cover
Contact Name
Semual Rudy Angkouw
Contact Email
jurnalkhamisyim@gmail.com
Phone
+62895395000168
Journal Mail Official
jurnalkhamisyim@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang Jl. Mundu No. 24-26 Bareng Kec. Klojen, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 30324068     DOI : 10.71415
KHAMISYI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani merupakan wadah bagi setiap penulis, peneliti baik para dosen maupun mahasiswa, yang ingin mempublikasikan naskah penelitian dalam bentuk penelitian literature maupun penelitian lapangan. Adapun Fokus dan Scope ruang lingkup KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Meliputi: 1. Teologi Kristen 2. Pendidikan Agama Kristen baik di Gereja maupun di Sekolah 3. Missiologi 4. Kepemimpinan Kristen 4. Etika Kristen 5. Pastoral
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2024): April" : 7 Documents clear
Minyak Urapan dalam Perspektif Alkitab dan Relevansinya pada Masa Kini Ayub Sugiharto
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The polemic of using anointing oil is still an interesting topic of conversation today. There has been much discussion and argumentation about the use of a certain "anointing oil" by a group or part of God's church.  Some of them use the Bible as the basis for the use of this anointing oil, and partly because they just go along without having a clear basis. This research article aims to answer various confusions experienced by Christians regarding the widespread practice of using what is known as anointing oil. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out using the library approach. Judging from the discussion regarding the meaning, manufacture, use and validity period of anointing oil, the research results show that the perspective of the Bible, both the Old and New Testaments, is different from what is understood by some Christians and churches who use it today. As a conclusion of this research, there is no relevance between the use of anointing oil in the Old Testament and the anointing of oil carried out by New Testament Christians and the church today. AbstrakPolemik penggunaan minyak urapan masih menjadi perbincangan menarik sampai saat ini.  Ada begitu banyak diskusi dan argumentasi tentang penggunaan “minyak urapan tertentu” yang dipakai oleh sekelompok atau sebagian gereja Tuhan.  Mereka memakai Alkitab sebagai dasar penggunaan minyak urapan tersebut, dan sebagian lagi hanya karena ikut-ikutan saja tanpa memiliki dasar yang jelas.  Artikel penelitian ini bertujuan untuk menjawab berbagai kebingungan yang dialami orang Kristen terkait dengan maraknya praktik penggunaan apa yang disebut sebagai minyak urapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Pustaka.  Dilihat dari pembahasan tentang pengertian, pembuatan, penggunaan, dan masa berlakunya minyak urapan, hasil penelitian menunjukkan  bahwa perspektif Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berbeda dengan apa yang dipahami oleh sebagian orang Kristen dan gereja yang menggunakannya pada masa kini. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, tidak ada relevansi  antara penggunaan minyak urapan  dalam Perjanjian Lama dengan pengurapan minyak yang dilakukan oleh orang Kristen Perjanjian Baru maupun gereja pada masa kini.  Kata Kunci: arti, penggunaan minyak urapan, relevansi         
Pandangan Kristologi Mengenai Ketuhanan Dan Kemanusiaan Yesus dalam Kaitan Pendidikan Agama Kristen Tri Supratman Waruwu; Anwar Three Millenium Waruwu; Ruth Judica Siahaan; Junius Michael Najoan; Herman Pakiding
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the christological perspectives on the nature of Jesus as either divine or human and its implementation in Christian education. In the context of Christianity, understanding both aspects is essential for the belief and practice of Christian life. Through qualitative methods, this research gathers data from various sources and finds that understanding the humanity of Jesus, integrating His divinity, and the role of Christian religious teachers in teaching christology are the main focus. The research highlights the implications of christological perspectives on Christian beliefs, emphasizing religious moderation, tolerance, and collaboration among religious communities in a diverse society. Contemporary challenges reinforce the need for deep reflection on Christian beliefs, where Christian religious teachers play a crucial role in guiding students. Integrating the teaching of christology into the Christian education curriculum provides a foundation for shaping the character and morality of future generations through creative and interactive approaches. In essence, understanding the christology of Jesus is not only about faith but also about implementing Christian values in everyday actions. It is important to understand christological perspectives on Jesus and integrate them into Christian education to shape a generation capable of positively applying Christ's teachings in society. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi pandangan kristologi mengenai sifat Yesus sebagai Tuhan atau manusia dan implementasinya dalam pendidikan Kristen. Dalam konteks kekristenan, pemahaman tentang kedua aspek ini menjadi esensial bagi keyakinan dan praktik kehidupan Kristen. Melalui metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber dan menemukan bahwa pemahaman tentang kemanusiaan Yesus, integrasi kedivinitasan-Nya, dan peran guru agama Kristen dalam mengajarkan kristologi menjadi fokus utama. Hasil penelitian menyoroti implikasi pandangan kristologi terhadap keyakinan Kristen, menekankan moderasi beragama, toleransi, dan kolaborasi antar umat beragama dalam masyarakat majemuk. Tantangan kontemporer memperkuat perlunya refleksi mendalam terhadap keyakinan Kristen, di mana guru agama Kristen memegang peran penting dalam membimbing siswa. Integrasi pengajaran kristologi dalam kurikulum pendidikan Kristen menjadi landasan untuk membentuk karakter dan moralitas generasi penerus, melalui pendekatan kreatif dan interaktif. Artinya, pemahaman kristologi Yesus bukan hanya tentang kepercayaan, tetapi juga tentang implementasi nilai-nilai Kristiani dalam tindakan sehari-hari. Pentingnya memahami pandangan kristologi tentang Yesus dan mengintegrasikannya dalam pendidikan Kristen untuk membentuk generasi yang mampu menerapkan ajaran Kristus secara positif dalam kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: Kristologi, Kemanusiaan Yesus; Pendidikan Agama Kristen
Philosophia Ancilla Theologiae: Memahami Koeksistensi Filsafat dan Teologi dalam Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Agrindo Zandro
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, Christians understand theology as the science that speaks about God and His relationship with man insofar as He is revealed, already existing from the beginning or coming down from heaven as a finished product. This understanding is very wrong. For this reason, this article aims to provide a description of the coexistence between theology and philosophy from the medieval era (Medioevo) which actually gave birth to a stable and solid form of theology. This description is the focus of the purpose of this article. The research method used in the process of writing this article is a qualitative method by applying a literature study. The research of this article found that philosophy has an important role in the process of forming a solid and time-resistant theology so that the adage emerged; philosophia ancilla teologiae and until this modern era, the coexistence of the two cannot be separated because they have permeated each other. AbstrakSecara umum, jemaat Kristen memahami bahwa teologi sebagai ilmu yang berbicara tentang Tuhan dan relasi-Nya dengan manusia sejauh Ia diwahyukan, sudah ada sejak semula atau diturunkan dari langit sebagai barang jadi. Pemahaman seperti ini sungguh sangat keliru. Untuk itu, artikel ini hendak memberikan suatu uraian tentang koeksistensi antara teologi dan filsafat dari zaman abad pertengahan (Medioevo) yang sejatinya melahirkan suatu bentuk ilmu teologi yang mantap dan kokoh. Uraian tersebut merupakan fokus yang menjadi tujuan dari artikel ini. Metode penelitian yang digunakan dalam proses penulisan artikel ini adalah metode kualitatif dengan menerapkan studi kepustakaan. Penelitian artikel ini menemukan bahwa filsafat memiliki peran penting dalam proses pembentukan teologi yang kokoh dan tahan zaman sehingga muncullah adagium; philosophia ancilla teologiae serta hingga era modern ini, koeksistensi keduanya tak dapat dipisahkan karena sudah saling meresapiKata-kata Kunci: Filsafat, Jemaat, Iman Kristiani, Medieval, Teologi.
Analisis Teologis: "Total Depravity" dalam Konteks Teologi Kovenan dan Refleksinya terhadap Kehidupan Manusia Daniel Pesah Purwonugroho; Yohanes Telaumbanua
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Depravity is the condition of human sinfulness resulting from the failure of Adam and Eve to respond to God's covenant of work in the Garden of Eden. Sin renders human consciousness incapable of choosing to accept salvation from God. The state of total depravity renders humans entirely unable to respond to the covenant between humanity and God. Covenant Theology begins with God taking the initiative to establish a covenant of work with Adam. Adam's failure results in death entering the lives of humanity. Jesus, the eternal Son of God, enters into a covenant with God the Father. Jesus and His faithfulness become the determining factor in the covenant between God and humanity. Through a descriptive qualitative approach, the author expounds on the condition of total depravity and how Jesus serves as the focal point of a superior covenant, along with its reflection in human life. Abstrak Total depravity adalah kondisi keberdosaan manusia akibat dari kegagalan Adam dan Hawa merespon perjanjian kerja Allah di taman Eden. Dosa membuat kesadaran manusia tidak mungkin membuat manusia dapat memilih untuk menerima anugerah keselamatan dari Allah. Dalam keadaan rusak total, mustahil bagi manusia untuk mengadakan perjanjian antara manusia dan Tuhan. Teologi perjanjian dimulai dengan Allah mengambil inisiatif untuk membuat kontrak yang sah dengan Adam. Adam gagal, kegagalan Adam membawa kematian pada kehidupan manusia. Yesus adalah Allah Anak yang berasal dari kekekalan yang mengikat perjanjian dengan Allah Bapa. Yesus dan kesetiaanNya menjadi penentu perjanjian antara Allah dengan manusia. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis menguraikan tentang kondisi total depravity dan bagaimana Yesus menjadi titik tumpu perjanjian yang lebih baik serta refleksinya dalam kehidupan manusia. Kata Kunci : Total Depravity, Kovenan, Refleksi, Yesus
Pendampingan Pastoral Dalam Melayani Pemulihan Orang dalam Gangguan Jiwa Tanpa Obat Berbahan Kimia Yohanes Twintarto Agus Indratno; Herman Sjahthi Ekoprodjo
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article focuses on explaining how pastoral care should be carried out in services to people with mental disorders (ODGJ) without involving chemical drugs. This topic is explained because it is factual that ODGJ are all around us, even in the church environment. Church involvement is a necessity because the church is a religious institution that is expected to be active in social issues around it. By taking an observational and literary approach, this article is designed to help promote pastoral care. The findings from researching this article reveal that pastoral care, which can be provided through church-based spiritual counseling services, is an important pillar. Then intensive assistance becomes an important part of ODGJ. By implementing this, it will have an impact on significant changes both in the physiological aspects of ODGJ and in their spiritual aspects. Keywords: Church, Pastoral Care, People with Mental Disorders ABSTRAKTulisan ini berfokus menguraikan bagaimana semestinya pendampingan pastoral yang dilakukan dalam pelayanan kepada orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) tanpa melibatkan obat-obatan berbahan kimia. Topik ini diuraikan karena secara faktual bahwa ODGJ ada dikitar kita bahkan dalam lingkungan gereja sekalipun. Keterliban gereja merupakan keharusan, karena gereja merupakan lembaga keagamaan yang diharapkan aktif dalam masalah-masalah sosial di sekitarnya. Dengan melakukan pendekatan observasi dan literatur, artikel ini dirancang bertujuan untuk menolong agar pendampingan pastoral makin menggeliat digalakkan. Hasil temuan dari penelusuran artikel ini mengungkapkan pendampingan pastoral yang dapat dilakukan melalui pelayanan berbasis gereja konseling rohani menjadi pilar penting. Kemudian adanya pendampingan yang intensif menjadi bagian penting kepada ODGJ. Dengan menerapkan itu, akan berdampak pada perubahan secra signifikan baik dalam aspek fisiologis ODGJ maupun dalam aspek spiritualnya. Kata Kunci: Gereja, Pendampingan Pastoral, Orang Dalam Gangguan Jiwa
Penerapan Manajemen Kelas pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kurikulum Merdeka Betieli Gulo
