cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
MALNUTRISI PADA BALITA PEDESAAN DENGAN PERKOTAAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK KELUARGA: DATA PSG 2015 Agus Hendra Al Rahmad
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.802 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6445

Abstract

ABSTRAKFramework balita malnutrisi secara tidak langsung akibat kondisi sosial ekonomi daerah meliputi aksebilitas pangan, karateristik keluarga, dan pelayanan kesehatan dasar. Kondisi daerah pedesaan memungkinkan rendahnya aksebilitas tersebut sehingga berdampak terhadap status gizi anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi balita malnutrisi antara daerah pedesaan dengan perkotaan berdasarkan karakteristik keluarga. Desain penelitian menggunakan Crossectional Study secara analitik. Tempat penelitian daerah pedesaan (Kabupaten Aceh Besar) dan daerah perkotaan (Kota Banda Aceh) dengan sampel 600 RT. Pengumpulan data menggunakan data sekunder diperoleh dari Pemantauan Status Gizi (PSG) di Provinsi Aceh tahun 2015, analisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh prevalensi masalah gizi lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan, dengan perbandingan balita underweight 59,7%:40,3%, stunting 51,0%:49,0%, dan wasting 52,3%:47,7%. Tidak terdapat perbedaan prevalensi balita underweight dan stunting antara pedesaan dengan perkotaan berdasarkan pekerjaan, pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga (p-value0,05). Prevalensi wasting menunjukan perbedaan berdasarkan pekerjaan dan pendidikan ibu (p-value0,05), sedangkan jumlah anggota keluarga tidak terdapat perbedaan (p-value0,05). Kesimpulan, balita underweight dan stunting tidak berbeda prevalensinya, sedangkan balita wasting menunjukan perbedaan prevalensi berdasarkan pekerjaan dan pendidikan ibu. Saran, perlu ditingkatkan kerja sama lintas sektoral untuk mengatasi permasalahan gizi didaerah pedesaan. Upaya untuk mengurangi kendala sosial ekonomi dianggap paling penting dan menjadi program prioritas.Kata Kunci: Balita, malnutrisi, perkotaan dan pedesaan  ABSTRACT The framework toddler of malnutrition indirectly through socio-economic conditions includes the accessibility of local food, family characteristics, and basic health services. Conditions of rural areas enable children with nutritional problems. The aim of research to identify malnourished toddlers between rural and urban areas based on the characteristics of the family. Study cross-sectional design analytically. Location rural (Aceh Besar) and urban areas (Banda Aceh) with a sample of 600 household. Sources of secondary data obtained from Monitoring of Nutritional Status (MNS) in Aceh, 2015. The research showed were the prevalence of malnutrition is higher in rural than urban areas, with a ratio underweight: 59,7%:40,3%, stunting 51,0%:49,0%, wasting 52,3%:47,7%. There is no difference in the prevalence of underweight and stunting toddlers between rural and urban areas based on employment, maternal education and the family members (p-value0,05). The prevalence of wasting showed differences based on the work and education (p-value0,05), while the number of family members there was no difference (p-value0,05). Conclusion, a toddler underweight, and stunting prevalence did not differ while wasting toddlers showed differences in prevalence by occupation and mother's education. Suggestions should be increased cross-sectoral cooperation to stem malnutrition in rural areas, through solving socio-economic problems as a priority program. Keywords :  Malnutrition, rural and urban, toddler
DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RSJ ACEH Hasmila Sari
Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.91 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i3.6380

Abstract

ABSTRAKDukungan keluarga merupakan pendukung utama yang berperan sangat penting dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia terutama untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Sikap keluarga yang tidak menerima pasien skizofrenia atau bersikap bermusuhan dengan pasien akan membuat kekambuhan lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga (dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental dan dukungan penilaian) dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh tahun 2011. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif, teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan metode purposive sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 95 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengedarkan kuesioner. Metode analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Uji hipotesis dilakukan jika p-valueɑ (0,05) maka Ho diterima dan bila p-valueɑ (0,05) Ho ditolak. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,000) yang meliputi hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,005), hubungan antara dukungan informasional keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,002), hubungan antara dukungan instrumental keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,000), serta hubungan antara dukungan penilaian keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia (p-value 0,014). Diharapkan kepada perawat agar lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat pasien di rumah dan akhirnya dapat memandirikan pasien.Kata kunci: Dukungan keluarga, kekambuhan, skizofrenia.ABSTRACT Family support is one of major which has crucial role in schizophrenia recovery mainly to prevent relaps of schizophrenia. Family behaviour which not accept patient with schizophrenia or hostile behaviour with patient will occur relaps more quickly. The research aims to identify correlation of family support (emotional support, informational support, instrumental support and evaluating support) with relaps prevention for patient with schizophrenia in polyclinic of Aceh government mental hospital in 2011. The research design was descriptive correlative by using nonprobability sampling as sampling techniques with purposive sampling method which resulting 95 respondents. Data collection was conducted by distributing questionnaire. Data analytical method used chi square statistics test. Hypothesis test was implemented if p-valueɑ (0,05) therefore Ho accepted and if p-valueɑ (0,05) Ho rejected. The result of the study showed that there is a significant correlation between family support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,000) involving correlation between family emotional support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,005), correlation between family infomational support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,002), correlation between family instrumental support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,000), and correlation between family evaluation support and relaps prevention for patient with schizophrenia (p-value 0,014). It is recommended for nurses to get involved the role of family in caring patient with schizophrenia so that family is able to take care patient at home and also empower patient.Keywords: Family support, relaps, schizophrenia.
CARING: SEBUAH ANALISIS KONSEP Setiawan, Setiawan
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.095 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6726

Abstract

ABSTRACTConcept of caring is central in nursing profession. This concept is widely used in nursing education and service, but its understanding is various among nurses in Indonesia. This concept analysis aims to explore and clarify meaning of caring in nursing and its use and how this implemented in nursing practice. By using Walker and Avant method to explicate the meaning of caring, four critical attributes of caring were found: (1) deliberate attention, (2) empathic concern, (3) reciprocal, and (4) providing for. It is recommended that every nurse has appropriate understanding about caring so that they can implement it correctly into their daily practice.Keyword: caring, concept analysisABSTRAKKonsep caring sangat penting dalam profesi keperawatan. Konsep ini dipakai secara luas dalam pendidikan dan pelayanan keperawatan, namun pemahaman tentang caring masih bervariasi antara perawat di Indonesia. Konsep analisis ini bertujuan untuk menggali dan mengklarifikasi makna caring dalam keperawatan dan penggunaannya serta bagaimana caring diterapkan dalam praktik keperawatan. Dengan menggunakan metode Walker dan Avant untuk mengungkap makna caring, ditemukan empat atribut penting caring: (1) perhatian yang sengaja (2) sikap empati, (3) resiprokal, dan (4) menyediakan sesuatu bagi orang lain. Studi ini merekomendasikan agar setiap perawat memiliki pemahaman yang tepat tentang caring sehingga mereka dapat mengimplementasikan caring secara tepat dalam praktek mereka sehari-hari.Kata kunci: caring, analisis konsep
MAKAN PAGI DAN PRESTASI AKADEMIK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI BANDA ACEH Muhammad Iqbal; Teuku Tahlil
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.525 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.5447

Abstract

Anak usia sekolah yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar di sekolah, membutuhkan asupan makanan dengan kandungan gizi yang adekuat untuk menunjang aktivitas harian mereka, termasuk kegiatan akademik. Anak yang rutin makan pagi memiliki konsentrasi yang lebih baik saat mengikuti pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan hubungan antara makan pagi dengan prestasi akademik anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian terdiri atas 179 anak usia 10-12 tahun (55.3% perempuan dan 44.7% laki-laki) yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling pada salah satu sekolah dasar di Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dilakukan pada bulan Mei 2004 dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk multiple choices dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara prestasi akademik siswa dengan kebiasaan makan pagi (p= 0,000), menu makan pagi (p = 0,000), frekuensi makan pagi (p = 0,000), dan lingkungan makan pagi (p =0,009), namun hubungan tersebut tidak signifikan dengan waktu makan pagi (p = 0,053). Untuk itu, perawat komunitas and professional kesehatan terkait lainnya serta pihak sekolah perlu meningkatkan kebiasaan makan pagi pada siswa
EFEKTIVITAS DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION MELALUI SMS TERHADAP PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELLITUS: A PILOT STUDY Arfiza Ridwan; Pathul Barri; Nevi Hasrati Nizami
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.343 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.11030

