cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PENINGKATAN MUTU PENANGANAN LIMBAH RUMAH SAKIT (SNI 3242:2008) DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI KARBONISASI Amos Lukas; Suharto Ngudiwaluyo; Ishenny Mohd Noor; Himawan Adinegoro
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i2.710

Abstract

AbstrakPengolahan limbah yang tercantum di dalam  Standar Nasional Indonesia SNI 3242:2008. meliputi kegiatan pemisahan, daur ulang dan  composting. Kondisi ini masih meninggalkan sampah B3 ke rumah sakit atau ke tempat penampungan akhir (TPA).  Penyelesaian masalah limbah non-B3 dan B3 harus dengan teknologi yang ramah lingkungan.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan  solusi atas penanganan limbah dari sampah domestik non-B3 maupun B3 di rumah sakit yang saat ini mengacu pada SNI 3242:2008. Penelitian ini dilakukan di Rumah sakit Umum Kota Langsa Propinsi Aceh. Metode penelitian mencakup kajian teknologi pengolahan limbah yang dapat mengatasi limbah non-B3 dan B3, analisis biokatalis dalam menurunkan energi aktivasi den kajian teknologi karbonasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi karbonisasi mampu merubah sampah non-B3 dan B3 menjadi produk yang bernilai ekonomi serta bermanfaat untuk memperbaiki lingkungan. Teknologi karbonasi tidak menghasilkan polusi dari prosesnya sehingga layak digunakan di rumah sakit karena sesuai dengan SNI yang terkait dengan persyaratan emisi gas buang (SNI 19-7117.2-2005). Manfaat lain yang diperoleh dengan menerapkan teknologi karbonisasi adalah biokarbon, asap cair, pupuk cair, syngas dan steam (pasteurisasi di rumah sakit).  Kata Kunci: Standar, mutu, SNI 3242:2008, limbah, non-B3, B3, rumah sakit, teknologi karbonisasi,
EVALUASI INSTALASI POMPA AIR TENAGA SURYA DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR IEC 62253-2011 Danar Agus Susanto; Utari Ayuningtyas; Hermawan Febriansyah; Meilinda Ayundyahrini
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i2.687

Abstract

Water pumps using solar power have been widely applied in Indonesia, especially in remote areas with limited power and the difficulty of fuel oil. Installation of PATS for remote areas is very beneficial, both socially, economically and environmentally. However, PATS installed can not maximize its efficiency even can experience problems and system failures when installed, used and maintained not in accordance with the procedure. The International Electrotechnical Commission (IEC) has established the IEC 62253-2011 standard on Photovoltaic pumping systems - Design qualification and performance measurements. This standard can be used as guidance and procedure in PATS installation system, so the problems in PATS can be minimized. The purpose of this research is to mapping the problem of installation of PATS by using parameters in standard IEC 62253-2011. This research uses gap analysis method to find the gap between PATS installation in Indonesia with standard parameter of IEC 62253-2011. The result of research through gap analysis indicate that 51% aspect in IEC 62253-2011 is not fulfilled by user which enable decrease efficiency even PATS system failure, although actually all parameters in the IEC 62253-2011 standard may be possible. The biggest aspect that is not met is related to the availability of operating and maintenance handbook for the pump maintenance staff at the PV pumping site and maintenance handbook covering operation, repair and servicing. This makes it possible for operator ignorance to install, operate and maintain the system, so that human error becomes the most dominant factor in PATS system application. The PV generator becomes the product aspect that most not complies with standard with percentage of 71%, although there are 22 SNI about PV covering module, installation, testing and construction.
PENGARUH RENDAHNYA DOSIS KOAGULAN (FORMULASI ASAP CAIR) TERHADAP MUTU DAN HARGA YANG DITERIMA PETANI Mili Purbaya; Afrizal Vachlepi
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i2.711