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The classroom is the center for all aspects of learning to meet and process. The classroom is a place that allows students to freely learn with efforts made by the teacher which is known as classroom management. However, it is found that many teachers are unable to differentiate between classroom management and teaching activities. Teachers only know how to teach but have weaknesses in managing the class. Teachers should be able to manage the class by looking at elements in teaching such as student background, curriculum used, methods, media and teaching materials. The learning curriculum merdeka is being hotly discussed and recommended by the government to be applied to learning, including in the field of study of Christian Religious Education. Implementing the learning curriculum merdeka in Christian religious education is both a challenge and a necessity through good classroom management skills. This research uses a qualitative method, where the findings are analyzed and then described in sentences. The research results found that teachers who understand classroom management will find it easier to implement an curriculum merdeka, students will have more freedom to learn because learning is in accordance with their comfortable position, and the teacher's expertise in managing the classroom will make it easier to achieve learning goals and increase students' interest in learning Christian Religious Education . ABSTRAKKelas merupakan pusat segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses. Kelas merupakan tempat yang memungkinkan siswa bebas belajar dengan upaya yang dilakukan oleh guru yang disebut sebagai manajemen kelas. Tetapi, banyak ditemukan guru tidak mampu membedakan antara manajemen kelas dengan kegiatan mengajar. Guru hanya mengetahui bagaimana mengajar tetapi memiliki kelemahan mengelola kelas. Guru harusnya mampu mengelola kelas dengan melihat elemen dalam mengajar seperti  latarbelakang siswa, kurikulum yang digunakan, metode, media, dan bahan ajar. Kurikulum merdeka belajar sedang hangat diperbincangkan dan dianjurkan oleh pemerintah untuk diterapkan pada pembelajaran, termasuk pada bidang studi Pendidikan Agama Kristen. Penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pendidikan agama Kristen merupakan sebuah tantangan sekaligus keharusan melalui kemampuan mengelola kelas yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana hasil temuan dianalisa  lalu dideskripsikan dalam kalimat. Hasil penelitian ditemukan bahwa guru yang memahami manajemen kelas akan lebih mudah menerapkan kurikulum merdeka, siswa lebih leluasa untuk belajar karena pembelajaran sesuai dengan posisi kenyamanan mereka. Kepiawaian guru dalam mengelola kelas akan memberi kemudahan pada pencapaian tujuan pembelajaran serta meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Kata Kunci : Manajemen; Kelas; Pembelajaran PAK; Kurikulum Merdeka Belajar
Tantangan Gereja Dalam Menghadapi Tatanan Dunia Baru Di Era Disrupsi Rikardus Marong; Rahmat Kristiono; Kristiani Kristiani
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The strategy for controlling all governments is to control the world's finances. Through historical events and current circumstances, preparation is made to achieve world government by holding the power that controls that power. The world will undergo changes with the existence of a new world order; therefore, the church is the main shield to face the new world order for society and the congregation of God. This is the focus of this scientific work, namely that the church is a shield to face the new world order. But not only the world, but also the church will undergo changes if the New World Order occurs. Therefore, to anticipate this, the church needs to deal with it first, especially in stemming so that the church is not affected when the new world order occurs.  AbstrakStrategi dalam mengendalikan semua pemerintah adalah pengendalian keuangan dunia. Melalui peristiwa sejarah serta keadaan pada saat ini membuat suatu persiapan untuk mencapai pemerintahan dunia dengan memegang kekuatan yang mengendalikan  kekuasaan itu. Dunia akan mengalami perubahan dengan adanya tatanan dunia baru, oleh sebab itu gereja menjadi perisai utama untuk mengahadapi tatanan dunia baru bagi masyarakat maupun jemaat Allah hal inilah yang menjadi fokus pembahasan karya ilmiah ini yaitu gereja menjadi perisai untuk menghadapi tatanan dunia baru. Namun tidak hanya dunia, tetapi gereja pun akan mengalami perubahan jika Tatanan Dunia Baru itu terjadi. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi hal tersebut, gereja perlu menanganinya terlebih dahulu, terutama dalam membendung agar gereja tidak terpengaruh ketika tatanan dunia baru itu terjadi.Kata kunci: Gereja, Tatanan Dunia Baru, Era Teknologi

Page 1 of 1 | Total Record : 7