cover
Contact Name
Erwin Eka Saputra
Contact Email
jurnalsultraelementaryschool@gmail.com
Phone
+6285399089409
Journal Mail Official
jurnalsultraelementaryschool@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. Piere Tendean No.109, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93563
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JSES
ISSN : -     EISSN : 2716036X     DOI : 10.54297
JSES: Jurnal Sultra Elementary School with e-ISSN: 2716-036X is an open access journal published by the Elementary School Teacher Education Study Program dedicated to publishing educational research results based on scientific research and literature studies in the field of educational science that focuses on curriculum, teaching methodology, learning activities, teaching media, learning approaches, learning outcomes, character education, and evaluation in elementary education. This is part of the spirit of disseminating knowledge produced from research and thinking for the wider community. In addition, it is also a source of reference for professionals, academics, researchers, and scholars in the field of education in general and Elementary Education in particular. Jurnal Sultra Elementary School (JSES) accepts scientific articles with a research scope on: 1. Curriculum Development 2. Teaching Methods 3. Learning Activities 4. Teaching Media 5. Learning Approaches 6. Learning Achievements 7. Character Education 8. Evaluation of Elementary Education
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Nomor 1 2022" : 6 Documents clear
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KELAS IV SD NEGERI 1 DUREN Titis Suci Widyowati; Wawan Priyanto; Sukamto Sukamto
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.46

Abstract

Pandemi Covid-19 ini mengubah pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 1 Duren yang biasanya menggunakan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran luring dan pembelajaran daring (blended learning). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji proses pelaksanaan pembelajaran blended learning dikelas IV SD Negeri 1 Duren dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran blended learning. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di di SD Negeri 1 Duren dengan subjek penelitian ini meliputi siswa kelas IV dan guru kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran daring dilakukan bersamaan dengan pembelajaran luring. Aplikasi yang digunakan dalam model belajar daring adalah WhatsApp, sedangkan pembelajaran luring dilakukan di sekolah dengan melihat materi yang dikirim melalui Grub WhatsApp. Pelaksanaan pembelajaran blended learning memiliki banyak kekurangan seperti siswa kurang paham pada materi yang disampaikan oleh guru dan manajemen waktu yang kurang baik. Namun pembelajaran blended juga memiliki kelebihan yaitu kemudahan bagi guru untuk menyampaikan materi ke seluruh siswa.Kata kunci: pembelajaran pada masa pandemi, blended learning, sekolah dasar.
PERSEPSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ORANG TUA DAERAH PESISIR SUKU BAJO KABUPATEN WAKATOBI Waode Heni Fitriani; Waode Eka Dayanti
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.49

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua tentang pendidikan didaerah pesisir suku bajo desa sama bahari sudah memiliki perubahan dibandingkan tahun sebelumnya dengan seiring berjalannya waktu meliputi makna pendidikan anak usia dini, pentingnya pendidikan anak usia dini, fungsi pendidikan anak usia dini, tujuan pendidikan anak usia serta harapan orang tua anak dalam pendidikan anak usia dini. Persepsi anak usia dini orang tua adalah suatu pendidikan anak yang diberikan kepada anak dibawah usia 7 tahun sebelum memasuki pendidikan sekolah dasar dan disana anak bisa belajar banyak hal seperti membaca, berhitung, menulis, bernyanyi dan lainya dengan harapan orang tua bisa menjadi anak yang pintar sehingga kelak sukses agar bisa membanggakan orang tuanya. Tetapi orang tua menganggap anak akan diberikan pendidikan jika anak sudah umur 7 tahun dan akan siap di daftarkan disekolah dasar, dikarenakan kurangnya biaya pendidikan.Kata Kunci:Persepsi, Anak usia Dini, Daerah Pesisir, Suku Bajo
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Erwin Eka Saputra
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan model pembelajaran kontekstual. (2) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dengan model pembelajaran konvensional. (3) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pada kelas eksperimen pembelajaran menggunakan model pembelajaran kontekstual, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Sampel penelitian ialah siswa kelas VI di dua sekolah yakni berjumlah 15 orang siswa SDN 1 Moramo dan 17 orang siswa SDN 11 Moramo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) dari nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual terdapat peningkatan terhadap hasil kemampuan komunikasi matematis siswa. (2) dari nilai rata-rata pretest dan posttest kelas kontrol tersebut terjadi signifikan dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran konvensional terdapat peningkatan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (3) Nilai rata-rata N-Gain eksperimen sebesar 0.6364 termasuk kategori sedang , dan nlai rata-rata N-Gain control sebesar 0.2229 termaksud dalam kategori kurang. Peningkatan kemampuan komunikais matematis siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGELOLA INTERAKSI KELAS PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR Jafarudin Jafarudin
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.44

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelas 6 SD Negeri 1 Barangka pada bulan April hingga Mei 2022. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi aspek pedagogik guru dalam pengelolaan kelas saat proses pembelajaran (membuka, menyajikan, dan menutup) bahasa Indonesia di kelas 6 SD Negeri 1 Barangka. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian deskriptif ini menunjukkan kompetensi guru saat membuka pembelajaran memiliki kualitas baik, aspek menyajikan materi pembelajaran memiliki kualitas sangat baik, dan aspek menutup pembelajaran memiliki kualitas kurang baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan kualitas kompetensi guru saat mengelola interaksi kelas pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas 6 SD Negeri 1 Barangka pada aspek yang diteliti mencapai kualitas baik.  Kata kunci: kompetensi, pedagogik,  interaksi, pembelajaran
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK: STUDI KASUS DI DESA TALAGA 2 Muhammad Ilham; Febrina Rizki
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam membentuk karakter disiplin anak di Desa Talaga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekankeabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh orang tua dalam membentuk karakter disiplin anak di Desa Talaga 2 terdiri dari beberapa pola yaitu pola asuh otoriter diterapkan pada saat orang tua menerapkan sikap tegas terhadap anak. Pola asuh permisif diterapkan pada saat tertentu ketika orang tua sibuk dengan pekerjaannya. Pola asuh demokratis diterapkan pada saat orang tua membuat aturan bersama anak dan disepakati bersama, serta aturan tersebut harus ditaati oleh anak bagi yang melanggar akan diberi hukuman sesuai dengan kesepakatan orang tua. Karakter yang dibentuk pada anak adalah karakter disiplin dalam beribadah yaitu anak tidak boleh meninggalkan shalat, karakter disiplin waktu seperti anak harus selalu tepat waktu ketika shalat, bangun pagi dan tidak boleh terlambat pulang ke rumah, karakter disiplin sosial yang diterapkan orang tua seperti anak harus menghormati orang tua. Pola asuh demokratis paling dominan diterapkan oleh orang tua, namun dalam situasi tertentu beberapa orang tua menerapkan pola asuh oteriter dan permisif. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penerapan pola aasuh orang tua terdiri dari kesibukan orang tua seperti sibuk dengan pekerjaannya, teman sebaya, status ekonomi serta pengaruh buruk pesatnya arus globalisasi seperti handphone, televise dan game online. Kata Kunci : Pola asuh, orang tua, karakter disiplin anak
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI BERPANTUN SISWA KELAS VII.1 SMP NEGERI 4 KENDARI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Sukadir Kete; Nurhaeni Nurhaeni
Jurnal Sultra Elementary School Volume 3 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/jses.v3i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pantun siswa kelas VII-1 SMP Negeri 4 Kendari dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Manfaat dari penelitian ini bagi siswa, guru, sekolah, dan MGMP Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kendari. Subjek yang diteliti siswa kelas VII-1 yang berjumlah 32 orang terdiri dari 18 perempuan dan 14 laki-laki. Berdasarkan data-data dari hasil penelitian dalam tiga siklus adalah: 1)  hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada siklus I yang memperoleh nilai ≥ 80 sebanyak 13 orang (40,63%), dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada siklus II yang memperoleh nilai ≥ 80 sebanyak 31 orang (96,88%), 2) kemampuan guru mengelola pembelajaran pada siklus I jumlah skor 120 dengan rata-rata 4 (Baik) dan pada siklus II jumlah skor 132 dengan rata-rata 4,4 (Baik) dan 3) kegiatan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus I memperoleh jumlah skor 22 (73,33%) dengan kriteria Cukup dan pada siklus II memperoleh jumlah skor 27 (90,00%) dengan kriteria Sangat Baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pantun siswa kelas VII-1 SMP Negeri 4 Kendari.Kata kunci: membaca, menulis, pantun, project based learning

Page 1 of 1 | Total Record : 6