cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281336684567
Journal Mail Official
jurnalperikanan@unram.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Perikanan Universitas Mataram Program Studi Budidaya Perairan Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23026049     EISSN : 26570629     DOI : 10.29303/jp.v14i3.925
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi 1. teknologi penyediaan pakan buatan 2. rekayasa akuakultur 3. teknologi pembenihan dan pembesaran ikan 4. rekayasa genetik 5. teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan 6. teknologi budidaya pakan alami 7. manajemen sumberdaya perairan 8. teknologi hasil perikanan 9. teknologi perikanan tangkap 10. ilmu dan teknologi kelautan 11. agribisnis perikanan
Articles 1,091 Documents
KARAKTERISTIK TEMPE DARI BIJI LAMUN (Enhalus acoroides) MENGGUNAKAN KOMBINASI STARTER TEPUNG BERAS, TERIGU, DAN TEMPE KEDELAI Bernita Br Silaban; Tupan Tupan; Masita Lamani; Esterlina E.E.M. Nanlohy
Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1750

Abstract

Bahan baku pembuatan tempe sangat beragam. Selain kedelai, tempe juga dapat dibuat dari biji lamun Enhalus acoroides menggunakan ragi tempe. Untuk mempercepat fermentasi, starter yang ditambahkan berupa tepung beras dan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempe yang dihasilkan dari biji lamun Enhalus acoroides mengunakan starter tepung beras dan tepung terigu, dikombinasikan dengan tepung tempe kedelai. Perbandingan tepung tempe dengan: tepung terigu (A1) dan tepung beras (A2) adalah 1:3. Kombinasi starter tersebut ditambahkan sebanyak 20% dari berat total biji lamun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Parameter subjektif yang dianalisa meliputi kenampakan, rasa, bau dan tekstur. Parameter objektif meliputi kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, Ca, Fe dan Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan starter tepung terigu dan tepung beras yang dikombinasikan dengan tepung tempe kedelai dapat menghasilkan tempe dengan karakteristik sensoris dan komposisi kimia yang bervariasi. Tempe lamun Enhalus acoroides memiliki nilai kenampakan berkisar antara 3,12-3,87 (suka sampai sangat suka), rasa 3,18-3,2 (suka), bau 3,0-3,3 (suka) dan tekstur 3,7-3,8 (sangat suka). Memiliki kadar air berkisar antara 56,04-59,73%, abu 0,52-0,96%, lemak 0,85-1,3%, protein 1,52-2,92%, karbohidrat 35,53-40,63%, kalsium (Ca) 0,15 mg/L-0,77 mg/L, besi (Fe) 8,22-8,73 mg/L dan timbal (Pb) 0,002-0,125 mg/L. Karakteristik sensoris, kadar air, lemak, protein, dan besi tertinggi terdapat pada tempe dengan starter tepung beras; kadar abu, karbohidrat dan kalsium tertinggi terdapat pada tempe dengan starter tepung terigu. Kadar Pb produk tempe lamun hasil penelitian ini berada di bawah ambang batas sehingga aman untuk dikonsumsi.
COVER, EDITORIAL BOARDS, TABLE OF CONTENT Fisheries Journal
Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisheries Journal, Volume 14, Number 4, 2025
PROCESSING AND FOOD SAFETY OF WHOLE CLEAN CUTTLEFISH (Sepia sp.) FROZEN WITH THE IMPLEMENTATION OF GMP AND SSOP Pola S. T. Panjaitan; Sandy Saputra; Rahmad Surya Hadi Saputra; Liliek Soeprijadi; Agusta Putri Balqis Linda Soeharso; Budi Sulistyo; Trisna Ningsih
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1488

Abstract

Indonesia has significant aquatic resource potential, especially in its marine waters. One of its leading fishery products is cuttlefish, which is abundant in Indonesian waters. This study aims to examine the characteristics of frozen Whole Clean Cuttlefish processed in accordance with Good Manufacturing Practices (GMP) and the Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP). The implementation of GMP and SSOP is essential to ensure the quality and safety of fishery products, as fish-based products are highly perishable. Therefore, improving food safety standards is necessary to maintain the quality of frozen Whole Clean Cuttlefish for consumers.
PENGARUH DOSIS TEPUNG TULANG ITIK TERFERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME MIX TERHADAP PENINGKATAN NUTRISI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Zennur Rahman Hadi; Surianti Surianti; Hasrianti Hasrianti
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1834

Abstract

Harga pakan ikan di Indonesia yang sangat mahal, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang yang masih menjadi salah satu permasalahan utama didalam proses budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis mikroorganisme mix terhadap tingkat konsumsi pakan, pertumbuhan ikan nila, dan hepatosomatik index (HIS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 15 wadah percobaan, wadah yang digunakan keramba jaring apung yang berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 50 cm sebanyak 3 buah. Adapun lebar masing-masing sekat jaring keramba adalah 40 cm persegi, sebanyak 15 sekat. Perlakuan A = 10 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan B = 15 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan C = 20 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan D = 25 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan E = 30 % tepung tulang itik terfermentasi. Sampling dilakukan setiap minggu, untuk mengetahui bobot hewan uji dan penyesuaian pemberian pakan. Data di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji W-Tukey untuk melihat perlakuan mana yang memberikan hasil terbaik. Pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari dengan menggunakan alat ukur termometer digital dan pH meter. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan nilai terbaik pada analisis proksimat pakan adalah perlakuan perlakuan D dengan nilai protein kasar 38,72%. Pada parameter pertumbuhan dan komsumsi pakan adalah perlakuan D dengan nilai pertumbuhan (4,796±0,10) dan nilai komsumsi pakan (11,73±0,13). Sedangkan di parameter Hepatosomatik Indeks perlakuan A (3,11±0,32).
ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE MUNDU, DESA MUNDU PESISIR, KECAMATAN MUNDU, KABUPATEN CIREBON Rasendriya Naufal Ardhiansyah; Donny Juliandri Prihadi; Yeni Mulyani; Wahyuniar Pamungkas; Muhammad Khairan Saptari; Luthfia Zendina
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1866

Abstract

Mundu Mangrove Ecotourism is located in Mundu Pesisir Village, Mundu District, Cirebon Regency. Ecotourism is a form of tourism that is managed through a conservation approach. This study aims to analyze the sustainability status of mangrove ecotourism based on five dimensions of ecology, economy, socio-culture, infrastructure, and institutional law using the RAPFISH approach, identify critical attributes that affect sustainability, and formulate mangrove ecotourism development strategies in Mundu Pesisir Village. Data were collected through field surveys, interviews, and questionnaires to various stakeholders, then analyzed using the Multidimensional Scaling (MDS) method through RAPFISH (Rapid Appraisal Technique for Evaluating Fisheries Sustainability). The results of the sustainability analysis based on 5 dimensions, namely the ecological dimension of 48.33 (less sustainable), the economic dimension of 22.05 (unsustainable), the socio-cultural dimension of 53.13 (moderately sustainable), the infrastructure dimension of 32.14 (less sustainable), and the institutional legal dimension of 76.03 (sustainable). The results of the analysis show that there are still many things that need attention to improve the sustainability score, especially in dimensions that still get a small score.
ANALYSIS OF VEGETATION STRUCTURE IN THE MANGROVE ECOSYSTEM OF PENGARENGAN, PANGENAN, CIREBON REGENCY Annisa Lutfianti Mutmainah; Mochamad Candra Wirawan Arief; Muhammad Wahyudin Lewaru; Sunarto Sunarto; Intan Khairunissa Arifin; Putri Auliya Yasmin
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1872

Abstract

Mangrove ecosystems play an important role in maintaining coastal biological balance, protecting land from erosion, providing habitats for various biota, and functioning as effective carbon sinks. Indonesia has the largest mangrove area in the world, covering approximately 3.3 million hectares, but this ecosystem continues to experience degradation due to land conversion, with a rate of destruction reaching 530,000 hectares per year. This degradation reduces the ecological and economic functions of mangroves, necessitating vegetation structure analysis to assess the condition of the ecosystem. This study aims to analyze the vegetation structure of mangroves in Pengarengan Village, Pangenan District, Cirebon Regency, which is one of the oldest mangrove areas in Cirebon. Data collection was carried out at three stations using the Transect Line Plot method with plot sizes of 10×10 m² for trees, 5×5 m² for stakes, and 1×1 m² for seedlings. The parameters observed included density, frequency, and dominance, which were then used to calculate the Importance Value Index (IVI). The results showed that the mangrove vegetation at the study site was dominated by the species Rhizophora mucronata and Avicennia marina. The density of tree-level vegetation was classified as moderate to dense, with the highest density found at Station II (2,433 ind/ha) and the lowest density found at Station I (1,200 ind/ha). The INP value reached 300% for each species at all stations at the tree and stump levels, indicating the dominance of one species at each station
IMPROVING THE HEALTH OF VANNAMEI SHRIMP (Penaeus Vanname) MAINTAINED IN LOW-SALINITY MEDIA WITH POTASSIUM MINERAL SUPPLEMENTATION Andre Rachmat Scabra; Fariq Azhar; Rangga Idris Affandi; M Sopiyan Iskandar
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1056

Abstract

Penambahan berbagai jenis mineral pada kegiatan budidaya udang vannamei media air tawar diketahui menghasilkan pertumbuhan udang vannamei yang lebih tinggi. Namun demikian, pertumbuhan udang vannamei pada habitat aslinya, yaitu air laut, masih menghasilkan pertumbuhan yang masih lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menganalisa respon imun udang vannamei L. vannamei yang dipelihara pada media air tawar dengan penambahan mineral kalium dan diuji tantang dengan bakteri vibrio parahaemoliticus. Informasi tentang respon imun tersebut menjadi dasar pengembangan formulasi mineral kalium yang dapat mendukung kesehatan udang sehingga pertumbuhannya dapat berjalan dengan maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan (P1 : Pemeliharaan media air laut (30 ppt); P2 : Suplementasi Kalium 0 mg/L + injeksi vibrio sp; P3 : Suplementasi Kalium 10 mg/L + injeksi vibrio sp; P4 : Suplementasi Kalium 20 mg/L + injeksi vibrio sp; P5 : Suplementasi Kalium 30 mg/L + injeksi vibrio sp.). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dosis penambahan kalium terbaik terjadi pada perlakuan P5 yaitu sebesar Kalium 45 mg/L. Pada dosis tersebut, perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai SR, pertumbuhan, efisiensi pakan, dan sistem imun (THC, DHC, AF). Pada P5, nilai Survival Rate 50%, Pertumbuhan bobot mutlak  34 g, Efisiensi pakan 57%, THC 28 × 106, AF 58 %.
STRUCTURE OF MANGROVE VEGETATION IN MANGKANG WETAN VILLAGE, TUGU DISTRICT, SEMARANG CITY R. Mohamad Ismail; Dhiya Artika Widayanti; Suko Wardono
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1622

Abstract

Mangroves are coastal vegetation characterized by distinctive root morphology and adapted to tidal environments. They play a vital role as providers of organic matter and represent a natural resource utilizable by local communities. The objective of this study was to determine the mangrove community structure in Mangkang Wetan Village, Tugu District, Semarang City. The research was conducted from July to September 2024 across three observation stations within Mangkang Wetan Village. Analysis of mangrove community structure employed the purposive sampling method using a line transect with 10 x 10 m plots, replicated three times. The results of the mangrove community structure analysis in Mangkang Wetan Village identified only one mangrove species: Avicennia marina, present at the tree vegetation level. This species was selected as it is readily available in the surrounding natural mangrove forest, easily cultivated, and its stands provide significant resistance to coastal abrasion. Consequently, the study location constitutes a monospecific (homogeneous) mangrove forest.  The Importance Value Index (IVI) for mangroves at stations 1, 2, and 3 was consistently 300. The mangrove species diversity level in Mangkang Wetan Village was recorded with a Shannon-Wiener Diversity Index (H') value of 0, indicating relatively low species diversity. The species evenness index values at stations 1, 2, and 3 were also 0, reflecting low species evenness. The dominance index (C) value was 1, signifying the dominance of a single species. The low diversity and evenness values are attributed to the relatively uniform or homogeneous condition of the mangrove forest.
THE EFFECT OF GUAVA LEAF, PAPAYA LEAF, NONI LEAF, AND BETEL LEAF EXTRACTS ON ECTOPARASITES IN STRIPED SNAKEHEAD (Channa striata) Muhammad Didi Syarif; Reffi Aryzegovina; Lisa Mayasari; Boni Ikhlas
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1829

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu ikan air tawar yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu masalah utama dalam budidaya ikan gabus adalah serangan ektoparasit. Ektoparasit merupakan kelompok parasit yang menempel pada bagian luar tubuh Ikan dan seringkali menyebabkan kerugian signifikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun jambu biji, daun pepaya, daun mengkudu, dan daun sirih terhadap pengurangan jumlah ektoparasit pada ikan gabus. Penelitian menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali pengulangan, yaitu; ekstrak daun jambu biji (P), ekstrak daun pepaya (Q), ekstrak daun mengkudu (R), dan ekstrak daun sirih (S).  Perendaman dilakukan selama 20 hari menggunakan dosis ekstrak sebanyak 1 g/L. Pengamatan meliputi tingkat kelangsungan hidup, tingkat prevalensi, tingkat intensitas. Identifikasi ektoparasit dilakukan melalui ulas lendir (scraping metode) yang diamati di bawah mikroskop cahaya. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi dicapai pada perlakuan daun pepaya (100%) dan terendah pada daun jambu biji serta mengkudu (86,6%). Ektoparasit yang ditemukan berasal dari genus Trichodina sp., prevalensi infeksi tertinggi terdapat pada perlakuan daun pepaya (89%), sedangkan terendah pada daun sirih (72%). Intensitas infeksi berkisar antara 1,4 sampai 2 individu/ekor. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,816 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun pada dosis tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah ektoparasit pada ikan gabus.
GROWTH STUDY OF PANGASIUS CATFISH (Pangasius sp) BASED ON DIFFERENCES IN COMMERCIAL FEED TYPES Muhammad Rizki Al Akbar; Sri Oetami Madyowati; Maria Agustini
Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1850

Abstract

Catfish (Pangasius sp.) is one of the leading freshwater aquaculture commodities with high economic value and increasing market demand, both domestically and internationally. The success of catfish farming is influenced by the quality and quantity of feed, stocking density, and water quality. This study aims to determine the effect of two types of commercial feed (product A and product B) on the production performance and survival rate of catfish at Jombang. The research was conducted in six concrete ponds with a volume of 410 m³ using a descriptive-comparative method, applying a normality test followed by a paired sample t-test for production performance, as well as homogeneity and ANOVA tests for water quality. The results showed that feed type significantly affected fish growth. Feed product B resulted in the highest harvest (15.1 tons), but this was associated with larger initial seed size and higher stocking density. On the other hand, feed product A demonstrated better feed efficiency with lower FCR values (1.14–1.18) and higher survival rates (SR) ranging from 66.2% to 75%, compared to product B which showed higher FCR (up to 1.51) and lower SR (49.8%). Water quality measurements indicated that the temperature ranged between 29.8–30.3 °C, pH between 6.9–7.2, and DO between 3.7–7.6 ppm.

Page 80 of 110 | Total Record : 1091