cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2020): MARET" : 8 Documents clear
INOVASI PENERAPAN SISTEM E-TILANG DI INDONESIA Ambar Suci Wulandari
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.393

Abstract

ABSTRAKSalah satu langkah inovasi dalam pembaruan dan perubahan yang di ambil oleh pemerintah Indonesia untuk memperbaiki sistem pelayanan publik dalam pelanggaran berlalu lintas adalah dengan cara penerapan sisteme-tilang. Keberadaan e-tilang di Indonesia sangat diperlukan karena terkait sejumlah pertimbangan dari banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi mulai dari adanya pungutan liar (pungli), istilah damai ditempat hingga akuntabilitas uang denda yang dalam hal ini sering dilakukan oleh pihak kepolisian. Melalui sistem e-tilang diharapkan pelayanan publik yang diberikan dapat lebih transparan, akuntabel, efektif dan efisien untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Isu penting dalam hal ini berkaitan dengan inovasi penerapan sistem e-tilang serta urgensi e-tilang yang ada saat ini dilihat dari manfaatnya. Untuk menganalisis permasalahan tersebut dilakukan penelitian hukum (legal research) dengan paradigma black-letter law. Teknik pengumpulan data bahan hukum penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research). Bahan hukum dianalisis secara deduktif dan memanfaatkan metode interpretasi (hermeneutika). Hasil dari penelitian ini menunjukkan Inovasi penerapan e-tilang merupakan suatu keputusan yang baik dilakukan dan dalam urgensi e-tilang saat ini adalah dapat terwujudnya transparasi antara kepolisian dengan masyarakat demi menghindari adanya pungutan liar (pungli). Kata kunci: Penerapan, E-Tilang, Kepolisian.
AL-QUR’AN DALAM PUSARAN POLITIK DI INDONESIA: PEREBUTAN MAKNA ATAS LAFAZ AULIYA’ DAN ULAMA’ Mokhamad Choirul Hudha
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.395

Abstract

AbstrakPolitik merupakan suatu fenomena yang terkait erat dengan kondisi manusia yang selalu hidup bermasyarakat dan bernegara.Perhelatan politik yang terjadi di Indonesia, sering kali melibatkan peran agama dalam prosesnya. Para pelaku politikpun tak jarang menggunakan ayat-ayat agama untuk meyakinkan pemilihnya, khususnya umat Islam agar memilih ia dan juga kelompoknya. Hal tersebut kemudian menimbulkan reaksi dari lawan politik yang menjadi kompetitor untuk turut memutar strategi dalam meyakinkan kembali pemilih dengan memberikan penafsiran berbeda, hingga pada akhirnya terjadi perebutan simbol makna di dalamnya. Artikel ini secara spesifik membahas tentang polemik perdebatan makna atas lafaz Auliya’ dan Ulama’, yang terjadi berdekatan dengan pesta demokrasi di Indonesia.Pertanyaan yang coba dijawab dalam tulisan ini adalah, sejauh mana perdebatan yang terjadi?dan apa pengaruh terhadap dinamika politik yang ada di Indonesia? Dalam artikel ini, penulis menghimpun berbagai macam pernyataan maupun pembelaan tokoh yang beredar di situs berita online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polemik penafsiran yang beredar cukup memberikan warna baru bagi perkembangan tafsir al-Qur’an dan dinamika politik khususnya di Indonesia.Kata kunci: Auliya’, Ulama’, Tafsir, Politik 
NEGARA SEJAHTERA DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Hamdani Hamdani
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.397

Abstract

AbstrakPersoalan kemiskinan dan ketidak-adilan ekonomi menjadi problem setiap negara  di dunia, termasuk di Indonesia. Forum ekonomi tingkat dunia G-20 dan World Bank mencatat pada tahun 2018 bahwa negara  miskin di dunia masih mencapai 40 % dari jumlah negara  dunia. Indonesia yang tergabung dalam negara  berkembang pertumbuhan ekonomi hanya tercatat 5,02 % dari jumlah PDB penduduk Indonesia pada tahun 2019. Artinya, Indonesia dikategorikan negara  yang belum sejahtera oleh World Bank, karena jumlah penduduk miskin Indonesia masih di atas angka 10%. Untuk memecahkan kemiskinan dan ketidak-adilan ekonomi, perlu adanya langkah konkrit dan berkelanjutan dalam mensejahterakan rakyatnya. Olaf Corry menegaskan untuk menjadikan negara  sejahtera perlu melibatkan tiga stakeholder yang saling bekerjasama dalam peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertama, kebijakan pemerintah dalam jaminan social. Kedua, pelibatan swasta dalam pertumbuhan ekonomi industry, ketiga, pelibatan organisasi nirlaba atau volunteer sosial yang bertujuan membantu masyarakat dalam pembinaan sector ekonomi. Sementara, As-syatibi, tokoh ekonomi islam yang popular dengan maqasid syariah menjelaskan untuk mencapai Negara  sejehtera diperlukan lima aspek dalam kehidupan manusia termasuk manusia Indonesia. Memelihara akal manusia, Jiwa yang shaleh, Agama, Keturunan dan harta. Kelima fase pokok tersebut harus dimiliki oleh setiap warga Negara  Indonesia jika ingin disebut merdeka dan sejehtera secara ekonomi syariah.  Kata kunci : Negara  sejahtera, Maqashid Syariah, ekonomi syariah
UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PADA SDIT AL MUKMINUN NGRAMBE (Analisis Kepemimpinan Al Mukminun) Sadiran Sadiran
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.398

Abstract

AbstrakPenelitian yang diadakan di SDIT Al Mukminun Sanggrahan Ngrambe ini bertujuan untuk memperoleh, mengungkap sekaligus menganalisa secara mendalam tentang cara yang digunakan oleh Kepala SDIT Al Mukminun Ngrambe dalam kaitannya peningkatan kualitas sekolahnya. Dan juga untuk mengetahui sampai sejauh mana SDIT Al Mukminun Ngrambe yang menjadi SD Unggulan menggali info awal bagi prosedural penyusunan dan pengupayaan strategi-strategi jitu bagi peningkatan kualitas sekolahnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh kepala sekolah yang concern terhadap  lembanganya sebagai salah satu referensi mengenai strategi peningkatan mutu pendidikan di sekolah.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif-kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di SDIT Al Mukminun Ngrambe. Lokasi ini dipilih dikarenakan  Al Mukminun Ngrambe semenjak tahun 2008 telah dipilih dan dipercaya oleh Dinas Pendidikan sebagai sekolah model bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya baik yang bertaraf lokal maupun nasional. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data.Hasil penelitian menunjukkan:  Strategi peningkatan kualitas  Al Mukminun diupayakan oleh seluruh komponen yayasan sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga Al Mukminun secara kekeluargaan. Hal ini bertujuan agar seluruh warga Al Mukminun dapat merasa memiliki lembaga pendidikan tersebut, juga sebagai salah satu cara efektif merecharge semangat dan motivasi kerja para pengelola yayasan. Penelitian ini dimulai dari menyusun secara berkala formulasi strategi dengan melihat secara objektif setiap potensi yang ada di lingkungan internal dan eksternal yang dihadapinya. Setelah formulasi dilakukan oleh tenaga kependidikan, kemudian Al Mukminun mengupayakan untuk menerjemahkan visinya agar dapat lebih diketahui secara rinci, dicermati dan diamalkan oleh semua warga Almukminun dan juga stake holders. Kata Kunci : Pendidikan, Kepala Sekolah, SDIT Al Mukminun
KONSTRUKSI FILOSOFI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL NASIONAL M. Khusni Mubarok; Al Darmono
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.399

Abstract

AbstrakPendidikan Islam di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan yang semakin kompleks. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan namun hasilnya nampak belum sesuai dengan harapan. Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut perlu adanya perbaikan kembali secara metodologis Pendidikan Islam selama ini.Indonesia sebagai bangsa telah mewarisi multibudaya atau multikultur dari para pendahulu. Berbagai khasanah keilmuan Pendidikan Islam banyak dihasilkan dan dijalankan oleh para tokoh-tokoh nasional masa lalu yang terbukti dari karya-karyanya sangat berharga dan masih tetap relevan untuk digunakan pada era sekarang ini.Diantara para tokoh Pendidikan Islam dalam pembahasan ini adalah KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ary. Kedua tokoh dengan latar belakang dan kultur berbeda memiliki filosofis Pendidikan Islam masing-masing yang sama-sama terbukti berhasil memajukan Pendidikan Islam di Indonesia.Dengan melihat tantangan Pedidikan Islam saat ini maka penting untuk dilakukan konstruksi filosofi Pendidikan Islam multikultural nasional untuk memperjelas arah Pendidikan Islam di Indonesia. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Multikultural, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ary
NILAI-NILAI SUFISME BAGI JAMAAH TABLIGH (Studi tentang Perubahan Sosial Bagi Jamaah Tabligh di Kecamatan Ngrambe) Luluk Muashomah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.400

Abstract

AbstrakSeluruh manusia, baik sejak  dari  Yunani maupun bukan, mereka  meyakini bahwa adanya eksistensi Tuhan. sedikit sekali orang yang menyangkal bahwa beberapa bentuk agama adalah universal bagi seluruh umat manusia kita tidak menemukan masyarakat yang tidak mengartikulasikan secara benar. Manusia tidak akan bisa menemukan kebahagiaan, kecuali hanya mendekati apa kebahagiaan itu, namun dikarenakan Tuhan maha Tinggi maka dengan kesadaran manusia mendekatinya. Spiritual (spiritual being) orang orang yang bersikap apologis terhadap agama dalam mempertahankan suatu pandangan dunia relegius atau theistik disana menemukan universal agama. Tetapi patut dicatat bahwa sikap skeptis terhadap keyakinan keagamaan mungkin juga di ekpresikan dalam seluruh budaya, dan konsepsi tentang dunia yang bersifat naturalistik. Sufisme memiliki nilai-nilai yang sangat banyak dalam kaitanya dakwah tabligh namun dikatakan bahwa mungkin kurang disadari oleh umat Islam. Padahal dalam tasawuf ketika menyampai kan pesan  dakwahnya selalu bertumpu pada nilai.Kegiatan Jamaah Tabligh khususnya di daerah Ngrambe cenderung mempertahankan keyakinan-keyakinannya dengan methode dakwah dari pintu kepintu sambil menginap di Masjid-Masjid, tanpa membebani masyarakat sekitar Masjid. Ruang-ruang yang dibentuk dalam suatu tali kekerabatan yang tersebar di Kecamatan Ngrambe, di Kabupaten Ngawi membantu penulis untuk memetakan ‘kapital’ Tabligh dan ‘strategi ‘ dakwah dalam mengenal arenanya di tengah struktur objektifnya.  Kata Kunci :  Sufisme Tabligh dan perubahan sosial
INTEGRASI MORAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA Arif Ma'mun Rifa'i
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.403

Abstract

AbstrakBahasa memiliki peran yang sangat penting  dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional pada peserta didik. Fenomena kekerasan, kriminalitas, berbicara kasar banyak ditemui di masyarakat terutama para pemuda dalam aksi aksi mereka yang di broadcast melalui media sosial, sehingga nampaklah sikap kurangnya kontrol diri merupakan representasi lemahnya karakter bangsa indonesia, dengan kekayaan kearifan lokal yang banyak seperti , santun, berpekerti luhur, dan berbudi mulia. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada karakter kinerja melainkan memprioritaskan karakter moral. dengan demikian, maka diperlukan integrasi moral melalui pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa sangat potensi untuk menanamkan nilai moral karena bahasa menjangkau seluruh sosial dan budaya serta dapat mengkaji nilai nilai kearifan lokal melalui kalimat kalimat yang dikonstruksi dan dipraktekkan dalam pembelajaran bahasa. akhirnya diharapkan pembelajaran bahasa dapat   berperan membangun karakter bangsa yang bermoral dan bermartabat. Kata kunci: Implikasi, Moral, Pembelajaran  
PENDIDIKAN ISLAM DAN KETAHANAN NASIONAL Hasbi Indra
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.404

Abstract

AbstrakPendidikan Islam menjadi bagian penting untuk mengantarkan bangsa ini menuju cita-cita konstitusinya yakni menuju masyarakat yang sejahtera, ada pun ada kendala yang dihadapi seperti masih ada mereka yang menyoal masalah ideologi harus direspon oleh pendidikan Islam. Pendidikan Islam bagian lembaga pendidikan nasional yang menyiapkan sumber daya yang menjadi penopang ideologi yang telah disepakati  juga menjadi sumber daya bangsa yang memiliki kualitas tertentu seperti luasnya pemahaman terhadap sains, ekonomi, berjiwa wirausaha, berkompetensi dan berkarakter baik. Hal ini menjadi tantangan pendidikan Islam untuk mencetak anak didik dengan kualitas-kualitas tersebut. Pendidikan Islam harus menjadi gardah terdepan untuk keutuhan bangsa ini melalui pembentukan anak didik yang siap eksis dengan kualitas-kualitas serta menjaga mengamalkan ideologi negaranya demi keutuhan bangsanya.Tulisan ini berdasarkan penelitian kualitatif, deskriptif, analisis yang ingin menemukan bagaimana peran pendidikan Islam dalam membentuk anak didik sebagai bagian dari komponen ketahanan bangsa di era global ini.Keywords: Pendidikan Islam;nasionalism; ketahanan nasional;

Page 1 of 1 | Total Record : 8