cover
Contact Name
Noni Putri
Contact Email
fatihjournal1@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
fatihjournal1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan atau Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Fatih: Journal of Contemporary Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643821     DOI : -
The focus and scope of Fatih Journal of Contemporary Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 182 Documents
Pengaruh Kebiasaan Membaca (Reading Habit) Komunitas Gerakan One Week One Book @gerakan_1week1book Terhadap Peningkatan Minat Baca Masyarakat Indonesia Sihotang, Anggita Azzahra; Sazali, Hasan; Purwaningtyas, Franindya
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gy76rc18

Abstract

Penelitian ini meneliti kebiasaan membaca (reading habit) Komunitas @gerakan_1week1book terhadap peningkatan minat baca masyarakat Indonesia. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan kuesioner, obeservasi, dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini adalah member komunitas @gerakan_1week1book sebanyak 99 orang. Dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana melalui uji t dan uji F serta analisis koefisien determinasi (R2). Dari hasil analisis menggunakan uji t dan uji F dapat diketahui bahwa variabel independen yaitu kebiasaan membaca komunitas @gerakan_1week1book berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu minat baca masyarakat Indonesia. Hasil analisis menggunakan koefisien determinasi diketahui bahwa 40,5% variasi minat baca masyarakat Indonesia dijelaskan oleh kebiasaan membaca komunitas yaitu motivasi membaca, tujuan membaca, tersedianya koleksi yang memadai. Sedangkan sisanya 59,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
Implementasi Hak Korban Kejahatan Kekerasan Terhadap Nyawa Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2025: Studi Kasus Penganiayaan Berencana Mahasiswi UIN Suska Riau Siregar, Mellysyah Dewi Sartika; Fadillah, Siti Nur
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/yts8as90

Abstract

Implementasi hak-hak konstitusional berakar pada penghormatan terhadap hak atas kehidupan. Dengan diundangkannya UU Nomor 20 Tahun 2025, Indonesia secara resmi mengadopsi sistem peradilan yang lebih memanusiakan korban daripada sekadar menghukum pelaku. Agar mandat ini berjalan efektif, dibutuhkan sinergi dan integritas aparat penegak hukum, termasuk peran advokat dalam mengawal hak-hak keluarga korban. Mengambil lokus pada kasus mahasiswi UIN Suska Riau, artikel ini mengevaluasi pemberian hak proteksi dan restitusi bagi korban. Secara metodologis, studi ini bersifat normatif dengan mengandalkan law in books sebagai basis data utama, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan undang-undang serta pendekatan kasus untuk memperkuat argumentasi hukumnya.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan Siber Dalam Perspektif Viktimologi: Studi Terhadap Kebocoran Data Pribadi di Indonesia Barus, Anisa Dwi Putri; Arifin, Muhammad
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/n13g3p41

Abstract

Di era digital, kejahatan siber seperti kebocoran data pribadi semakin marak dan menimbulkan kerugian signifikan bagi korban, baik secara materiil maupun immaterial. Dalam perspektif viktimologi, korban kebocoran data sering dikategorikan sebagai non-participating victims, di mana mereka tidak terlibat langsung dalam kejadian, melainkan menjadi sasaran akibat kelalaian pihak ketiga seperti penyelenggara sistem elektronik. Artikel ini membahas tipologi korban kejahatan siber secara mendalam, dengan fokus pada hak restitusi dan kompensasi yang diatur dalam UU No. 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Meskipun kerugian immaterial, seperti hilangnya privasi, martabat, dan potensi penyalahgunaan identitas, sangat kompleks untuk dihitung secara kuantitatif, pendekatan viktimologi menekankan pemulihan holistik yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga restoratif untuk mengembalikan kesejahteraan psikis dan sosial korban. Melalui analisis normatif dan konseptual, penelitian ini mengungkap tantangan dalam implementasi hak korban di ranah siber, termasuk kesulitan pembuktian kausalitas dan keterbatasan mekanisme penegakan hukum. Sebagai solusi, diperlukan pergeseran paradigma dari hukum pidana yang berorientasi pada penghukuman pelaku menuju model restoratif yang memprioritaskan pemulihan korban. Pemerintah disarankan untuk memperkuat peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan mandat khusus untuk kasus siber, termasuk program konseling, bantuan hukum, dan pengawasan pasca-insiden. Rekomendasi ini bertujuan menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih adaptif terhadap dinamika ancaman digital.
Viktimisasi Lingkungan (Green Victimology): Dampak Pencemaran Limbah Industri Terhadap Hak Hidup Masyarakat Pesisir Putri, Cindy Mutihara; Amelia, Wardina
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/knr58z41

