi daripada nilai faktor jam puncak perkotaan (1,1 – 1,75). Adapun faktor hari maksimum untuk ketiga apartemen berturut-turut 1,10; 1,06; 1,06; dimana nilai tersebut mendekati nilai terkecil dari nilai faktor hari maksimum perkotaan (1,1 – 1,3). Hal ini berhubungan dengan jenis aktivitas di apartemen yang cenderung seragam, yaitu hunian (domestik). Secara umum apartemen Casablanca Mansion memiliki nilai faktor lebih tinggi dibandingkan kedua apartemen lain karena perbedaan budaya penghuni ketiga apartemen tersebut, dimana apartemen Casablanca Mansion banyak dihuni WNI, sedangkan kedua apartemen lain banyak dihuni WNA.
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN PERUMAHAN ALAM SUTERA SERPONG – TANGERANG Yanidar, Ramadhani; Samsuhadi, Samsuhadi; Khoirilla, Laily
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.802 KB)

Abstract

Design of Sewerage System for Housing Area of Alam Sutera, Serpong-Tangerang. Alam Sutera is housing area at Serpong-Tangerang which have the total area approximately 818,23 Ha. The system sanitation is still an on-site system. This paper described the sewerage system design which is better than on-site system that will give the worse impact to the groundwater environment than the sewerage system. It is planned to serve 100% of the resident until the area fully loaded. At the end of the the planning time design of the Alam Sutera’s sewerage system will serve the total resident of 34.096 people. The maximum day factor is 1,35 and the wastewater percentage is 77,16% from water demand which was analyzed with statistics methode due to the 45 datum from 26 refferences. The average debit of wastewater in the year end of the planning are 2,28 L/dtk/1000 people. This design gives 3 options of the main pipe line of the sewerage system. The first is the line in the south will be in the main road, and pass main road in cluster, total pipe length is 9440 m. The second is the main pipe at the south part area will pass the main road of Alam Sutera, it causing an easy repair system if any error occurred or during the operational. At north area, pipe line will pass the same line in alternative 1, total pipe length is 9490 m. The selection of the third applies the consideration result of Qpeak calculation in the south part from alternative 1 and 2, and selected to apply the line at alternative 1. In the north, pipe line will pass the main road in cluster, it made pipe become longer (9910 m). Due to the investation cost alternative 1 is chosen which result are 200-700 mm pipe diameter, 9.440m length, 93 units of manhole, housing connections 6984 units, and the total investment of the sewerage system plus wastewater treatment is Rp. 18.719.372.368,-, but if the operational cost is considered, the alternative 3 will be cheaper eventhough the main pipe is longer than alternative 1(9.910 m)   Abstract in Bahasa Indonesia:  Perumahan Alam Sutera merupakan perumahan yang terletak di daerah Serpong-Tangerang, dengan total lahan pengembangan seluas 818,23 Ha. Perumahan ini adalah salah satu contoh kawasan perumahan dan komersial yang masih menggunakan sistem setempat (on site). Makalah ini akan memberikan gambarang tentang sistem penyaluran air buangan (SPAB) yang akan memberikan suatu dampak lingkungan yang lebih baik daripada sistem sanitasi setempat. Perencanaan penyaluran air buangan yang akan dilakukan sampai perumahan tersebut terisi penuh merupakan area. Sampai dengan akhir perencanaan, perencanaan SPAB akan melayani 34.096 orang, dengan kriteria desain berdasarkan hasil analisis data setempat yaitu : Faktor hari maksimum adalah 1,35, persentase air buangan adalah 77,16% dari pemakaian air bersih yang dianalisis dengan methode statistik berdasarkan 45 data dari 26 referensi. Debit rata-rata sampai dengan akhir tahun perencanaan adalah 2,28 l/dt/1000 jiwa. Perencanaan ini memberikan 3 alternatif jalur pipa utama yaitu alternatif 1 dengan panjang pipa = 9.440 m. Alternatif 2 dengan pertimbangan kemudahan perbaikan bila ada kerusakan dalam operasionalnya. Di bagian uatara jalur pipa utama sama dengan rencana jalur alternatif 1, dengan panjang pipa 9.490 m. Pemilihan alternatif 3 ini menggunakan pertimbangan hasil perhitungan Q peak pada bagian selatan dari alternatif 1 dan 2, alternatif yang terbaik digunakan untuk alternatif 3, sehingga diperkirakan dapat mengurangi jumlah biaya karena Q peak yang digunakan lebih kecil, dengan total panjang pipa terbesar yaitu 9.910 m. Berdasarkan pertimbangan biaya investasi, alternatif 1 dengan hasil pipa berdiameter 200-700 mm, panjang 9.440 m, 93 buah manhole, sambungan rumah 6984 unit, dengan total investasi SPAB + IPAL = Rp. 18.719.372.368,-, tetapi bila biaya operasional sebagai bahan pertimbangan, maka alternatif 3 akan lebih murah meskipun panjang pipa utama terpanjang (9.910 m). Hal ini karena kebutuhan penggelontoran lebih sedikit dibandingkan alternatif yang lainnya.
PRODUKSI ETANOL DARI LIMBAH PADAT TAPIOKA DENGAN Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae Nugroho, Astri; Effendi, Edison; Wongso, Lydia
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 4 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.166 KB)

Abstract

Ethanol Production from Solid Waste of Tapioca Using Aspergillus niger and Saccharomyces cerevisiae. Solid waste of tapioca flour production could be converted into ethanol through fermentation. The aim of this experiment is to investigate the capacity of microorganism and the C/N ratio resulted by the fermentation of the solid waste from the tapioca production. A 10% and 20% fungus mix culture of Aspergillus niger and Saccharomyces cerevisiae were added to 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 gr, and 250 gr of tapioca solid waste. The 50 gr sample with 10 % microorganism could results 2.485 % ethanol, biomass amount of 6,14E+17 colony/gr with pH 4,36; C/N ratio 3,4. The adding of 20% microorganism results biomass of 6,26E+17 colony/gr, pH 3,54, C/N ratio of 2,08 and 2,123% ethanol. The waste was fermented for 5 days and before the destilation. The kinetic of 10% microorganism for 50 gr tapioca solid waste is μ = 0,000996-0.006423 l/hr, μm = 0,00826/hr, Ks = 7,55E-11 mg/l. Y = 0,0287, q = 0,034–0,22 l/hr, Yt = 0,0287/hr, Yobs = 0,00099-0,0064/hr, Kd = 0,022-0,0277/hr and the kinetic of 20% mikroorganism for 50 gr is μ = 0,00079-0,007 l/hr, μm = 0,007/hr, Ks = 1,7E-10 mg/l, Y = 0,0287, q = 0,0275–0,245 l/hr, Yt = 0,0287/hr, Yobs = 0,00217-0,0279/hr, Kd = 0,00079-0,007/hr.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Limbah padat tapioka berupa ampas hasil ekstraksi dari pengolahan tepung tapioka dapat dikembangkan manfaatnya dengan cara mengolah limbah tersebut secara fermentasi menjadi glukosa, dan diteruskan menjadi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase etanol yang terbentuk dari hasil dekomposisi mikroorganisme terhadap limbah padat tapioka dan mengetahui nilai rasio C/N pada proses fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan menambahkan 10% dan 20% fungi Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae secara mix culture pada limbah padat tapioka seberat 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 gr, dan 250 gr. Persentase etanol terbanyak yang terbentuk sebanyak 2,485% diperoleh dengan penambahan 10% mikroorganisme mix culture terhadap 50 gr limbah padat. Pada perlakuan itu diperoleh biomassa sebanyak 6,14E+17 koloni/gram, pada pH 4,36; dengan nilai rasio C/N 3,4; sedangkan pada penambahan konsentrasi mikroorganisme mix culture 20%, diperoleh jumlah biomassa 6,26E+17 koloni/gram, pH 3,54; nilai rasio C/N 2,08; dan etanol yang terbentuk sebanyak 2,123%. Fermentasi dilakukan 5 hari, dan hasilnya didestilasi. Nilai kinetika pada konsentrasi 10% mikroorganisme mix culture terhadap 50 gr limbah padat tapioka yaitu laju pertumbuhan (μ) adalah 0,000996-0.006423 l/jam, laju pertumbuhan maksimum (μm) adalah 0,00826/jam, konstanta kejenuhan (Ks) adalah 7,55E-11 mg/l, hasil pertumbuhan (Y) adalah 0,0287, laju utilisasi substrat spesifik (q) adalah 0,034–0,22 l/jam, hasil pertumbuhan yang nyata (Yt) adalah 0,0287/jam, koefisien kematian (Kd) adalah 0,022-0,0277/jam sedangkan nilai kinetikadengan penambahan 20% mix culture mikroorganisme pada limbah padat tapioka 50 gr, μ = 0,00079-0,007 l/jam, μm = 0,007/jam, Ks = 1,7E-10 mg/l, Y = 0,0287, q = 0,0275–0,245 l/jam, Yt 0,0287/jam, Kd = 0,00079-0,007/jam.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM Studi Kasus: Limbah Cair Gedung Syarif Thajeb (M), Universitas Trisakti Iswanto, Bambang; Silalahi, Mawar DS; Ayuningtyas, Utari
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 1 (2009): JUNI 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.425 KB)

