cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023): Mei" : 8 Documents clear
Transformasi Budaya Sebagai Pendekatan Misi Kontekstual Berdasarkan Kisah Rasul 17:16-43 Benyamin Buli
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/ddkjd587

Abstract

Abstract:The Bible and culture have a meeting point, then go hand in hand continuously in the task of reaching lost humans, and both of them nurture humans in the Love of Christ until the second coming of Jesus, to bring His redeemed people into the kingdom of heaven and eternal life for forever. Paul in reaching out to the Athenians. He didn't immediately blame them, because the object of their worship was wrong. Precisely Paul saw from the other side, namely, their obedience and sincerity in worship. Now Paul begins to introduce the real object of their worship, which is the God of the universe and the God who created all things. God who deserves to be worshiped by all His creation. While the way of worship is not mentioned. Paul wanted them to worship God who made the heavens and the earth, without changing their way of worship. Because basically, they have worshiped in earnest, but not to the God they know, but to an unknown God according to one of the writings that Paul read. Even if on another occasion, there is a change in the way they worship God, the way they build the altar, let it happen naturally, in line with their knowledge of God.Keywords: Transformation, Culture, Approach, Mission, ContextualAbstrak: Injil dan kebudayaan mempunyai titik temu, lalu berjalan beriringan secara berkesinambungan dalam tugas menjangkau manusia yang hilang, dan sama-sama memelihara manusia dalam Kasih Kristus hingga kedatangan Yesus yang kedua kali, untuk membawa umat tebusan-Nya masuk ke dalam kerajaan surga dan hidup kekal untuk selama-lamanya. Paulus dalam menjangkau orang-orang Atena. Dia tidak langsung mempersalahkan mereka, karena objek penyembahan mereka yang salah itu. Justru Paulus melihat dari sisi lain yaitu, Ketaatan dan kesungguh-sungguhan mereka dalam penyembahan itu. Sekarang Paulus mulai memperkenalkan objek penyembahan mereka yang sesungguhnya, yaitu Allah semesta alam dan Allah yang menciptakan segala sesuatu. Allah yang patut disembah oleh segala ciptaan-Nya. Sedangkan cara penyembahannya tidak disinggung. Paulus mau, agar mereka menyembah Allah yang menjadikan langit dan bumi, tanpa mengubah cara penyembahan mereka. Sebab pada dasarnya, mereka sudah menyembah dengan sungguh-sungguh, tetapi bukan kepada Allah yang mereka kenal, tetapi kepada Allah yang tidak dikenal sesuai dengan salah satu tulisan yang Paulus bacakan. Kalaupun pada kesempatan lain, ada perubahan cara penyembahan mereka kepada Allah, cara mereka mendirikan Mezbah, biarlah hal itu terjadi secara alamiah, seiring dengan pengenalan mereka terhadap Allah.Kata kunci: Tranformasi, Budaya, Pendekatan, Misi, Kontekstual
Implementasi Kepemimpinan Kristen dalam Motivasi Kerja dan Keteladanan Terhadap Kinerja KaryawanPT Multi Guna Equipment di Jakarta Manullang, Edward
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/q9vfd764

Abstract

Abstract: The role of a leader in a company is very important. The leader is the brain or the main part that regulates the running of a company. There are many models in leadership and have been applied everywhere, one of the Christian leadership models that follows the leadership model of the Lord Jesus Christ. The purpose of this study is of course to find out the implementation of leadership at PT Multi Guna Equipment in Jakarta which has been operating well so far. This research is of course field research with a qualitative approach with the aim of understanding the leadership phenomena that occur in this company. Broadly speaking, this study uses two models of methods, namely interview and observation methods. Leadership in this company is certainly going well and can be applied in other companies, but the employees who work in this company have not worked optimally because there is still corruption with time, especially in observation and also the results of research, namely often coming to work late after resting hours.In this case the researcher provides input from the results of the research so that the leaders in this company have the heart of a servant, service and shepherd so that they remain patient in guiding employees in carrying out their work both having a responsible and trustworthy character. Trust is the main capital in terms of leadership. Apart from that, Christian leadership must be applicable to become a leader that employees can emulate. Leaders who fear God and have a hardworking spirit and strive to build a good team will certainly produce a good profile in the company. Thank you. God Bless.Keywords: Christian Leadership, Servant, Administrator, Shepherd.Abstrak: Peran Pemimpin dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Pemimpin merupakan otak atau bagian utama yang mengatur jalanya suatu perusahaan. Banyak model dalam kepemimpinan dan sudah ada diterapkan dimana-mana, salah satu model kepemimpinan Kristen yang mengikuti model kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus. Tujuan dari penelitian ini tentu untuk mengetahui implementasi kepemimpinan di PT Multi Guna Equipment di Jakarta yang selama ini beroperasi dengan baik. Peneltiian ini tentu penelitian lapangan dengan pendekatan Kualitatif dengan maksud untuk memahami penomena kepemimpinan yang terjadi di Perusahaan ini. Secara garis besar penelitian ini menggunakan dua model metode yaitu metode interview dan pengamatan atau observasi. Kepemimpinan diperusahaan ini tentu sudah berjalan dengan baik dan dapat diterapkan diperusahaan yang lain akan tetapi karyawan yang bekerja diperusahaan ini belum bekerja dengan maksimal karena masih ada korupsi dengan waktu khususnya dalam pengamatan dan juga hasil dari penelitian yaitu seringnya telat masuk kerja setelah selesai jam istrahat.Dalam hal ini peneliti memberikan masukan dari hasil penelitian supaya pemimpinan diperusahaan ini memiliki hati hamba, pelayanan dan gembala sehingga tetap sabar dalam membimbing karyawanan dalam melakukan pekerjaanya baik memiliki karakter yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya. kepercayaan menjadi modal utama dalam hal kepemimpinan. Selain dari pada itu, kepemimpinan Kristen harus dapat diaplikasikan untuk menjadi seorang pemimpin yang dapat diteladani oleh karyawan. Pemimpinan yang takut akan Tuhan dan memiliki jiwa pekerja keras dan berjuang untuk membangun tim dengan baik, tentu akan menghasilkan profil yang baik dalam perusahaan.Kata Kunci: Kepemimpinan Kristen, Pelayan, Pengurus, Gembala.
Bisnis Paulus Dadiana
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/zq9x4z31

Abstract

Abstract: Pastors, evangelists, and church instution needs money to support his ministry. Paul business tent to support his ministry. Pastors, evangelists, and church can also do business to support these ministry. But everything must be done in God and for the glory of God.Keywords: business, ministry, churchAbstrak: Pendeta, penginjil, dan lembaga gereja membutuhkan uang untuk menunjang pelayanannya. Paulus berbisnis tenda untuk membiayai pelayanannya. Pendeta, penginjil, dan gereja dapat juga berbisnis untuk membiayai pelayanannya. Semuanya harus dilakukan di dalam Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan.Kata kunci: bisnis, pelayanan, gereja
Pengaruh Penggunaan Sarana Belajar Terhadap Pelajaran PAK Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/20zhre79

Abstract

Abstract: The effect of the use of teaching aids in learning such as LCD projectors, reference books, computers, and so on can encourage students 'memory, train students' imagination, the atmosphere of students is more active in learning, arouse students 'optimism in learning, can affect students' attention in learning , mastery of the class can be controlled properly so that this varied learning model can influence the achievement of effective learning goals. The purpose of this paper is to find out what tools can be used to increase the value of students in the subject of Christian Religious Education and find out the influence of teaching aids on increasing the value of students on the subject of Christian Religion.Keywords: Use of facilities, learning, lesson Christian educationAbstrak: Pengaruh penggunaan sarana dalam belajar seperti, LCD Proyektor, buku referensi, computer, dan sebagainya dapat mendorong daya ingat siswa, melatih daya imajinasi siswa, suasana siswa lebih aktif dalam belajar, membangkitkan rasa optimis siswa dalam belajar, dapat mempengaruhi perhatian siswa dalam belajar, penguasaan kelas dapat dikendalikan dengan baik sehingga model belajar yang bervariasi ini dapat mempengaruhi tercapainya tujuan belajar yang efektif. Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui sarana apa saja yang dapat di gunakan untuk meningkatkan nilai siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan mengetahui pengaruh sarana apa saja yang dapat dipakai terhadap peningkatan nilai siswa pada mata pelajaran Agama Kristen.Kata kunci: Pengaruh, sarana belajar, pelajaran, Pendidikan Agama Kristen
Kepemimpinan Jhon Calvin Yang Transformatif Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/1qwqv122

Abstract

Abstract: Calvin is a Transformative leader who brings many changes. The liberator of the people from wrong ideas (heresy), in which he also refers to himself as the reformer, a reformed theological architect. if Luther was the soldier who launched the opening shot of the Reformation, Calvin was the main expert who consolidated the results of Protestant progress. He tried to reform not only the doctrine and organization of the church, as did Luther, but also the socio-political order in accordance with the word of God. Calvin proved that he was a "complete leader" with strong characters, more comprehensive knowledge, and more special, and social and technical skills that were very reliable in his leadership. Proof of his reliability as a leader and realized by training / developing, education is celebrated as a center of education, thus giving birth to a new generation / leader. The superiority of Calvin's leadership is proven by the presence of new leaders who emerge and lead excellence in continuing his leadership. Calvin proved to be a smart, creative and effective shepherd. This can be seen in Calvin building a healthy and neatly arranged organization. This greatly supports the continuity of the institution / organization it leads. Calvin applies the science of leadership, management and administration well. So as to produce effective service performance and bring success to the church he leads. Calvin proves that the implementation of tasks is effective by delegating leadership tasks to the right people and with a definite system. And can be monitored, also evaluated.Keywords: Transformative Leader, Complete leader, Strong Characters, Comprehensive KnowledgeAbstrak: Calvin adalah pemimpin yang Transformatif yang membawa banyak perubahan. Pembebas umat dari faham yang salah (ajaran sesat), di mana Ia pun merujuk kepada diri-Nya sebagai sang reformator, seorang arsitek theologia reformasi. apabila Luther adalah prajurit yang meluncurkan tembakan pembukaan Reformasi, maka Calvin adalah pakar utama yang mengonsolidasikan hasil-hasil kemajuan Protestan. Ia berusaha mereformasi bukan hanya doktrin dan organisasi gereja, seperti yang dilakukan oleh Luther, tetapi juga tatanan sosial-politik sesuai dengan firman Allah. Calvin membuktikan bahwa diri-Nya adalah "Pemimpin lengkap" dengan karakter yang tangguh, memiliki pengetahuan yang komprehensif, dan khas lebih, serta kecakapan sosial dan teknis yang sangat andal dalam kepemimpinan-Nya . Pembuktian keandalan-Nya sebagai pemimpin dan diwujudkan dengan melatih/mengembangkan, para pendidikan di jenewa sebagai pusat pendidikan, sehingga melahirkan generasi /pemimpin baru. Keunggulan kepemimpinan Calvin ini terbukti dengan adanya pemimpin baru yang muncul dan memimpin secara unggul dalam meneruskan kepemimpinan-NyaKata kunci: Pemimpin Transformatif, karakter, pengetahuan
Penginjilan Lintas Budaya Hinadaka, Jon Jusuf
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/tfm5pm22

Abstract

Abstract: strategy used for the approaching of a culture is not proffing that there is a standard pattern or method which used for evangelism. In the aplication of evangelism, every methods or pattens are always flexible. It depends on the tribe or culture which being the target of the evangelism itself. The objective of the church is to make all nations to be the disciple of Christ and to teach all disciples to obey the words of God (Mathew 28:19-20). The Gospel will be preached to the end of the world (Act 1:8). “So that at the name of Jesus every knee shall bow in heaven and on earth and under the earth, and every tongue confess: “Jesus Christ is Lord,” to the glory of God, the Father”. That is the aim of cross cultural evangelism.Keywords: Evangelism, Contextualization and Social ServiceAbstrak Sejarah penginjilan gereja untuk misi lintas budaya dalam pola-pola maupun strategi yang dipakai bagi pendekatan terhadap suatu budaya tertentu, tidak menunjukkan adanya suatu pola atau metode-metode baku yang dipakai secara khusus dalam penginjilan.Setiap metode atau pola selalu fleksibel dalam aplikasinya tergantung kepada suku atau budaya yang menjadi fokus atau tujuan misi itu sendiri. Tugas gereja adalah menjadikan semua bangsa menjadi murid Kristus dan mengajarkan murid Tuhan untuk dapat melakukan firman Tuhan. (Mat. 28:19-20). Injil Kristus diberitakan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8). “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” inilah tujuan dari penginjilan lintas budaya tersebut.Kata Kunci: Penginjilan, Kontekstualisasi dan Pelayanan Sosial
Pendidikan Karakter:Model Pembinaan Karakter Anak Oleh Guru-guru Sekolah Minggu Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/saxdth85

Abstract

Abstract: This journal article aims to analyze the pattern of character building for children carried out by Sunday school teachers in teaching children of this age to have a good personality from an early age and have good character and noble character in increasing faith in God. The importance of keeping this journal is due to problems in raising children in Sunday school related to bad children's characters such as; lack of politeness, not wanting to be regulated, stealing, uttering dirty words, in association with the community, this is a challenge for teachers in fostering children at school.The character development of children implemented by Sunday school teachers plays a very important role in educating children at an early age, because children at this age if nurtured properly and regularly can have very good impact changes such as; have good morals, be polite, love one another and fear God according to the word of God, II Timothy 3:16 "All writings that are inspired by God are useful for teaching, for stating mistakes, for correcting behavior and for educating people in the truth."Keywords: Education, Character, Sunday School, ChildAbstrak Tulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis pola pembinaan karakter anak yang dilakukan oleh guru-guru sekolah minggu dalam mengajar kepada anak usia ini mempunyai kepribadian yang baik sejak dini dan berkulitas serta berakhlak mulia dalam meningkatkan iman kepada Tuhan. Pentingnya membuat jurnal ini, disebabkan karena permasalahan dalam pembiaan anak di sekolah minggu yang berhubungan dengan karakter anak yang tidak baik seperti; kurangnya sikap sopan santun, tidak mau diatur, mencuri, mengucapakan kata-kata yang kotor, dalam pergaulan dilingkungan masyarakat, hal inilah yang menjadi tantangan bagi guru-guru dalam pembinaan anak-anak di sekolah.Pembinaan karakter anak yang diterapkan oleh guru sekolah minggu sangat berperan penting dalam mendidik anak-anak pada usia dini, karena anak pada usia ini jika dibina secara baik dan teratur dapat menghasilkan dampak perubahan yang sangat baik seperti; memiliki moral yang baik, bertatakrama, saling mengasihi dan takut akan Tuhan sesuai dengan firman Tuhan, II Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Sekolah Minggu, Anak
Strategi Pemuridan Tuhan Yesus Sebagai Model Pelayanan Guna Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Suryanto
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/6yraz853

Abstract

Abstract:The discipleship strategy of the Lord Jesus as a service model to increase growth in the Indonesian Methodist Church Imanuel Denpasar congregation. The purpose of writing is to explain the application of the discipleship model of the Lord Jesus. What is meant by growth in the Indonesian Methodist Church Imanuel Denpasar congregation is the increase in the number of church visitors on a regular basis from congregation members who are no longer enthusiastic about coming to church, people who were previously unchurched, or at least those who have not visited church for a long time because they do not have a church to visit every Sunday, or maybe they are an Atheist, maybe they also come from another faith.The type of research used is based on qualitative methods, namely data collected by observation and interviews. This research uses descriptive techniques, namely describing, or describing in sentences.The research uses qualitative research methods based on literature (library research). The author collects data from the literature that talks about the pattern of Jesus' ministry, especially Jesus' task which is to seek and save sinners. Data collection, also obtained from observation or observation of symptoms that occur in the lives of believers.The research found that discipleship is very good and very necessary, namely so that the congregation not only makes itself a listener, but also prepares the congregation to become an actor of the truth in the Bible. Through the discipleship of the Lord Jesus, the disciples are growing towards a good maturity of faith. With the implementation of discipleship for the congregation, the visible results are reflected in their daily life behavior. Such as diligent worship, diligent Bible reading, prayer, perseverance in hope, and care for others.Keywords: Discipleship model, JesusAbstrak:Strategi pemuridan Tuhan Yesus sebagai model pelayanan guna meningkatkan pertumbuhan di gereja Methodist Indonesia jemaat Imanuel Denpasar. Tujuan penulisan adalah untuk memaparkan penerapan model pemuridan Tuhan Yesus. Yang dimaksud pertumbuhan di gereja Methodist Indonesia jemaat Imanuel Denpasar yakni pertambahan jumlah pengunjung gereja secara tetap dari anggota jemaat yang sudah tidak semangat untuk datang kegereja, orang-orang yang sebelumnya tidak bergereja, atau setidaknya mereka yang sudah lama tidak mengunjungi gereja karena tidak memiliki gereja yang dikunjungi setiap Minggunya, atau mungkin mereka adalah seorang Atheis, mungkin juga mereka berasal dari iman yang lainJenis penelitian yang digunakan yaitu berdasarkan metode kualitatif yakni data yang dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptifyaitu menguraikan, atau memaparkan dalam kalimat.Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan kepustakaan (library research). Penulis mengumpulkan data-data dari pustaka yang berbicara mengenai pola pelayanan Yesus, khususnya tugas Yesus yang diemban-Nya yakni mencari dan menyelamatkan yang berdosa. Pengumpulan data, juga diperoleh dari observasi atau pengamatan terhadap gejala yang terjadi dalam kehidupan orang percaya.Penelitian ditemukan bahwa, pemuridan sangat baik dan sangat diperlukan, yaitu agar jemaat bukan saja menjadikan dirinya sebagai pendengar saja, melainkan juga disiapkan jemaat untuk menjadi pelaku pelaku kebenaran yang ada di dalam Alkitab. Melalui pemuridan Tuhan Yesus murid-murid semakin hari bertumbuh kearah kedewasaan iman yang baik. Dengan diadakannya pemuridan bagi jemaat maka hasil yang terlihat, yaitu terpancar dalam perilaku kehidupannya sehari-hari. Seperti rajin beribadah, rajin membaca Alkitab, berdoa, bertekun dalam pengharapan, dan peduli terhadap sesamanya.Kata kunci: Model pemuridan, Yesus

Page 1 of 1 | Total Record : 8