Abstract

Pencemaran limbah industri di wilayah pesisir melahirkan bentuk viktimisasi baru yang dikaji dalam green victimology. Penelitian ini menganalisis dampak pencemaran terhadap hak hidup masyarakat pesisir serta urgensi penguatan peran advokat dalam akses keadilan ekologis. Menggunakan metode kualitatif studi kasus di pesisir Belawan, Medan, periode Februari–April 2026, data diperoleh dari wawancara 15 nelayan, 5 perempuan pengolah ikan, 2 tokoh adat, 3 aparat desa, 2 advokat lingkungan, observasi, dan uji laboratorium kualitas air. Hasil menunjukkan tiga lapis viktimisasi: 1) Primary victimization berupa matinya 42 ha mangrove dan penurunan 67% hasil tangkap, 2) Secondary victimization berupa lonjakan 120% kasus dermatitis, ISPA, dan kemiskinan ekologis, 3) Tertiary victimization berupa kriminalisasi 4 warga dan konflik horizontal. Pencemaran ini melanggar hak atas lingkungan hidup Pasal 28H UUD 1945. Reformasi hukum advokat, termasuk revitalisasi advokat syariah, menjadi kunci untuk membela korban struktural. Rekomendasi: audit lingkungan independen, strict liability korporasi, dan integrasi ecocide dalam hukum pidana.
Mengkategorikan Judi Online dan Pornografi Adiktif sebagai Tindak Pidana Non-Viktimisasi Abdillah, Meldyana Permata; Putri, Khairunnisa Risnandar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r060m198

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, termasuk judi online dan pornografi adiktif yang semakin mudah diakses oleh masyarakat. Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep non-victim crime, yaitu tindak pidana yang dianggap tidak memiliki korban langsung selain pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis apakah judi online dan pornografi adiktif dapat dikategorikan sebagai tindak pidana non-viktimisasi dalam konteks hukum pidana modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua fenomena tersebut secara teoritis dapat dikategorikan sebagai non-victim crime, dalam praktiknya terdapat dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang meluas, sehingga melibatkan korban tidak langsung seperti keluarga dan lingkungan sosial. Selain itu, adanya unsur adiksi menyebabkan pelaku tidak sepenuhnya bertindak secara rasional, sehingga mengaburkan batas antara pelaku dan korban. Dengan demikian, konsep non-victim crime tidak dapat diterapkan secara kaku terhadap fenomena ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan hukum yang lebih komprehensif dan kontekstual yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek preventif dan rehabilitatif dalam menangani kejahatan berbasis digital di era modern.
Strategi LPTQ Kota Medan dalam Meningkatkan Prestasi MTQ di Tingkat Nasional Alhanif, Afkarul Fatah; Nasution, Ummi Kalsum
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bbp34v09

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengkaji manajemen strategi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Medan dalam proses pembinaan qari dan qariah menuju tingkat nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Teknik pengumpulan data melalui Kepustakaan (Library Research) yang mana mencari beberapa data dan referensi dari berbagai buku, majalah, artikel yang sudah dipastikan keabsahannya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa LPTQ menjalankan proses manajemen yang meliputi perencanaan program, pelaksanaan pelatihan rutin, dan evaluasi berkala. Program pembinaan mencakup penguasaan tajwid, fasohah, teknik vokal, dan penguatan mental untuk persiapan lomba. Perencanaan yang telah disesuaikan oleh pihak LPTQ dalam membentuk peserta menuju tingkat nasional.
Kajian Viktimologi Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Reisyah, Karin; Najwa, Artika
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vmpk1d09