Abstract

ABSTRAKFederasi Diabetes Internasional (IDF) memperkirakan 382 juta orang menderita dibetes mellitus diseluruh duniadimana Indonesia menempati posisi ke 7 negara dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia, yaitu sebesar 8,5%. Dalam mengendalikan penyakit tidak menular, pemerintah Indonesis telah mengatur tugas pokok memandirikan masyarakat untuk hidup sehat dengan cara pengendalian faktor resiko yang salah satunya adalah diet. Diabetes Self-Management Education (DSME) merupakan proses pendidikan kesehatan bagi individu atau keluarga dalam mengelola penyakit diabetes yang telah dikembangkan sejak tahun 1930-an oleh Joslin Diabetes Center. Proses ini melibatkan metode pedoman, konseling, dan intervensi perilaku penderita diabetes agar dapat mengelola penyakitnya, sehingga pasien dan keluarga menjadi mandiri. Untuk dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses, penggunaan media elektronik seperti Short Message Service (SMS) dirasa perlu untuk diuji keefektifannya. Penelitian ini merupakan pilot study yang bertujuan untuk  mengetahui fisibilitas, efektifitas, dan efisiensi penggunaan SMS dalam meningkatkan pengetahuan penderita diabetes dengan mengaplikasikan program Diabetes Self Management Education (DSME) dalam skala kecil yaitu 6 orang sampel agar dapat digunakan untuk penelitian dengan skala yang lebih besar.  Penelitian dilakukan dengan melakukan kunjungan rumah dan dilanjutan dengan pengiriman SMS kepada sampel. Proses pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa program ini sangat sesuai untuk diaplikasikan pada masyarakat karena lebih efisien dalam waktu dan tenaga, tanpa mengurangi kualitas materi dari pendidikan kesehatan yang diinginkan. Selain itu, dari hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Ranks Test, diketahui bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan penderita diabetes sebelum dan sesudah diberikan intervensi (p0.05). Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat puskesmas untuk dapat mengaplikasikan program ini dalam penanggulangan penyakit diabetes agar meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja.Kata Kunci: diabetes, self- manajemen, SMS ABSTRACTThe International Diabetes Federation (IDF) estimates that 382 million people have diabetes mellitus worldwide where Indonesia ranks 7th in the world with the highest prevalence of diabetes in the world, which is 8.5%. In controlling non-communicable diseases, the government of Indonesia has set the main task of establishing people to live healthy by controlling risk factors, one of which is diet. Diabetes Self-Management Education (DSME) is a process of health education for individuals or families in managing diabetes that has been developed since the 1930s by Joslin Diabetes Center. This process involves methods of guidance, counseling, and behavioral interventions of diabetics in order to manage the disease, so that patients and families become independent. To improve the effectiveness and efficiency of the process, the use of electronic media such as Short Message Service (SMS) is considered necessary to test its effectiveness. This study is a pilot study that aims to determine the effectiveness, effectiveness and efficiency of SMS use in increasing the knowledge of diabetics by applying the program of Diabetes Self Management Education (DSME) on a small scale of 6 people in order to be used for research with a larger scale. The study was conducted by home visits and continued by sending SMS to the sample. The data collection process is conducted before and after the intervention is done. Based on the result, it is known that this program is very suitable to be applied to the community because it is more efficient in time and effort, without reducing the material quality of the desired health education. Moreover, from the results of statistical tests using Wilcoxon Ranks Test, it is known that there is a significant increase in knowledge of diabetics before and after the intervention (p 0.05). It is expected that health workers, especially health center nurses, can apply this program in the prevention of diabetes to improve the effectiveness and efficiency of work.Keywords: Diabetes, Self Management, SMS
KESIAPAN ANAK DAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING DI PAUD DAN TK BUNGONG SEULEUPOEK UNSYIAH BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih; Mula Rizki
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.484 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i3.6527

Abstract

ABSTRAKToilet training merupakan usaha melatih anak agar mampu buang air kecil dan buang air besar sendiri, proses ini berlangsung pada usia anak 18 bulan sampai 2 tahun. Bila proses ini tidak berlangsung dengan baik, maka anak dapat mengalami gangguan pola eliminasi. Toilet training membutuhkan persiapan dari aspek fisik, psikologi, dan intelektual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan anak dengan keberhasilan toilet training pada anak balita di PAUD dan TK Bungong Seuleupoek Unsyiah Darussalam Banda Aceh tahun 2012. Desain penelitian bersifat deskriptif korelatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 53 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara kesiapan anak dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,043), ada hubungan antar kesiapan fisik dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,002), ada hubungan antara kesiapan psikologis dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,006), ada hubungan antara kesiapan intelektual dengan keberhasilan toilet training (p-value 0,023), di PAUD dan TK Bungong Seuleupoek Unsyiah Darussalam Banda Aceh. Diharapkan kepada orangtua agar mampu mengenali tanda-tanda kesiapan anak sebelum orangtua memutuskan untuk memulai toilet training pada anaknya, sehingga anak cepat berhasil menggunakan toilet dengan baik.Kata Kunci: kesiapan anak, toilet training, balitaABSTRACTToilet training is one of the efforts to train children to be able to urinate and defecate by themselves. This process takes part when a child is 18 months until 2 years. If the process is not going well, children can experience interference elimination pattern. In conducting this training, a child needs good-physical, psychological and intellectual readiness. The objective of this research was to find out the correlation between child readiness and the success of toilet training for under-five-year old children at Early Child Education and Kindergarten of Bungong Seuleupoek at Syiah Kuala University in Darussalam, Banda Aceh, in 2012. The design of this research was descriptive qualitative and the sample was selected by using a total sampling technique, resulting in the selection of 53 respondents. The instrument of data collection was a set of questionnaires. The data were analysed by using a chi-square test. Based on bivariate analysis, it was found that there was a significant correlation between the child readiness and the success of toilet training (p-value = 0.043), physical readiness and the success of toilet training (p-value = 0.002), psychological readiness and the success of toilet training (p-value = 0.006), and intellectual readiness and the success of toilet training (p-value = 0.023) at Early Child Education and Kindergarten of Bungong Seuleupoek at Syiah Kuala University in Darussalam, Banda Aceh. Therefore, it is recommended that parents are expected to be able to recognizer the signs of readiness before the parents decide to start toilet training her child so that the child quickly managed to use the toilet properly.Keywords: child readiness, toilet training, and child
HUBUNGAN PERUBAHAN ELIMINASI URINE DENGAN GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA DI GAMPONG LAMBARO SUKON, DARUSSALAM, ACEH BESAR Khairani, Khairani
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.763 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6365

Abstract

ABSTRAKInkontinentia urine merupakan Geriatric Giant yaitu masalah yang sering diderita oleh lansia dan akanmengganggu kenyamanan lansia termasuk gangguan tidur. Penelitelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan perubahan eliminasi urine dengan gangguan tidur pada lansia di Gampong Lambaro Sukon. Desainpenelitian adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling denganjumlah sampel 62 orang lansia. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 18-25 September 2010 diGampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Alat pengumpulan datamenggunankan kuesioner dengan 23 item pertanyaan dengan teknik wawancara terpimpin . Analisa datadengan menggunakan rumus chi square dengan confidence interval 95% dan α (0,05). Hasil analisis datamenunjukkan bahwa sebanyak 30 (48,3%) lansia mengalami perubahan eliminasi urine dan sisanya 13 lansia(20,9%) tidak mengalami perubahan eliminasi urine. Lansia yang mengalami gangguan tidur (insomnia)sebanyak 43 orang (69,4%) dan sebanyak 19 lansia (30,6%) tidak mengalami insomnia. Terdapat hubunganantara perubahan eliminasi urine dengan gangguan tidur pada lansia di Gampong Lambaro Sukon KabupatenAceh Besar. Keluarga agar dapat mengoptimalkan dukungan dalam perawatan lansia dengan perubahaneliminasi.Kata kunci: Gangguan tidur, lansia, eliminasi urine.ABSTRACTInkontinentia urine is a problem that often affects the elderly and would interfere with the elderly includingsleep disorders. This study aims to determine the relationship changes with the urinary elimination of sleepdisorders in the elderly in Gampong Lambaro Sukon. The study design was a cross sectional study. Samplingtechnique with simple random sampling with a sample of 62 elderly people. Data collection was conductedon 18 to 25 September 2010 at Gampong Lambaro Sukon Darussalam Aceh Besar district. Means of datacollection using a questionnaire with 23 items with questions guided interview technique. Data analysisusing chi square formula with 95% confidence interval and α (0,05). Results of data analysis showed that 30(48.3%) elderly experience changes urinary elimination and the remaining 13 elderly (20.9%) did notchange urinary elimination. The elderly who experience sleep disturbances (insomnia) as many as 43 people(69.4%) and as many as 19 elderly (30.6%) did not experience insomnia. There is a relationship betweenchanges in urinary elimination with sleep disorders in the elderly in Gampong Lambaro Sukon Aceh Besardistrict. Family support in order to optimize the care of the elderly with the change of elimination.Keywords: Sleep disorders, elderly, urinary elimination.
Family-Centered Care Model untuk Menurunkan Dampak Hospitalisasi Anak dengan Penyakit Kanker di Medan, Sumatera Utara Dewi Elizadiani Suza
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.035 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6634

Abstract

ABSTRAKKanker adalah penyebab utama kematian pada anak dimana setiap tahun angka kejadian terus meningkat. Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi orangtua dan perawat anak tentang family-centered care (FCC) untuk pasien anak dengan kanker di Medan. Data dianalisis dengan menggunakan content analysis dan independent t-test. Penelitian ini menemukan bahwa orangtua merasa bahwa FCC memiliki lima tema utama adalah: 1) bekerja sama, 2) menghormati praktik budaya, 3) memberikan informasi, 4) konsistensi dalam perawatan, dan 5) dukungan. Sementara itu, perawat anak merasa bahwa FCC memiliki empat tema: 1) keterlibatan orangtua, 2) perawatan holistik, 3 tugas dan peran, dan 4) mendidik keluarga. Dapat disimpulkan bahwa, orangtua dan perawat anak memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan FCC dikarenakan memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, kurangnya pemahaman tentang FCC keragaman budaya pasien, nilai-nilai, dan keyakinan. Oleh karena itu dibutuhkan perbaikan pada aspek-aspek tertentu dari perspektif orangtua dan keluarga terkait dengan keyakinan, nilai-nilai, dan latar belakang budaya dalam pelayanan kesehatan.Kata kunci: family-centered care, persepsi orangtua rasakan, persepsi perawat anakABSTRACTCancer is the leading cause of death in children each year in which the incidence continues to rise. This study was to explore parental and nurses pediatric perception of family-centered care (FCC) for pediatric cancer patient in Medan. Data were analyzed using content analysis and independent t-test.This study found that parents perceived that FCC had five main themes emerged were: 1) work together, 2) respect cultural practice, 3) giving information, 4) consistency of care, and 5) support. Meanwhile, nurse perceived that FCC had four themes: 1) parental involvement, 2) holistic care, 3) tasks and roles, and 4) educating families. It can be concluded that, parents and nurses had a different view of FCC, it caused they may have had different educational background, lack of understanding of FCC, increasing in the cultural diversity of patients, the values and beliefs. Therefore, it needs improvement in certain aspects from the perspective of parents and families linked to the beliefs, values, and cultural backgrounds in healthcare.Key words: family centered care, parental perception, pediatric nurses perception
AGEN INFEKSI PENYEBAB INFLAMASI GRANULOMATOSA Mahdani Wildan
Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.723 KB) | DOI: 10.52199/inj.v4i1.1601

Abstract

Inflamasi granulomatosa merupakan pola khas dari inflamasi kronik yang dapat dijumpai pada keadaaninfeksi maupun non-infeksi. Inflamasi ini ditandai adanya granuloma. Granuloma dapat ditimbulkan olehberbagai agen infeksi, setiap mikroorganisme menunjukkan karakteristik berbeda. Pewarnaan rutin kadangkala memberikan teka-teki diagnostik yang hanya dapat diselesaikan dengan menggunakan teknik pewarnaankhusus yang dirancang untuk menunjukkan mikroorganisme tertentu. Tulisan ini bertujuan untukmemberikan informasi tentang mikroorganisme yang dapat menjadi etiologi inflamasi granulomatosa padajaringan dan menjadi referensi mengenai diagnosis infeksi pada jaringan. Identifikasi mikroorganismepenyebab infeksi sangat penting untuk mengarahkan klinisi pada terapi yang tepat.Kata Kunci: Inflamasi granulomatosa, mikroorganisme, teknik pewarnaan khusus 
PENGGUNAAN FORMAT ISBAR3 BERBASIS ELEKTRONIK DALAM HANDOVER KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF Rina Kamila; Suki Hananto
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.844 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.9493

Abstract

ABSTRAKSerah terima (handover) keperawatan merupakan bagian penting dari perawatan klinis di mana informasi pasien yang relevan perlu dikomunikasikan secara akurat dan tepat, untuk memastikan kesinambungan perawatan dan keselamatan pasien. Komunikasi yang buruk dan format yang tidak terstruktur merupakan faktor yang dapat menyebabkan pasien berisiko dalam perawatan. Tujuan penulisan untuk menjelaskan format terstruktur yang terkomputerisasi yang digunakan oleh perawat dalam serah terima keperawatan dengan menggunakan metode komunikasi efektif: Identify, Situation, Background, Assessment, dan Rekomendation, Read-Back, Risk (ISBAR3). Metode analisis dengan kajian literatur. Hasil kajian didapatkan bahwa penggunaan format ISBAR3 berbasis elektronik terstruktur ini digunakan untuk mendukung cara serah terima verbal melalui model komunikasi terkini yang lebih sistematis, tepat, akurat, dan relevan dalam waktu yang sangat singkat. Penggunaan format terstruktur berbasis elektronik ini merupakan bagian dari sistem informasi keperawatan di rumah sakit. Keberhasilan penerapan format serah terima elektronik ini dapat meningkatkan komunikasi efektif, dan meningkatkan  keselamatan pasien.Kata kunci: Teknologi Elektronik, Metode ISBAR3, Serah Terima Keperawatan, Sistem Informasi Keperawatan ABSTRACTNursing handover is a vital part of clinical care where relevant patient information needs to be communicated precisely and accurately, to ensure continuity of care and patient safety. Poor communication and lack of structured format are contributing factors in adverse incidents where patient care is put at risk. This study aims to explain the computerized structured format used by nurses in the handover of nursing using effective communication methods: Identify, Situation, Background, Assessment, and Recommendation, Read-Back, Risk (ISBAR3). Method of analysis with literature review. Using this ISBAR3 computerized structured format is part of the hospital's nursing informatics system. The results of this study obtained that structured electronic format was used to support the verbal handover report through more systematic, precise, accurate, and relevant model of communication in very short period of time. The successful implementation of this electronic handover format can improve effective communication and patient safety. Keywords: E-technology, ISBAR3 Handover Methode, Nurse Shift Handover, Nursing Informatic System

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue