cover
Contact Name
Rifal
Contact Email
rifalmattirodeceng@gmail.com
Phone
+6282347281745
Journal Mail Official
rifalmattirodeceng@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks IKIP Blok B5 No. 11 Makassar, Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Published by Rayhan Intermedia
ISSN : 26849860     EISSN : 26848384     DOI : https://doi.org/10.31970/pendidikan.v6i3
Core Subject : Education,
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles 1,193 Documents
Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Menggunakan Tipe Make A Match Di Kelas XII IPS 2 SMA Negeri 17 Makassar Nurainun Hamida
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 17 Makassar melalui penerapan metode Make A Match dalam pembelajaran materi perubahan sosial. Metode ini dipilih karena kemampuannya untuk mendorong interaksi dan kolaborasi antar siswa, sehingga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menarik. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada Siklus 1, pengenalan materi dilakukan dengan membagi siswa ke dalam kelompok kecil, di mana mereka diberi kartu berisi pertanyaan dan jawaban. Hasil observasi menunjukkan bahwa 70% siswa aktif berpartisipasi, meskipun masih terdapat siswa yang kurang percaya diri. Rata-rata nilai kelas meningkat dari 65 menjadi 75, namun interaksi dalam diskusi kelompok perlu ditingkatkan. Refleksi menunjukkan perlunya strategi tambahan untuk meningkatkan keterlibatan siswa yang lebih pasif. Siklus 2 dilaksanakan dengan mengadopsi umpan balik dari Siklus 1. Dengan penyesuaian dalam pengelolaan kelompok dan metode pengajaran, keaktifan siswa meningkat menjadi 85%. Diskusi kelompok berlangsung lebih interaktif, dan rata-rata nilai kelas meningkat lagi menjadi 87, dengan 90% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Temuan ini menegaskan bahwa metode Make A Match tidak hanya meningkatkan keaktifan belajar, tetapi juga pemahaman siswa terhadap materi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Make A Match terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode interaktif yang lebih variatif di masa mendatang untuk terus meningkatkan kepercayaan diri siswa dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dengan Menerapkan Tipe Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Muh. Ririn Assawal; Supriadi Torro
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1377

Abstract

Penelitian ini dilakkan unutk melihat tingkat keaktifan dan hasil belajar peserta didik dengan penerapan tipe model pembelajaran two stay two stray. Penelitian ini melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII.1 SMA Negeri 1 Makassar tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 35 orang. Analisis data yaitu dengan memaparkan data yang diperoleh dari ahsil pelaksanaan tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi dan tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data keaktifan dan hasil belajar siswa, hasil tes dan data hasil observasi guru dan rekan sejawat. Berdasarkan ahsil Berdasarkan hasil Penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan tipe model twi stay two stray dapat meningkatkan keaktifna dan hasil belajar pserta didik. hasil belajar pada siklus I rata-rata nilai peserta didik sebesar 78, dan mengalami peningkatan menjadi 85 pada siklus ke II. Keaktifan peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I terdapat 85% atau 30 siswa dalam kategori aktif. Kamudian pada siklus ke II meningkat menjadi 93% atau sebanyak 33 orang dalam kategori baik. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan tipe model two stay two stray dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi untuk peneliti lain di kemudian hari terkait peningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar peserta didik.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Sosiologi Dengan Model Pembelajaran Scrumble Alfian
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble dapat meningkatkan hasil belajar terkait keberagaman karakteristik individu pada siswa kelas X6 di SMA Negeri 17 Makassar. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X6 SMA Negeri 17 Makassar, yang berjumlah 36 siswa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan format observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Fokus utama penelitian adalah pada proses dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar siswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hasil berada pada kualifikasi Cukup (C), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi Baik (B) dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X6 SMA Negeri 17 Makassar terkait minat belajar Sosiologi
Penerapan Pendekatan Student-Centered Learning Untuk Meningkatkan Keterlibatan Peserta Didik yang Pasif Dalam Pembelajaran Ahmad Rijal Khairunnas
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa yang pasif dalam proses pembelajaran melalui penerapan pendekatan Student-Centered Learning (SCL). SCL memindahkan fokus pembelajaran dari guru ke siswa, sehingga siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal yang mengkaji penerapan SCL serta dampaknya terhadap keterlibatan siswa yang pasif. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan SCL secara signifikan mampu meningkatkan motivasi, kreativitas, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Siswa lebih antusias berinteraksi, mengemukakan ide, dan memanfaatkan sumber daya belajar yang lebih variatif, yang akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, penggunaan teknologi dan media interaktif dalam SCL juga memperkaya pengalaman belajar siswa, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan SCL tidak hanya mengatasi masalah keterlibatan siswa pasif, tetapi juga mendukung pembentukan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, SCL dapat dijadikan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai jenjang sekolah
Penerapan Tipe Model Mind Mapping Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 8 Makassar Muhammad Nurul Fikri; Zainal Arifin; Legiyo
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X Merdeka 1 di SMA Negeri 8 Makassar melalui penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 36 peserta didik, yang diobservasi untuk mengevaluasi keaktifan dan hasil belajar mereka menggunakan lembar observasi, angket, dan tes. Pada siklus pertama, penerapan model Mind Mapping menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan peserta didik hanya mencapai 30,4% dalam kategori baik, dengan persentase kemauan bertanya sebesar 12,53%, dan rata-rata nilai hasil belajar 73, menunjukkan adanya kelemahan dalam pemahaman peserta didik terhadap materi. Kelemahan ini teridentifikasi sebagai kurangnya kreativitas dalam menyusun peta pikiran dan ketergantungan pada teman sebaya. Setelah analisis dan refleksi dari siklus pertama, tindakan perbaikan dilakukan pada siklus kedua. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan; rata-rata keaktifan peserta didik meningkat menjadi 66,7%, dengan kemauan bertanya mencapai 45,9%, serta rata-rata nilai hasil belajar meningkat menjadi 82. Peningkatan ini menandakan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan mendorong peserta didik untuk lebih aktif berpartisipasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang inovatif di lingkungan sekolah, mendorong guru untuk menerapkan strategi yang berorientasi pada partisipasi aktif siswa.
Mengembangkan Sikap Tanggung Jawab Peserta Didik dalam Penggunaan Teknologi pada Proses Pembelajaran di SMPN 13 Makassar Imanuel
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam membentuk sikap tanggung jawab peserta didik, khususnya dalam penggunaan teknologi di SMPN 13 Makassar, dengan fokus pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Dalam era digital, teknologi seperti handphone memberikan manfaat sekaligus tantangan bagi proses pembelajaran. Guru dihadapkan pada tanggung jawab tidak hanya mengajarkan materi akademik, tetapi juga membimbing peserta didik dalam menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengamati langsung proses pembelajaran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru telah menerapkan aturan dan bimbingan terkait penggunaan teknologi, pengawasan yang kurang optimal, terutama di luar kelas, menjadi salah satu kendala utama. Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan kerjasama antara guru, orang tua, dan sekolah, serta penggunaan teknologi pendidikan yang lebih inovatif. Dengan pendekatan yang tepat, nilai tanggung jawab dalam Pendidikan Pancasila dapat dibentuk dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran PKn di Kelas IX SMP Negeri 13 Makassar Yuni Ledi Syntiani
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PKNdengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.K SMP Negeri 13 Makassar yang berjumlah 34 orang. Analisis data yaitu dengan memaparkan data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi dan tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tes hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IX.K SMP Negeri 13 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik dan peningkatan ketuntusan belajar peserta didik secara klasikal. Hasil Belajar pada siklus I rata-rata nilai peserta didik sebesar 74,41, dan mengalami peningkatan menjadi 80,88 pada siklus II. Adapun ketuntasan klasikal yang diperoleh juga mengalami peningkatan. Pada Siklus I presentase ketuntasan klasikaladalah 52,94% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 88,23%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi peneliti lain untuk penelitian selanjutnya terkait peningkatan hasil belajar peserta didik.
Budaya Bisu Dalam Pembelajaran Di SMA Negeri 10 Makassar Pendekatan Student-Centered Learning dan Problem Based Learning (PBL) Sebagai Solusi Zul Kifli
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fenomena budaya bisu di SMA Negeri 10 Makassar, dimana peserta didik lebih cenderung pasif, enggan berbicara atau terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Fenomena ini menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif. Penelitian ini juga mengkaji penerapan pendekatan Student Centered Learning (SCL) dan Model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Pendekatan SCL menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran yang dapat mempengaruhi partisipasi aktif peserta didik. SCL akan mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dan meningkatkan motivasi dalam proses belajar, Sedangkan, PBL menekankan pada proses pembelajaran dengan basis masalah yang dapat menjadi stimulus atau rangsangan daya berpikir kritis dan kreatif peserta didik. PBL menempatkan peserta didik dalam situasi dan kondisi nyata untuk memunculkan pikiran mereka untuk mengekplorasi masalah dan mengevaluasinya sehingga dapat menciptakan atmosfer pembelajaran yang interaktif. Melalui kedua hal tersebut, menjadi langkah solutif dalam menghilangkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Pendidikan saat ini.
Dampak Game Mobile Legend : Bang – Bang Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik di Kelas XI SMA Negeri 11 Makassar Malik Ibrahim; Andi Dody May Putra Agustang; Patahuddin
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak game Mobile Legends: Bang-Bang terhadap prestasi belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri 11 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang dengan penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria peserta didik kelas XI, guru, dan orang tua peserta didik. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara , dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data , dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang sering bermain game Mobile Legends: Bang-Bang memiliki prestasi akademik yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang tidak sering bermain. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa kecanduan bermain game dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas, motivasi dan minat peserta didik dalam belajar. Disamping itu peserta didik yang tidak sering memainkan game Mobile Legend atau jarang, mereka mampu mengatur waktu dengan baik antara belajar dengan bermain game, prestasi belajar mereka tidak rendah, karena hanya menjadikan game Mobile Legend sebagai hiburan dan mereka tetap memperhatikan saat pembelajaran berlangsung.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Konflik Sosial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas XI SMAN 5 Makassar Amal Hidayat Ahmad; Supriadi Torro
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1385

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengangkat masalah apakah hasil belajar siswa pada mata pembelajaran Sosisologi meteri konflik sosial dapat ditingkatkan melalui model pemebelajaran Problem Based Learning di kelas XI SMAN 5 Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 5 Makassar. Dan juga tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran problem basic learning pada materi konflik sosial kelas XI SMAN 5 Makassar. Fokus penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan pembelajaran problem basic learning kelas SMAN 5 Makassar 34 orang. Pengumpulan data dengan teknik observasi wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengamatan, wawancara dengan indikator-indikator pada tahap refleksi dan dari siklus penelitian. Data yang terkumpul di setting ke dalam penelitian. Data hasil belajar siswa di kelas XI SMAN 5 Makassar materi konflik sosial dengan menggunakan model pembelajaran problem Based learning sesuai dengan perolehan di akhir siklus 2, didapatkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar yang ditandai dengan siklus 1 masih ada siswa yang berada pada kategori tidak tuntas sebanyak 6 orang (18%) pada kategori tuntas sebanyak 28 orang (81%) namun ketuntasan musikal belum mencapai indikator keberhasilan penelitian yang diterapkan karena baru mencapai 81%. Setelah dilakukan aspek perbaikan tindakan dan dilakukan kembali proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem Based learning maka hasil belajar siswa meningkat di siklus II, di mana tidak ada lagi siswa yang berada dalam kategori tidak tuntas. Dari keseluruhan hasil olah data penelitian untuk analisis hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar pada siswa kelas XI SMAN 5 Makassar. dikatakan berhasil, di mana sudah melampaui batas indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan yaitu minimal 85% dari jumlah siswa yang harus melampaui batas KKM untuk materi konflik sosial mata pelajaran sosiologi di kelas XI SMAN 5 Makassar yaitu 75, di mana ketuntasan belajar di akhir siklus 2 sudah mencapai ketuntasan 100%.