cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 3" : 5 Documents clear
The Extent of Knowledge, Preparedness and Perception of Telemedicine among Family Medicine Residents in Cebu City during COVID-19 Sumanga, Kristine Joy Y.; Derecho, Clarissa Mae D.
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine is providing healthcare services using electronic means at a distance including the diagnosis, treatment, and prevention of diseases as well as the research and evaluation, and education of healthcare providers. Its role in the time of the pandemic is vital, especially to the practice of medicine. This study is a descriptive, cross-sectional, survey research study conducted in four hospital training institutions in Cebu City. A total of 41 respondents gave their consent and were given the online survey questionnaire about the extent of knowledge, preparedness and perceptions of telemedicine. Out of the 41 respondents, 56.10% were young adults (26-30 years old), mostly females (70.73%), single (68.29%), first-year residents (43.90%), employed at a government hospital (70.73%) and are in the traditional residency pathway (82.93%). On relevant experience, 82.93% experienced telemedicine during residency, with 100% on follow-up consultations, and 95% were consulted due to infections. Respondents’ extent of knowledge was average while the extent of preparedness and perception were high. Problems with low connectivity (80.48%) were noted by most of the respondents. Resident physicians moderately understood the information about telemedicine but with a high extent of preparedness and perception. Challenges to low connectivity and handling patients’ data privacy were the major concerns met by the resident physicians in the use of telemedicine.
Rendahnya Skor Methods Information Index (MII) dan Faktor-Faktor Terkait: Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 dan 2017 Wahyuningsih, Wiji; Budiharsana, Meiwita P
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed choice memastikan bahwa pilihan kontrasepsi modern diputuskan perempuan setelah menerima informasi lengkap tentang metode kontrasepsi yang tersedia. Indeks informasi yang disebut Methods Information Index (MII) mengukur tiga elemen, yaitu efek samping masing-masing metode, kemana harus berobat jika efek samping muncul, dan perlu berganti ke kontrasepsi mana. Pemberian informasi lengkap tentang ketiga elemen MII merupakan pemenuhan etika dan hak-hak reproduksi perempuan. Penelitian ini menyajikan temuan rendahnya skoring MII di Indonesia, cermin dari tinggginya persentase perempuan pengguna kontrasepsi yang tidak menerima informasi lengkap dan faktor-faktor terkait. Sebanyak 45.607 dan 49.627 perempuan usia 15-49 tahun yang tercakup dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dan 2017 yang menjadi sampel. Data dianalisis menggunakan statistik regresi logistik yang memperlihatkan korelasi antara skoring MII dengan variabel bebas. Variabel bebas terdiri dari usia perempuan menikah 25 tahun ke atas, tingkat pendidikan menengah ke atas, akses pelayanan KB di bidan dan fasilitas kesehatan, serta pengguna metode IUD terkait dengan peluang lebih besar untuk menerima informasi MII lengkap. Proporsi perempuan penerima informasi MII lengkap adalah 24,60% (2012) dan 28,65% (2017). Lebih dari 70% perempuan pengguna kontrasepsi modern belum mendapatkan informasi MII lengkap. Perlu diupayakan agar program keluarga berencana memonitor peningkatan skoring indeks MII untuk memastikan perempuan pengguna kontrasepsi Indonesia terpenuhi haknya untuk mendapatkan informasi MII lengkap.
Pengaruh Komorbid Terhadap Tingkat Survival Pasien dengan Diabetes Tipe II: Analisis Data Sampel BPJS 2015-2021 Abimayu, Anggi Tria; Rahmaniati, Martya
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2021 Indonesia menempati peringkat ke-6 di dunia dengan kasus kematian akibat diabetes terbanyak. Tingginya angka kematian diabetes disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah komorbiditas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh komorbid terhadap tingkat survival penderita diabetes tipe II di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sampel kontekstual diabetes melitus BPJS tahun 2015-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 96.379 terbobot. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat dengan kurva Kaplan-Meier dan Uji Log-Rank, dan multivariat dengan uji cox proportional hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita diabetes tipe II yang memiliki komorbid mempunyai cumulative survival probability (CSP) yang lebih rendah dan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid, terutama pada penderita yang memiliki komorbid tidak sesuai (CSP=85,6%; 95% CI=84,4-86,7%; aHR=1,64; 95%; CI=1,150–1,390). Maka dari itu, penting untuk memperhatikan perawatan yang diberikan kepada penderita diabetes tipe II yang memiliki komorbid tidak sesuai agar perawatan yang diberikan tidak memperburuk kondisi salah satu penyakit.
Determinan Kematian Balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat: Analisis Data SDKI 2017 Mutaqin, Jilan Salshabilla; Rahmaniati, Martya; Hastono, Sutanto Priyo; Sipahutar, Tiopan
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat memiliki angka kematian balita tertinggi berdasarkan wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Tingginya kematian balita terkait langsung dengan keberlanjutan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosio-ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta pemeliharaan kesehatan anak. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki determinan kematian balita menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Analisis dilakukan pada 1056 sampel dengan uji potong lintang dan regresi logistik untuk melihat faktor kematian balita yang signifikan serta besar risiko masing-masing faktor pada determinan sosio-ekonomi dan proksi. Jumlah kelahirkan, jenis kelamin anak, ibu yang tidak memberikan ASI, pendidikan ibu, dan umur ibu saat melahirkan menjadi faktor risiko kematian balita. Faktor-faktor pada kedua determinan sosio-ekonomi maupun proksi merupakan faktor penting terhadap kematian balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat sehingga interversi yang mengarah pada program perencanaan keluarga, khususnya terkait jumlah kelahiran perlu dilakukan untuk menurunkan angka kematian balita.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aktivitas Fisik Pada Remaja di Kota Banjarbaru Tahun 2021 Sujarwati, Annisa; Agustina, Emelia; Azmiyannoor, Muhammad; Rosadi, Dian; Fakhriyadi, Rudi; Fadillah, Noor Ahda; Lasari, Hadrianti H.D.; Nisa, Mufatihatul Aziza
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Riskesdas 2013-2018 menunjukkan peningkatan aktivitas fisik yang kurang pada penduduk usia ≥10 tahun di Indonesia. Kurangnya aktivitas fisik dapat disebabkan dari berbagai hal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kurangnya aktfitas fisik pada remaja 10-24 tahun di Kota Banjarbaru melalui pendekatan teori perilaku Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh remaja usia 10-24 tahun di Kota Banjarbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan dinyatakan valid. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, ketersediaan sarana aktivitas fisik, dan dukungan sosial. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku aktivitas fisik. Penelitian dilakukan September-November 2021. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil uji Fisher’s exact test didapati hubungan bermakna antara jenis kelamin (nilai P=0,001; PR=21,3) dan pengetahuan (nilai P=0,001; PR=10,2) terhadap perilaku aktivitas fisik. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan bermakna antara pendidikan terakhir (nilai P=0,679), ketersediaan sarana aktivitas fisik (nilai P=0,408) dan dukungan sosial (nilai P=0,679) dengan perilaku aktivitas fisik. Disimpulkan bahwa perilaku aktifitas fisik dapat dipengaruhi dari faktor yang menjadi dasar motivasi seseorang melakukan sesuatu berupa pengetahuan dibandingkan faktor lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5