cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 3" : 7 Documents clear
STRUKTUR SOSIAL DALAM KAMP CALAIS “JUNGLE” DI PRANCIS Salsabila, Dyanisa Ramadhani; Miranda, Airin
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kamp pengungsian imigran di Calais dibuka pada tahun 1999 dan kemudian ditutup secara resmi pada tahun 2002. Para imigran tetap datang dan membangun kamp secara ilegal setelah penutupan resmi kamp ini Kamp ini diberikan julukan kamp Calais “Jungle” pada tahun 2009 setelah kamp terus menerus berkembang karena jumlah imigran yang terus bertambah. Pada tahun 2014, jumlah imigran yang mengungsi di kamp ini mencapai 6.000 jiwa. Suatu komunitas sosial terbentuk dari berbagai etnis yang ada. Komunitas ini bekerjasama dan membuat sistemnya sendiri dalam menjalankan kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dari Creswell (2009) dengan korpus komunitas kamp imigran Calais “Jungle” pada tahun 2009-2016. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori state of exception (Agamben, 1995) dan teori Kapital Sosial (Bourdieu, 1986) untuk meneliti komunitas dan sistem sosial di dalam kamp Calais “Jungle”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lingkungan kamp terdapat sistem sosial baru yang merupakan hasil dari pengabaian hukum yang seharusnya berlaku dan terdapat pihak yang menjadi dominasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi dalam komunitas sosial di dalam kamp, yaitu kelompok imigran dari Afganistan.
LINGKUNGAN PENGENDAPAN PERAHU KUNO DI SITUS PUNJULHARJO, REMBANG, JAWA TENGAH: SEBUAH PENDEKATAN GEOARKEOLOGI Purnomo, Andri; Donadio, Carlo; Mochtar, Agni; Zazzaro, Chiara
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi geoarkeologi adalah pendekatan interdisiplin dalam penelitian arkeologi yang memungkinkan kita memahami bagaimana proses alam dapat mempengaruhi sebuah situs arkeologi dan bagaimana pula kita dapat merekonstruksi konteks lingkungan kuno dari sebuah situs arkeologi. Pendekatan ini sangat efektif dalam bidang arkeologi maritim, mengingat wilayah pesisir terus mengalami perubahan lingkungan baik karena faktor alam maupun antropis. Kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang menarik untuk menerapkan pendekatan geoarkeologi dalam arkeologi maritim mengingat banyaknya sisa-sisa perahu yang ditemukan di daratan dan perubahan geomorfologi berkelanjutan terkait aliran air yang terjadi selama Kala Holosen. Artikel ini menyajikan hasil penerapan pendekatan tersebut di atas pada kasus perahu Punjulharjo yang memiliki pertanggalan dari abad ke-7 M dan di temukan pertama kali dalam konteks sebuah situs berupa daratan
GLOBALISASI MUSIK POPULER KOREA (K-POP) DALAM KONTEKS INDUSTRI BUDAYA Zaini, Zaini
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik populer Korea yang dikenal dengan K-pop mengalami perkembangan yang sangat dinamis hingga berhasil menyebar secara global dalam waktu yang sangat cepat sejak jenis musik populer ini mulai dikenal pada tahun 1990-an. Penelitian ini membahas globalisasi K-pop dengan berbagai dinamikanya yang berdampak dengan peningkatan pecinta K-pop di masyarakat global. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif bersumber dari berbagai data terkait perkembangan musik populer Korea. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan musik populer Korea (K-pop) ke dalam masyarakat global karena adanya dukungan dari berbagai pelaku dalam industri K-pop, baik pemerintah selaku pembuat kebijakan, pelaku industri musik, pengusaha dalam industri musik, serta dukungan masyarakat global sebagai penikmat musik populer Korea.
POLA KALIMAT TRANSITIF PADA BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO): SEBUAH STUDI VARIASI BAHASA Pertiwi Isma, Silva Tenrisara
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola kalimat transitif pada dua ragam bahasa isyarat di Jakarta dan Yogyakarta. Terdapat 228 kalimat transitif sederhana yang diperoleh dari hasil elistitasi terhadap 10 pengguna bahasa isyarat Indonesia yang berasal dari kedua wilayah tersebut. Hasil analisis terhadap pola kalimat transitif reversibel (subjek dan objek dapat dipertukarkan) dan nonreversible (subjek dan objek tidak dapat dipertukarkan) menunjukkan bahwa bahasa isyarat ragam Jakarta cenderung berpola SPO untuk kalimat reversibel, sementara pola SOP cenderung digunakan di bahasa isyarat ragam Yogyakarta. Untuk kalimat nonreversibel, bahasa isyarat ragam Jakarta memiliki pola urutan kata yang lebih fleksibel, sementara bahasa isyarat ragam Yogyakarta tetap cenderung mengggunakan pola SOP. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua ragam isyarat tersebut memiliki perbedaan pola kalimat yang cukup signifikan.