Abstract

Domestic waste water treatment according to electrocoagulation process with allumunium electrode. The treatment condition is not working well, because of the smell bad, polluter, and the effluent have nondegradable material (COD and VSS) with high concentration, that is COD and VSS in the amount of 6727,27 mg/L and 2915 mg/L. This Research exactly do it processes domestic wastewater according to elektrocoagulation process on laboratorium scale. NaCl concentrated variation, is using 0 gr/L, 0,5 gr/L, 1 gr/L and detention time (td) variation, is using 45 second, 55 second, 60 second, with rapid mixing variation are 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Rapid mixing in flocculation unit is 20 rpm and detention time of sedimentation is 2,26 – 3,02 hours. Research result get optimum operational condition with NaCl concentrated 0,5 gr/L, rapid mixing 180 rpm, and detention time 55 second, with % removal COD is 95,43%, BOD 95,05%, TSS 98,98%, Detergen content 90,08%, Oil and Grease 84,10%, TKN 65,30%, VSS 99,21%, Phosphate 62,88% and Turbidity 96,30%. If with NaCl concentrated 0 gr/L, rapid mixing 180 rpm, and detention time 55 second (as aqualizer), with % removal COD is 95,54%, BOD 95,93%, TSS 98,94%, Detergent 86,92%, Oil and Grease 31,80%, TKN 59,70%, VSS 99,38%, Phosphate 25,34% and Turbidity 98,70%.  Abstract in Bahasa Indonesia:  Kondisi IPAL Gedung Syarif Thajeb (M) saat ini kurang berjalan maksimal karena sering menimbulkan bau dan effluent memiliki kandungan materi nondegradable (COD dan VSS) yang masih menunjukkan konsentrasi yang tinggi, yaitu COD dan VSS sebesar 6727,27 mg/L dan 2915 mg/L. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan pengolahan limbah dengan proses elektrokoagulasi secara kontinue dengan menggunakan reaktor elektrokoagulasi dalam skala laboratorium. Pada proses ini digunakan konsentrasi NaCl untuk memperbesar penguraian Al terlarut, variasi konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 0 gr/L, 0,5 gr/L, 1 gr/L dan variasi waktu tinggal 45 detik, 55 detik, 60 detik serta variasi kecepatan pengadukan 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Kecepatan pengadukan di unit flokulasi adalah 20 rpm dengan waktu pengendapan selama 2 jam. Pada hasil penelitian diperoleh kondisi operasional optimum dengan konsentrasi NaCl 0,5 gr/L, kecepatan pengadukan 180 rpm dan waktu tinggal 55 detik, dengan % penyisihan COD sebesar 95,43%, BOD 95,05%, TSS 98,98%, Detergen 90,08%, Minyak Lemak 84,10 %, TKN 65,30%, VSS 99,21%, Total Phosphat 62,88% dan Kekeruhan 96,30%. Sedangkan jika digunakan dengan konsentrasi NaCl 0 gr/L, kecepatan pengadukan 180 rpm dan waktu tinggal 55 detik (sebagai pembanding), maka % penyisihan COD sebesar 95,54%, BOD 95,93%, TSS 98,94%, Detergen 86,92%, Minyak Lemak 31,80%, TKN 59,70%, VSS 99,38%, Total Phosphat 25,34% dan Kekeruhan 98,70%.
TINGKAT KEASAMAN (pH) DAN OKSIGEN TERLARUT SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI CISADANE Susana, Tjutju
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 2 (2009): DESEMBER 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.579 KB)

