cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
ANALISIS TEKNIK INDEKS KONSISTENSI HARMONIK PADA METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Rosa de Lima E Padmowati
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.544 KB)

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada saatsuatu permasalahan harus diselesaikan. Ada masalah yang termasuk jenis semiterstrukturyaitu yang memiliki multi kriteria dan multi alternatif. Salah satu metodepengambilan keputusan untuk masalah semi-terstruktur adalah metode analyticalHierachy Process (AHP), yaitu metode memperbandingkan dua alternatifberdasarkan kriteria tertentu (pairwise comparison), dan memperbandingkan antarkriteria yang satu dengan kriteria lainnya. Caranya dengan mengambil sepasangobjek dan ditetapkan nilai perbandingannya berdasarkan sebuah kriteria, sampaisemua objek selesai diperbandingan satu sama lain. Nilai perbandingan disimpandalam matriks pairwise, dan dilakukan proses normalisasi sehingga diperoleh nilaieigen. Proses penghitungan nilai eigen berlangsung hingga diperoleh selisih nilaieigen yang cukup kecil. Dari hasil perkalian matriks nilai eigen akan diperoleh nilaieigen tertinggi untuk satu alternatif pemenang. Pada saat melakukan perbandinganantara dua objek, konsistensi pengambil keputusan harus terjaga, jadi keputusan yangdihasilkan harus memuat nilai konsistensi sebesar mungkin.Penelitian bertujuan untuk melakukan analisis terhadap teknik pengukurannilai konsistensi dalam metode AHP. Bagi pengambil keputusan, menjagakonsistensi bukanlah hal yang mudah, sebab masalah semi terstruktur memilikibanyak kriteria yang satu sama lain harus diperbandingkan, dan memiliki banyakalternatif yang satu sama lain harus diperbandingkan berdasarkan setiap kriteria.Pengukuran nilai konsistensi pengambil keputusan dapat dilakukan denganmengurangi kegiatan membandingkan semua objek. Caranya, setelah nilaiperbandingan dua objek dimasukkan ke dalam matriks, nilai matriks yang masihkosong diisi dengan menghitung melalui nilai perbandingan dua objek yang sudahada. Teknik ini diharapkan menjamin konsistensi pengguna tetap terjaga. Hipotesapenelitian adalah teknik khusus ini menjaga nilai konsistensi pengambil keputusan.Metode AHP dengan teknik khusus ini diuji melalui beberapa kasus uji.Hasil pengujian akan diperbandingkan dengan hipotesa.
PENINGKATAN DURABILITAS BAMBU SEBAGAI KOMPONEN KONSTRUKSI MELALUI DESAIN BANGUNAN DAN PRESERVASI MATERIAL EB. Handoko; Anastasia Maurina; Budianastas Prastyatama; Ricky Gustin; Bernadette Sudira; Jesslyn Priscila
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12858.145 KB)

Abstract

Bambu mulai (kembali) dipertimbangkan sebagai bahan bangunan pengganti kayu. Faktor penyebabnya adalah kelangkaan suplai kayu mendorong peningkatan harga bahanini sehingga tidak terjangkau lagi oleh kebanyakan masyarakat yang membutuhkan hunian atau bangunan lain. Secara tradisional bambu sudah sangat banyak digunakan dalam penyediaan bangunan secara mandiri dan tradisional di masyarakat Jawa Barat. Secara populer bambu sudah diakui memiliki kekuatan cukup tangguh sebagai penunjangproses konstruksi.Walaupun demikian, bambu memiliki kelemahan dalam hal daya tahan dan keawetan. Umur bambu yang digunakan pada bangunan atau konstruksi tergolong pendek, hanya 1-5 tahun. Ini terjadi karena ada dua faktor utama yang berpengaruh, yaitu cuaca (hujan, panas matahari) dan serangan serangga (kutu bubuk). Karenanya selama ini bambu hanya dikenal sebagai bahan bangunan untuk konstruksi temporer atau sebagai bahan bangunan kelas 3. Kelemahan dan citra buruk tersebut menenggelamkan potensi besar bambu sebagai bahan bangunan alternatif di tengah kelangkaan kayu.Bambu secara biologis tumbuh dan mencapai usia siap pakai jauh lebih cepat daripada pohon kayu pada umumnya. Kekuatan dan kelenturannya secara populer sudah diakui. Maka pertanyaan penelitiannya adalah “Bagaimana upaya perancangan bangunan dengan material bambu dapat ditingkatkan durabilitasnya sebagai bahan bangunan?” dan“Bagaimana upaya untuk meningkatan durabilitas dan kelas awet bamboo melalui tindakan preservasi?”Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggabungkan 2 (dua) metode penelitian yaitu Field Research dan Experimental Research. Field Research dilakukan dengan menganalisi secara deskriptif kualitatif objek penelitian untuk menganalisis upaya peningkatan durabilitas melalui rancangan ataupun preservasi materialnya. Objek Penelitian pada penelitian ini adalah Bamboe Kuning Restaurant (Ubud, Bali), OBI Campus (Jatiluruh), dan Bamboo Musholla (Desa Cibodas). Sedangkan Experimental Research dilakukan untuk menguji teknik preservasi material bambu.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan penerapan material bambu dalam arsitektur. Pemanfaatan material bambu sebagai material yang berkelanjutan tidakakan berkembang tanpa meningkatan durabilitas bambunya. Perancangan arsitektur bambu yang baik harus didukung oleh kualitas material yang baik.Kata kunci: bambu, durabilitas, preservasi melalui rancangan, pengawetan bambu
EVALUASI PERUBAHAN POLA KONSUMSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STAGES OF CHANGE: STUDI KASUS PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTUNG PLASTIK BELANJA Catharina B Nawangpalupi; Loren Pratiwi; Yani Herawati
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.949 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses perubahan perilaku konsumen untuk lebih ramah lingkungan. Perubahan perilaku yang diamati adalah perubahan dari penggunaan kantung plastik belanja ke penggunaan tas belanja yang dapat dipakai ulang. Evaluasi dilakukan untuk menilai upaya mahasiswa dalam mengurangi mengurangi sampah plastik. Model Stages of Changes dari Prochasca dan DiClemente (1983) digunakan untuk melihat apakah mahasiswa mengalami tahap-tahap perubahan sesuai dengan model tersebut. Penelitian dilakukan pada kelompok mahasiswa yang memilih secara sukarela untuk menggunakan tas belanja yang dapat dipakai ulang untuk menghindari penggunaan kantung plastik belanja. Sebelum terjadi perubahan perilaku, para mahasiswa mengisi kuesioner untuk menilai tingkat konsumsi mereka. Selama proses perubahan perilaku, dilakukan observasi, wawancara dan kuesioner akhir. Dari seluruh metode ini dilakukan analisis bagaimana perubahan perilaku terjadi termasuk nilai-nilai yang diterima dan diadopsi selama proses tersebut.Kata kunci: konsumsi ramah lingkungan, model stages of change, kantung plastik
STUDI AWAL EKSTRAKSI BATCH DAUN STEVIA REBAUDIANA BERTONI DENGAN VARIABEL JENIS PELARUT DAN TEMPERATUR Andy Chandra; Novalia Novalia
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.193 KB)

Abstract

Daun stevia merupakan bahan pemanis alami dengan kelebihan tingkat kemanisan 300 kali dari gula tebu. Pembudidayaan stevia yang relatif mudah dan aman jika dikonsumsi menjadikan pemanis stevia sebagai alternatif dari pemanis sintesis yang bersifat karsinogenik. Stevia dapat tumbuh di dataran dengan ketinggian 500 – 1000 meter di atas permukaan laut. Kondisi optimum untuk pertumbuhan tanaman ini yaitu pada suhu 14 – 27 °C dan pH antara 6,5 –7,5. Tanaman stevia dapat dipanen pada saat tanaman berumur 40 – 60 hari yaitu menjelang stadium berbunga karena pada saat inilah kandungan steviosida maksimal.Ekstraksi daun stevia pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi padat cair secara batch dengan pengontakan dispersi menggunakan pelarut air, metanol,atau etanol. Ekstraktor yang digunakan berkapasitas 1 liter dilengkapi dengan motor pengaduk, impeller (paddle), waterbath, dan kondensor. Penelitian diawali dengan pretreatment daun stevia yang meliputi pencucian, pengeringan, pengecilan ukuran, dan penyeragaman ukuran daun. Pengeringan dilakukan selama 4 jam dengan temperature 70 °C sehingga menghasilkan kadar air daun sebesar ± 5,37%. Daun stevia kemudian diekstraksi dengan memvariasikan temperatur (45°C, 50 °C, dan 55 °C) serta jenis pelarut (metanol, etanol, dan air). Analisa yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu, kadar steviosida, HPLC, dan gugus fungsi ekstrak daun stevia (FTIR).Hasil penelitian menunjukkan pelarut etanol menghasilkan yield ekstrak paling tinggi. Semakin tinggi temperatur, maka semakin besar yield ekstrak yang diperoleh serta semakin tinggi kadar abu ekstrak. Air menghasilkan kadar steviosida dari ekstrak paling tinggi karena air merupakan pelarut paling polar dibandingkan dengan etanol maupun metanol.Kata kunci: gula, stevia, steviosida, ekstraksi  
LAPORAN PENELITIAN FOKUS PELESTARIAN DAN MAKNA KULTURAL PELESTARIAN ARSITEKTUR BANGUNAN ARSITEKTUR INDIS DI KOTA BANDUNG DAN YOGYAKARTA (Kasus Aula Barat ITB. dan RS. Panti Rapih) Alwin Suryono
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7273.459 KB)

Abstract

Politik Etis (Balas Budi) ikut menginspirasi gaya arsitektur baru (arsitektur Indis) yangmengapresiasi budaya dan alam lokal. Arsitektur Indis merupakan sintesa unsur arsitekturtradisional Nusantara dengan arsitektur Eropa, dan saat ini masih banyak di kota-kota besarIndonesia, termasuk Kota Bandung dan Yogyakarta. Objek studi Arsitektur Indis Kota Bandungialah Aula Barat ITB. dan Kota Yogyakarta ialah bangunan lama RS. Panti Rapih.Isu sentral studi ini ialah Pelestarian bangunan Arsitektur Indis yang berfokus padaaspek Arsitektur (fungsi, bentuk) dan aspek Pelestarian (Makna Kultural) untuk masa kini danmasa datang. Pertanyaan penelitian “Apa Fokus Pelestarian?” terkait “Apa yang dilestarikan”,dan “Apa Makna Kultural?” terkait “Mengapa dilestarikan” dari objek studi ini.Fokus Pelestarian ialah aspek Fungsi (kegiatan) dan aspek Bentuk (bangunan, ruangluar). Makna Kultural dari aspek Fungsi terkait Nilai Sejarah dan Sosial, dari aspek Bentukterkait Nilai Arsitektural dan Kelangkaan.Fokus Pelestarian Aula Barat: fungsi semula Fakultas Teknik - kini Ruang Serba-gunaKampus; aspek bentuk ialah Bangunan (atap, struktur, selasar) dan Ruang luar. Bangunanlama RS. Panti Rapih: fungsi tetap sebagai tempat pengobatan masyarakat; aspek bentuk ialahBangunan (atap, struktur, selasar) dan ruang luar (taman).Makna Kultural Aula Barat: Sekolah Tinggi Teknik pertama Hindia Belanda, tempatkuliah presiden pertama Indonesia, tempat masyarakat kampus/umum. Bangunan lama RS.Panti Rapih: diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII tahun 1929, pasiennya termasukpejabat Belanda, kerabat Keraton, Jendral Sudirman, Sultan Hamengku Buwono VII; Tempatpengobatan/pemulihan kesehatan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnyaKata kunci: Fungsi, bentuk, fokus pelestarian, makna kultural.
PENGEMBANGAN BIOMATERIAL BERBASIS GRAFTING VINYL MONOMER PADA PATI SINGKONG Judy R Witono; Angela Justina; Aswin Kuswanto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2300.635 KB)

Abstract

Untuk menghasilkan berbagai produk yang menunjang kehidupan manusia, banyak digunakanbahan dasar yang berasal dari minyak bumi. Ketersediaan bahan tsb. di alam terbatas (karenanon-renewable) dan juga efeknya terhadap lingkungan dan pemakai tidak baik. Hal inimendorong pengembangan material material baru. Dalam penelitian ini dikembangkan prosesgrafting dalam menghasilkan suatu biomaterial. Bahan ini dapat mensubstitusi bahan bahan yangberbasis minyak bumi sehingga dapat dihasilkan produk baru yang lebih ramah lingkungan.Sebagai bahan baku alam digunakan pati singkong dan vinil monomer. Untuk mengamatiselektivitas grafting, jenis monomer (asam akrilik dan akrilamida), jenis initiator (KMnO4,ammonium ferro sulfat - H2O2, dan asam askorbat - H2O2) dan ratio pati terhadap monomer (2:1;2:2; 2;3; 2:4) merupakan variabel yang diteliti. Selektivitas grafting diukur dari nilai %add-on(ratio monomer yang tergrafting pada makromolekul pati terhadap kopolimer yang terbentuk).Parameter konstan pada reaksi grafting ini adalah konsistensi pati sebesar 7,5%, konsentrasiinisiator (5x10-3 mol/kg), temperatur reaksi 40oC dan waktu reaksi 2 jam. Dalam percobaan ini,analisis carboxyl content digunakan untuk menghitung % add-on. Grafting pati dengan monomerasam akrilik dapat menghasilkan % add-on sampai 32,5 %. Sedangkan produk grafting menggunakanmonomer akrilamida, % add-on tertinggi yang dihasilkan hanya 13,1 %. Hasil yang didapat inimenunjukkan adanya potensi substitusi bahan alam (pati) ke dalam produk produk sintetis.
Pengembangan Potensi Kesejarahan TAHURA (Taman Hutan Raya) Ir. H Djuanda dalam Arsitektur Kawasan Pariwisata yang berbasis pada Eco-culture Koneksitas Curug Dago-Tahura Tito Gunawan; Dimas Hartawan; Rahadhian Prajudi; Amirani Amirani; Caecilia W. Caecilia W.
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3539.093 KB)

Abstract

Tahura Ir. H Djuanda merupakan kawasan penting di kota Bandung yang memiliki multifungsi. Fungsi utama Tahura pada saat ini sebagai area konservasi alam yang dapat menimbulkan dampak positip bagi perkembangan kota Bandung. Dalam rangka mendukung Pariwisata di Kota Bandung ke depan Tahura memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, khususnya mendukung pariwisata yang berbasis pada Eco-Culture. Potensi penting yang akan dikembangkan dalam desain adalah Curug Dago sebagai bagian dari Tahura. Curug Dago sebagai kawasan bersejarah ternyata tidak memiliki sarana yang memadai khususnya dalam pengembangan wisata alam dan budaya. Curug Dago terkesan tanpa koneksitas yang memadai jika dikaitkan dengan TAHURA. Terkesan Tidak ada jalur dan program-program memadai yang dapat menghubungkan kedua titik penting tersebut. Karena letaknya yang memang terpisah. Curug Dago semestinya dapat menjadi jembatan yang strategis bagi kedua Negara Indonesia dan Thailand, khususnya sejarah dan budayaPengembangan gagasan Eco-Culture tidak dapat dilepaskan pada aspek kesinambungan antara Curug Dago dan TAHURA. Curug Dago memiliki nilai kesejarahan yang kuat bagi kota Bandung. Oleh karena itu untuk mendukung Pariwisata yang berbasis pada Eco-Culture diperlukan pengembangan potensi-potensinya, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan TAHURA secara keseluruhan. Diharapkan melalui kajian ini akan didapatkan model pengembangan desain yang dapat menyatukan curug Dago dengan TAHURA secara utuh dalam wujud fisik yakni berupa arsitektur. Arsitektur dapat menjadi salah satu pendorong terjadinya perubahan, baik menyangkut fisik kawasan maupun aspek sosial masyarakat seperti perilaku-budaya, dsb. Dengan demikian kajian ini akan dapat mendukung pembangunan di Kota Bandung menuju kota yang humanis dan livable serta didukung oleh kreativitas masyarakatnya. Hal ini diharapkan juga berdampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar curug ini   
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN SISTEM REHABILITASI BERBASIS TEKNOLOGI TERJANGKAU UNTUK PENDERITA STROKE DI INDONESIA Johanna Renny Octavia Hariandja
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.117 KB)

Abstract

Serangan stroke yang dialami seseorang dapat membawa kelainan neurologis seperti berkurangnya kemampuan motorik anggota tubuh dan otot, kognitif, visual dan koordinasi secara signifikan. Akibat penyakit yang dideritanya, penderita stroke menjadi bergantung pada orang lain dalam menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari (activities of daily living) seperti makan dan minum, mandi, berpakaian dan sebagainya. Kemandirian dan mobilitas penderita stroke menjadi berkurang atau bahkan hilang, hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup (quality of life) yang dimiliki.Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke adalah melalui rehabilitasi. Terapi rehabilitasi berbasis teknologi menjanjikan latihan terapi yang lebih interaktif, efektif dan independen, dibandingkan dengan terapi rehabilitasi yang konvensional. Namun di satu sisi, diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk menyediakan sistem rehabilitasi berbasis teknologi sehingga menjadi relatif tidak terjangkau di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini akan berusaha mengidentifikasi peluang desain akan suatu sistem rehabilitasi berbasis teknologi yang terjangkau (low-cost) untuk penderita stroke di Indonesia.Melalui wawancara dan observasi dengan sekelompok penderita stroke, dokter spesialis rehab medik dan dokter spesialis saraf serta terapis okupasi, diperoleh 16 kebutuhan akan suatu sistem rehabilitasi berbasis teknologi terjangkau untuk penderita stroke di Indonesia yang teridentifikasi. Daftar kebutuhan yang telah dihasilkan menjadi dasar untuk melanjutkan proses perancangan sistem rehabilitasi untuk penderita stroke tersebut.
PENGARUH JENIS DAGING, JENIS TEPUNG BERAS, DAN RASIO DALAM FORMULASI DAN RHEOLOGI ADONAN PAKAN ANJING Tony Handoko
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.501 KB)

Abstract

Perkembangan dalam memelihara anjing akan diikuti dengan perkembangan terhadapkebutuhan pakan anjing. Selama ini, pakan tersebut diimpor dari luar negeri denganberbagai merk dan kualitas. Hal ini disebabkan karena belum adanya suatu formulasipembuatan pakan anjing yang tepat. Dalam penelitian sebelumnya telah diperoleh bahwaformula 1: 2 telah memenuhi kandungan gizi lemak dan karbohidrat namun belummencukupi kandungan protein dalam pakan anjing. Kandungan protein tersebut dapatditingkatkan dengan melakukan penambahan atau pencampuran daging ayam dengandaging sapi. Selain itu, karakteristik fisikokimia dan rheologi dari pakan anjing jugamerupakan faktor utama yang menentukan kualitas dan diterima atau tidaknya produktersebut oleh konsumen.Tujuan penelitian ini adalah mempelajari teknologi pembuatan pakan anjing kering;mengetahui pengaruh jenis daging, jenis tepung, dan rasio dalam pembuatan pakan anjingkering terhadap sifat rheologi dan karakteristik adonan serta produk akhir. Penelitiandimulai dengan menentukan jumlah air optimum dalam adonan dilanjutkan dengan variasijenis daging (daging ayam dan daging sapi), jenis tepung (tepung beras merah dan putih),dan komposisi bahan baku (rasio daging dan tepung 1:1, 2:1, 3:1). Analisa rheologi adonanyang dilakukan berupa viskositas dan analisa fisikokimia berupa kekerasan dari pakan anjingkering.Hasil penelitian menunjukkan jumlah air untuk menghasilkan adonan yang baik dipengaruhioleh jenis tepung dan rasio. Jumlah air untuk tepung beras putih lebih sedikit dibandingkandengan tepung beras merah pada berbagai rasio daging dan tepung. Viskositas adonanberkisar antara 8.000 cP - 20.000 cP dengan kadar protein pada rentang 20 % - 60 %. Dariadonan-adonan tersebut dihasilkan pakan anjing kering dengan kadar protein 20 % - 60 %dan tekstur kekerasan 2.000 gLoad - 5.000 gLoad.
DINDING GESER PAPAN KAYU TAHAN GEMPA Johannes Adhijoso Tjondro; Helmy Hermawan Tjahjanto; Herry Suryadi; Andreas Onky; Steven Varian Lokanatha; Nathanael Nathanael
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25343.151 KB)

Abstract

Di Indonesia kebutuhan perumahan sangat besar, rumah kayu menjadi salah satu solusinya.Teknologi tepat guna dalam pembangunan perumahan khususnya rumah kayu kurangditerapkan dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa. Dinding geser merupakanelemen struktural bagian dari komponen rumah yang sangat efektif dalam menahan bebanhorisontal gempa maupun angin. Sampai saat ini penelitian tentang dinding geser kayuumumnya dengan lapisan penutup dinding dari panel gipsum atau plywood. Berbeda denganpenelitian-penelitian yang ada, dinding geser dalam penelitian ini terbuat dari rangka balokkayu dan papan-papan pelapis dari kayu dengan alat penghubung paku yang secara teknismudah dikerjakan. Kayu yang digunakan adalah kayu lokal dan cepat tumbuh, seperti sengondan albasia.Penelitian ini meliputi uji eksperimental elemen struktural dinding geser dengan 3 variasidinding geser penuh tanpa bukaan. Tiga macam lapisan penutup digunakan dalam penelitianini yaitu dengan plywood (PBR-SW) dengan rangka berbresing tulangan baja, papan-papankayu (WP-SW) dan papan kayu laminasi-paku silang (CNLT-SW). Kurva histeresis benda ujiPBR-SW dan WP-SW cenderung cocok dengan Degrading Tri-linear Model, sedangkanpada benda uji CNLT-SW lebih menyerupai Stewart Model. Kurva histeresis berdasarkanhasil uji eksperimental elemen dinding geser yang mewakili model dinding geser dapatdigunakan dalam simulasi numerik dengan komputer.Envelope histeresis dari ke 3 macam jenis dinding geser menunjukkan kurva tri-linierterendah adalah pada dinding geser dengan penutup papan kayu, sedangkan tertinggi adalahdengan dinding geser yang menggunakan dinding penutup plywood.