cover
Contact Name
Muh. Zainul Arifin
Contact Email
rumahjurnal25@gmail.com
Phone
+6285378329037
Journal Mail Official
rumahjurnal25@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanjung Barangan, Lorong Barangan 6 Bukit Baru Palembang Jalan Tanjung Barangan, Lorong Barangan 6 Bukit Baru Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal Of Social And Political Sciences
ISSN : 30476593     EISSN : 30476585     DOI : https://doi.org/10.70656/jsaps.v1i2
Journal Of Social And Political Sciences is a scientific publication to disseminate information on social and political science research results to lecturers, students, and related institutions, especially in Indonesia, leading to an increase in Indonesia Human Development Index. Journal Of Social And Political Sciences is a collection of scientific works on research results conducted by researchers, both lecturers and students. This journal contains scientific studies from various branches of science. the aim and scope of the journal 1. Social Science, 2. Politics Science, 3. Government
Articles 20 Documents
PENGARUH PROGRAM LITERASI MEDIA KPID SUMATERA SELATAN TERHADAP PENINGKATAN MINAT MASYARAKAT DALAM MENONTON SIARAN TELEVISI LOKAL DI KEC SUKARAMI, PALEMBANG Purwati, Defita khoirunnisa; Azarkasyi, Badarudin
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v2i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program literasi media Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan terhadap peningkatan minat masyarakat dalam menonton siaran televisi lokal di Kecamatan Sukarami, Palembang. Dengan menggunakan metode survei dan analisis regresi linear sederhana, penelitian ini melibatkan 99 responden yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari program literasi media KPID Sumsel terhadap minat menonton siaran TV lokal, dengan kontribusi sebesar 68,4%. Temuan ini mendukung Teori Kultivasi, yang menjelaskan bagaimana paparan media dapat membentuk persepsi dan preferensi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program literasi media memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap konten televisi lokal, serta memberikan implikasi praktis bagi upaya pengembangan industri penyiaran lokal di tengah tantangan era digital. Kata Kunci: Literasi media, Minat menonton, Siaran Lokal.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI DIVISI LAYANAN DAN KEPESERTAAN PT TASPEN PERSERO KC PALEMBANG Muhaimin, Fahrul muhaimin; Sonia Nurprameswari
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v2i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi pola komunikasi organisasi yang digunakan di Divisi Layanan dan Kepesertaan PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Palembang, serta dampaknya terhadap motivasi karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi berbasis komunikasi rantai mampu meningkatkan motivasi karyawan melalui penciptaan hubungan yang saling percaya dan keterbukaan. Implementasi pola komunikasi rantai ini diatur berdasarkan sistem penyampaian pesan yang terstruktur di divisi tersebut. Namun, terdapat hambatan seperti salah penafsiran pesan oleh penerima dan perbedaan persepsi da lam interpretasi pesan, yang umumnya terjadi karena pengalaman kerja yang lama. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan solusi berupa komunikasi dua arah agar karyawan baru tidak mengalami kesalahan dalam memahami pesan. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Hasil penelitian ini memberikan panduan penting bagi manajer dan karyawan untuk mengembangkan kebijakan komunikasi yang mendukung peningkatan motivasi dan kinerja dalam organisasi.
KOMUNIKASI KRISIS DALAM IMPLEMENTASI STRATEGI QRIS: MEMPENGARUHI PERSEPSI PUBLIK Junita, Pance
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v2i1.106

Abstract

Bank Indonesia (BI) merencanakan untuk menerapkan program Sistem Pembayaran Retail Elektronik, juga dikenal sebagai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS adalah layanan pembayaran elektronik yang menggunakan kode QR yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk berbagai transaksi. QRIS merupakan standar kode QR untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektroik berbasis server, dompet elektronik, atau mobile banking. Penelitian ini menggunakan teori dari laswell. Tujuan dilakukannya penelitian untuk menganalisis bagaimana komunikasi krisis yang di lakukan oleh pihak Bank BRI dapat mempengaruhi persepsi publik dalam implementasi strategi qris. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumulan data studi literatur, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana komunikasi yang di gunakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK.
Democracy and Resurgence of Coup d’état in West Africa: Exploring the Role of Natural Resource Wealth Odeh, Emmanuel Ejike; Odibo, Sunday Moses; Agbo, Henry C.; Onwo, Desmond
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v2i1.110

