cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP RENTANG SENDI PASIEN PASCA STROKE Derison Marsinova Bakara; Surani Warsito
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.538 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6450

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pasien stroke yang mengalami hemiparese yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menimbulkan komplikasi gangguan fungsional, gangguan mobilisasi, gangguan aktivitas sehari hari dan cacat yang tidak dapat disembuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan rentang sendi pasien pasca stroke di Kabupaten Rejang Lebong. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan The One Group Pretest-Posttest Design. Pada penelitian ini dilakukan latihan Range Of Motion (ROM) pasif terhadap rentang sendi ekstremitas atas dan bawah sendi yang besar pada pasien pasca stroke di Kabupaten Rejang Lebong. Jumlah responden pada penelitian ini 30 pasien stroke yang  mengalami hemiparese lebih dari 6 bulan. Instrumen penelitian ini menggunakan goniometri untuk mengukur perbedaan rentang sendi sebelum dan sesudah latihan Range Of Motion (ROM) pasif dan dilakukan dianalisis dengan uji non parametrik Wilcoxon. Hasil: Ada perbedaan yang bermakna antara rerata rentang sendi ekstremitas atas dan bawah sendi yang besar pada pasien pasca stroke di Rejang Lebong sebelum dan sesudah latihan Range Of Motion (ROM) pasif. Kesimpulan: Latihan Range Of Motion (ROM) pasif mempengaruhi rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada pasien stroke. Latihan Range Of Motion (ROM) pasif dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada pasien stroke. Kata kunci: range of motion (ROM), rentang sendi, pasien stroke. ABSTRACTBackground :Stroke patients who experience hemiparese who do not get proper treatment can cause complications of functional impairment, impaired mobilization, disruption of daily activities and defects can not be cured. This study aimed to determine the effects of exercise Range Of Motion (ROM) passive to increase joint range of post-stroke patients in Rejang Lebong. Methods: This study uses Pre Experimental theresearch design using The One group pretest-posttestdesign.In this study conducted exercises Range Of Motion (ROM) of the passive joint range of upper and lower limb large joints in patients with post-stroke in Rejang Lebong. The number of respondents in this study 30 patients who experienced a stroke hemiparese more than 6 months. The research instrument used to measure the difference goniometry range of joints before and after exercise Range Of Motion (ROM)  passive and carried analyzed with nonparametric Wilcoxontest. Results: There were significant differences between the mean range of upper and lower extremity joints large joints in patients with post-stroke in Rejang Lebong before and after exercise Range Of Motion (ROM)  passive. Conclusion: Exercise Range Of Motion (ROM)  passive range is affected joints on the upper and lower extremities in stroke patients. Exercise Range Of Motion (ROM) passive can be an alternative to increase the range of joints on the upper and lower extremities in stroke patients.Keywords: range of motion (ROM), range joints, stroke patients.
PENGARUH PERUBAHAN FISIOLOGIS IBU HAMIL TERHADAP ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR DI ACEH BESAR Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Mediawati, Mediawati; Agustria Saputra
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.782 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6410

Abstract

ABSTRAKKondisi bayi baru lahir dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu, kadar Hb, tinggi fundus uteri, peningkatan berat badan di akhir kehamilan, kualitas pemeriksaan kehamilan, and sakit yang di derita ibu selama kehamilan. Selain kondisi tersebut, status anthropometri bayi baru lahir sangat terkait dengan karakteristikibu hamil seperti ketebalan lemak pada dinding perut ibu, kepadatan plasenta dan cairan ketuban. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh dari perubahan fisiologi ibu terhadap antropometri bayi baru lahir di rumah bersalin kecamatan Kuta Baro Aceh Besar 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah korelatif untuk memperoleh keterkaitan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan cross sectional study. Sampel penelitian ini yaitu ibu dengan usia kehamilan 38-40 minggu dengan totalsampel 57 orang. Pengambilan sampel dimulai dari 16 Juni sampai 28 Agustus 2011 dengan teknik total sampling. Analisis regresi linear digunakan untuk mengukur asosiasi antara variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak ada pengaruh antara penambahan berat badan ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruhantara peningkatan berat badan ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara kadar Hb ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara kadar Hb ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada hubungan antara tinggi fundus uteri dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05). Diharapkan ibu hamil dapat memonitor berat badan lebih awal, tinggi fundus uteri, dan Hb untuk mendeteksi kemungkinan berat badan rendah pada bayi baru lahir.Kata Kunci: ibu hamil, berat badan, haemoglobin, antropometri ABSTRACTThe condition of new born babies are related to the condition of mother health, the density of Hb, height uterine fundus , weight increasing at the end of pregnancy, quality of antenatal control and illness sufferedby mother during pregnant. Besides those conditions, anthropometry status of new born babies is very related to pregnant mother characteristic such as fat thickness at abdomen wall, density of plasenta and fetal membrane liquid. The purpose of this research is to find out the influence of fisiology changing of pregnant mother toward anthropometry of new born babies in maternity hospital at Kuta Baro Subdistrict Aceh Besar 2011. Research design used in this study is correlative that is to gain the relationship between independentand dependent variable by using cross sectional study. The sample for this research are pregnant mothers with 38-40 weeks of pregnancy with total sample 57 person. sample taking was started from june 16 toaugust 28, 2011 by applying total sampling tehnique. Lineir Regression Analysis is used to measure the association between independent vaiables with dependent variables. The result of this research shows that there is no relationship between the increasing of pregnant mother weight with new born babies weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the increasing of pregnant mother weight with baby weight of low born weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the density of Hb of pregnant mother with with new born babies weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the density of Hb of pregnant mother with baby weight of low born weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between height uterine fundus with baby height of low born weight P value 0.05, alpha 0.05), there is relationship between height uterine fundus with baby weight of new born babies weight ( P value 0.05, alpha 0.05). It is expected to toward pregnant mother to monitor earlier for weight, height uterine fundus, and Hb to detect possibility of low weight of new born babies.Keywords: pregnant mother, weight, haemoglobin, anthropometry
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HEMODIALISA DI MEDAN Cholina Trisa Siregar
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.052 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6731

Abstract

ABSTRAKPasien gagal ginjal kronik mengalami perubahan fisiologis tubuh yang meningkatnya tekanan darah, kelebihan cairan, gangguan sekresi hormon dan pembuangan sisa metabolik. Perubahan ini memerlukan peran keluarga dalam mengoptimalkan kesehatan pasien. Tujuan penelitian melihat hubungan dukungan keluarga dengan penurunan tekanan darah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani haemodialisa. Desain deskriptif korelasi, dengan sampel 40 orang pasien gagal ginjal yang rutin menjalani haemodialisa didampingi keluarga. Analisa data menggunakan korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan dukungan keluarga dan format pemantauan tekanan darah pasien. Hasil penelitian didapat koefisien korelasi (r) 0,011 dengan tingkat signifikasi (P) 0,005. Hal ini menggambarkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tekanan darah pasien gagal ginjal kronis yang mejalani terapi hemodialisa dimana kekuatan hubungannya lemah. Dukungan keluarga merupakan motivasi bagi pasien terutama dengan kondisi penyakit kronis, dukungan yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Dukungan yang diberi secara komprehensif terutama dukungan emosional karena perubahan yang terjadi menjadikan pasien merasa tidak berdaya dan putus asa.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Tekanan DarahABSTRACTPatients with chronic renal failure experienced physiological changes in the body that increased blood pressure, fluid overload, impaired secretion of hormones and metabolic waste disposal. These changes require the role of families in optimizing the patient's health. The purpose of the study was to looked at the relationship between family support with the decrease in blood pressure of patients with chronic renal failure undergoing haemodialysis. The design of this study was correlation descriptive , with a sample of 40 renal failure patients undergoing routine haemodialysis accompanied by their family. Analysis of the data using the Spearman correlation. Instruments used family support and patient blood pressure monitoring formats. The results of the study is the correlation coefficient (r) of 0.011 with significance level (P) 0.005. This illustrates that there is a significant correlation between family support and blood pressure in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy where the power connection is weak. Family support is a motivation for the patient, especially with chronic disease conditions, good support can improve the quality of life of patients. Support is given in a comprehensive manner, especially emotional support due to changes that occur which make the patient feel helpless and hopeless.Keywords: Family Support, Blood Pressure
MOBILISASI PADA PASIEN FRAKTUR MELALUI PENDEKATAN KONSEPTUAL MODEL DOROTHEA E. OREM marlina, Marlina
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.695 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6345

Abstract

ABSTRAKMobilisasi merupakan kemampuan pasien untuk bergerak dan berjalan. Pada pasien fraktur dapat terjadidiskontinuitas jaringan tulang yang ditandai dengan nyeri, krepitasi, gangguan mobilisasi, sehingga pasienharus segera dimobilisasikan. Fenomena sekarang masih banyak pasien post fraktur yang tidak melalukanmobilitas sehingga menimbulkan gejala sisa. Menurut kondeptual model Dorothea E Orem self care defisitsemua pasien memiliki kemampuan untuk menolong dirinya sendiri, perawat bekerja hanya untukmemandirikan pasien sesuai dengan tingkat ketergantungan bukan menempatkan pasien pada posisidependent. Orem mengatakan ada tiga tingkatan derajat ketergantungan pasien, ketergantungan penuh,parsial dan supportif sehingga penulisan ini didapatkan bahwa pasien dapat melakukan aktifitaskemandiriannya sesuai dengan derajat ketergantungan.Kata kunci: fraktur, mobilisasi, self care defisit OremABSTRACTMobilisation is patient can exercise dan move. Patient fracture is discontinuity bone tissue was clinicalmanifestation, pain, crepitation, mobilisation problem. Fenomena now many patient nothing exercise becamescar tissue. The nurse give mobilisation theraphy for patient. Dorothea E Orem is all person have increasedself care, the working for patient otonomy validation compensatory system nothing patien dependentposition. Dorothea E Orem labels her self care deficit theory of nursing as general theory composed of thefollowing three related theories; wholly compensatory system, partly compensatory system and supportiveeducativesystem.patient can be able to perform his daily based the level of depending.Keywords: fracture, mobilisation, self care devicit Orem.
KESIAPSIAGAAN TARUNA DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Faris Augus Tirtana; Budi Satria
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.349 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.12279

Abstract

ABSTRAKKesiapsiagaan taruna yang terdiri dari pengetahuan dan sikap, rencana untuk keadaan darurat bencana, sistem peringatan bencana, dan mobilisasi sumber daya memegang peranan penting dalam menghadapi bencana tsunami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapsiagaan taruna dalam menghadapi bencana tsunami di Balai Pendidikan dan Pelatihan Aceh Besar. Jenis penelitian ini descriptive explorative dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Aceh Besar berjumlah 241 taruna, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 100 responden, dengan alat pengumpulan data berupa angket dan jenis instrumen kuesioner. Penelitian dilakukan pada April 2018 dengan hasil penelitian didapatkan kesiapsiagaan taruna 86,97 dikategorikan sangat siap, dengan nilai rata-rata tiap parameter sebagai berikut; pengetahuan dan sikap taruna (90%) sebesar 87,45 dikategorikan sangat siap, rencana untuk keadaan darurat bencana pada taruna (84%) sebesar 88,15 dikategorikan sangat siap, sistem peringatan bencana pada taruna (92%) sebesar 89,70 dikategorikan sangat siap, mobilisasi sumber daya pada taruna (98%) sebesar 93,50 dikategorikan sangat siap. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelatihan kesiapsiagaan bencana tsunami lebih intens diberikan pada taruna. Kata Kunci: Kesiapsiagaan menghadapi bencana, tsunami ABSTRACTCadets preparedness consist of Knowledge and Attitude (KA), Emergency Planning (EP), Warning System (WS), and Resource Mobilization Capacity (RMC) play an important role in facing tsunami disaster. The purpose of this research is to know cadet preparedness in facing tsunami disaster at Education and Training Center of Aceh Besar. This research type is descriptive explorative with cross sectional design. The research population is all of cadets in Education and Training Center of Aceh Besar that amounted to 241 cadets, sampling technique using purposive sampling, as many as 100 respondents, with data collection tools are in the form of questionnaires and types of questionnaire instruments. The research was conducted on May 02 until May 04, 2018 with the results of the research for the cadet preparedness were obtained 86,97 is categorized as highly prepared. Which the average of each parameter as follows: the average of knowledge and attitude of cadets (90%) of 87.45 are categorized as highly prepared, the average of emergency planing in cadets (84%) of 88.15 is categorized as highly prepared, the warning system in cadets (92%) of 89.70 is categorized as highly prepared, the average of Resource Mobilization Capacity at cadets (98%) of 93.50 is categorized as highly prepared. From the result of this research, it is expected that tsunami disaster preparedness training will be more intensely given to cadets. Keywords: Disaster preparedness, tsunami
HUBUNGAN LAMA MENDERITA PENYAKIT DENGAN PENGETAHUAN PERAWATAN KULIT DAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG MAMPLAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Rapitos Sidiq; Nurleli, Nurleli
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.856 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6532

Abstract

ABSTRAKPengetahuan pasien diabetes mellitus tentang perawatan kulit dan kaki sangat penting dalam hal mencegah komplikasi dari penyakit ini yaitu ulkus pada kaki dan kulit. Angka insiden komplikasi ulkus pada kaki berkisar  antara 8-10%. Faktor yang mempengaruhi salah satunya ialah lama menderita penyakit atau pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lama menderita penyakit dengan pengetahuan pasien diabetes mellitus Tipe 2 di ruang mamplam  rumah sakit  umum daerah  dr. Zaenoel Abidin  Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif  analitik dengan pendekatan  cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 sebanyak 68 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner, data dikumpulkan melalui wancara dan observasi pada  tanggal 1 sampai 14 Februari 2015. Data dianalisa secara univariat dan bivariat, dengan uji statistic chi-square test ( χ ) dengan tingkat kemaknaan 0,05 (95%). Berdasarkan hasil uji statistic chi-square test ( χ )  diperoleh nilai χ hitung = 0,662 nilai tersebut lebih besar dari α = 0,05 maka diperoleh ada hubungan antara Lama Menderita Penyakit Dengan Pengetahuan Perawatan kaki dan Kulit Pada Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Ruang Mamplam RSUD dr. Zaenoel Abidin  Banda Aceh. Kepada perawat selalu memberikan informasi tentang penyakit yang diderita oleh pasien meskipun pasien tidak memintanya.Kata Kunci: Lama Menderita Penyakit, Pengetahuan, Diabetes Mellitus. ABSTRACTAbortion is a fetus weighing less than 500 g or having completed less than 20 weeks gestational age at the time of expulsion from the uterus, having no chance of survival.  The abortus woman attitude is affected by the support that given by husband, family, friends and health care provider. Many factors assumed as etiology of spontaneous abortion, include mother  factor, fetal factor and others eksternal factors. Mother factors such as age, paritas, previous history of abortus, genital infection, chronic disease, unwell uterus, mioma, poor lifestyle, drugs, fear and stress, sex activity and orgasme during pregnant and fatique-induced activity. Fetal factor related to abortion such as abnormality of chromosom. The others eksternal factors include fisical injury, radiation, pollution, pesticides and on overcapacity megnet area. Regarding the rules of maternity nurses as educator, the patients must be given appropriate information and education in order to prevent and know early conditions affected abortus.Keywords: Long Times Illness, Knowledge, Diabetes Mellitus Health polytechnic lecturers RI health department Aceh
HUBUNGAN KARAKTERISTIK WANITA PREMENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI BANDA ACEH Dewi Hermawati
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.291 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6373

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik wanita premenopause dengan tingkatkecemasan dalam menghadapi menopause di Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh.Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi wanitaberumur 40-50 tahun dan belum mengalami menopause. Teknik pengambilan sampel menggunakan metodepurposive sampling pada 63 sampel. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 8-19 Desember 2010 di Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Alat pengumpulan data berupa lembaran angket yang terdiri dari data demografi serta kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan dengan skala likert yang dilakukan dengan metode wawancara terpimpin. Data dianalisis dengan menggunakan statistik Chi-square dengan confidence interval 95% dan alpha (α) 0,05. Pengujian hipotesa jika p-value nilai α maka hipotesa null (Ho) diterima. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause (P=0,145, Pα), dan tidak ada hubungan antara status perkawinan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause (nilai P=1,000, Pα). Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara pendidikan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause (nilai P=0,021, P≤α), ada hubungan antara pekerjaan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause (P=0,047, P≤α), ada hubungan antara pendapatan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause (P=0,018, P≤α). Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan wawasan tentang perubahan yang terjadi menjelang menopause menjadi sangat penting untuk di terapkan pada wanita pramenopause. Hal ini dapat menurunkan kecemasan terhadap menopauase serta dapat meningkatkan penerimaan terhadap menopause menjadi lebih baik.Kata Kunci: Karakteristik, Kecemasan, MenopauseABSTRACTThis study aimed to determine the relationship of the characteristics of premenopausal women with levels ofanxiety in the face of menopause in Gampong Lambaro Skep, Kuta Alam district, Banda Aceh. The study design is descriptive correlative with cross sectional approach to the female aged 40-50 years and have not experienced menopause. Sampling technique that used was purposive sampling to gain 63 samples. Data were collected on December 8 to 19, 2010 in Gampong Lambaro Skep, Kuta Alam District, BandaAceh. Data collection tool in the form of questionnaire that consists of: demographic data and a set questionnaire to measure the level of anxiety by using Likert scale and by interviewing guided. Data were analyzed by using Chi-square with 95% confidence interval and alpha (α) of 0.05. The hypothesis test determined if p-value value α then the null hypothesis (Ho) is accepted. The results of bivariate analysisshowed that there was no relationship between age and level of anxiety in the face of menopause (P = 0.145, P α), and there was no association between marital status to the level of anxiety in the face of menopause (P = 1.000, P α). The results also showed no relationship between education and the level of anxiety in the face of menopause (P = 0.021, P ≤ α), there is a relationship between work and the level of anxiety in the face of menopause (P = 0.047, P ≤ α), and there is a relationship between income the level of anxiety in theface of menopause (P = 0.018, P ≤ α). Based on the results, increasing insight into the changes that occur during perimenopause is essential to be applied for premenopausal women. It can reduce anxiety about menopauase and increase acceptance of menopause.Keywords: Characteristics, Anxiety, Menopause
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN HARGA DIRI PASIEN ULKUS DIABETIK DI POLIKLINIK ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2014 Cut Husna
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.675 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6640

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus merupakan penyakit kronik yang dapat menyebabkan komplikasi sistemik berupa ulkus diabetik dan gangguan pembuluh darah lainnya. Keadaan ini dapat mempengaruhi harga diri pasien, untuk itu diperlukan spiritualitas yang baik agar dapat meningkatkan harga diri pasien. Spiritualitas tersebut terdiri dari agama, iman, harapan, transendensi dan pengampunan. Aktifitas yang terkait dengan spiritualitas terbukti mempengaruhi kesehatan individu dan perasaan sejahtera yang dapat meningkatkan harga diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan harga diri pasien ulkus diabetik di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Mei-06 Juni 2014. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 62 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terpimpin menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 35 item pernyataan. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian terdapat hubungan signifikan spiritualitas agama (p-value 0,00), spiritualitas iman (p-value 0,002), spiritualitas harapan (p-value 0,010) spiritualitas transendensi (p-value = 0,002) dan spiritualitas pengampunan (p-value 0,044) dengan harga diri pasien ulkus diabetik. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara spiritualitas (p-value 0,002) dengan harga diri pasien ulkus diabetik. Berdasarkan hasil study, maka penyedia pelayanan kesehatan, keluarga serta masyarakat agar dapat memepertahankan pemberian dukungan spiritual untuk meningkatkan harga diri pasien ulkus diabetik.Kata kunci : spiritualitas, harga diri, ulkus diabetikABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease which can cause systemic complication such as diabetic ulcer and other blood vessel diseases. This condition can influence patients' self-esteem, so that deep spirituality is required to develop the patients' self-esteem. The spirituality comprises religion, faith, hope, transcendence, and forgiveness. Doing activities related to spirituality has been proven to influence individual health and happiness which can develop self-esteem. The objective of this research was to find out the relation between spirituality and self-esteem of patients with diabetic ulcer at Endocrine Polyclinic in Public Hospital dr. Zainoel Abidin in Banda Aceh in 2014. This research was conducted on May 13-June 6, 2014. The method used for this research was a descriptive correlative research with a cross sectional study design. The sample was selected by using a purposive sampling technique, and 62 respondents were selected. The data was collected by using a guided interview with a set of questionnaire in Likert scale, consisting of 35 statements. The data was analyzed statistically by using a chi-square test. The analysis results showed that there were significant relations between self-esteem of patients with diabetic ulcer and religion (p-value = 0.000), faith (p-value = 0.002), hope (p-value = 0.010), transcendence (p-value = 0.002), and forgiveness (p-value = 0.044). Therefore, it can be concluded that there was a significant relation between spirituality (p-value = 0.002) and self-esteem of patients with diabetic ulcer. Base on the study. Itsrecommended to the health care providers, family members, society to maintain spiritual supports to enhance self-esteem of patients with diabetic ulcer.Keywords: spirituality, self-esteem, diabetic ulcer
SOFT SKILL MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA PADA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DAN PENDEKATAN LECTURING 2011 Hilman Syarif
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.893 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1618

Abstract

Student Centered Learning (SCL) efektif mengembangkan soft skill dan hard skill mahasiswa yangdibutuhkan dalam mendukung kesuksesan dalam menjalankan profesinya. Program Studi IlmuKeperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (PSIK FK Unsyiah) merupakan salah satuprogram studi yang sudah menjalankan kurikulum berbasis kompetensi dengan metode pembelajaranproblem based learning (PBL) sejak Juli 2010. Berdasarkan testimoni dari beberapa pengajardidapatkan informasi bahwa terdapat perbedaan pada mahasiswa yang menggunakan metode PBLdengan konvensional atau lecturing dalam segala hal, termasuk dalam soft skillnya, tetapi belumdilakukan penelitian untuk mengidentifikasi signifikansi perbedaannya. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi perbedaan soft skill mahasiswa PSIK FK Unsyiah pada metode PBL dengan metodelecturing. Desain penelitian adalah deskripif komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 15 orangmahasiswa pada metode PBL dan 15 orang mahasiswa pada metode lecturing yang ditentukan melaluisimple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata soft skill mahasiswa pada metodepembelajaran PBL adalah 122,63, sementara pada metode pembelajaran lecturing dengan rata-rata116,27. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan yang bermakna soft skill mahasiswa padametode belajar PBL dan lecturing (p value = 0,038; alpha= 0,05). Rekomendasi penelitian ini kepadamanajemen PSIK FK Unsyiah, agar dapat mempertahankan metode PBL dan mengembangkanmetode- metode pembelajaran lain yang dapat meningkatkan hard skill dan soft skill mahasiswa.Kata Kunci: soft skill, PSIK FK Unsyiah, PBL 
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI DALAM MELAKUKAN ROM PADA PASIEN PASCA STROKE DI RSU HKBP BALIGE KABUPATEN TOBA SAMOSIR Melva Manurung
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.574 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.9491

Abstract

ABSTRAKRange of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk intervensi keperawatan yang ditetapkan pada pasien stroke untuk mencegah komplikasi khususnya pasien-pasien dengan imobilisasi. Pencegahan terhadap komplikasi dari penyakit stroke dapat dilakukan dengan melakukan latihan ROM pasif atau aktif yang teratur secara tepat sesuai dengan kondisi penderita. Dukungan keluarga mempengaruhi motivasi penderita stroke dalam melakukan latihan juga berpengaruh besar dalam peningkatan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan motivasi dalam melakukan ROM pada pasien pasca stroke di RSU HKBP Balige. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah design korelasi, yang menjadi populasi dalam penelitian adalah pasien stroke di RSU HKBP Balige. Sampel penelitian adalah 17 pasien stroke yang diambil dengan cara dengan melakukan total sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner data demografi, dukungan keluarga dan motivasi dalam melakukan ROM. yang telah diuji Validitas dan reliabilitasnya di RSUD Porsea dimana nilai reliabilitas dukungan keluarga 0,982 dan nilai reliabilitas kuesioner motivasi 0.985. Uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan analisa data, diperoleh nilai p = 0.001 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan motivasi dalam melakukan ROM pada pasien pasca stroke di RSU HKBP Balige dengan kekuatan hubungan rendah dan dengan arah korelasi positif. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi pasien pasca Stroke untuk melakukan ROM di RSU HKBP Balige tinggi untuk melakukan ROM. Diharapkan kepada pihak manajemen untuk meningkatkan peranan keluarga dalam mendampingi klien dalam pelaksanaan ROM untuk mempercepat penyembuhan klien.Kata kunci: Motivasi, dukungan keluarga, ROM pasien stroke. ABSTRACTRange of Motion (ROM) is one form of nursing intervention established in stroke patients to prevent complications, especially patients with immobilization. Prevention of complications from stroke can be done by performing regular or active passive ROM exercises appropriately according to the condition of the patient. Family support affects the motivation of stroke sufferers in doing the exercises also have a big effect in increasing muscle strength. This study aims to analyze the relationship of family support with motivation in performing ROM in post-stroke patients at HKBP Balige Hospital. The design used in the research is correlation design, the population in this study was stroke patients at HKBP Balige Hospital. The sample of the study was 17 stroke patients taken by means of doing total sampling. The instruments used are demographic data questionnaires, family support and motivation in performing ROM. which has been tested Validity and reliability in RSUD Porsea where the reliability value of family support 0.982 and reliability value of motivation questionnaire 0.985. Test the hypothesis by using Pearson Product Moment correlation test. Based on data analysis, obtained p value = 0.001 which means there is a significant relationship between the relationship of family support with motivation in performing ROM in post-stroke patients at HKBP Balige Hospital with the strength of low relationship and with positive correlation direction. These results indicate that post-stroke patient motivation to perform ROM in HKBP Balige Hospital is high for performing ROM. It is expected to the management to increase the role of families in assisting clients in the implementation of ROM to speed healing clients.Keywords: Motivation, family support, ROM of stroke patients. 

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue