cover
Contact Name
Victor Novianto
Contact Email
pps@upy.ac.id
Phone
+6285713497618
Journal Mail Official
noviantoari29@gmail.com
Editorial Address
Jl. PGRI I Sonosewu No. 117 Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosialita: Jurnal Kajian Sosial dan Pendidikan
ISSN : 2086560     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi secara nasional maupun internasional dalam pembelajaran pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil riset ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan diharuskan terdapat penjelasan di dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA" : 28 Documents clear
PENINGKATAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VI DENGAN METODE PETA PIKIRAN (MIND MAP) Ariyanto, Ariyanto; SALAMAH, SALAMAH
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ariyanto dan SalamahABSTRAKTujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa melalui metode peta pikiran (mind map). Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Purbayan dengan jumlah 23 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan adalah kriteria ketuntasan minimal (KKM) diperoleh 75% siswa dengan KKM ≥70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mind map dapat meningkatkan: (1) jumlah siswa yang mencapai KKM dari 4 siswa (17%) di prasiklus, menjadi 16 siswa (70%) di siklus I dan 21 siswa (91%) di siklus II; (2) motivasi siswa berkategori baik dari 1 siswa (4%) di prasiklus, menjadi 4 siswa (17%) kategori baik dan 3 siswa (13%) kategori sangat baik di siklus II serta 16 siswa (70%) kategori baik dan 3 siswa (13%) kategori sangat baik di siklus II.Kata Kunci: Motivasi, prestasi belajar IPS, mind mapThe aims of this research are to increase students’ motivation and achievement in learning IPS through mind map method. Research subjects are 23 students of 4th grade at SD Negeri Purbayan. This research is classroom action research with 2 cycles; consist of planning, acting, observation, and reflection. Data collecting techniques use observation, questioners, test, interview, and documentation. The data analyzed using descriptive quantitative and qualitative method. Achievement criteria is minimal completeness criteria (KKM) that gotten by 75% students with KKM ≥70. The results of research show that by using mind map can increase: (1) the amount of students who can reach KKM from 4 students (17%) in pre-cycle, become 16 students (70%) in 1st cycle and 21 students (91%) in 2nd cycle; (2) students’ motivation from 1 student (4%) with good category in pre-cycle, become 4 students (17%) with good category and 3 students (13%) with the best category in 1st, then 16 students (70%) with good category and 3 students (13%) with the best category in 2nd cycle.Keywords: Motivation, IPS learning achievement, mind map
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI METODE INQUIRY PADA SISWA KELAS V SD WINONGO KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2017 sumaryatun, sumaryatun
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SumaryatunABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran inquiry pada siswa kelas V SD Winongo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Winongo Kasihan Bantul. Penelitian dilakukan di SD Winongo pada bulan Januari–Maret 2017 semester genap tahun pembelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Lembar Kegiatan Siswa (LKS), lembar observasi, angket, dan soal tes formatif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus II dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry. Pada siklus I, keberhasilan tindakan terhadap motivasi belajar siswa sebesar 71,13%, dikategorikan cukup, dan rata-rata hasil belajar pada akhir siklus I, adalah 75,18 dengan ketuntasan klasikal 68,18%. Pada siklus II, keberhasilan tindakan terhadap motivasi siswa sebesar 79,13%, dikategorikan baik, sedangkan dari hasil belajar siswa rata-rata kelas mencapai 81,8 dengan ketuntasan klasikal 86,36%. Hasil yang dicapai pada siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan, yakni 80% siswa dengan KKM ≥75.Kata kunci: Motivasi belajar, prestasi belajar, dan metode inquiryThis research aims to increase students’ learning motivation and achievement through inquiry learning method. This research is classroom action research with 22 students of 5th grade of SD Winongo Kasihan Bantul. This