cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281360927917
Journal Mail Official
rkl@che.usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk. Syech Abdur Rauf No.7, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN
ISSN : 14125064     EISSN : 23561661     DOI : https://doi.org/10.23955/rkl.v18i2.34018
The Journal of Chemical Engineering and Environment is an open access journal that publishes papers on chemical engineering and environmental engineering. The following topics are included in these sciences: Food and biochemical engineering Catalytic reaction engineering Clean energy technology Environmental and safety technology Fundamentals of chemical engineering and applied industrial engineering Industrial chemical engineering Material science engineering Process and control engineering Polymer and petrochemical technology Membrane technology Agro-industrial technology Separation and purification technology Environmental modelling Environmental and information sciences Water and waste water treatment and management Material flow analysis Mechanisms of clean development
Articles 319 Documents
Metode-Metode Pengurangan Residu Pestisida pada Hasil Pertanian Fitriadi, Bayu Refindra; Putri, Ayutia Ciptaningtyas
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i2.4950

Abstract

Penggunaan pestisida yang luas pada setiap tahap tanaman di Indonesia menyebabkan banyak residu pestisida yang tertinggal pada hasil pertanian maupun pada lingkungan pertanian. Residu pestisida yang terdapat pada hasil pertanian mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Berbagai macam metode telah dikembangkan untuk mengurangi residu pestisida yang terdapat pada hasil pertanian, baik pada tahap prapanen maupun pada tahap pasca panen. Metode prapanen meliputi penggunaan Agen Pengendali Hayati dan sistem pertanian Pengendalian Hama Terpadu, penggunaan pestisida non persisten, pengaturan waktu aplikasi pestisida, dan penggunaan arang aktif. Sedangkan metode pasca panen meliputi pencucian hasil pertanian, penggunaan ozon dan air terozonisasi, perendaman air panas, penggunaan radiasi ultrasonik dan pengaturan pH. Metode prapanen maupun pasca panen sama baiknya dalam menurunkan kadar residu pestisida pada hasil pertanian dengan memberikan hasil signifikan pengurangan residu pestisida antara 50 - 100%.
Hidrolisis Ampas Tebu dengan Katalisator Asam Asetat untuk Memproduksi Furfural menggunakan Metode Steam Stripping Listiani, Nita; Iryani, Dewi Agustina; Rustamaji, Heri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i2.4983

Abstract

Proses hidrolisis ampas tebu menggunakan asam asetat sebagai katalis dengan metode satu tahap (steam stripping) telah dilakukan. Ampas tebu sebanyak 50 gram dihidrolisis dalam 500 ml akuades yang mengandung katalis asam asetat sebesar 2 - 6% dengan variabel waktu selama 1 - 3 jam dan temperatur hidrolisis 110 - 120oC menggunakan metode steam stripping. Metode konvensional dilakukan dalam dua tahap yaitu pemasakan dan pemisahan dalam waktu tinggal tertentu, sehingga dapat menyebabkan degradasi furfural. Selain itu, energi yang digunakan sangat besar karena ada energi yang terbuang saat pendinginan produk. Maka peneliti mengembangkan proses hidrolisis hemiselulosa menjadi furfural sekaligus juga proses pemisahan yang dilakukan secara serempak dalam satu tahap yaitu dengan menggunakan metode distilasi steam stripping. Penelitian ini ditujukan untuk melihat apakah metode steam stripping dengan menggunakan katalis asam asetat efektif untuk digunakan dalam memproduksi furfural. Dalam studi ini juga dipelajari pengaruh waktu hidrolisis, konsentrasi katalis, dan temperatur terhadap konsentrasi furfural. Hasil uji menggunakan Response Surface Methodology (RSM) menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh untuk perolehan furfural adalah konsentrasi katalis dan temperatur. Hasil penelitian menunjukkan optimum dengan perolehan konsentrasi furfural tertinggi (6,038 mg/ml) di peroleh pada waktu 3 jam, temperatur 120C, dan konsentrasi katalis 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif untuk digunakan dalam produksi furfural.
Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit Haji, Abdul Gani
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v9i3.779

Abstract

Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS). Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok, Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500C for 5 hours by using tube furnace reactor type 21100 which is equipped by thermolyne as temperature adjustment. The yield of pyrolysis from shell, empty fruit bunch and palm fiber are 52,02; 29,59; and 34,88%, respectively. The results showed that 27; 13 and 11 compounds of chemical were observed in liquid smoke obtained by pyrolysis of shell, empty fruit bunch, and palm fiber, respectively. Overall, acetic acid and phenol are the highest concentration of chemical obtained in this research.
Pembuatan Biofuel dari Palm Stearin dengan Proses Perengkahan Katalitik Menggunakan Katalis ZSM-5 Tambun, Rondang; Saptawaldi, Rangga P; Nasution, Muhammad Anshori; Gusti, Oktris N
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.4902

Abstract

Bahan bakar fosil telah digunakan selama beberapa abad yang menyebabkan ketersediaannya semakin berkurang. Hal ini mendorong perlu dilakukan pengembangan baru di bidang energi. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Minyak sawit ini dapat dikonversi melalui proses perengkahan katalitik menjadi biofuel yang ramah lingkungan karena tidak mengandung nitrogen dan sulfur seperti gasolin, kerosin dan diesel. Pada penelitian ini digunakan palm stearin sebagai bahan baku dengan katalis ZSM-5 yang memiliki luas permukaan 425 m2/g dan rasio Si/Al 50. Variabel yang divariasikan adalah suhu operasi dari 400oC - 450oC dan waktu reaksi dari 60 menit - 150 menit. Hasil penelitian menunjukkan yield liquid product (biofuel) tertinggi diperoleh sebesar 93,29% pada suhu 400oC saat waktu reaksi 60 menit, dengan komposisi C6-C12 sebesar 21,82%, C14-C16 sebesar 19,21% dan C18-C28 sebesar 58,97%.
Pengaruh Rasio Biji terhadap Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Yield dan Kualitas Minyak Biji Alpukat Erfiza, Novia Mehra; Moulana, Ryan; Wulandari, Desy; Satriana, Satriana; Supardan, Muhammad Dani
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.3771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio biji alpukat terhadap pelarut dan waktu ekstraksi pada proses ekstraksi minyak biji alpukat menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial terdiri atas 2 faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah rasio biji alpukat terhadap pelarut yaitu 1:5, 1:10 dan 1:15 (g/mL), sedangkan faktor kedua adalah waktu ekstraksi yaitu 120, 150, dan 180 menit. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan rasio bahan terhadap pelarut tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap yield dan bilangan asam. Sementara itu, perlakuan waktu ekstraksi berpengaruh nyata (P0,05) terhadap yield minyak biji alpukat, dan berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap bilangan asam. Yield tertinggi (2,23%) diperoleh dari sampel minyak pada perlakuan rasio bubuk biji alpukat terhadap pelarut 1:5 dan waktu ekstraksi 120 menit dengan aktivitas antioksidan 62,87%, serta nilai viskositas dan densitas masing-masing yaitu 13,5 cP dan 0,96 g/mL. Asam lemak oleat merupakan komponen terbesar dalam minyak biji alpukat.
Pengaruh Penggunaan Fotokatalis TiO2/Resin, TiO2/Zeolit Dan TiO2/Karbon Aktif dalam Proses Fotoreduksi Ion Hg(II) dengan Metode SODIS (Solar Desinfection Water) Ridho, Rosyid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.4006

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan proses pembuatan fotokatalis TiO2/resin, TiO2/zeolit dan TiO2/karbon aktif yang selanjutnya dikarakterisasi dengan XRD dan Energi Band Gap (Eg). Karakterisasi XRD bertujuan untuk mengetahui telah terbentuknya fotokatalis. Sedangkan karaktererisasi Energi Band Gap (Eg) bertujuan untuk mengetahui tingkat celah energi pada masing-masing fotokatalis dimana semakin tinggi harga Energi Band Gap maka efektivitas fotoreduksi akan semakin tinggi. Hasil dari karakterisasi XRD menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2-resin, TiO2-zeolit, dan TiO2/karbon aktif telah terbentuk, sedangkan hasil energi band gap untuk TiO2/zeolit sebesar 3,608 eV, TiO2/resin sebesar 3,38 eV, sedangkan TiO2/karbon aktif adalah 3,48 eV. Didasarkan pada harga Eg tersebut diharapkan aktivitas fotokatalis TiO2/zeolit lebih tinggi daripada fotokatalis yang lain. Pengujian aktivitas fotokatalis dilakukan dengan mereaksikan 50 mg masing-masing fotokatalis untuk mereduksi 50 mL larutan Hg (II) 5 ppm yang disinari oleh sinar matahari sebagai sumber cahaya dengan variasi waktu penyinaran (1,2,3,4,5 dan 6 jam). Dari hasil penyinaran menunjukkan bahwa semakin tinggi waktu penyinaran semakin tinggi % Hg tereduksi, dalam penelitian ini efektivitas fotokatalis terbaik adalah TiO2/zeolit dengan efektivitas fotoreduksi pada penyinaran 6 jam sebesar 98,5%. Pada tahap ini juga dipelajari pengaruh konsentrasi Ion Hg (II) (0; 2,5; 5; 10; 20; dan 25) dengan waktu penyinaran 6 jam. Data yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi konsentrasi awal ion Hg, semakin rendah efektivitas fotoreduksinya.
Penyisihan COD dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit menggunakan Nano Karbon Aktif Munandar, Aris; Muhammad, Syaifullah; Mulyati, Sri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.4231

Abstract

Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan sumber pencemar potensial yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah cair tersebut melalui peningkatan teknologi pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan zat pencemar tersebut adalah dengan proses adsorpsi. Dalam penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah karbon aktif dalam skala nanometer. Nano karbon diaktivasi secara fisika (kalsinasi) pada suhu 700OC untuk mendapatkan volume pori yang lebih besar. Kristalinitas nano karbon aktif dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), sedangkan morfologi dari nano karbon aktif dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Konsentrasi COD sebelum dan setelah proses adsorbsi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu kontak (0,5; 1; 2; 3; 4; dan 8) jam, massa adsorben (0,25; 0,5; 1; dan 2) gr, konsentrasi awal (47,60; 97,04; 193,84; dan 482,82) mg/l, ukuran adsorben (nano size dan mikron size), dan jenis adsorben (nano karbon aktif dan nano zeolit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak, massa adsorben, jenis adsorben, dan konsentrasi awal sampel limbah mempengaruhi penyisihan COD. Waktu kontak yang optimal antara nano karbon aktif dengan COD adalah 4 jam dengan massa adsorben 2 gr. Pada jumlah atau massa adsorben yang tetap (2 gram) semakin tinggi konsentrasi awal COD di dalam sampel limbah maka persen penyisihan semakin kecil. Ukuran sampel pada skala nano memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ukuran sampel pada skala mikron. Hasil penyisihan COD di dalam sample PMKS untuk nano karbon aktif lebih baik dibandingkan nano zeolit. Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM) terlihat bahwa nano karbon aktif memiliki ukuran nanometer (10-9).
Aplikasi Metode Advance Oxidation Process (AOP) Fenton pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Yulia, Ruka; Meilina, Hesti; Adisalamun, Adisalamun; Darmadi, Darmadi
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.4098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan proses Fenton dalam menurunkan kadar chemical oxygen demand (COD) dan kadar total suspended solid (TSS) dari limbah cair pabrik kelapa sawit (PKS) dan menentukan kondisi optimum dari parameter yang digunakan dengan Response Surface Methodology menurut Box- Behnken design. Sampel diambil pada keluaran pertama kolam anaerobik ketiga dari instalasi pengolahan limbah cair kelapa sawit yang mengandung nilai COD berkisar antara 8.000 hingga 12.000 ppm. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian pada berbagai pH, konsentrasi FeSO4.7H2O dan konsentrasi hidrogen peroksida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan proses AOP dengan metode Fenton dapat menurunkan konsentrasi COD dan TSS masing-masing adalah 70,7704% dan 88,3897% pada konsentrasi FeSO4.7H2O 3703,52 ppm, konsentrasi H2O2 5586,43 ppm, dan pH 3.
Pengolahan Sampah Plastik Polypropylene (PP) Menjadi Bahan Bakar Minyak dengan Metode Perengkahan Katalitik Menggunakan Katalis Zeolit X Wahyudi, Ekky; Zultiniar, Zultiniar; Saputra, Edy
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.2958

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak menggunakan katalis Zeolit X yang disintesis dari abu layang batubara yang selanjutnya dikarakterisasi menggunakan XRD. Dalam penelitan ini, sebanyak 100 gram plastik jenis polypropylene direngkah di dalam reaktor batch pada suhu 350o C, 400o C dan 450o C selama 60 menit dengan variasi rasio katalis/plastik 0,5; 1; 1,5 (% berat). Yield (%) tertinggi adalah 76,09% yang diperoleh pada variasi suhu 450o C dan rasio katalis/plastik 1,5%. Nilai kalor produk adalah 45,56 MJ/kg. Hasil analisa GC-MS menunjukkan % area produk mengandung bahan bakar seperti bensin (60,46%), kerosin dan solar (7,48%).
Mesopori MCM-41 sebagai Adsorben: Kajian Kinetika dan Isotherm Adsorpsi Limbah Cair Tapioka Darmansyah, Darmansyah; Ginting, Simparmin; Ardiana, Lisa; Saputra, Hens
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i1.4228

Abstract

Telah dilakukan penelitian penggunaan material aluminasilikat MCM-41 sebagai adsorben limbah cair tapioka. Dalam penelitian ini dipelajari permodelan isotermal dan kinetika adsorpsi dari material MCM-41 pada proses adsorpsi limbah cair tapioka. Isotermal Langmuir dan Freundlich digunakan sebagai permodelan isotermal data penelitian. Dari data penelitian yang diperoleh pada konsentrasi COD sebesar 416 - 784 mg/L, proses adsorpsi limbah cair tapioka oleh MCM-41 sesuai dengan pendekatan isothermal Langmuir. Kapasitas maksimum adsorpsi MCM-41 diperoleh dari pendekatan Langmuir adalah sebesar 15,92 mg/g. Model kinetika pseudo-orde pertama dan pseudo-orde kedua digunakan untuk analisis kinetika adsorpsi pada data penelitian. Model kinetik pseudo-orde pertama yang sesuai dengan proses adsorpsi limbah cair tapioka dengan laju penyerapan adalah 7,48 x 10-2 dan 7,37 x 10-2 g/(min-mg) untuk konsentrasi awal secara berturut-turut adalah 608 dan 784 mg/L.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2025) In Press Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025) Vol 19, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2024) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 ) Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2023 ) Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 ) Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2022) Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2022) Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2021) Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2021) Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020) Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2020) Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2019) Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019) Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018) Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan More Issue