Abstract

The study explores the link between natural resource wealth, democracy, and coup vulnerability in West Africa using the Resource Curse Theory. Despite its abundant resources, the region has experienced a resurgence of coups, posing threats to democratic gains and economic development. The study uses an ex-post facto research design and documentary data collection and content analysis to analyze the influence of natural resource wealth on democratic consolidation and coup vulnerability. The study posits that the abundance of resources has created a curse, fostering corruption, political instability, and military interference, increasing coup vulnerability. The study reveals that coups are more common in nations with weak democratic institutions, reliance on natural resources, and inadequate economic management. While democratic consolidation and economic diversification reduce coup risk, resource curse phenomena and weak democratic institutions increase susceptibility. To encourage sustainable development in West Africa and reduce coup risk, efficient management of natural resources, democratic consolidation, and economic diversity are needed. This study contributes to the discourse on the resource curse and the establishment of democracy.
PERAN BRANDING DAN REPUTASI DALAM MENINGKATKAN LAYANAN INFRASTRUKTUR PUBLIK DI DINAS PUBMTR PROVINSI SUMATERA SELATAN Sukma, Bayu
Journal Of Social And Political Science Vol. 1 No. 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jsaps.v1i1.159

Abstract

Penelitian ini meneliti Peran Branding dan Reputasi dalam Meningkatkan Layanan Infrastruktur Publik di Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan terkait proyek jalan dan jembatan. Branding dalam sektor publik menghadapi tantangan unik, sehingga perlu fokus pada integritas dan transparansi untuk membangun persepsi positif dan hubungan yang kuat dengan masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif, ditemukan bahwa branding yang dilakukan Dinas PUBMTR masih berfokus pada aspek teknis proyek dan kurang mencakup dimensi emosional yang dapat mempererat hubungan dengan masyarakat. Meski infrastruktur yang dibangun telah memberi manfaat, terdapat keluhan tentang kurangnya komunikasi dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Studi ini menekankan perlunya strategi branding yang lebih inklusif dan komunikatif, serta transparansi dalam komunikasi, untuk meningkatkan kepercayaan dan dukungan publik. Pengelolaan hubungan masyarakat yang proaktif dan keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat reputasi dan efektivitas layanan infrastruktur.
S STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENGGUNAAN ANGKUTAN FEEDER KOTA PALEMBANG: Pembuka, Isi dan Penutup juliansyah, julian
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan feeder berperan penting dalam sistem transportasiperkotaan dengan menghubungkan kawasan- kawasan utama dengan layanan transportasi massal. Namun, rendahnya jumlah pengguna angkutan feeder menunjukkan perlunya strategipemasaran yang lebih baik, Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi , dan Hasilanalisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kualitaslayanan, harga, dan promosi memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pengguna. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi pemasaran, termasuk peningkatan kualitas layanan, penyesuaian harga tiket, sertakampanye promosi yang lebih efektif. Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan penggunadan jumlah pengguna angkutan feeder, serta memperkuat integrasisistem transportasi di Kota Palembang.
Hybrid Terrorism and Organized Crime Networks in the Asia-Pacific Region: Examining the Links between Cybercrime and Violent Extremism. Odeh, Emmanuel Ejike; Onwo, Desmond; Ogbuka, Ikenna; Duru, Innocent
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hybrid terrorism and organized crime networks have become serious security threats in the Asia-Pacific region, with cybercrime playing an increasingly prominent role in funding and spreading their violent extremist activities. Long-running illicit activities in the area by organized crime groups include the trafficking of drugs, the smuggling of people, and money laundering. This paper examines the links between cybercrime and violent extremism, highlighting the use of social media and other online platforms by organized crime networks and the radicalization of violent extremism in the Asia-Pacific region. The paper based its theoretical framework on social learning theory, and an ex-post facto research design was adopted, while its methods of data collection were documentary and survey. Content and qualitative analysis were utilized to analyze the data obtained. The extensive use of social media and other online platforms by organized crime networks has been found to be a significant factor in the growing trend of violent extremism in the Asia-Pacific region. It is recommended that governments and law enforcement agencies engage in proactive monitoring and take the necessary measures to combat these hybrid networks.
Ancaman Perompakan di Perairan Selat Makassar: Evaluasi Keamanan Maritim Indonesia Manorek, Muthiah Hafizhah; Burhanuddin, Agussalim
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Makassar Strait is one of Southeast Asia’s most strategic shipping lanes, facing growing threats of maritime piracy. Despite its critical role in international trade connectivity, this region has not received proportional attention in maritime security policies or scholarly discourse. This study aims to identify the underlying factors contributing to the Makassar Strait’s vulnerability to piracy, evaluate the effectiveness of Indonesia’s maritime security strategies, and propose actionable policy recommendations. Utilizing a qualitative case study approach, the research draws on piracy incident data from 2019 to 2024 obtained from Bakamla and the International Maritime Bureau (IMB), alongside a literature review of official policy documents and academic sources. The findings indicate that high vessel traffic, weak naval patrol coverage, limited monitoring technology, poor regional cooperation, and socio-economic challenges in coastal communities are key drivers of maritime insecurity. Existing maritime security efforts—including sea patrols and regional frameworks—have been hindered by resource limitations, fragmented coordination, and low public engagement. The study recommends strengthening institutional capacity, leveraging advanced surveillance technologies, enhancing regional collaboration, and empowering coastal communities as key partners in Indonesia’s maritime security system. Keywords: Makassar Strait, maritime piracy, maritime security, policy evaluation, regional cooperation Abstrak Selat Makassar merupakan salah satu jalur pelayaran strategis di Asia Tenggara yang menghadapi peningkatan risiko perompakan maritim. Meskipun memiliki peran vital dalam konektivitas perdagangan internasional, kawasan ini belum mendapatkan perhatian sepadan dalam kebijakan maupun kajian keamanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerentanan Selat Makassar terhadap perompakan, mengevaluasi efektivitas kebijakan keamanan maritim Indonesia, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat keamanan kawasan. Metode yang digunakan adalah studi kasus berbasis data insiden perompakan dari tahun 2019 hingga 2024 yang diperoleh dari Bakamla dan International Maritime Bureau (IMB), serta studi pustaka terhadap dokumen kebijakan dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya intensitas kapal dagang, lemahnya patroli laut, terbatasnya teknologi pemantauan, minimnya kerja sama regional, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir menjadi faktor dominan kerentanan wilayah. Kebijakan keamanan yang telah diterapkan, seperti patroli laut dan kerja sama regional, belum sepenuhnya efektif karena keterbatasan sumber daya, koordinasi lintas lembaga, serta kurangnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan, adopsi teknologi pemantauan yang lebih canggih, peningkatan kerja sama antarnegara kawasan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai mitra dalam sistem keamanan maritim nasional. Kata kunci: Selat Makassar, perompakan laut, keamanan maritim, kebijakan maritim, kerja sama regional
Diplomasi Lingkungan Uni Eropa melalui Pemberitaan Media Internasional terhadap Isu Deforestasi Indonesia Anas, Naura Adiesta; Idris, Nur Isdah
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah deforestasi telah menjadi semakin signifikan dalam tata kelola lingkungan global, terutama terkait dengan perdagangan internasional antara Uni Eropa (UE) dan negara penghasil komoditas tropis utama seperti Indonesia. Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia sering menghadapi sorotan internasional akibat dampak lingkungan dari ekspansi minyak sawit, termasuk kehilangan hutan dan degradasi keanekaragaman hayati. Regulasi Deforestasi Eropa (EUDR), yang diberlakukan pada tahun 2023, mengharuskan produk yang memasuki pasar EU harus dibuktikan bebas dari deforestasi. Meskipun secara resmi dibingkai sebagai komitmen iklim dan keberlanjutan, EUDR telah memunculkan kontroversi, dengan Indonesia melihatnya sebagai bentuk perlindungan hijau yang mengabaikan konteks pembangunan negara-negara berkembang. Studi ini menganalisis bagaimana EUDR digunakan oleh EU sebagai instrumen diplomasi lingkungan, dan bagaimana Indonesia merespons melalui berbagai strategi diplomatik. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengambil dari ulasan literatur, dokumen kebijakan resmi, dan analisis konten media dari sumber internasional dan Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa EUDR berfungsi tidak hanya sebagai kebijakan lingkungan tetapi juga sebagai alat normatif yang memperkuat pengaruh Uni Eropa dalam standar lingkungan global. Secara bersamaan, narasi media secara signifikan membentuk persepsi internasional, menempatkan Indonesia di bawah tekanan normatif sambil mendorong perlawanan melalui respons diplomatik, hukum, dan regional.
Cybercrime Lintas Negara ASEAN: Studi Kasus Perjudian Online Dalam Ancaman Keamanan Nasional di Indonesia Zalia, St. Fatimah Azzahra Zalia
Journal Of Social And Political Science Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online gambling has emerged as a significant transnational cybercrime threat in Southeast Asia, particularly affecting Indonesia's national security. This study explores how illegal online gambling networks exploit jurisdictional gaps, digital payment systems, and weak regional law enforcement coordination to operate across borders. The research focuses on three key areas: the evolving tactics of cross-border gambling operations, their economic and social impacts on Indonesian society, and the institutional challenges faced by ASEAN countries in addressing this issue. Using a mixed-methods approach that combines legal analysis, case studies, and policy evaluation, the study reveals that these criminal networks increasingly rely on cryptocurrency, offshore servers, and local affiliates to sustain their activities. Findings also show strong links between online gambling and other forms of transnational crime such as money laundering and organized crime. Moreover, it highlights how these activities undermine Indonesia’s digital sovereignty, drain billions of rupiah annually from the national economy, and contribute to rising social instability. The study concludes that effective countermeasures require stronger regional cooperation, including harmonized cybercrime laws, improved intelligence sharing, and enhanced technical capacities among ASEAN member states.

Page 2 of 2 | Total Record : 20