research was done around Januaryi–March 2017 in 2nd semester, 2016/2017 academic year. The collecting data by students’ activities sheet (LKS), observation sheet, questioners, and formative test. The data analyzed by using descriptive quantitative. The results of research show that students’ learning achievement increase from 1st cycle into 2nd cycle through inquiry learning method. In 1st cycle, the achievement of the action for students’ learning motivation around 71,13%, for enough category, and learning outcome rate in the end of 1st cycle is 75,18 with classical completeness 68,18%. Then in 2nd cycle, the achievement of the action for students’ motivation around 79,13% for good category, and learning outcome rate is 81,8 with classical completeness 86,36%. The results in 2nd cycle have reached achievement criteria for this research, are 80% of students have KKM ≥75.Keywords:learning motivation, learning achievement, dan inquiry method
KEMAMPUAN GURU MENDESAIN DAN MENGIMPLEMENTASIKAN PENILAIAN OTENTIK PADA PEMBELAJARAN IPS Hamzah Fathullah, Hamzah Fathullah; SUNARTI, SUNARTI
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

amzah Fathullah dan SunartiABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan guru mendesain penilaian otentik; (2) mengetahui kemampuan guru mengimplementasikan penilaian otentik; dan (3) menemukan kendala yang dihadapi guru IPS saat mendesain dan mengimplementasikan penilaian otentik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri Kaliangkrik dengan subjek penelitian adalah guru IPS. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru mendesain penilaian otentik dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu penentuan standar, pedoman model penilaian, pembuatan rubrik; (2) kemampuan guru mengimplementasikan penilaian otentik pada mata pelajaran IPS di MTs Negeri Kaliangkrik dilakukan dengan beberapa model penilaian, yaitu penilaian kinerja, wawancara lisan, penilaian diri, penilaian antarteman sejawat, pertanyaan terbuka, penilaian tertulis, penilaian portofolio; (3) kendala yang dihadapi adalah kendala berkaitan dengan waktu, sarana prasarana, serta pemahaman guru tentang penilaian otentik dan pemahaman siswa mengenai tugas-tugas otentik. Adapun upaya yang dilakukan untuk menghadapi kendala, adalah menambah jam pelajaran khusus, membawa peralatan sendiri berkaitan dengan sarana prasarana yang belum tersedia di sekolah, mengikutsertakan guru diklat atau workshop tentang penilaian otentik dan memberikan penjelasan mengenai tugas-tugas otentik kepada siswa.Kata kunci: model penilaian, penilaian otentik, kemampuan guruThis research aims to: (1) know the teachers’ ability to design authentic assessment; (2) know teachers’ ability to implement authentic assessment; and (3) determine teachers’ constraints in designing and implementing authentic assessment in social science (IPS). This research is qualitative research which done in MTs Negeri Kaliangkrik with social science teachers as subject of research. The data is collected by interview and observation. The data is analyzed by Miles and Huberman analysis. The results of this research show that: (1) teachers’ ability in designing authentic assessment through several steps, are standard setting, assessment model guidelines, making a rubric; (2) teachers’ ability in implementing authentic assessment for social science (IPS) at MTs Negeri Kaliangkrik through several assessments, are performance assessment, Hamzah Fathullah adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Sunarti adalah Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta.Jurnal Sosialita, Vol. 9, No.1, Maret 2017 Fathullah dan Sunarti, Kemampuan Guru …28interview, self-assessment, colleague assessment, open questions, written assessment, portfolio assessment; (3) teachers’ constraints are related to the time, infrastructures, and teachers’ understanding about authentic and students’ understanding about authentic tasks. Meanwhile, the way for overcoming the constraints are adding special hours of lessons, bringing own tools which are not in school, including teachers in training or workshop about authentic assessment and giving explanation to students about authentic tasks.Keywords: assessment model, authentic assessment,teachers’ ability
PENINGKATAN PARTISIPASI DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI MELALUI METODE SIMULASI Novianti, Novianti; Kodiran, Kodiran
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novianti dan KodiranABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kasihan Bantul melalui metode simulasi tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini berjumlah 31 siswa. Pengumpulan data partsisipasi belajar dengan menggunakan lembar observasi dan angket untuk siswa, hasil belajar ekonomi dengan tes. Metode analisis data adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan rata-rata aktivitas belajar mata pelajaran ekonomi siswa dari prasiklus ke siklus 1 sebesar 4,62%, dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 2,71%, dari siklus 2 ke siklus 3 sebesar 3,67%. Rata-rata nilai hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dari prasiklus ke siklus 1 sebesar 5,32, dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 4,29, dan dari siklus 2 ke siklus 3 sebesar 2,04. Siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada prasiklus sebanyak 20 siswa, siklus 1 sebanyak 24 siswa, siklus 2 sebanyak 27 siswa, dan siklus 3 sebanyak 30 siswa.Kata kunci: Metode simulasi, partisipasi belajar, prestasi belajar, pelajaranekonomiThe aims of this research are to increase students learning participation and achievement in learning economics for 9th grade students of IPS in SMA Negeri 1 Kasihan Bantul, 2015/2016 academic year through simulation method. This research is classroom action research. The subjects of this research are 31 students. Economics learning participation data are collected by observation sheet and questioners, then economics learning achievement are collected by test. Meanwhile, data analyzed by descriptive quantitative with percentage. The results of this research show that there are the increasing of students’ economics learning activities rate from pre-cycle to 1st cycle is 4,62%, from 1st cycle to 2nd cycle is 2,71%,and from 2nd to 3rd cycle is 3,67%. Then, there are the increasing of students economics learning achievement rate from pre-cycle to 1st cycle is 5,32, from 1st cycle to 2nd cycle is 4,29, and from 2nd to 3rd cycle is 2,04. There are 20 students can reach minimal completeness criteria (KKM) in pre-cycle, 24 students in 1st cycle, 27 students in 2nd cycle, and 30 students in 3rd cycle.Keywords: Simulation method, learning participation, learning achievement, economics.
REKONSTRUKSI SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KESENIAN BUNDHENGAN DI WONOSOBO (Suatu Tinjauan Konservasi Budaya Lokal) Rinto Budi Santoso, Rinto Budi Santoso
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rinto Budi SantosaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah kesenian tradisional Bundhengan di Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo tahun 1998-2010; (2) bentuk pertunjukan kesenian Bundhengan di Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo; dan (3) upaya pelestarian kesenian tradisional Bundhengan di Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitataif. Hasil penelitian adalah: (1) sejarah kesenian Bundhengan, berawal dari kebiasaan pengembala bebek ketika mengusir rasa jemu saat menggembala. Mereka menempatkan serat ijuk dan batang bambu di kowangan yang mereka kenakan, ternyata menghasilkan bunyi yang mirip dengan suara gamelan walau dengan suara sumbang, kemudian disebut dengan Bundhengan (bunyi sengau). Kesenian Bundhengan pertama diperkenalkan oleh Barnawi, kemudian populer di kalangan masyarakat untuk mengisi acara hiburan. Sejak tahun 2010, Barnawi meninggal dunia, kesenian Bundhengan mengalami mati suri. (2) Bentuk kesenian Bundhengan, dipentaskan oleh 4 personil, 1 orang sebagai pemain kowangan (nayogo), 1 orang penyanyi (sinden), dan 2 orang penari Lengger Topeng. (3) Upaya melestarikan kesenian Bundhengan oleh masyarakat dengan mendukung kelompok kesenian Bundhengan “Lengger Punjen” yang baru muncul di tahun 2015. Pemda Wonosobo mengikutsertakannya pada acara karnaval, festival, dan undangan pertunjukan di berbagai objek wisata di Wonosobo dan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo.Kata Kunci: Sejarah, perkembangan, dan kesenian BundhenganThe research objectives are to determine: (1) the history of Bundhengan traditional art in Maduretno, Kalikajar, Wonosobo on 1998-2010; (2) the form of Bundhengan performing art in Maduretno, Kalikajar, Wonosobo; and (3) the conservation of Bundhengan traditional art in Maduretno, Kalikajar, Wonosobo. This research uses historical method with following steps, are heuristic, verification, interpretation, and historiography. Data analysis is performed using qualitative descriptive. The Results of research are: (1) the history of Bundhengan, originated from the habit of ducks herders, when bored while herding, they put fiber fibers and bamboo rods Rinto Budi Santosa adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta.Jurnal Sosialita, Vol. 9, No.1, Maret 2017 Santosa, Rekonstruksi Sejarah dan …58in their Kowangan, it makes a sound like gamelan eventhough the sound is discordant. Then, it’s called Bundhengan (nasal). Bundhengan was introduced by Barnawi firstly and then popular in public for entertainment events. In 2010, Barnawi died, art Bundhengan experiencing torpor. (2) Bundhengan performed by 4 personnels, 1 person as kowangan player (nayogo), 1 person as singer (sinden), and 2 person as Lengger Topeng dancers. (3) The preserving efforts of Bundhengan by supporting Bundhengan groups, "Lengger Punjen" since 2015. Then, Wonosobo District Government allowed Bundhengan performed at the carnival, festivals, and invitations.Keywords: History, development, Bundhengan
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS VI SD Rokhmat Nurhadi, Rokhmat Nurhadi; Sri Pawiti, Sri Pawiti
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokhmat Nurhadi dan Sri PawitiABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar melalui metode jigsaw pada siswa kelas VI SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) melalui penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VI SD, yang ditunjukkan dengan kategori minat belajar baik dan sangat baik yang dicapai pada prasiklus 25%, meningkat pada siklus I 40%, siklus II 55%, dan siklus III menjadi 85%; (2) melalui penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD, yang ditunjukkan dengan jumlah siswa yang mencapai KKM pada prasiklus 20%, meningkat pada siklus I 45%, siklus II 65%, dan siklus III menjadi 100%.Kata kunci: minat, hasil belajar, jigsawThe aims of this research are to increase learning interest and outcomes of 4th grades students of elementary school through jigsaw method. This classroom action research is in SD Negeri 3 Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. The subjects of this research are 20 students. Then, this research is conducted in 4 steps, are planning, action, observation, and reflection. The data collecting technique use observation, test, and field notes with descriptive quantitative to percentage as data analysis technique. The results of research showed that: (1) through jigsaw method can increase students’ learning interest that shown by both good and excellent category are 25 % in pre-cycle, become 40 % in 1st cycle, 55 % in 2nd cycle, and 85 % in 3rd cycle; (2) through jigsaw method can increase students’ learning outcomes that shown by students who reach KKM, are 20 % in pre-cycle, become 45 % in 1st cycle, 65 % in 2nd cycle, and 100 % in 3rd cycle.Keywords: Interests, learning outcomes, jigsaw method
PENINGKATAN MINAT MENULIS PUISI SISWA KELAS VI SD NEGERI BUMIJO DENGAN SUMBER BELAJAR ALAM SEKITAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Subagya, Subagya
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SubagyaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat menulis puisi pada siswa kelas VI SD Bumijo Yogyakarta dengan sumber belajar alam sekitar melalui pendekatan kontekstual. Subjek penelitian ini adalah 39 orang siswa dengan nilai kemampuan rata-rata awal menulis puisi adalah 68,4. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart dengan tahapan perencanaan, alternatif pemecahan masalah, tindakan, analisis, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata awal kelompok adalah 68,4 dan mandiri 65,2, meningkat menjadi 73,3 (nilai rata-rata kelompok) serta 71,20 (nilai rata-rata mandiri) di siklus I, dan menjadi 79,4 (nilai rata-rata kelompok) serta 78,0 (nilai rata-rata mandiri) di siklus II.Kata kunci: menulis puisi, sumber belajar, alam sekitar, pembelajaran kontekstualThe aims of this research are to increase students’ interest in writing poems for 6th grade students of elementary school at SD Bumijo Yogyakarta through environment learning resources by contextual approach. The subjects of research are 39 students with pre-average score of writing poems are 68,4. This research is classroom action research of Kemmis dan Taggart model with several steps are planning, problem solving alternative, action, analysis, and reflection. The results of this research show that pre-avarage score of writing poems in team are 68,4 and individual 65,2, increase to 73,3 (team average score) and 71,20 (individual average score) in 1st cycle, then become 79,4 (team average score) and 78,0 (individual average score) in 2nd cycle.Keywords: writing poems, learning resources, environment, contextual learning
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIS DAN MOTIVASI MENGAJAR IPS GURU KELAS V SD MELALUI DISKUSI Dwi Nur Riyadi, Dwi Nur Riyadi; John. Sabari, John. Sabari
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwi Nur Riyadi dan John SabariABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan motivasi mengajar IPS guru kelas V SD melalui diskusi. Penelitian ini dilaksanakan di Gugus Syech Maulana Maghribi Purworejo dengan subjek penelitian adalah 7 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian kompetensi dan angket motivasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: (1) ada peningkatan kompetensi pedagogis guru kelas V yang ditunjukkan dari nilai yang diperolah masing-masing guru dan nilai rata-rata kompetensi pedagogis setiap siklus. Pada prasiklus, nilai rata-rata 72,29 dengan persentase ketuntasan 28,57%, meningkat mejadi 75,56 dengan persentase ketuntatasan 57,14% pada siklus I, dan menjadi 76,64 dengan persentase 85,71% pada siklus II; (2) ada peningkatan motivasi mengajar IPS guru kelas V yang ditunjukkan dari nilai rata-rata motivasi mengajar yang dicapai guru pada prasiklus 74,07, meningkat menjadi 82,45 pada siklus I, dan 84,94 siklus II. Hal ini berarti diskusi dalam KKG dapat meningkatkan kompetensi pedagogis dan motivasi mengajar IPS guru kelas V melalui diskusi.Kata kunci: kompetensi pedagogis, motivasi mengajar, diskusi di KKGThis research aims to increase teachers’ pedagogical competence and motivation in teaching social science (IPS) for 5th grade students of elementary school through discussion. This research is conducted in o Shaykh Maulana Maghribi Cluster, Purworejo. The subjects of this research are 7 teachers. Data collection techniques in this research use competency assessment tools and motivation questionnaires. The results showed that: (1) teachers’ pedagogical competence increase through discussion that shown by increasing the score of each teachers and the average of pedagogical competence score each cycle. The average score in pre-cycle is 72.29 with the percentage of completeness 28.57%, increase to 75.56 with the percentage 57.14% in 1st cycle and 76.64 with the percentage 85.71%; (2) teachers’ teaching motivation increase for teaching social science (IPS) that shown by teachers’ teaching motivation in pre-cycle is 74.07, become 82,45 in 1st cycle and 84.94 in 2nd cycle. It means that discussion in KKG can improve teachers’ pedagogical competence and motivation for teaching 5th grade social science (IPS) through discussions in KKG.Keywords: pedagogical competence, teaching motivation, discussion
HUBUNGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH PONDOK PABELAN MAGELANG TAHUN 2015 Hasan Qodri, Hasan Qodri; Moch. Amien, Moch. Amien
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasan Qodri dan Much. AmienABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui: (1) prestasi belajar siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang; (2) tingkat pendapatan orang tua; (3) motivasi belajar siswa; dan (4) hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah subjek penelitian adalah 48 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi ganda 3 prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang tergolong sangat baik; (2) tingkat pendapatan orang tua siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang adalah untuk 22 siswa (45,83%) dengan penghasilan orang tua ≤Rp500.000,00 mempunyai nilai antara 80-100, untuk 17 siswa (35,42%) dengan penghasilan orang tua antara Rp500.001,00–Rp1.000.000,00 mempunyai nilai antara 70-95, dan untuk 9 siswa (18,75%) dengan penghasilan orang tua antara Rp2.000.001,00–Rp3.000.000,00 mempunyai nilai antara 70-95; (3) motivasi belajar siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang tergolong baik; dan (4) ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar sejarah siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang, yang dibuktikan dengan hasil analisis data diperoleh rxy 0.332, sig = 0.021. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.Kata kunci: pendapatan orang tua, motivasi, prestasi belajar Hasan Qodri adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Much. Amin adalah Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta.Jurnal Sosialita, Vol. 9, No.1, Maret 2017 Qodri dan Amin, Hubungan Motivasi dan …110The aims of this research are to know: (1) students’ learning achievement in class XI of Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang; (2) parents income level; (3) students’ learning motivation; and (4) the correlation of students’ learning motivation and achievement in learning history of class XI of Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang, academic year 2015. This research use quantitative method by 48 students as research subjects. The collecting data use questionnaires and documentation. Then, the technique of data analysis use double regression 3 predictors. The results of this research show that: (1) students’ learning achievement in class XI of Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang is good; (2) parents income level are for 22 students (45,83%) around ≤Rp500.000,00, students have learning score 80-100, for 17 students (35,42%) around Rp500.001,00–Rp1.000.000,00, students have learning score 70-95, and for 9 students (18,75%) around Rp2.000.001,00–Rp3.000.000,00, students have learning score 70-95; (3) students learning motivation for class XI of Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang is good; and (4) there is a significant correlation between students’ learning motivation and achievement in learning history that shown by the results of data analysis rxy 0.332, sig = 0.021. It means that higher students’ learning motivation so higher students learning achievement.Keywords: parents’ income level, motivation, learning achievement
PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI PEMBERIAN PIN REWARD GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI TAMANAN 2 KALASAN SLEMAN Etmi Wahyuni, Etmi Wahyuni
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etmi WahyuniABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru melalui pemberian pin reward di SD Negeri Tamanan 2 Kalasan Sleman tahun 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah guru-guru di SD Negeri Tamanan 2 Kalasan Sleman, yang berjumlah 9 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan terjadi kenaikan skor kinerja guru dalam kelas pada prasiklus sebesar 656 dengan rerata 72,88, meningkat menjadi 670 rerata 74.44 pada siklus 1, dan 710 rerata 78,88 pada siklus 2. Demikian juga dengan kenaikan skor kinerja guru dalam kelas yang sesuai dengan standar, dari 44% pada prasiklus menjadi 66% pada siklus 1, dan 89% pada siklus 2. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pin reward mampu meningkatkan kinerja guru.Kata kunci: guru sekolah dasar, kinerja guru, pemberian pin rewardThe aim of this research is to increase teachers’ performance through giving pin reward in SD Negeri Tamanan 2 Kalasan Sleman, academic year 2015/2016. This research is school action research (SAR) in 2 cycles. The subjects of this research are 9 teachers in SD Negeri Tamanan 2 Kalasan Sleman. The used of data collecting technique is observation, questionnaires, field notes, and documentation. The technique of analysis data use descriptive qualitative and quantitative analysis. The results of this research show that the increasing of teachers’ performance score in class form 656 with the average is 72,88 in pre-cycle, become 670 the average is 74.44 in 1st cycle, and 710 the average is 78,88 in 2nd cycle. In the same case, there is also the increasing of teachers’ performance score that related to standard, from 44% in pre-cycle, become 66% in 1st cycle, and 89% in 2nd cycle. Moreover, it means that pin reward can improve teachers’ performance.Keywords: elementary school teachers, teachers’ performance, pin reward

Page 1 of 3 | Total Record : 28