Abstract

Acidity and dissolved oxygen as indicator of water quality for Cisadane estuary. A lot of waste which flows into the rivermouth of Cisadane River were considered to influence to degree of acidity (pH) value and oxygen concentration of that waters. The change of those values will be indicator of waters quality. Based on that condition, the research at the rivermouth of Cisadane and at vicinity was carried out in 2003 – 2005 and two different monsoon. As long as those periods the waters quality were increased, the degree of acidity was increased between 0.88% - 3.49%, whereas oxygen concentration between 12.55% - 39.15%. The influence of river flows with a lot of organic matter were caused the lower of oxygen concentration and pH value. The oxygen concentration at the Cisadane River just 1.89 ml/l and pH 6.8. The lowest of those parameters were equal to the highest of nitrate concentration (29.53 μgA/l). Nevertheless those condition were better after to river outside.
PENGARUH PENGURAIAN SAMPAH TERHADAP KUALITAS AIR DITINJAU DARI PERUBAHAN SENYAWA ORGANIK DAN NITROGEN DALAM REAKTOR KONTINYU SKALA LABORATORIUM Iswanto, Bambang; Astono, Widyo; Sunaryati, Sunaryati
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 1 (2007): JUNI 2007
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.732 KB)

Abstract

Influence of Solid Waste Degradation To Water Quality Observed from Change of Organic Compound and Nitrogen in Continual Reactor Scale of Laboratory. In river often there are garbage is problems of environment effect of garbage heaping in body irrigate and cause downhillly of him is quality of water, and also influencing at life of territorial water biota, therefore step by step in this research wish to study from early relation between garbage dekomposition which in body irrigate to change of quality irrigate with laboratory scale. Dekomposition is dynamic process and very influence by the existence of good dekomposer of him and amount of, while existence of dekomposer alone very determine by good environmental factors of chemical condition, biology and physics. Is seen from result measurement of value of C/N at garbage that is 14,56. This matter indicate that the the garbage quicker degradation by mikroorganism. At first sampling before passing garbage in earning value of konstanta reaerasi (kr) is 3,585 /day, while at sampling second that is in after passing garbage in earning value of konstanta reaerasi (kr) is 6,467 /day, this matter show the Existence of oxygen cause process oxidize aerobik can take place. Value of konstanta fast of decomposition of BOD5 is 0.7414 and for DO assess konstanta fast of reaction (k) equal to 0.8479. While for Nitrogen assess