cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281360927917
Journal Mail Official
rkl@che.usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk. Syech Abdur Rauf No.7, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN
ISSN : 14125064     EISSN : 23561661     DOI : https://doi.org/10.23955/rkl.v18i2.34018
The Journal of Chemical Engineering and Environment is an open access journal that publishes papers on chemical engineering and environmental engineering. The following topics are included in these sciences: Food and biochemical engineering Catalytic reaction engineering Clean energy technology Environmental and safety technology Fundamentals of chemical engineering and applied industrial engineering Industrial chemical engineering Material science engineering Process and control engineering Polymer and petrochemical technology Membrane technology Agro-industrial technology Separation and purification technology Environmental modelling Environmental and information sciences Water and waste water treatment and management Material flow analysis Mechanisms of clean development
Articles 319 Documents
Effectiveness of the Vertical Gas Ventilation Pipes for Promoting Waste Stabilization in Post-Closure Phase Tojo, Yasumasa; Kishizawa, Natsuki; Matsuto, Toshihiko; Matsuo, Takayuki
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i3.3065

Abstract

To make inside of the municipal solid waste (MSW) landfill aerobic as much as possible is thought to be preferable for promoting waste stabilization, reducing pollutant's load in leachate, minimizing greenhouse gas emission and shortening post-closure-care period. In Japan, installation of semi-aerobic landfill structure has widely spread in order to promote waste stabilization in MSW landfill from 1980s. In semi-aerobic landfill structure, outlet of main leachate collection pipe is opened to atmosphere. Heat generated by aerobic degradation of waste causes natural convection and natural aeration arises from the outlet of leachate collection pipe to the gas vents. It is so-called stack effect. This air flow is thought to be effective for purifying leachate flowing through drainage layer and leachate collection pipes. And it is also thought to be contributing to expanding aerobic region in waste layer in landfill. Recently, measures attempting the promotion of waste stabilization are taken at several landfills at where stabilization of waste delays, in which many vertical gas vents are newly installed and close structure to semi-aerobic landfill is created. However, in many cases, these gas vents are not connected to leachate collection pipes. Many vertical gas vents are just installed without scientific proof regarding whether they can contribute for waste stabilization. In this study, how such installation of gas vents is effective for waste stabilization and aerobization of waste layer was discussed by numerical analysis. In numerical analysis, heat transfer, gas movement by pressure, gas diffusion, biological degradation of organic matter, and heat generation by biodegradation were taken into account. Simulations were carried out by using the general purpose simulator of finite element method. Three types of landfill structure were assumed. As the results, the following information were obtained. In dig-down type landfill, installation of gas vents has no effect for changing air flow. On the other hand, in pile-up type landfill, installation of vertical gas vents can accelerate air invasion and significantly promote waste stabilization, if it has high permeable horizontal layer.
Pengaruh Penambahan Kaolin Terhadap Reduksi Logam Pb pada Proses Pembakaran Batubara Is, Isdawani; Gani, Asri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i3.3064

Abstract

Adsorpsi emisi pembakaran briket batubara dengan menggunakan adsorben kaolin telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh rasio adsorben terhadap performa penyerapan SO2 dan logam berat plumbum (Pb). Kaolin dicampur dalam briket batubara dengan variasi massa 2, 4, 6, 8, dan 10%. Briket dibakar pada electrically stainless steel reaction tube pada kondisi temperatur pembakaran yaitu 600, 700, dan 800oC. Analisis kadar pb dilakukan dengan menggunakan atomic absorbtion spectroscopy (AAS) Perkin Elmer. Konsentrasi emisi SO2 dalam gas buang dianalisis menggunakan industrial gas combustion and emission analyzer (E4400i). Hasil percobaan dan analisis menunjukkan, bahwa tingginya rasio adsorben dapat menurunkan trend emisi SO2 yang dihasilkan. Pada emisi logam tingkat kejenuhan penyerapan oleh kaolin berada pada rasio adsorben 6%-10%. Kapasitas adsorpsi yang dihasilkan cenderung tinggi pada suhu pembakaran 600oC.
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Sawit Off-Grade Menggunakan Katalis CaO Melalui Proses Dua Tahap Putri, Febrina Dwi; Helwani, Zuchra; Drastinawati, Drastinawati
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i3.3063

Abstract

Biodiesel merupakan sumber bahan bakar alternatif yang bisa dihasilkan dari minyak nabati melalui transesterifikasi dengan metanol. Sawit Off-grade merupakan salah satu sumber minyak nabati yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan dasar produksi biodiesel. Reaksi transesterifikasi dilangsungkan dengan bantuan katalis CaO dari cangkang telur yang dikalsinasi pada suhu 900C selama 2 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memproduksi biodiesel dari minyak sawit off-grade melalui reaksi dua-tahap, melihat performa katalis Cao terhadap reaksi transesterifikasi, serta mempelajari pengaruh temperatur reaksi, rasio mol minyak:metanol dan konsentrasi katalis terhadap yield biodiesel pada reaksi transesterifikasi. Esterifikasi dilakukan pada suhu 60C dengan perbandingan mol minyak:metanol 1:12 menggunakan 1%wt katalis H2SO4. Asam lemak bebas (ALB) tereduksi dari 16,18% menjadi 0,6%. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan variasi perbandingan mol minyak:metanol 1:7, 1:9, 1:11, konsentrasi katalis 2%wt, 4%wt, 6%wt, serta suhu reaksi pada 50C, 60C, 70C selama 2 jam. Data yang diperoleh diproses dengan menggunakan response surface methodology (RSM), sedangkan jumlah eksperimen ditentukan dengan central composite design (CCD). Yield yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebanyak 62,30%-87,41%. Yield optimum dihasilkan pada reaksi dengan suhu 70C menggunakan minyak:metanol dengan perbandingan 1:11 dan katalis CaO 2%wt. Kondisi proses yang berpengaruh terhadap yield biodiesel adalah suhu reaksi, perbandingan mol minyak:metanol, serta interaksi antara suhu dengan perbandingan mol minyak:metanol. Akan tetapi tidak ditemukan adanya pengaruh signifikan konsentrasi katalis terhadap yield biodiesel.
Pengolahan Limbah Cair Organik dengan Microbial Fuel Cell Rinaldi, Wahyu; Nurdin, Yudha; Syahiddin, Syahiddin; Windari, Wulan; Agustina, Cut Putri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2425

Abstract

Penelitian ini mengusulkan sebuah prototipe reaktor microbial fuel cell (MFC) tanpa membran beraliran kontinyu. Dinding Reaktor dibuat dari pipa PVC dan elektroda dari serat karbon. Mikroba yang ditambatkan di anoda bersumber dari larutan FloTank. Pada penelitian ini digunakan limbah organik artifisial yang dibuat dari glukosa monohidrat dengan konsentrasi 250 mg/L COD. Waktu tinggal limbah divariasikan pada 0,5; 1; 1,5; dan 2 hari. Nilai rata-rata daya listrik yang dihasilkan untuk waktu tinggal limbah 0,5; 1; 1,5; dan 2 hari berturut-turut adalah 38,02; 43,01; 45,35; 46,71 mW/m2, dan daya volumetrik yang dihasilkan adalah 111,25; 125,86; 132,71; dan 136,69 mW/m3. Persentase penurunan Chemical Oxygen Demand (COD) limbah paling tinggi diperoleh pada waktu tinggal 1,5 hari yaitu sebesar 32,26%.
Pengaruh Nozzle Terhadap Aspek Hidrodinamika Kinerja Kolom Gelembung Pancaran Nugroho, Didiek Hari; Adisalamun, Adisalamun; Machdar, Izarul
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2424

Abstract

Kolom gelembung pancaran merupakan salah satu alat perpindahan massa antara fasa gas dan cair. Penelitian ini bermaksud untuk mempelajari pengaruh nozzle terhadap aspek hidrodinamika antara lain: kedalaman penetrasi gelembung (Z), holdup gas (eg), dan laju alir volumetrik gas entrainment (Ql) yang terjadi dalam kolom gelembung pancaran. Variabel proses yang dipelajari antara lain laju alir volumetrik cairan (10-50 L/menit), ukuran diameter nozzle (0,008-0,0127 m), dan tinggi nozzle (0,125-0,25 m). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ukuran diameter nozzle semakin kecil dan laju alir volumetrik cairan yang semakin besar menghasikan laju alir volumetrik gas entrainment, holdup gas, dan kedalaman penetrasi gelembung yang semakin besar.
Studi Pembuatan Pupuk Kalium Sulfat dari Abu Sekam Padi dan Gipsum Alam Menggunakan Reaktor Tangki Berpengaduk Ismayanda, Muhammad Husin; Mulana, Farid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2423

Abstract

Proses pembuatan pupuk kalium sulfat umumnya dibuat dari asam klorida dan bahan baku yang mengandung anion sulfat (SO4). Dalam penelitian ini, pembuatan pupuk kalium sulfat dari bahan baku batuan gipsum alam sebagai sumber sulfat dan abu sekam padi sebagai sumber kalium telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemungkinan pembuatan pupuk kalium sulfat dari gipsum alam dan abu sekam padi dan juga mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan, temperatur operasi dan waktu proses terhadap persentase konversi kalium sulfat yang dihasilkan. Dalam penelitian ini juga dipelajari kinetika reaksi yang terjadi selama proses pembentukan kalium sulfat. Proses pembuatan pupuk kalium sulfat dilakukan dalam reaktor tangki berpengaduk. Varibel berubah dari penelitian ini adalah kecepatan putaran pengaduk, temperatur proses, dan waktu reaksi. Untuk menganalisis produk yang dihasilkan, metode yang digunakan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI 02-2809-2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium sulfat dapat dihasilkan dari reaksi antara gipsum yang mengandung kalsium sulfat dan abu sekam padi yang mengandung kalium karbonat dengan konversi kalium dari endapan sebesar 99,87% dan konversi kalium dari filtrat sebanyak 18,22%. Nilai konversi sulfat dari endapan hanya sebesar 0,69% dan nilai konversi sulfat dari filtrat 0,26%.Dalam penelitian ini kondisi terbaikproses pembuatan pupuk kalium sulfat adalah pada waktu reaksi 80 menit, kecepatan putaran pengaduk 400 rpm dan temperatur operasi 90C. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa produk pupuk kalium sulfat tidak mengandung asam bebas sebagai H2SO4 dan klorida (Cl), akan tetapi mengandung kalium dan sulfat. Nilai konstanta kecepatan reaksi (k) yang didapat dalam penelitian ini adalah sebesar 0,00218 ppm-1 menit-1 dan nilai laju pengurangan reaktan (rA) sebesar 8,129 x 10-5 ppm/menit.
Development of High-Productivity Continuous Ethanol Production using PVA-Immobilized Zymomonas mobilis in an Immobilized-Cells Fermenter Nurhayati, Nurhayati; Cheng, Chieh-Lun; Chang, Jo-Shu
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2422

Abstract

Ethanol as one of renewable energy was being considered an excellent alternative clean-burning fuel to replace gasoline. Continuous ethanol fermentation systems had offered important economic advantages compared to traditional systems. Fermentation rates were significantly improved, especially when continuous fermentation was integrated with cell immobilization techniques to enrich the cells concentration in fermentor. Growing cells of Zymomonas mobilis immobilized in polyvinyl alcohol (PVA) gel beads were employed in an immobilized-cells fermentor for continuous ethanol fermentation from glucose. The glucose loading, dilution rate, and cells loading were varied in order to determine which best condition employed in obtaining both high ethanol production and low residual glucose with high dilution rate. In this study, 20 g/L, 100 g/L, 125 g/L and 150 g/L of glucose concentration and 20% (w/v), 40% (w/v) and 50% (w/v) of cells loading were employed with range of dilution rate at 0.25 to 1 h-1. The most stable production was obtained for 25 days by employing 100 g/L of glucose loading. Meanwhile, the results also exhibited that 125 g/L of glucose loading as well as 40% (w/v) of cells loading yielded high ethanol concentration, high ethanol productivity, and acceptable residual glucose at 62.97 g/L, 15.74 g/L/h and 0.16 g/L, respectively. Furthermore, the dilution rate of 4 hour with 100 g/L and 40% (w/v) of glucose and cells loading was considered as the optimum condition with ethanol production, ethanol productivity and residual glucose obtained were 49.89 g/L, 12.47 g/L/h, and 2.04 g/L, respectively. This recent study investigated ethanol inhibition as well. The present research had proved that high sugar concentration was successfully converted to ethanol. These achieved results were promising for further study.
Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi Rahman, Abdul; Mulana, Farid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2421

Abstract

Studi pembuatan cat tembok emulsi menggunakan bahan pengisi kapur sangat potensial untuk dikembangkan karena ketersediaan kapur yang banyak di alam. Cat tembok emulsi telah dibuat dari campuran bahan pengisi, bahan pengikat, pigmen, pelarut, dan bahan tambahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah cat tembok emulsi dapat dihasilkan dari kapur atau tidak dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CaO sebagai filler, dan konsentrasi polivinil asetat (PVA) sebagai binder terhadap kualitas cat tembok emulsi yang dihasilkan. Prosedur penelitian dan analisis mutu produk mengacu pada SNI 3564:2009 tentang cat tembok emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapur dapat digunakan dalam membuat cat tembok emulsi. Baik konsentrasi PVA dan konsentrasi CaO yang divariasikan mempengaruhi semua parameter kualitas cat sebagaimana ditetapkan dalam SNI 3564:2009. Hasil optimum penelitian diperoleh pada perlakuan konsentrasi PVA 20% dan konsentrasi CaO 26% yaitu masing-masing untuk padatan total cat sebesar 76,43%, waktu kering cat 36,00 menit, daya sebar cat 8,4 m2/kg, viskositas cat 110,99 KU, sedangkan daya tutup cat sebesar 8,20 m2/L pada konsentrasi CaO 24%.
Produksi Bioplastik dari Sorgum dan Selulosa Secara Termoplastik Darni, Yuli; Sitorus, Tosty Maylangi; Hanif, Muhammad
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2420

Abstract

Produksi bioplastik dari sorgum dan selulosa hasil ekstraksi rumput laut eucheuma spinosum dengan gliserol sebagai pemplastis secara termoplastik telah diteliti. Variabel yang diteliti adalah perbandingan massa pati sorgum dengan selulosa sebesar 10:0; 9,5:0,5; 8,5:1,5; 7,5:2,5; 6,5:3,5; 5,5:4,5 (w/w). Partikel pati sorgum dan selulosa berukuran lolos ayakan 63 ?m. Proses sintesis diawali dengan sonifikasi selama 60 menit pada suhu 80oC, dilanjutkan dengan gelatinisasi yang dijalankan di dalam reaktor batch berpengaduk pada kecepatan 916 rpm dan suhu 95oC selama 35 menit. Hasilnya dikeringkan di dalam oven bersuhu 60oC selama 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik bioplastik terbaik diperoleh ketika perbandingan massa pati-selulosa sebesar 6,5:3,5 (w/w). Bioplastik ini memiliki kuat tarik 11,53 kPa, perpanjangan 32,75%, Modulus Young 46,946 kPa, dan densitas 150 kg/m3. Film bioplastik ini dapat diaplikasikan untuk pengemas makanan dan industri obat-obatan.
Membran Polisulfon untuk Pengolahan Air: Dengan dan Tanpa Pra Perlakuan Koagulasi secara Ultrafiltrasi Arifin, Bastian; Aprilia, Sri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i1.2172

Abstract

Membran polisulfon untuk pengolahan air telah dilakukan untuk mengurangi warna air dengan proses koagulasi dan tanpa proses koagulasi. Membran ultrafiltrasi polisulfone telah dikarakte-risasi dengan mengukur fluks, permeability (Lp), dan MWCO dengan bebagai variasi berat molekul dekstran. Morfologi membran diobservasi dengan scanning electron microscopy (SEM). Analisis SEM dilakukan terhadap permukaan membran dan penampang melintang membran. Proses koagulasi optimum dilakukan dengan menggunakan alat jar test, diperoleh kondisi optimum pada 50 ppm Al2(SO4)3 dan pH 7. Indeks warna rejeksi diperoleh dengan koagulasi adalah 85% dan tanpa koagulasi adalah 62%.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2025) In Press Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025) Vol 19, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2024) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 ) Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2023 ) Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 ) Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2022) Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2022) Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2021) Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2021) Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020) Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2020) Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2019) Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019) Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018) Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan More Issue