cover
Contact Name
Roi Milyardi
Contact Email
roi.milyardi@maranatha.edu
Phone
+6222 - 2012186
Journal Mail Official
jurnal_ts@eng.maranatha.edu
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Maranatha, Jl. Surya Sumantri No.65, Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40164
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14119331     EISSN : 25497219     DOI : https://doi.org/10.28932/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil is an Indonesia national wide accredited, peer reviewed, open access journal that publish and disseminate high quality, original research papers in Civil Engineering Field. Jurnal Teknik Sipil covers the following scope of research Structures, Geotechnics, Hydrology and Hydraulics, Transportation, Construction Engineering & Management, Infrastructure Management, Disaster Management, Materials Technology.
Articles 288 Documents
Pengaruh Getah Pinus pada Stabilitas, Pelelehan, dan Durabilitas Lapos Pengikat Beton Aspal Dea Putri Perceka; Tan Lie Ing
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i1.1414

Abstract

Perkembangan berbagai sektor mengakibatkan peningkatan pergerakan lalu lintas, baikpergerakan barang maupun manusia. Untuk menunjang kelancaran dalam pergerakan lalu lintasdibutuhkan sarana dan prasarana pendukung. Salah satu prasarana transportasi yang memilikiperanan penting yaitu jalan. Upaya meningkatkan kinerja pelayanan sektor prasarana transportasidihadapkan pada keterbatasan dalam sumber bahan material pembentuk jalan. Untukmengoptimalkan keterbatasan tersebut diperlukan inovasi terbaru, seperti aspal yang dimodifikasi.Salah satunya adalah menambahkan getah pinus pada campuran aspal.Penelitian yang dilakukan adalah pengujian penetrasi, pengujian viskositas, pengujianMarshall, dan pengujian durabilitas pada campuran aspal panas lapis pengikat beton aspal. Aspalyang digunakan adalah pen 80-100. Pengujian dilakukan untuk mengeevaluasi pengaruh getahpinus terhadap nilai stabilitas, pelelehan, dan durabilitas dari lapis pengikat beton aspal.Penambahan getah pinus dengan kadar 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% dari berat aspal mempengaruhinilai penetrasi dan nilai viskositas. Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) diperoleh sebesar 5,65%.Berdasarkan hasil pengujian penetrasi dan viskositas terlihat perubahan karakteristik saatpenambahan getah pinus sebesar 4%.Penambahan getah pinus cenderung menurunkan nilai stabilitas sebesar 317kg,menaikkan nilai pelelehan sebesar 1,04mm, dan menaikkan nilai durabilitas sebesar 14,12%.
Penggerusan di Hilir Bendung dengan Mercy Type Vlugter Maria Christine Sutandi; Kanjalia Tjandrapuspa; Ginardy Husada
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i1.1415

Abstract

Indonesia is a developing tropical country. With abundant natural resources,especially water resources, as well as the conditions of agrarian society so that theagricultural sector has great potential and should be developed in Indonesia.To support this, we need a network of irrigation to irrigate the irrigation networkof the source is a river located upstream of the dam that required manufacture of theriver water level can be elevated, with the aim to reach a wider area of rice fields. Thestability of the weir is affected by scour downstream of the weir, so there should beresearch scouring downstream of the weir, in this study we used 2 type weir with 2 radiusSummit of Vlugter and the body of dam with slope 1: 1 and 3.5: 4. Having conductedresearch with a variety of discharge through, showed that scour downstream weirsmallest body caused by tilting weir 3.5: 4 but it also is the benefit of this study as amodel to be followed up with a prototype.
Studi Eksperimental Geser Blok pada Batang Tarik Kayu Indonesia Nessa Valiantine Diredja; Bambang Suryoatmono
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i2.1418

Abstract

Salah satu kegagalan yang dapat terjadi pada suatu sambungan baja atau kayu adalah kegagalangeser blok. Penelitian ini mempelajari geser blok pada batang tarik kayu Indonesia. Ujieksperimental pada penelitian ini menggunakan 3 jenis kayu yang berbeda yaitu Sengon, AkasiaMangium, dan Meranti Kuning. Jumlah benda uji yang dibuat adalah 3 benda uji untuk masingmasing jenis kayu. Sambungan kayu adalah sambungan geser ganda dengan menggunakan alatsambung batang baja berulir berdiameter 10 mm. Jarak-jarak baut minimum setiap benda ujidibuat sesuai ketentuan SNI 7973:2013. Berdasarkan hasil perhitungan sambungan geser ganda,didapatkan hasil analisis bahwa kegagalan sambungan kayu yang terjadi adalah kegagalan tumpupada komponen utama kayu akibat tertekan alat sambung namun hasil pengujian eksperimentalmenunjukkan terjadinya keruntuhan geser blok pada sambungan kayu. Hasil kuat tarik dari ujieksperimental dan perhitungan menggunakan persamaan pada SNI 7973:2013 memiliki persenbeda antara 41,1% - 50,5% untuk Sengon, 47,2% - 48,1% untuk Akasia Mangium, dan 34,2% -47,7 % untuk Meranti.
Analisa Kinerja Bundaran Menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Weka Indra Dharmawan; Devi Oktarina; Hanif Syahroni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i2.1419

Abstract

Bundaran Raden Inten merupakan salah satu bundaran penting di kota Bandar Lampung yangmelayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Jl. SoekarnoHatta dan Jl. Z.A Pagar Alam. Tingginya volume lalu lintas yang melewati bundaran inimenyebabkan terjadinya kemacetan atau pertemuan kendaraan yang cukup padat dari berbagaiarah jalan. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk memperoleh data-data dari gejalagejala yang diketahui dan dievaluasi dengan melakukan perbandingan-perbandingan menggunakanmetode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil penelitian nilai tingkat pelayanan (Levelof servis) jalinan AB (dari arah Bakauheni ke arah Kotabumi dan sebaliknya) adalah A denganderajat kejenuhan sebesar 0.4357, jalinan BC (dari arah Tanjung Karang ke arah Kotabumi dansebaliknya) adalah B dengan derajat kejenuhan sebesar 0.6636, sedangkan jalinan CA (dari arahKotabumi kearah Bakauheni dan sebaliknya) adalah E dengan derajat kejenuhan sebesar 0.9471.Kemacetan terbesar pada jalinan CA akibat kapasitas jalinan tidak dapat melayani volume lalulintas yang ada.
Pemetaan Kecepatan dan Kerapatan Lalu Lintas di Ruas Jalan Arteri Kota Surabaya Hendrata Wibisana; Nugroho Utono
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i2.1420

Abstract

Kecepatan kendaraan dan kerapatan lalu lintas yang ada pada berbagai jalan arteri di kota besarseperti Surabaya memiliki karakteristik yang dapat dipelajari dari sifat pergerakan kendaraan yangada dengan menggunakan alat bantu model matematis yang menyatakan hubungan kecepatan, aruslalu lintas dan kepadatan. Nilai dari model matematis yang diperoleh dari pengamatan datalapangan dapat dijadikan bahan masukan untuk perencanaan pergerakan dan pemasangan rambulalu lintas lebih lanjut. Kota Surabaya yang banyak memiliki ruas jalan arteri baik tingkat 1 atau 2akan lebih efektif dan efisien dalam pengelolaannya apabila dalam satu kesatuan waktu nilaikepadatan jalan dapat diinfokan secara simultan, untuk itu dalam penelitian ini digunakan sisteminformasi geografis berbasis data koordinat lapangan. Hasil dari penelitian ini diperoleh jalanDiponegoro memiliki kecepatan arus bebas yang terbesar 58,4 km/jam sedangkan jalan Banyu uripmemiliki tingkat kepadatan saat arus jenuh yang terbesar 620 smp/km, sedangkan dari hasil ujiAnova untuk rata-rata dan varians dari kecepatan kendaraan dan volume lalu lintas, ada perbedaanyang cukup signifikan dari volume dan kecepatan rata-rata tiap ruas jalan arteri yang ditelitidengan tingkat keyakinan 95% atau alpha 5%. Pemetaan berbasis koordinat geografis dapatdilakukan dengan memberikan nilai informasi yang cukup efisien dari model karakteristikbeberapa ruas jalan arteri yang tersebar di kota Surabaya.
Studi Awal Perilaku Tanah Residual Tropis yang di Padatkan Asriwiyanti Desiani; Robby Yussac Tallar; Christy Anandha Putri
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i2.1421

Abstract

Salah satu persyaratan penting yang diperlukan dalam suatu struktur pondasi bangunanadalah karakteristik media tanah yang terdapat di area tersebut. Secara garis besar, tanah hanyaterbagi dua menjadi tanah butir kasar maupun butir halus. Namun pada kenyataannya, kondisidilapangan memperlihatnya kondisi yang berbeda. Pada kedalaman-kedalaman dibawahpermukaan tanah tidak lagi dijumpai material murni, baik pasir, lempung, maupun lanau. Yangada merupakan material campuran baik lempung pasiran, pasir lempungan, pasir lanauan, maupunlanau pasiran, dan sebagainya. Hal ini mempengaruhi perilaku material, tidak lagi berperilakusebagai material asli yang membentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilakutanah residual tropis baik agregat kasar maupun halus yang dipadatkan. Untuk agregat kasarpengujian yang dilakukan meliputi specific gravity (Gs) dan analisa ukuran butir. Sedangkan untukagregat halus dilakukan pengujian kadar air, specific gravity (Gs), analisa ukuran butir,hidrometer, atterberg limits. Karena merupakan material terganggu, maka kedua material tidakdilakukan pengujian index properties. Berdasarkan pengujian awal yang dilakukan, dapatdisimpulkan sementara bahwa perubahan perilaku material butir kasar menjadi perilaku materialbutir halus terjadi pada komposisi material campuran 25% tanah merah Lagadar dan 75% pasirPadalarang.
Pengaruh Penggunaan PS Ball Terhadap Balok Beton Bertulang dengan Pembebanan Monotonik dan Pembebanan Siklik Tan Lie Ing; Ronald Simatupang; Deni Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v12i2.1422

Abstract

PS Ball sebagai bahan pengganti pasir dan bahan pengisi telah dilakukan dan disimpulkandapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. PS Ball sebagai bahan konstruksi bangunanlebih unggul dibanding pasir dalam hal kuat tekan, kekerasan, dan anti-weathering. Saat ini, bahankonstruksi bangunan yang sering digunakan adalah beton. Inovasi untuk menciptakan bahanpenyusun beton yang ramah lingkungan sangat diperlukan sehingga dilakukan penelitian pengaruhpenggunaan PS Ball pada balok beton bertulang dengan pembebanan monotonik dan pembebanansiklik.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh penggunaan PS Ball terhadap elemenstruktur beton bertulang dengan pembebanan monotonik dan pembebanan siklik sertamenganalisis perilaku elemen struktur setelah dibebani beban monotonik dan beban siklik.Pengujian dilakukan dengan metode eksperimental.Berdasarkan hasil analisis diperoleh beton bertulang menggunakan PS Ball dapat menahanbeban sebesar 90 kN sedangkan beton bertulang tanpa PS Ball sebesar 79 kN pada saatpembebanan monotonik. Pada pembebanan siklik, disipasi energi kumulatif beton bertulangmenggunakan PS Ball kinerjanya lebih baik daripada beton bertulang tanpa PS Ball dan kurvahisterisis beton bertulang menggunakan PS Ball lebih stabil dan tidak terjadi pinching.
Komputerisasi Penentuan Tebal Perkerasan Kaku dengan Metode AASHTO 1993 Andri Suryadi; Budi Hartanto Susilo
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i1.1425

Abstract

Perhitungan tebal perkerasan secara komputerisasi perlu dikembangkan untukmeminimalisir kesalahan, memperoleh hasil yang lebih teliti, cepat, akurat, dan dapat dilakukansecara iterasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan tebal perkerasan kaku padaruas jalan tol dengan menggunakan metode AASHTO 1993. Nilai faktor yang digunakan dalamperhitungan, diperoleh dari proyek Jalan Tol Cikopo-Palimanan dan kekurangannya diasumsikansesuai dengan aturan AASHTO 1993. Hasil analisis penentuan tebal perkerasan kaku diperolehtebal sebesar 39cm untuk Jalan Tol Cipali. Model untuk penentuan tebal perkerasan W18 nominaladalah log10(2541530993,12), yang berarti bahwa logaritma dari total kumulatif beban 18-kipESAL yaitu 9,41. Perhitungan beban gandar standar kumulatif menggunakan metode AASHTO1993 dengan W18 desain diperoleh hasil sebesar 8,97, yang berarti bahwa tebal pelat beton rencanadapat diterapkan pada ruas Jalan Tol Cipali sesuai dengan toleransi yang diberikan AASHTO1993
Kajian Pengaruh Materi Organik pada Sifat Fisis Tanah Lunak Asriwijanti Desiani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i1.1427

Abstract

Pembangunan di atas tanah organik umumnya menimbulkan masalah karena tanahtersebut sangat lunak, basah, memiliki kuat geser rendah dan karakteristik kompresibilitas tinggi.Identifikasi keberadaan materi organik dalam tanah sebelum suatu konstruksi terlanjur dibangundapat mengantisipasi potensi permasalahan yang mungkin terjadi dan melakukan tindakanpencegahan terhadap kerusakan. Penentuan kadar material organik yang dikandung tanah pentingdilakukan untuk mencegah perkiraan jumlah yang berlebihan. Perkiraan jumlah material organikyang berlebihan dapat menuntun pada perlakuan khusus/perbaikan tanah yang mungkinsebenarnya tidak perlu dilakukan ataupun sebaliknya.Berbagai sistem klasifikasi, baik yang berbasis botani maupun yang berbasis rekayasaTeknik Sipil dikaji kegunaannya dalam proses identifikasi tanah organik. Parameter sifat fisistanah seperti kadar air, void ratio, bulk density, Specific gravity, permeabilitas, Batas Atterbergakan dikaji besaran dan kecenderungan perilaku apabila terdapat materi organik di dalamnya.Tanah organik dikenali dari warnanya, coklat gelap sampai hitam dengan konsistensispongy dan bau organis serta kadang-kadang terlihat serat tumbuhan. Tanah digolongkan tanahorganik bila kandungan bahan organik antara 25-75%. Kandungan bahan organik > 75% dipakaiuntuk mengidentifikasi gambut. Tanah organik dapat dikenali dari propertinya antara lain nilaikadar air berkisar 125-1600%, void ratio 7-25, bulk density 0.84-1.23t/m3, Specific gravity 1.1-1.8,Acidity (pH) 3.3-7.3, kadar abu 4.1-45, permeabilitas 10-5-10-8 cm/detik, Batas cair (LL) 56-1500%,Batas plastis 30-560%. Batasan-batasan properti geoteknik untuk tanah organik umumnya masihtercampur dengan properti gambut. Kadar air dan Liquid Limit meningkat, sementara Specificgravity dan bulk density mengecil sejalan dengan meningkatnya kadar organik
Karakteristik Wirausaha pada Pelaku Usaha Konstruksi Maksum Tanubrata; Ika Gunawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i1.1428

Abstract

Kewirausahaan yang mempunyai arti semangat yang dimiliki oleh setiap orang yangberpikir kreatif dan bertindak inovatif perlu dimiliki oleh para pelaku usaha di semua bidangtermasuk bidang konstruksi. Penelitian ini merumuskan tentang karakteristik wirausaha apa sajayang penting dimiliki para pelaku konstruksi. Lebih lanjut akan dilakukan perbandingan antarakarakteristik yang penting dan yang telah dimiliki para pelaku konstruksi. Data untuk penelitian inidikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 44 responden yang terdiri dari para pelakukonstruksi di Yogyakarta dan Jakarta, baik yang bekerja pada konsultan maupun kontraktor.Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya dan diperoleh hasil 4 pernyataan tidak valid dari 32pernyataan sehingga tersisa 28 pernyataan untuk diolah lebih lanjut. Pengolahan data dilakukandengan analisis mean dan standar deviasi yang kemudian hasilnya digambarkan pada diagramradar dan diagram 'scatter'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai meankepentingan faktor-faktor wirausaha adalah 1,34 (antara penting dan sangat penting) sedangkannilai mean dari dimilikinya faktor-faktor tersebut adalah 2,54 (antara baik dan cukup baik).Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pada semua faktor, masing-masing memiliki nilai meankepentingan lebih kecil daripada nilai mean dimilikinya faktor-faktor tersebut. Berdasarkananalisis ini dapat disimpulkan bahwa kepentingan faktor-faktor wirausaha lebih tinggi daripadadimilikinya faktor-faktor tersebut oleh para pelaku konstruksi.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2005): Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2003): Jurnal Teknik Sipil More Issue