Abstract

Untuk menekan biaya pengolahan bahan olah karet (bokar), petani cenderung menggunakan koagulan dengan dosis yang sangat rendah. Padahal penggunaan dosis yang tidak tepat diduga akan mempengaruhi kualitas produk karet. Apalagi dengan diterbitkannya SNI 1903:2017 tentang persyaratan mutu spesifikasi teknis karet, produk karet harus dapat memenuhi persyaratan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan koagulan dengan dosis yang sangat rendah dalam pembuatan bokar terhadap mutu teknis produk karet dan harga yang diterima petani. Koagulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulasi koagulan asap cair dan PAS. Parameter pengamatan terdiri dari kondisi penggumpalan,  kadar karet kering (KKK), kadar kotoran, kadar abu, kadar zat menguap, plastisitas (Po and PRI) dan viskositas Mooney. Parameter-parameter ini kemudian dianalisa secara statistic dengan menggunakan uji beda t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan koagulan dengan dosis yang sangat rendah tidak berbeda secara signifikan dari dosis anjuran untuk sebagian besar parameter pengujian, kecuali untuk KKK dan viskositas Mooney. Tetapi, diperlukan waktu yang lebih lama untuk menggumpalkan lateks dan KKK yang diperoleh juga lebih rendah dibandingkan dengan dosis anjuran. Sehingga harga yang diterima oleh petani juga akan lebih rendah. Untuk memperoleh harga yang lebih baik petani tetap dianjurkan untuk menggunakan dosis rekomendasi untuk menghasilkan karet bermutu tinggi bahkan untuk produksi SIR 10.
KANDUNGAN AFLATOKSIN PADA LADA INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN STANDAR INTERNASIONAL CODEX Reza Lukiawan; Suminto Suminto
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i2.689

Abstract

Lada merupakan salah satu rempah-rempah yang dihasilkan dari sektor perkebunan. Komoditas lada Indonesia juga diekspor ke negara lain. Adanya kandungan aflatoksin dalam rempah-rempah saat ini menjadi isu hangat dalam sidang Codex. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aflatoksin pada lada dalam rangka mendukung pengembangan standar Codex. Sampel lada yang diambil yaitu biji lada yang berasal dari petani, pengepul dan eksportir. Lokus pengambilan sampel dari Lampung, Bangka dan Kutai. Jumlah total sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 sampel lada. Pengujian terhadap sampel lada yang telah diambil dilakukan di laboratorium yang telah bekerjasama yaitu Balai Pengujian Mutu Barang-Kementerian Perdagangan. Dalam analisis data kandungan aflatoksin pada lada, metode pengujian yang digunakan adalah metode AOAC Official Method 991.31.2005 dengan LOQ berturut-turut 1,07 ppb (Aflatoksin B1); 0,39 ppb (Aflatoksin B2); 1,35 ppb (Aflatoksin G1), dan 0,48 ppb (Aflatoksin G2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel lada nilai kandungan aflatoxin B1 < LOQ, sedangkan kandungan total aflatoxin juga < LOQ. Nilai kandungan tersebut masih dikategorikan aman untuk dikonsumsi karena dibawah ambang batas yang ditetapkan BPOM dan regulasi Uni Eropa.
DUKUNGAN STANDARDISASI PADA BUDIDAYA TIRAM MUTIARA Ellia Kristiningrum; Bendjamin Benny Louhenapessy
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i2.712

Abstract

Perkembangan usaha budidaya mutiara telah mengarah pada kegiatan industri yang terintegrasi. Terdapat 4 proses utama dalam budidaya tiram mutiara yaitu proses pembenihan, pendederan dan pembesaran tiram mutiara, serta proses operasi (penyisipan nucleus). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tahapan budidaya tiram mutiara dan melakukan analisa perlu tidaknya pengembangan SNI untuk tahapan insersi nukleus ke dalam tubuh tiram mutiara. Metode analisa deskriptif berdasarkan data dari 3 pengusaha tiram mutiara yang berada di wilayah Bali, Labuan Bajo dan Manado digunakan untuk mengungkapkan budidaya tiram mutiara serta menganalisa kebutuhan pengembangan standarnya. Penelitian ini menemukan 4 SNI pendukung budidaya tiram mutiara yaitu SNI pendederan tiram mutiara, SNI tiram mutiara induk, SNI tiram mutiara spat dan SNI mutiara. Hasil analisa menunjukkan bahwa pengembangan standar untuk proses operasi atau teknik insersi tidak perlu dilakukan, hal ini dikarenakan faktor kompetensi pelaku insersi dan faktor eksternal (lingkungan) lebih mendominasi terhadap keberhasilan pembentukan mutiara, sehingga kualitas mutiara yang dihasilkan belum tentu seragam meskipun dilakukan dengan teknik insersi yang sama. Penyusunan tatacara dan persyaratan proses insersi tiram mutiara dijadikan dapat pedoman untuk mendukung standardisasi kegiatan budidaya tiram mutiara.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue