cover
Contact Name
Rifal
Contact Email
rifalmattirodeceng@gmail.com
Phone
+6282347281745
Journal Mail Official
rifalmattirodeceng@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks IKIP Blok B5 No. 11 Makassar, Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Published by Rayhan Intermedia
ISSN : 26849860     EISSN : 26848384     DOI : https://doi.org/10.31970/pendidikan.v6i3
Core Subject : Education,
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles 1,193 Documents
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas X Pada Mata Pelajaran Sosiologi Dengan Menggunakan Pendekatan Teaching At The Right Level (TARL) di SMAN 9 Makassar Yuyun
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik serta mendeskripsikan implementasi pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada kelas X di SMAN 9 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek sebanyak 36 peserta didik dengan dua siklus. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa : Implementasi pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dapat meningkatkan minat belajar khususnya pada mata pelajaran Sosiologi. Rendahnya nilai hasil belajar Sosiologi kelas X di SMAN 9 Makassar menjadi latar belakang dilakukan penelitian ini, hal ini terjadi sebagai akibat kurang maksimal kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penelitian dilaksanakan dalam empat tahap kegiatan yaitu Perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Sebelum tindakan diberikan ketuntasan belajar klasikal peserta didik hanya 37% (13 dari 36 peserta didik). Pada siklus I meningkat menjadi 54% (19 dari 36 peserta didik), dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 85% (30 dari 36 peserta didik). Dengan demikian penggunaan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas X SMAN 9 Makassar pada mata pelajaran Sosiologi. Hasil pembelajaran yang dicapaidi SMAN 9 Makassar tidak jauh berbeda dengan hasil belajar yang dicapai sekolah-sekolahlain dalam hal bervariasinya nilai yang dicapai masing-masing peserta didik setelah melaksanakan evaluasi. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain tingkat kecerdasan peserta didik yang berbeda-beda, pengaruh lingkungan sekolah dan luar sekolah, dan tak lepas pula dari faktor guru yang bersangkutan dalam penggunaan metode dan media dalam proses pembelajaran.
Upaya Guru Dalam Penguatan Nilai-Nilai Anti Korupsi Pada Peserta Didik Dalam Pembelajaran PKn di MTSN Palopo Syahrani Rifka Mutmainnah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam penguatan nilai-nilai anti korupsi pada peserta didik dalam pembelajaran PKn dan mengetahui apa kendala dan faktor pendukung guru dalam menerapkan nilai-nilai anti korupsi pada peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di MTsN Palopo penelitian dilaksanakan tahun 2023. Dalam memperoleh data di perlukan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrument yang digunakan yaitu pedoman wawancara, berupa pertanyaan, pedoman dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data-data. Adapun teknis analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam penguatan nilai-nilai anti korupsi pada peserta didik dalam pembelajaran, yaitu dengan cara menerapkan pendidikan karakter siswa. Bagaimana cara mengajarkan pola pikir dan perilaku yang baik kepada siswa sejak dini yang dimulai dari lingkungan sekolah. Adapun upaya guru lainnya yaitu dengan memberikan atau mengajarkan materi mengenai pendidikan anti korupsi, dalam proses pembelajaran guru memberikan tiga tahap dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi yaitu pemahaman, pembiasaan, dan keteladanan. Adapun faktor penghambat ada pada diri masing-masing siswa yaitu daya tingkat pemahaman siswa yang berbeda-beda serta tidak adanya dukungan dari lingkungan keluarga.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Nilai Moral dan Norma Peserta Didik di SD Negeri 19 Lameo-Meong Esi Ratnasari
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1353

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi degradasi moral dan norma atau lunturnya moral dan norma yang terjadi pada peserta didik di SD Negeri 19 lameo-meong. Lunturnya nilai moral dan norma peserta didik di SD Negeri 19 Lameo-meong membuat peserta didik kehilangan identitas, terasing dari diri, serta lingkungannya, banyak juga peserta didik yang kurang bahkan tidak sopan seperti melawan guru, tidak saling menghargai teman sebaya, tidak menghormati yang lebih tua, duduk diatas meja, dan egois atau hanya mementingkan diri sendiri. Tujuan penelitian ini, (1) untuk mengetahui penyebab berkurangnya nilai moral dan norma peserta didik di SD Negeri 19 Lameo-meong, (2) Untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan nilai moral dan norma peserta didik di SD Negeri 19 Lameo-meong, dan (3) Untuk mengetahui seberapa penting pengembangan nilai moral dan norma peserta didik di SD Negeri 19 Lameo-meong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasarkan pada teori-teori dengan pendekatan deskriptif. Data diproleh dari hasil observasi dan juga hasil wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrument yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di SD Negeri 19 Lameo-meong, kec. Poleang Barat, kab. Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah responden 3 yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru BK, dan Guru kelas. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa yang menyebabkan berkurangnya nilai moral dan norma peserta didik di SD Negeri 19 Lameo-meong yaitu handphone yang kurang adanya pengawasan orang tua, peran guru dalam mengembangkan nilai moral dan norma peserta didik di SD Negeri 19 Lameo-meong adalah seorang guru harus dapat menjadi suri teladan yang dapat ditiru oleh peserta didik dalam bersikap dan berkepribadian, menjadi contoh yang baik dalam berperilaku, dan membiasakan peserta didik dengan hal-hal yang positif, dan pentingnya pengembangan nilai moral dan norma bagi peserta didik yaitu sangat penting dilakukan di tingkat SD khusunya di SD Negeri 19 Lameo-meong karena untuk membentuk tingkah laku, kepribadian, serta jati diri peserta didik.
Penerapan Tipe Model Teams Game Tournamen Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi di Kelas XII SMA Negeri 5 Makassar Nurindah Sari
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1354

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Dengan pembelajaran menggunakan tipe model TGT tipe dengan media Crossword Puzzle (teka-teki silang) diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model menggunakan tipe model TGT dengan media Crossword Puzzle (teka-teki silang) terhadap motivasi belajar peserta didik di kelas XII SMA Negeri 5 Makassar dalam pembelajaran sosiologi. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan observasi. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XII-9 sebagai kelas control dan kelas XII.10 sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil belajar menggunakan uji-t satu pihak dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada peserta didik kelas kontrol. Respon sebagian besar peserta didik tipe model TGT tipe dengan media Crossword Puzzle (teka-teki silang) menunjukkan kategori setuju.
Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran PBL Tipe Jigsaw Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X.10 SMA Negeri 12 Makassar Dince Ga
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan keaktifan belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran berbantuan model pembelajaran PBL tipe jigsaw. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X.10 SMA Negeri 12 Makassar tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 30 orang. Dengan model PBL tipe jigsaw yang diterapkan dalam proses pembelajaran Sosiologi menekankan pada proses mencari jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan sebagai upaya memahami materi pelajaran serta meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar peserta didik sebesar peningkatan sebesar 35,67% dari siklus 1 ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL tipe jigsaw dapat meningkatkan indikator keaktifan belajar peserta didik kelas X.10 SMA Negeri 12 Makassar tahun pelajaran 2024/2025.
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas X.9 Melalui Tipe Model Make a Match di SMA Negeri 2 Makassar Arni Rantetasik
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan cara pembelajaran dilakukan dengan model Make A Match dengan cara mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang diberikan oleh guru . Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 20 peserta didik kelas X.9 di SMA Negeri 2 Makassar tahun Pelajaran 2024/2025. Dengan pembelajaran tipe model make a match yang digunakan untuk mencocokkan kartu soal dan kartu jawaban sebagai Upaya untuk meningkatkan motivasi dari peserta didik selama proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dengan observasi dan wawancara hasil yang di dapatkan penulis selama penelitian keaktifan peserta didik meningkat dengan tipe model make a match sebesar 50,63% dari siklus 1 ke siklus 2. Sehingga, berdasarkan dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran tipe model make a match dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Bidang Pendidikan: Studi Di Desa Langkumapo Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna Rahmiati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan implementasi program keluarga harapan bidang pendidikan di Desa Langkumpo Kecamatan Napabalano kabupaten Muna, 2) untuk mendeskripsikan kendala dalam pelaksanaan program keluarga harapan di Desa Langkumapo dan 3) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala Implementasi program keluarga harapan bidang pendidikan di Desa Langkumapo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dan subjek penelitian terdiri dari 23 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi PKH bidang pendidikan Desa Langkumapo dilihat dari enam variabel keberhasilan implementasi yaitu, Pertama standar dan sasaran kebijakan Kedua, sumber daya. Ketiga, komunikasi organisasi pelaksana. Keempat, karakteristik agen pelaksana. Kelima, sikap para pelaksana dan Keenam lingkungan sosial, ekonomi dan politik sudah terlaksana dengan baik. Namun ada beberapa kendala dalam pelaksanaan implementasi PKH bidang pendidikan yaitu, 1) kendala administrasi, 2) penyaluran dana bantuan terjadi kemacetan, 3) kecemburuan sosial. Sedangkan upaya yang dilakukan terdiri dari dua yaitu; upaya yang dilakukan pemerintah diantaranya melakukan sosialisasi dan validasi bidang Pendidikan, melalakukan verifikasi dan pemutakhiran data bidang Pendidikan dan memberikan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat dibidang Pendidikan sedangkan upaya yang dilakukan oleh penerima PKH bidang Pendidikan yaitu memenuhi kelengkapan administrasi bidang Pendidikan dan berpartisipasi dalam setiap pertemuan yang diadakan dan mendorong anak untuk rajin ke sekolah.
Pengaruh Demokrasi Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan di SMAN 6 Palopo Dewa Nyoman Taum Widiada
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1358

Abstract

Pada penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh demokrasi bagi kehidupan sosial melalui pembelajaraan ppkn kelas XI IPA di SMA Negeri 6 palopo. Metode yang di gunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan responden 55 peserta didik. Penelitian dilakukan dalam beberapa proses yakni mengumpulkan, menyusun, mengolah serta menganalisis data dalam bentuk angka yang dalam praktiknya diberikan perlakuan tertentu yang di teliti didalamnya, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan intsrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dalam bentuk observasi, angket, dan analisis dan Pengambilan sampel sampling purposive. Data di analisi menggunakan analisis statistik dengan menggunakan chi square(chi kuadrat).berdasarlkan hasil penelitian yang di laksanakan dapat di simpulkan bahwa pengaruh demokrasi bagi kehidupan sosial melalui pembelajaran PPKn di SMA Negeri 6 palopo terdapat pengaruh dapat di buktikan dengan hasil dari xhitung sebesar 87,701 yang kemudian di konsultasikan dengan xtabel dengan db= 16 baik pada taraf signifikan 5% 26,296 maupun pada taraf signifikan 1% 32,000 ternyata nilai hitung xhtung lebih besar dari xtabel sehingga pada penelitian ini hipotesis alternatif (Ha) di terima. Sehingga dari hasil tersebut dapat di artikan bahwa terdapat pengaruh antara demokrasi dengan kehidupan sosial dari penelitian melalui perhitungan yang di lakukan, sehingga demokrasi sangat bermanfaat bagi kehidupan masyrakat Indonesia yang majemuk dan multikultural.
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran Berbasis Permainan dengan Model Kooperatif Tipe Make a Match pada Pelajaran Sosiologi Kelas X SMAN 12 Makassar Muh. Haris
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas X pada pelajaran sosiologi di SMAN 12 Makassar menggunakan pembelajaran berbasis permainan dengan model kooperatif tipe make a match. Subjek penelitian sebanyak 36 orang yang berada di kelas X semester 1. Data dikumpulkan pada bulan agustus hingga september tahun 2024. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan angket melalui link google form. Hasil penelitian menggunakan teknik observasi dan angket menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada motivasi belajar peserta didik kelas X pada pelajaran sosiologi di setiap siklusnya, baik pada teknik observasi maupun angket. Motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan teknik observasi guru menunjukkan peningkatan, pada siklus 1 hasilnya menunjukkan persentase 62% meningkat menjadi 90% pada siklus 2. Adapun hasil angket yang diberikan kepada peserta didik berdasarkan enam indikator motivasi belajar di akhir sesi diskusi juga menunjukkan peningkatan. Pada siklus 1 persentasenya yakni 69% kemudian mengalami peningkatan menjadi 93% di siklus 2. Adapun enam indikator yang menjadi tolak ukurnya yakni tekun, ulet, memiliki minat pada permasalahan dan pemecahannya, bekerja secara mandiri, menyenangi tantangan, serta yang terakhir yaitu pendirian yang kuat. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis permainan dengan menggunakan model kooperatif (cooperative learning) dengan tipe make a match dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik secara signifikan dari siklus pertama ke siklus kedua, baik pada hasil observasi maupun pada hasil angket yang dibagikan kepada peserta didik.
Pendekatan Guru Dalam Menagani Siswa Yang Tidur Saat Pembelajaran: Studi Kasus SMA Negeri 8 Makassar Ahmad Fandi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1360

Abstract

Mengajar siswa di era modern saat ini merupakan tantangan yang signifikan bagi para guru, terutama dalam menghadapi perilaku siswa. Sering kali, perilaku negatif di sekolah dipandang sebagai hal yang biasa, bukan sebagai masalah yang memerlukan perhatian serius dari akademisi dan pengambil kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sudut pandang guru mengenai siswa yang tidur di kelas serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi situasi tersebut. Melalui metode wawancara dan observasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa guru menegur siswa yang tertidur dan menyarankan mereka untuk mencuci muka agar bisa lebih fokus. Selain itu, guru juga berkomunikasi dengan siswa yang tertidur dan memberikan solusi agar kejadian tersebut tidak terulang, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis untuk mencegah rasa bosan dan kantuk di kelas.