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah salah satu jenis tindak pidana yang memberikan pengaruh yang luas terhadap para korban, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial. Dari sudut pandang Viktimologi, individu yang menjadi korban KDRT tidak hanya dilihat sebagai orang yang menderita, namun juga sebagai entitas yang berhak atas perlindungan serta pemulihan yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis perlindungan hukum dan cara pemulihan bagi korban KDRT di Indonesia dengan menggunakan pendekatan viktimologi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan mengandalkan peraturan perundang-undangan serta kajian literatur. Hasil riset mengindikasikan bahwa perlindungan bagi korban KDRT di Indonesia telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, yang mencakup hak-hak korban untuk memperoleh perlindungan, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta dukungan psikologis. Lebih jauh, keberadaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban juga memperkuat akses bagi korban terhadap restitusi, kompensasi, dan rehabilitasi. Namun, pelaksanaan perlindungan dan pemulihan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya tingkat kesadaran korban untuk melaporkan kejadian, keterbatasan fasilitas layanan, serta pengaruh budaya yang cenderung menganggap kekerasan domestik sebagai hal yang biasa. Dalam penelitian mengenai viktimologi, esensial untuk menerapkan metode yang fokus pada korban dengan menjadikan korban sebagai pusat perhatian dalam sistem hukum pidana. Oleh karena itu, penguatan perlindungan hukum dan pemulihan korban kekerasan dalam rumah tangga perlu dilakukan melalui peningkatan regulasi, pengembangan kemampuan penegak hukum, serta penyediaan layanan rehabilitasi yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Pengantar, Konsep dan Urgensi Pendidikan Multikultural di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rahmi, Maldina Aulia; Safitah, Jihan; Ramzani, Ovy Dwi; Hanum OK, Azizah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/sxhfts08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengantar, konsep, dan urgensi pendidikan multikultural di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam membentuk karakter anak yang toleran, inklusif, dan menghargai keberagaman. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara konsep ideal pendidikan multikultural dengan implementasinya di lapangan, terutama terkait masih terbatasnya pemahaman guru dan minimnya pelatihan yang mendukung pembelajaran berbasis multikultural. Penelitian ini penting dilakukan mengingat PAUD merupakan tahap awal pembentukan karakter anak yang sangat menentukan sikap sosial di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural di PAUD mencakup empat pendekatan utama, yaitu content integration, knowledge construction, equity pedagogy, dan prejudice reduction. Keempat konsep tersebut berperan penting dalam membentuk pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna bagi anak usia dini. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan budaya, tetapi juga sebagai proses pembentukan sikap sosial seperti toleransi, empati, dan keadilan sosial. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman guru dan keterbatasan pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru dan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inklusif agar pendidikan multikultural dapat berjalan optimal di PAUD.
Perlindungan Hukum Korban Kekerasan Seksual di Pesantren dalam Perspektif Viktimologi Lubis, Muhammad Rafly; Tarigan, Abdillah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y2f2zj26

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan pesantren merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan dan menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, baik akademisi, praktisi hukum, maupun pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di pesantren dalam perspektifviktimologi serta mengkaji relevansi nilai-nilai hukum Islam dalam memberikan keadilan bagi korban. Metode yangdigunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa meskipun instrumen hukum seperti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak PidanaKekerasan Seksual dan Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 telah memberikan kerangka perlindungan yang lebih kuat, implementasinya di lingkungan pesantren masih menghadapi hambatan struktural, kultural, dankelembagaan. Perspektif viktimologi menegaskan bahwa korban berhak mendapatkan perlindungan, pemulihan, danakses keadilan yang substantif bukan sekadar formal. Integrasi nilai-nilai hukum Islam yang menjunjung tinggikeadilan dan perlindungan hak asasi manusia menjadi landasan penting dalam membangun sistem perlindungankorban yang lebih responsif.
Kerentanan Perempuan Terhadap Kejahatan: Tinjauan Viktimologi dalam Perspektif Gender Nurhalimah, Nurhalimah; Solin, Putri Nabila Aryhati
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cbz95x09

Abstract

Perempuan dalam berbagai konteks sosial masih sering berada pada posisi yang rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan. Kerentanan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial, budaya, serta relasi kekuasaan yang sering kali menempatkan perempuan pada posisi yang kurang menguntungkan. Dalam kajian viktimologi, perempuan dipandang sebagai kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami viktimisasi, baik dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan seksual, maupun bentuk kejahatan lain yang berakar pada ketimpangan gender. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana kerentanan perempuan terhadap kejahatan dapat dianalisis melalui perspektif viktimologi dengan mempertimbangkan aspek gender. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan, yang bersumber dari berbagai literatur, peraturan hukum, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerentanan perempuan terhadap kejahatan erat kaitannya dengan konstruksi sosial, stereotip gender, serta ketimpangan relasi kekuasaan yang masih terjadi di masyarakat. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa viktimisasi terhadap perempuan tidak hanya disebabkan oleh tindakan pelaku, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial yang kurang memberikan perlindungan yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis gender dalam upaya pencegahan serta penguatan sistem perlindungan hukum bagi perempuan sebagai korban kejahatan.