cover
Contact Name
Fitri Anjarwati
Contact Email
fitrianjarwati@fkip.unmul.ac.id
Phone
+6285654239322
Journal Mail Official
ecj@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Harmonika Kampus FKIP Pahlawan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ECJ: Early Childhood Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27232395     DOI : https://doi.org/10.30872/ecj
Early Childhood Journal (ECJ): The Early Childhood and Parenting Studies Journal (e-ISSN 2723-2395/ecj) publishes research articles, conceptual articles, reports field studies, the best practices and policies of early childhood learning in national and international stage . The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), 20 articles per year, and published by the Bachelor Degree Program of Teacher Early Childhood Education, Teacher Training and Education Faculty, Mulawarman University, Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Studi Kasus Gangguan Mutisme Selektif (Selective Mutism) pada Anak Kelompok A di Children Center Brawijaya Smart School UB Fajarwatiningtyas, Alfiana
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4816

Abstract

Mutisme selektif mempunyai gejala yang berbeda dari sekedar sifat pemalu. Anak mutisme selektif memiliki kemampuan berbicara dan mendengar dengan baik. Hasil studi pendahuluan terhadap seorang anak TK A di CC BSS UB ditemukan bahwa anak sering tidak menjawab pertanyaan dari guru dan lebih banyak diam ketika di sekolah. Orang tua mengatakan bahwa anak sangat aktif berbicara ketika di rumah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif studi kasus. Hasil penelitian diperoleh bahwa anak berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Salah satu faktor penyebabnya yaitu malu dan kurang percaya diri. Kendala yang dialami guru dalam mengatasinya yaitu sulit mendorong agar mau berbicara. Cara penanganan yang dilakukan yaitu menjadikan anak sebagai pemimpin.
Begasing: Permainan Tradisional yang Mendorong Kreativitas dan Kerjasama Anak Usia Dini Alifia Nur Elga Saputri
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4822

Abstract

Permainan tradisional Begasing, yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Artikel ini mengkaji peran begasing dalam mendorong kreativitas dan kerjasama di kalangan anak-anak. Begasing tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus, keterampilan sosial, dan kemampuan berfikir kreatif anak. Selain itu, permainan ini juga memperkuat hubungan antara teman sebaya dan menciptakan rasa saling menghargai. Dengan demikian, begasing dapat dijadikan sebagai alternatif dalam Pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan karakter dan sosial anak. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua mengenai pentingnya melestarikan permainan tradisional khas Kalimantan timur sebagai bagian dari pembelajaran anak.
Manfaat Permainan Tradisional Egrang dalam Melatih Keseimbangan Tubuh Anak Ivarianti, Krisna
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4828

Abstract

Permainan tradisional pada anak usia dini merupakan suatu bentuk implementasi budaya-budaya luhur bangsa dalam diri peserta didik untuk menambah pengetahuan budaya sejak dini dan meminimalisir penggunaan permainan moderen dan game online. Permainan tradisional memiliki peran penting dalam perkembangan anak khususnya dalam aspek motorik dan keseimbangan. Di era modern yang yang didominasi oleh permainan berbasis teknologi, permainan tradisional seperti egrang mulai terlupakan. Permainan egrang memberikan manfaat yang signifikan bagi anak, terutama dalam mengembangkan keterampilan keseimbangan, kemandirian, dan kepercayaan diri. Dengan bermain egrang dapat melatih koordinasi motorik, kekuatan otot, serta kesadaran tubuh anak. Selain itu, egrang juga mengasah kemampuan fokus, konsentrasi, dan keberanian anak untuk menghadapi resiko secara mandiri. Kajian ini mengulas manfaat permainan egrang berdasarkan studi literatur, serta pengalaman langsung oleh peneliti dalam bermain egrang yang menunjukkan bahwa permainan egrang dapat mendukung dan melatih keseimbangan serta keberanian pada anak, dan mendukung perkembangan motorik kasar. Penelitian ini juga bertujuan mengesplorasi potensi permainan egrang sebagai sarana yang efektif dalam mengembangkan keseimbangan dan keterampilan fisik anak.
Meningkatkan Aspek Perkembangan Motorik dan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Tradisional Bakiak Ariyanti, Wulan
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas permainan tradisional bakiak dalam meningkatkan perkembangan motorik dan sosial emosional anak usia 5–6 tahun melalui studi literatur. Permainan bakiak yang melibatkan aktivitas fisik dan kerja sama tim diyakini mampu merangsang perkembangan motorik kasar serta keterampilan sosial anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa permainan bakiak secara signifikan dapat meningkatkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kekuatan otot anak, yang merupakan indikator perkembangan motorik kasar. Selain itu, permainan ini juga mendorong perkembangan sosial emosional anak, seperti kemampuan bekerjasama, berkomunikasi, mengelola emosi, serta menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Permainan bakiak terbukti mampu menumbuhkan sikap toleransi, solidaritas, dan kepemimpinan dalam lingkungan sosial yang positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan tradisional, seperti bakiak, sangat relevan digunakan sebagai sarana edukatif dalam program pembelajaran anak usia dini, terutama dalam mengoptimalkan perkembangan motorik dan sosial emosional di tengah dominasi permainan digital.
Permainan Tradisional Be Gasing sebagai Sarana Pengembangan Nilai Karakter Anak Usia Dini di Kalimantan Timur Khairunnisa Nazwa Kamilla
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4830

Abstract

Permainan tradisional merupakan jenis permainan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang. Permainan tradisional mengandung unsur dan nilai-nilai yang memiliki manfaat besar bagi para pemainnya. Gasing adalah suatu permainan yang berputar pada suatu sumbu dan menjaga keseimbangan pada suatu titik tertentu. Kebudayaan di Kalimantan Timur tidak hanya akan memperluas pengetahuan kita tentang keanekaragaman budaya, tetapi juga membantu dalam melestarikan adat istiadat dan praktik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama pada anak usia dini. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan metode Studi Literatur Review, penelitian ini menekankan sumber pada penggunaan  ide - ide  tertulis  pada  analisis  dan  interpretasi. Penanaman karakter berbasis budaya lokal merupakan metode yang optimal untuk mengembangkan sumber daya manusia sekaligus membangun peradaban bangsa yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh adanya keberagaman budaya yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur perilaku dan komunikasi masyarakat ketika berinteraksi dengan individu, kelompok, atau lingkungan alam sekitar. Dengan melibatkan anak-anak dalam permainan tradisional seperti Be Gasing, masyarakat berupaya untuk melestarikan budaya lokal dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai warisan budaya mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 5