konstanta fast of reaction (k) equal to 0.5148 and also assess COD have value of konstanta fast of reaction (k) equal to 0.7076. Thus by physics garbage ravelled until day of to-12 that is garbage of terdegradasi become particle / an organic matter. And here in after an organic matter will oxidize with O2 which quite a lot dissolve in water (process aerob) becoming organic acid, further will ravelled to become CO2 and of H2O Abstract in Bahasa Indonesia:Di dalam badan air sering terdapat sampah yang merupakan permasalahan lingkungan akibat dari sampah yang menumpuk di badan air dan berakibat menurunnya kualitas air serta mempengaruhi pada kehidupan biota perairan, oleh karena itu secara bertahap dalam penelitian ini ingin mengkaji dari awal hubungan antara dekomposisi sampah yang ada di badan air terhadap perubahan kualitas air dengan skala laboratorium. Dekomposisi merupakan proses yang dinamis dan sangat dipengaruhi oleh keberadaan dekomposer baik jumlah maupun diversitasnya. Sedangkan keberadaan dekomposer sendiri sangat ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan baik kondisi kimia, fisika maupun biologi. Dekomposisi bahan organik menghasilkan bahan organik terlarut yang diukur sebagai COD, BOD, amoniak dan nitrogen organik. Dilihat dari hasil pengukuran nilai C/N pada sampah yaitu 14,56. Hal ini menunjukkan bahwa sampah tersebut lebih cepat terdegradasi oleh mikroorganisme. Pada titik sampling pertama yaitu di titik sebelum melewati sampah di dapat nilai konstanta reaerasi (kr) adalah 3,585 /hari, sedangkan pada titik sampling ke-2 yaitu di titik setelah melewati sampah di dapat nilai konstanta reaerasi (kr) adalah 6,467 /hari, hal ini menunjukkan Adanya oksigen menyebabkan proses oksidasi aerobik dapat berlangsung. Nilai konstanta laju penguraian BOD5 adalah 0.7414 dan untuk DO nilai tetapan laju reaksi (k) sebesar 0.8479. Sedangkan untuk Nitrogen nilai tetapan laju reaksi (k) sebesar 0.5148 serta nilai COD memiliki nilai tetapan laju reaksi (k) sebesar 0.7076. Dari hasil pengamatan selama 24 hari terlihat bahwa sampah organik sudah habis terdegradasi pada hari ke-12 dan seterusnya sampai hari-hari terakhir larutan menjadi bening. Jadi secara fisik sampah terurai sampai hari ke-12 yaitu sampah terdegradasi menjadi partikel/zat organik. Dan selanjutnya zat organik akan dioksidasi dengan O2 yang cukup banyak terlarut dalam air (proses aerob) menjadi asam organik, seterusnya akan terurai menjadi CO2 dan H2O.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN BIOREAKTOR ANAEROB-AEROB BERMEDIA KARBON AKTIF DENGAN VARIASI WAKTU TUNGGAL Astuti, Ariani Dwi; Wisaksono, Wahyudi; Nurwini, Anggreini Ratri
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.817 KB)

Abstract

Analysis of Applying the Environment Management System ISO 14001 2004 Tofu Industry’s wastewater treatment using bioreactor anaerobe–aerobe with detention time variation. Tofu Industry’s wastewater contains high organic compound, the wastewater should be treated to reduce the impact to the watercourse. For these small industries, the best alternative of wastewater treatment is one which has the following criteria: low cost operation and easy in operation. One of the simple wastewater treatment is biological treatment using attached growth system in anaerobe and aerobe condition. The combined-biofilter of anaerobic filter and aerobic filter used carbon active as medium result better effluent concentration compared the previous research. The combined-biofilter are operated with detention time variation of 24, 18, 12 hours, and the highest COD removal reach 93,53% in 24 hours detention time. COD concentration in effluent of the combined bioflter has not matched yet to Effluent Standard of Kep-51/MENLH/10/1995 but TSS concentration is below of this standard. Tofu industry’s wastewater has strong odor and the advantage using carbon active is the odor is reduced a lot. Kinetics of COD removal using Eckenfelder’s results n = 0,4712 dan K= 12,42 mg/L with R2 = 0,969   Abstract in Bahasa Indonesia: Analysis of Applying the Environment Management System ISO 14001 2004 Air limbah tahu mengandung bahan organik tinggi, yang bila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Pada umumnya industri tahu merupakan industri skala rumah tangga sehingga untuk pengolahan air limbahnya diperlukan pengolahan yang murah dan mudah dioperasikan. Suatu alternatif pengolahan limbah yang cukup sederhana adalah pengolahan secara biologis, yakni dengan bioreaktor lekat diam terendam bermedia, dimana mikroorganisme pengurai menempel pada media untuk berkontak langsung dengan air buangan secara anaerob maupun aerob. Pengolahan bioreaktor gabungan anaerob-aerob dengan media karbon aktif yang dilakukan menghasilkan hasil yang lebih baik dari penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan variasi waktu tinggal dan diperoleh hasil efisiensi COD sebesar 93,54 % dengan waktu tinggal 24 jam yang merupakan efisiensi tertinggi. Konsentrasi COD yang didapat belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan yaitu Kep-51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair di wilayah DKI Jakarta tetapi untuk konsentrasi TSS telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Limbah tahu merupakan limbah yang berbau, hasil akhir setelah pengolahan dilakukan dengan menggunakan media karbon aktif hasil akhirnya tidak terlalu berbau sehingga bisa dijadikan alternatif pengolahan limbah tahu. Kinetika penyisihan COD dengan menggunakan rumus Eckenfelder diperoleh nilai regresi sebesar 0,969 mendekati 1 dengan niali n = 0,4721 dan K sebesar 12,42 mg/l.
MODEL FOTOKIMIA UNTUK SIMULASI OZON PERMUKAAN puslit, Rukmi Hidayati; Budiyono, Afif; Nugraha, Sarwito Agung; Mulyono, Mulyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 3 (2008): JUNI 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.755 KB)

Abstract

Photochemical model for ozone surface simulation. Mathematical model is needed to study the highly reactive trace species as their data are sparse and difficult to measure such as as nitric oxide (NO), nitrogen dioxide (NO2), ozone (O3), and carbon oxide (CO). The main principles applied in the integration of the chemical part are based on a mass balance of species by considering that both chemical and physics processes are solvable with Euler number technique and the assumption of "quasi steady state approximation (QSSA). The model requires half-hourly average input data in (μg/m3) of NO, NO2, CO and also T (surface air temperature) in (0C), for the simulation of O3 concentration. Data were obtained from Surabaya and Bandung. Evaluation Model was conducted by comparing result of simulation with result of surface ozone measurement. The result obtained showed deviation around 16-38 %. To achieve good results, it was required to use accurate input data with high resolution, especially for NO and NO2 which have very high ozone forming potential.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Suatu model matematika diperlukan untuk mempelajari reativitas yang tinggi dari spesies gas telusur yang datanya jarang dan sulit diukur, seperti NO (nitrogen monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), O3 (ozon) dan CO (karbonmonoksida). Dasar utama yang digunakan dalam pengintegrasian bagian kimia didasarkan pada keseimbangan massa zat dengan mempertimbangkan proses kimia dan fisika yang dapat dipecahkan dengan teknik bilangan Euler, dengan asumsi ”quasi steady state approximation (QSSA)”. Model memerlukan input data rata–rata per setengah jam dalam (μg/m3) dari NO (nitrogen monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), dan CO (karbonmonoksida), serta T (temperatur udara permukaan) dalam (0C), untuk simulasi konsentrasi O3. Data diperoleh dari Surabaya dan Bandung. Evaluasi model dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengukuran O3 (ozon) permukaan in situ. Hasil yang diperoleh menunjukkan penyimpangan sekitar 16 - 38 %. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik adalah perlu menggunakan input data yang akurat dengan resolusi tinggi, terutama NO dan NO2 yang mempunyai potensi pembentukan ozon yang sangat tinggi
PENGARUH VARIASI WAKTU RETENSI HIDROLIS REAKTOR ANOKSIK TERHADAP BIODEGRADASI ZAT WARNA AZO REAKTIF MENGGUNAKAN BIOREAKTOR MEMBRAN AEROB-ANOKSIK Komala, Puti Sri; Ananthi, Naraina; Effendi, Agus Jatnika; Wenten, IG.; Wisjnuprapto, Wisjnuprapto
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 4 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.042 KB)

Abstract

Influence of hydraulic retention time variation of anoxic reactor on reactive azo dye biodegradation using aerob-anoxic membrane bioreactor. Azo dyes, represent the largest class of synthetic dyes used in commercial applications. The release of these compounds into the environment is undesirable, not only because of their colour, but also because many azo dyes and their breakdown products are toxic and/or mutagenic to life. This research used consecutive aerob-anoxic membrane bioreactor for azo dye biodegradation. The bioreactor consists of contact and stabilization reactors operated in aerobic condition and anoxic compartment coupled to external ultrafiltration membrane. Feed consists of Remazol Black-5 in concentration of 150 mg/L and co-substrate of tempe industry wastewater. Experiments were carried out with hydraulic retention time (HRT) in 2, 4 and (½, 1 and 1½) hours in contact, stabilization and anoxic compartments respectively. From co-substrate optimization experiments, 8%v/v tempe industry wastewater resulted maximum TOC removal and optimal biomass growth. The stable color reduction in bioreactor occurred in anoxic compartment with HRT 1½ hrs. Color reduction through membrane resulted relative constant color concentrations. The significant TOC removal took place both in anoxic, contact and stabilization reactors. The experiments resulted color- and TOC removal efficiencies in range of 74-81% and 85-93% respectively.   Abstract in Bahasa Indonesia:  Zat warna azo merupakan grup zat warna sintetis organik yang paling banyak digunakan dalam aplikasi komersial. Masuknya komponen ini ke dalam lingkungan tidak diinginkan, tidak hanya karena warna yang ditimbulkan tetapi juga karena beberapa zat warna azo dan produk penguraiannya bersifat toksik dan mutagenik bagi kehidupan. Dalam penelitian ini digunakan bioreaktor membran konsekutif aerob anoksik untuk biodegradasi zat warna azo. Bioreaktor terdiri dari reaktor kontak dan stabilisasi yang beroperasi pada kondisi aerob dan reaktor anoksik yang dihubungkan dengan membran ultrafiltrasi secara eksternal. Umpan terdiri dari zat warna azo Remazol Black-5 pada konsentrasi 150 mg/L dan ko-substrat limbah industri tempe sebagai sumber organik. Percobaan dilakukan dengan HRT tangki kontak dan stabilisasi pada 2 dan 4 jam, dan (½,1 dan 1½) jam untuk anoksik. Dari percobaan optimasi ko-substrat diperoleh perbandingan volume limbah industri tempe terhadap umpan 8% memberikan penyisihan TOC maksimum dan pertumbuhan biomassa yang optimum. Penyisihan warna yang stabil terjadi pada percobaan dengan HRT tangki anoksik 1½ jam. Penyisihan warna melalui membran menghasilkan konsentrasi warna yang relatif konstan. Penyisihan TOC terjadi baik di tangki anoksik, kontak maupun stabilisasi. Percobaan ini menghasilkan efisiensi penyisihan warna yang berkisar antara 77-81% dan efisiensi TOC 89-93%.
PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA Wardani, Rachmawati S.; Iswanto, Bambang; Winarni, Winarni
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 2 (2009): DESEMBER 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.52 KB)

Abstract

Influence of pH in the Coagulation Process Using Aluminum Sulphate and Ferric Chloride. Coagulation occurs by interaction of coagulant with the contaminant such as colloidal particles. Coagulation process influences by several factors i.e. pH, dosages, and turbidity. This research studies the influence of pH and dosages in the coagulation and flocculation process using aluminum sulphate (Al2(SO4)3..14,3H2O ) and ferric chloride (FeCl3.6H2O). Artificial suspensions using kaolin represents high turbidity suspension (124 NTU) and medium turbidity suspensions (51 NTU) are prepared in this research. Result suggests pH and dosages has significant impact for aluminum sulphate, whereas ferric chloride provides a wider range of pH than aluminum sulphate.

Page 3 of 3 | Total Record : 30