PRINSIP HORMAT DAN TANGGAP ING SASMITA DALAM CERKAK MUNGKUR KABEH Amrizaard, Brillian; Darmoko, Darmoko
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghormati dan menghargai orang tua adalah sebuah sikap berbakti dari anak dan juga tanda bahwa seseorang memahami tata krama. Penelitian mengenai prinsip hormat dan tanggap ing sasmita ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang obyektif. Teori yang menjadi landasan berpikir adalah teori Hermeneutik dari Paul Ricoeur yang telah dirumuskan kembali oleh Eugenius Sumaryono (1999) sebagai salah satu cara menginterpretasikan sesuatu. Hasil dari penelitian, ada beberapa poin yang dapat digunakan sebagai acuan sikap yang baik dengan menjunjung prinsip hormat dan juga terdapat sikap tanggap ing sasmita sebagai dasar untuk bersikap atau memperlakukan orang tua dengan konotasi positif. Tindakan yang diambil oleh Lik Jiyem dan tokoh-tokoh lainnya terhadap tokoh Ibu dan Bapak adalah contoh nyata sebagai tindakan yang menjunjung prinsip hormat dan tanggap ing sasmita demi mencapai etika keselarasan dalam kehidupan. Poin-poin menyapa orang tua, ngajèni orang tua sebagai hasil penelitian ini dapat diaplikasikan ke dalam masyarakat agar tercipta etika keselarasan dan kerukunan dalam bermasyarakat. Hasil dari penelitian ini diharapkan agar muda-mudi dapat belajar dan diharapkan bertindak sesuai tata krama yang bener lan pener terutama terhadap orang tua dan meningkatkan moral pada khalayak umum, namun tetap mengangkat karya sastra “Cerkak Mungkur Kabeh” ke dalam masyarakat sekarang
KRITIK HEIDEGGER TERHADAP ESENSI TEKNOLOGI MODERN SEBAGAI TITIK TOLAK PENGEMBANGAN ETIKA BARU Kuntjoro, Antonius Puspo
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan yang tejadi di era digital ini memerlukan adanya pendekatan baru dalam etika karena keterbatasan etika tradisional, seperti deontologi dan utilitarianisme serta etika keutamaan, dalam menghadapi isu-isu kontemporer. Kritik filsuf Martin Heidegger terhadap esensi teknologi modern berpotensi menjadi titik awal pengembangan etika baru guna merespons persoalan-persoalan kontemporer terkait lingkungan, hegemoni teknologi, dan implikasi bisnis. Menurut Heidegger esensi teknologi modern adalah menampakkan segala sesuatu sebagai suku cadang yang siap digunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan subjek. Esensi teknologi modern ini menimbulkan bahaya karena bersifat eksploitatif yang berujung krisis ekologis dan alienasi sosial. Menanggapi masalah-masalah kontemporer, etika Heideggerian dapat dikembangkan berdasarkan pemahaman tentang dwelling dan keterbukaan kontemplatif terhadap eksistensi. Etika ini akan menekankan keterhubungan antara manusia, alam, dan dunia, yang akan membimbing kepada hubungan etis dengan sesama manusia dan lingkungan. Menjadikan filsafat Heidegger sebagai titik tolak pengembangan etika baru tidak tanpa tantangan yang serius, namun pengembangan filsafat Heidegger oleh para penerusnya di ranah teknologi dan lingkungan menunjukkan bahwa kemungkinan positif sangat bisa diharapkan.
TINDAK TUTUR MENGHINA DALAM FILM ANIMASI AL-RIḤLAH Haristianti, Fanny; Triwinarti, Wiwin
Multikultura Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan berbahasa adalah aspek penting dalam kehidupan sosial. Namun, tindak tutur yang mengancam muka mitra tutur tidak dapat dihindari pada situasi tertentu, salah satunya tindak tutur menghina yang penuh konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi tindak tutur menghina yang dituturkan tokoh film animasi al-Riḥlah dengan menggunakan teori strategi Face-Threatening Acts (FTA) oleh Brown dan Levinson 1987. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu 1) teknik simak bebas libat cakap; 2) transkripsi; dan 3) catat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis padan ekstralingual dan disajikan melalui metode informal. Penelitian ini menemukan dua strategi yang digunakan dalam bertindak tutur menghina oleh para tokoh film animasi al-Riḥlah, yaitu 1) strategi langsung tanpa basa-basi (bald on-record) dan 2) strategi tidak langsung (off record) berupa pertanyaan retorik, ironi (al-Sikhriyyah), dan menggantikan mitra tutur (displace Hearer). Tuturannya bermakna negatif merendahkan, meremehkan, menyinggung perasaan, mengumpat untuk mengutuk, dan menghina mitra tutur menggunakan kata, frasa, maupun kalimat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7