cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5, No. 2" : 5 Documents clear
Vaccination as a Protective Factor Against Hospitalization for SARS-CoV-2 Infections: an Observational Study Using Surveillance Data Simanjorang, Chandrayani; Tarigan, Kristin Mutiara; Sudrajat, Diva Anita Churiana; Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah; Zahra, Asy Syifa Anwari
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Death due to SARS-CoV-2 generally occurs in patients requiring hospital care (hospitalization). However, it is still unclear whether vaccination acts as a protective factor against hospitalization in SARS-CoV-2 patients in Indonesia. This study examines the association between vaccination and hospitalization among SARS-CoV-2 patients. It employs a quantitative, cross-sectional design using secondary data from SARS-CoV-2 surveillance records at the Jakarta Health Agency (January–August 2021). Findings show that patients who received the 1st vaccine dose had a 0.34 times lower risk of hospitalization compared to unvaccinated individuals (aPOR=0.34; 95% CI=0.31–0.38). Those who received the 2nd dose had an even lower risk (aPOR=0.16; 95% CI=0.14–0.18). Additionally, gender, age, and chronic kidney disease were significantly associated with hospitalization. These results indicate that vaccination reduces hospitalization risk among SARS-CoV-2 patients, even after adjusting for gender, age, and chronic kidney disease. The government should expand vaccination coverage, especially for high-risk groups. Further research is needed to assess vaccine effectiveness based on different vaccine types in preventing hospitalization in Indonesia.
Dampak Tradisi Pemberian Nasi Papahan Terhadap Kesehatan Bayi Usia 6-24 Bulan: Literature Review Hadirama, Sakinah; Karjoso, Tri Krianto
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pemberian nasi papahan seringkali dianggap sebagai bentuk kasih sayang antara ibu kepada bayi dan bertujuan untuk memudahkan bayi dalam mengonsumsi makanan, padahal hal tersebut tidak baik bagi kesehatan karena dapat menjadi media penularan penyakit apabila ibu menderita penyakit menular tertentu sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan pada bayi, terutama saat berusia 6-24 bulan karena saat itu adalah masa golden age (periode keemasan) pada bayi yang menjadi proses penting dalam tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat tradisi pemberian nasi papahan kepada bayi usia 6-24 bulan. Metode yang dilakukan adalah kajian literatur melalui database publikasi ilmiah, yaitu Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitan dan filter tahun yang menjadi batasan publikasi yaitu sembilan tahun terakhir (2015-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa penyakit yang disebabkan karena tradisi ini adalah penyakit diare, ISPA, dan Early Childhood Caries (ECC). Berdasarkan data SKI 2023 diketahui bahwa balita di Indonesia terkena diare (4.9%), ISPA (5.7%), dan prevalensi masalah kesehatan gigi dalam 1 tahun terakhir pada balita berupa prevalensi karies anak mencapai 37,4%. Oleh karena itu praktik pemberian nasi papahan adalah kebiasaan yang tidak baik karena berdampak buruk bagi kesehatan bayi sehingga perlu adanya edukasi yang tepat sasaran dan pendekatan kepada masyarakat untuk mencegah kebiasaan tersebut.
Analisis Kepuasan Pengguna SIMRS Pada Klaim JKN di RSUD Khidmat Sehat Afiat, Kota Depok Tahun 2023 Adawiyah, Robiatul; Sutiawan, R
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlangsungan klaim JKN di RSUD Khidmat Sehat Afiat Kota Depok sekurang-kurangnya harus didukung oleh SIMRS yang dapat diintegrasikan dengan E-Klaim INA-CBG’s dan V-Claim. Maka pada tahun 2019 SIMRS dilakukan integrasi dengan kedua sistem informasi tersebut guna meningkatkan keberhasilan klaim JKN. Namun, sejak SIMRS diintegrasi, hingga saat ini belum pernah dilakukan analisis. Padahal, E-Klaim INA-CBG’s dan V-Claim terus mengalami perubahan yang menjadikan banyaknya fitur yang belum tersedia pada SIMRS yang berujung membuat proses pengajuan klaim JKN menjadi terhambat. Desain penelitian ini menggunakan teori Delone dan McLean dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan data yang dikumpulkan menggunakan metode survei dengan membagikan kuesioner kepada 110 responden. Hasil penelitian ini didapatkan kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan serta net benefit berhubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna.
Harnessing Sociodemographic and Anthropometric Insights to Predict Type 2 Diabetes Risk: A Machine Learning Approach Kurniawan, Rico; Yunanda, Rezki; Assetya Pratiwi, Okky
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The complexity of diabetes makes early diagnosis and effective management challenging for healthcare settings. This study developed and evaluated models using machine learning algorithms to predict the risk of diabetes. The data were primarily sourced from the Indonesia Family Life Survey (IFLS). Diabetes status was identified using A1c whole blood sample values (A1c WBS ³5.7%). Sociodemographic and anthropometric factors were set as predictors, most of which were significantly correlated with diabetes status. Discrete machine learning algorithms such as decision tree, k-nearest neighbors (KNN), random forest (RF), naïve Bayer, support vector machine (SVM), and neural network (MLP) were applied to construct and compare prediction models for classification. MLP model exhibited the highest performance with AUC 67%, Accuracy 87.1%, F1 Score 87.1%, Recall 87.1% and Precision 82.4%. Overall, machine learning models were found highly viable in predicting disease outcomes with increasing accuracy. Their usage would allow healthcare professionals to make more informed patient care decisions. Future research initiatives should attempt to further enhance these models.
Peran Tempat Persalinan dalam Inisiasi Menyusu Dini: Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 Kumala, Siti Sunya; Besral, Besral
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan inisiasi menyusu dini (IMD) di Indonesia lebih rendah dibandingkan rata-rata ASEAN. Padahal cakupan persalinan di fasilitas kesehatan dan dibantu oleh tenaga kesehatan telah melampaui 70%. Penyedia layanan kesehatan menjadi faktor pendukung ibu untuk melakukan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tempat persalinan dalam IMD di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang, dan menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel penelitian adalah wanita usia 15-49 tahun dari seluruh provinsi di Indonesia. Regresi logistik ganda dilakukan untuk menganalisis IMD dari berbagai tempat persalinan. Proporsi IMD pada tahun 2017 adalah 60,7%. Proporsi IMD paling banyak di poskesdes/polindes (72,8%), praktik bidan mandiri (70,7%), puskesmas (69,6%), dan bidan desa (65,0%). Wanita usia subur (WUS) yang melahirkan di poskesdes/polindes (AOR=1,90; 95% CI=1,33-2,73), praktik bidan mandiri (AOR=1,59; 95% CI=1,34-1,88), puskesmas (AOR=1,58; 95% CI=1,28-1,94), dan bidan desa (AOR=1,32; 95% CI=1,01-1,72) berpeluang lebih besar melakukan IMD dibandingkan WUS yang melahirkan di rumah sakit swasta. Peningkatan pemantauan Baby-Friendly Hospital Initiative, pelatihan untuk tenaga kesehatan, dan promosi kesehatan kepada masyarakat luas dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan IMD.

Page 1 of 1 | Total Record : 5