cover
Contact Name
Roi Milyardi
Contact Email
roi.milyardi@maranatha.edu
Phone
+6222 - 2012186
Journal Mail Official
jurnal_ts@eng.maranatha.edu
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Maranatha, Jl. Surya Sumantri No.65, Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40164
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14119331     EISSN : 25497219     DOI : https://doi.org/10.28932/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil is an Indonesia national wide accredited, peer reviewed, open access journal that publish and disseminate high quality, original research papers in Civil Engineering Field. Jurnal Teknik Sipil covers the following scope of research Structures, Geotechnics, Hydrology and Hydraulics, Transportation, Construction Engineering & Management, Infrastructure Management, Disaster Management, Materials Technology.
Articles 288 Documents
Pengaruh Bentuk dan Rasio Kelangsingan pada Tiang Pancang yang Dibebani Lateral Andrias Suhendra Nugraha; Poppy Chaerani Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i1.1398

Abstract

Tiang pancang adalah salah satu jenis pondasi dalam (deep foundation). Pondasi tiang pancangberfungsi untuk meneruskan beban-beban yang bekerja pada suatu struktur ke dalam tanah.Kedalaman pemancangan tiang bergantung pada besarnya beban kerja (working load), jenis tanah,dan spesifikasi tiang yang digunakan. Pada penelitian ini bentuk tiang pancang yang dianalisisadalah bentuk dengan penampang melintang (cross section) segiempat dengan dimensi 0.35 m x0.35 m dan lingkaran dengan diameter 0.35 m. Panjang tiang pancang yang dianalisis adalah 7.0m, 10.0 m dan 15.0 m. Jenis tanah yang ditinjau adalah tanah non-kohesif ; loose sand, mediumsand dan dense sand. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas lateral tiang pancang betonbentuk persegi lebih besar dibandingan dengan kapasitas lateral tiang pancang beton bentuklingkaran dengan perbandingan 17.61 % untuk kondisi pemancangan pada tanah loose sand, 13.41% untuk kondisi pemancangan pada tanah medium sand, 23.24 % untuk kondisi pemancanganpada tanah dense sand. Perubahan nilai rasio kelangsingan, L/d tidak mempengaruhi besarnyakapasitas lateral tiang pancang baik untuk tiang persegi maupun tiang lingkaran. Penurunan nilairasio kelangsingan, L/d akan memperkecil nilai defleksi lateral pada kepala tiang baik untuk tiangpersegi maupun tiang lingkaran
Kerusakan Jalan Raya Akibat Tanah Mengambang
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i1.1400

Abstract

Perubahan bentuk tanah (deformasi) merupakan permasalahan masyarakat yang perlu mendapatperhatian dan penelitian, sehingga penyebab terjadinya perubahan bentuk tanah serta adanya retakdan pergeseran tanah dapat diketahui untuk diperbaiki berupa stabilisasi tanah di sekitar kejadian.Tanah mengembang (swelling) mempunyai karakter kembang susut yang besar. Jenis mineral yangterkandung pada tanah seperti ini sangat mempengaruhi besar swelling dan tingkat plastisitastanah. Kandungan mineral jenis tanah lempung (montmorillonite) secara kualitatif mempunyaiswelling dan plastisitas yang tinggi, dan secara kuantitatif tingkat pengembangan (swelling) dantekanan (pressure) yang terjadi dapat diprediksi di laboratorium dengan oedometer. Dalammenghadapi tanah mengembang perlu diperhitungkan adanya penurunan kekuatan (strengthdegradation) akibat perubahan kadar air. Besar kembang susut pada tanah tidak merata dari satutitik dengan titik lain, sehingga menyebabkan perbedaan ketinggian permukaan tanah (differentialmovement). Kondisi yang menyebabkan pengembangan tanah umumnya terjadi pada keadaan :tanah lempung mengandung mineral montmorillonite, plastisitas tinggi dan lainnya. Tingkatkejenuhan dan indeks plastisitas tanah berpengaruh terhadap besarnya berkembangnya tanah(swelling). Data hasil investigasi lapangan dan laboratorium diperlukan sebagai data masukanuntuk bahan kajian. Data yang diperlukan ; mineral tanah, sifat fisis tanah, batas – batas Atterbergtanah, parameter kuat geser hasil uji laboratorium tanah asli serta swelling index. Kestabilan darikonstruksi atau bangunan dipengaruhi dari stabilitas tanah di bawahnya. Jika akan mendirikanbangunan di suatu tempat sebaiknya dianalisa terlebih dahulu mineral tanah yang membentuknyauntuk memastikan hubungan daya dukung tanah itu serta penurunan (settlement) yang akan terjadi.Jika dari analisa dan tes laboratorium menunjukan bahwa tanah dimana akan didirikan bangunanatau konstruksi mengidentifikasikan tanah dengan swelling tinggi sebaiknya dilakukan stabilisasitanah terlebih dahulu sampai dicapai daya dukung yang baik serta gunakan fondasi dengan telapaklebar.
Kuat Tekan dan Porositas Beton Porous dengan Bahan Pengisi Styrofoam Arusmalem Ginting
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1404

Abstract

Penggunaan faktor air semen yang terlalu tinggi pada beton porous mengakibatkan pasta sementerlalu cair dan mengalir meninggalkan agregat sehingga terjadi endapan di bagian dasar. Untukmengatasi endapan diperlukan bahan pengisi pori antar agregat kasar yang masih memungkinkanair untuk menembus beton, dan penggunaan faktor air semen (fas) yang sekecil mungkin. Butiranstyrofoam adalah butiran yang berdiameter hampir seragam sehingga pori-pori antar butirannyamasih dapat dilalui air sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengisi beton porous. Agregatkasar yang digunakan pada penelitian ini berupa batu pecah (split) dengan berat 1466 kg/m3. Rasioagregat kasar dengan semen yang digunakan adalah: 3,5; 4,0; 4,5; dan 5,0, dan dengan faktor airsemen (fas) 0,25 dan 0,30. Bahan tambah yang digunakan adalah SikaCim Concrete Additivesebesar 7,5 ml/kg semen. Bahan pengisi styrofoam yang digunakan sebanyak 3,4 kg/m3 beton.Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah benda uji untuksetiap variasi campuran sebanyak 3 buah dan total benda uji sebanyak 24 buah. Perawatandilakukan dengan merendam benda uji dalam bak yang berisi air. Pengujian kuat tekan beton danporositas dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkanbahwa kuat tekan beton porous dengan bahan pengisi styrofoam mengalami penurunan seiringdengan meningkatnya rasio agregat/semen. Kuat tekan beton porous dengan faktor air semen (fas)0,25 lebih rendah dari fas 0,30. Porositas beton porous mengalami peningkatan seiring denganmeningkatnya rasio agregat/semen. Porositas beton porous dengan faktor air semen (fas) 0,25lebih tinggi dari fas 0,30. Berat volume beton porous mengalami penurunan seiring denganmeningkatnya rasio agregat/semen.
Kajian Perangkat Perlindungan Dampak Rendah Suatu Kawasan di Dalam Perencanaan Pengembangan Suatu Lahan dan Pelestarian Sumberdaya Air Nikodemus Leomitro; RObby Yussac Tallar
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1405

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjabarkan suatu pendekatan yang berisi perangkat perlindungansuatu kawasan di dalam perencanaan pengembangan suatu lahan dan pelestarian sumberdaya air.Perangkat-perangkat tersebut adalah perencanaan tata guna lahan, perlindungan lahan yangbernilai hidrologis tinggi, pengawasan daerah penyangga badan air, pengontrolan erosi dansedimen, manajemen air hujan, pengendalian debit diluar air hujan, dan program penatalayanan.Konsep dasar ini meliputi kajian detail yang terintegrasi dengan perangkat antara lain: hidrologisebagai suatu bingkai kerja (framework) yang terpadu, menggunakan mikro manajemen,pengendalian banjir rencana (stormwater) pada sumbernya, penggunaan metode yang sederhanadan non-structural, dan membuat landscape multifungsional. Studi literatur ini mengambilKawasan Depok sebagai contoh kasus. Kota Depok terletak di Provinsi Jawa Barat dan berada dibagian hulu DAS Citarum. Kajian ini juga menggunakan analisa SWOT untuk mendapatkaninformasi-informasi yang berguna mengenai kondisi eksisting di studi area. Perangkatperlindungan ini ditawarkan untuk memudahkan para pemangku kebijakan dalam menyusunperencanaan detail. Kearifan lokal yang sesuai juga diperlukan untuk mendukung perangkatperlindungan suatu kawasan di dalam perencanaan pengembangan suatu lahan dan pelestariansumberdaya air.
Atribut Kualitas Pelayanan ANgkutan Publik di Kota Bandung Engelbertha Noviani Bria Seran; Tri Basuki Joewono
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1406

Abstract

Angkutan publik adalah sarana transportasi yang penting dalam mendukung aktivitas danmobilitas penduduk sehari – hari di suatu perkotaan. Menganalisis atribut kualitas pelayananmenurut persepsi pengguna perlu dilakukan dan diharapkan dapat menentukan atribut kualitaspelayanan yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki. Tujuan penelitian ini menganalisiskualitas pelayanan ditinjau dari tingkat kepentingan dan kepuasan pengguna angkutan publik danuntuk menentukan atribut – atribut kualitas pelayanan yang berpengaruh pada kualitas pelayanandan menjadi prioritas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Metode analisis data yang digunakan adalah Importance-Satisfaction Analysis (ISA). Hasil analisisperbandingan tingkat kepentingan dan kepuasan menunjukkan bahwa pengguna semua jenisangkutan publik merasa tidak puas dengan atribut kualitas pelayanan yang dianggap penting. Daridiagram kategori tingkat kepentingan dan kepuasan menunjukkan beberapa atribut menurutpersepsi pengguna angkutan publik penting tapi tidak memuaskan dan atribut yang palingmembutuhkan pengembangan adalah kebersihan kendaraan, kebersihan stasiun/halte, kondisi fisikkendaraan, kenyamanan kendaraan, keamanan stasiun/halte, dan ketepatan waktu. Atribut yangtermasuk dalam kategori perlu dipelihara adalah kemananan kendaraan dan keterampilanpengemudi. Atribut yang termasuk dalam kategori kurang penting adalah kondisi stasiun/halte,kenyamanan stasiun/halte, dan kemudahan biaya. Atribut yang masuk dalam kategori melebihiperkiraan adalah kemudahan mendapat informasi rute, kemudahan mengakses angkutan umum,keramahan staf, dan kemudahan mendapatkan moda.
Bahan-Bahan Konstruksi dalam Konteks Teknik Sipil Maksum Tanubrata
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1407

Abstract

Bahan bahan konstruksi yang biasa dipakai di Indonesia banyak ragamnya, terutama untuk bahanbangunan rumah ataupun gedung maupun bidang infrastruktur lainnya.Seperti yang kita ketahuibahwa material bahan bangunan bisa berupa logam/besi, kayu maupun yang terbuat dari betonataupun beton bertulang.Jadi disini akan dijelaskan beberapa bahan material yang banyakdigunakan untuk bangunan gedung dan lain-lain. Juga dijelaskan unsur unsur yang digunakanuntuk pembuat beton maupun komponen bahan yang digunakan untuk membangun bangunanTeknik Sipil serta bahan untuk finishingnya.
Analisis Beban-Penurunan pada Pondasi Tiang Bor Berdasarkan Hasil Uji Beban Tiang Terinstrumentasi dan Program Geo5 Andrias Suhendra Nugraha; Angel Refanie
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v11i2.1408

Abstract

Pondasi tiang bor merupakan salah satu jenis pondasi dalam. Pada pondasi tiang bor yangmenerima beban aksial, beban didistribusikan ke tanah melalui tahanan ujung dan tahanan selimuttiang. Uji beban aksial tiang terinstrumentasi yang dilengkapi instrumentasi berupa VWSG(Vibrating Wire Strain Gauge) dan tell-tale extensometer dilakukan untuk mengetahui perilakudistribusi beban dan beban-penuruan dari pondasi tiang bor. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis beban-penurunan pada pondasi tiang bor akibat pembebanan aksial. Analisisdilakukan pada pondasi tiang bor dengan diameter 1,0 m, panjang 59,3 m, pada tanah yang terdiriatas medium silty clay, stiff silty clay, dan hard clay. Pembebanan saat uji beban dilakukan hingga300% dari beban kerja (working load) sebesar 600 ton melalui 6 siklus pembebanan. Hasil ujibeban terinstrumentasi menunjukkan bahwa penurunan pondasi tiang bor adalah sebesar 3,8 mmsaat beban uji mencapai 600 ton (working load). Sementara hasil dari program GEO5 saat bebanuji 600 ton, penurunan pondasi tiang bor adalah sebesar 16.3 mm
Evaluasi Tingkat Pelayanan Ramp Simpang Susun Baros Budi Hartanto Susilo; Ivan Imanuel
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i1.1411

Abstract

Seiring pertumbuhan lalu lintas yang terus meningkat, perlu diselidiki mengenai kebutuhanpeningkatan pelayanan Simpang Susun Baros dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasidi wilayah Cimahi. Dalam penelitian ini, dilakukan penentuan tingkat pelayanan ramp berdasarkanderajat kejenuhan dan memperkirakan waktu peningkatan pelayanan berdasarkan pertumbuhanlalu lintas. Penelitian dilakukan hanya pada ramp ‘6001’ dan ramp ‘6003’ yang merupakan akseskeluar Jalan Tol Pasteur. Ramp ‘6001’ memiliki tingkat pelayanan “D” pada tahun 2014 denganderajat kejenuhan sebesar 0,81. Volume lalu lintas ramp ‘6001’ diperkirakan mencapai kapasitasjalan pada tahun 2027. Ramp ‘6003’ memiliki tingkat pelayanan “B” pada tahun 2014 denganderajat kejenuhan sebesar 0,46. Volume lalu lintas ramp ‘6003’ diperkirakan mencapai kapasitasjalan pada tahun 2063
Penjalaran Kebakaran pada Suatu Konstruksi Bangunan Gedung Akibat Sumber Panas Maksum Tanubrata; Hendaryanto Wiryopranoto
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i1.1412

Abstract

Kebakaran adalah peristiwa oksidasi dari material yang berlangsung cepat, serta menghasilkanpanas dan cahaya. Timbulnya kebakaran ditandai dengan penjalaran atau penyulutan suatumaterial oleh sumber panas. Penyulutan tersebut merupakan suatu permulaan dari pembakaranyang digunakan dalam peristiwa oksidasi. Bila api yang terjadi sangat terbatas, maka gejalatersebut belum dinyatakan sebagai kebakaran. Tetapi bila api mulai memungkinkan terjadinyapenjalaran maka gejala itu dapat dikatakan sebagai kebakaran.
Studi Perilaku Dinding Mortar Cor Ditempat Swadiryus Suhendi; Rini Iskandar; Rian Aditya; Zefanya William; Cindrawaty Lesmana
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i1.1413

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan mengenai dinding mortar cor di tempat. Sebelumaplikasi dinding memasuki tahap konstruksi, keamanan merupakan hal penting yang perludiperhatikan, sehingga perlu diketahui perilaku dinding akibat pengaruh beban, termasuk beratsendiri, beban gravitasi, maupun beban lateral. Dinding mortar cor di tempat adalah suatu modeldinding yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan efektivitas waktu maupun tenaga kerjaserta mengurangi limbah konstruksi dengan memanfaatkan sisa saringan pasir untuk pembuatandinding. Metode bekisting bergerak dipakai untuk dinding mortar cor di tempat dipakai untukpenelitian ini untuk mendapatkan solusi pengerjaan yang lebih sederhana dari segi waktu maupuntenaga kerja. Dari segi teknik pelaksanaan yang sederhana ini diharapkan penerapan modeldinding mortar cor di tempat dapat memberi sumbangsih inovasi serta memberi ragam pilihantentang dinding. Penelitian ini bertujuan memahami komposisi yang tepat untuk campuran mortardan perilaku dari dinding mortar cor di tempat. Hasil pengujian dinding mortar menunjukandinding mortar memiliki kinerja yang baik dan diharapkan. Hasil analisis serapan gaya yangsignifikan membuktikan dinding dapat dimanfaatkan sebagai elemen bangunan. Selanjutnyametode dan material mortar cor di tempat dapat direkomendasikan sebagai solusi untuk dipakaipada rumah sederhana

Page 11 of 29 | Total Record : 288


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2005): Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2003): Jurnal Teknik Sipil More Issue