cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
PEMBERDAYAAN HABIB DAN TABIB DALAM ELIMINASI KUSTA DI KABUPATEN NAGAN RAYA Said Devi Elvin
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.151 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.9758

Abstract

ABSTRAKProvinsi Aceh merupakan salah satu daerah dengan prevalensi kusta tertinggi di Indonesia. Tahun 2014 dilaporkan penemuan kasus baru Multi Basiler sebanyak 436 kasus, salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dengan jumlah kasus kusta yang tertinggi adalah Kabupaten Nagan Raya. Jumlah kasus baru berdasarkan data tahun 2015 adalah untuk tipe Pausi Basiler (PB) sebanyak 26 kasus dan Multi Basiler (MB) sebanyak 21 kasus dengan jumlah kecacatan tingkat II adalah 4,26%. Fenomena penanganan dan pengobatan kusta pada masyarakat di Kabupaten Nagan Raya adalah pengobatan melalui Habib dan Tabib yang dikenal dengan istilah “Peundang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberdayaan Habib dan Tabib dalam program eliminasi penyakit kusta di Kabupaten Nagan Raya. Penelitin ini menggunakan desain Quasi Experiment. Penelitian akan dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Habib dan Tabib yang melakukan pengobatan terhadap penderita kusta di Kabupaten Nagan Raya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara dan intervensi yang diberikan adalah buku saku tentang pemberdayaan Habib dan Tabib dalam eliminasi penyakit kusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang penyakit kusta yang signifikan antara Habib dan Tabib kelompok perlakuan dengan Habib dan Tabib kelompok kontrol (P = 0,010). Selanjutnya juga terdapat perbedaan sikap tentang penyakit kusta yang signifikan antara Habib dan Tabib kelompok perlakuan dengan Habib dan Tabib kelompok kontrol (P = 0,040). Pemberdayaan Habib dan Tabib terbukti efektif dalam eliminasi penyakit kusta (P = 0,000 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan Habib dan Tabib di Kab. Nagan Raya agar menerapkan model kemitraan dengan Habib dan Tabib dalam program eliminasi penyakit kusta serta selalu mendampingi Habib dan Tabib utuk meningkatkan pemberdayaan sertanya melakukan eliminasi penyakit kusta di masyarakat.Kata Kunci : Habib dan Tabib, Program Eliminasi Penyakit, Kusta. ABSTRACTAceh is one of the highest prevalence of leprosy in Indonesia. In 2014 there were 436 new cases of Multi Basiler reported. One of the districts in Aceh with the highest number of leprosy cases is Nagan Raya. The number of new cases based on data of 2015 is 26 cases of type Pausi Basiler (PB) and 21 cases Multi Basiler (MB). The number of cases of disability level II is 4.26%. The most common treatment of leprosy by people in Nagan Raya District is the treatment through Habib and Tabib known as "Peundang". The purpose of this study is to determine the effectiveness of empowerment of Habib and Tabib in the elimination of leprosy in Nagan Raya, Aceh. This research using Quasi Experiment design with respondents in this research is Habib and Tabib who do treatment to leprosy patient in Nagan Raya and divided into two groups (intervention and control group). The instruments of data collection using questionnaires with interview techniques. Interventions given to Habib and Tabib are health education through a handbook on leprosy elimination. The results showed that there was significant difference of knowledge about leprosy between Habib and Tabib in the intervention group with Habib and Tabib in the control group (P = 0.010). Other research results are there are significant differences in attitudes towards leprosy between Habib and Tabib in the intervention group with Habib and Tabib in the control group (P = 0.040). The empowerment of Habib and Tabib proved effective in the elimination of leprosy (P = 0,000 0.05). Based on the results of this study, it is expected to the Health Office in Nagan Raya to cooperate with Habib and Tabib as local wisdom in implementing leprosy disease elimination program.Keywords : Habib and Tabib, Elimination Program, Leprosy.
HUBUNGAN PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA Khairani, Khairani; Ervina, Ervina
Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.439 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i3.6488

Abstract

ABSTRAKProses menua yang terjadi pada lansia akan disertai dengan perubahan psikososial. Perubahan psikososial yang terjadi mengakibatkan terganggunya peranan sosial lansia serta menimbulkan ketergantungan dengan orang lain. Oleh sebab itu akan mempengaruhi kualitas hidup lansia sehari-hari. Tujuan penelitian  untuk mengetahui hubungan perubahan psikososial dengan kualitas hidup lansia di Gampong Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar tahun 2011. Jenis penelitian  deskriptif dengan desain penelitian cross sectional studi dan cara pengambilan sampel adalah total sampling berjumlah 54 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Uji hipotesis dilakukan jika p-value dari α (0,05) maka Ho diterima dan bila p-value dari α (0,05) maka Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara merasakan cemas akan kematian dengan kualitas hidup lansia, ada hubungan antara penyakit kronis dan ketidakmampuan dengan kualitas hidup lansia, ada hubungan antara gangguan saraf panca indera dengan kualitas hidup lansia, ada hubungan antara kehilangan hubungan dengan teman-teman atau keluarga dengan kualitas hidup lansia dan ada hubungan antara hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik dengan kualitas hidup lansia. Kata kunci: Perubahan Psikososial, Kualitas Hidup, Lansia. ABSTRACTAging process in elderly will be involved psychosocial change. psychosocial change resulting in social role of elderly and dependency with others. Therefore it can affect the quality of life of elderly. The research aims to identify relationship of psychosocial change with quality of life of elderly in Gampong Lamceu  Kuta Baro Subdistrict Aceh Besar regency in 2011. The study was descriptive with cross sectional study as research design. The sampling technique was total sampling with 54 respondents. Data collection was implemented by guided interview. Data analysis used Chi Square statistics test. Hypothesis test conducted if p-value α (0,05) then Ho accepted and if  p-value   α (0,05) then Ho rejected. The result of the study shows relationship between anxiety of death and elderly’s quality of life, relationship between chronic diseases and dissability with elderly’s quality of life, relationship between sensory disorders with elderly’s quality of life, relationship between loss of relationship with friends or family of elderly’s quality of life and relationship between loss of strength and physical sturdiness with elderly’s quality of life. Keywords : Psychosocial change,  quality of life, elderly. 
EFEKTIFITAS PENYULUHAN PADA IBU POST PARTUM TERHADAP DETEKSI DEMAM PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI KECAMATAN DARUSSALAM ACEH BESAR TAHUN 2012 . Halimatussakdiah; . Nurhayati
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1501

Abstract

Dari wawancara 10 orang ibu post partum di 5 desa wilayah Kec Darussalam didapatkan bahwa 70 % mengetahui tentang gejala anak demam, 90 % mengatakan anak demam dibawa ke tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, praktik dokter, praktik Bidan atau perawat, 100 % tidak mengerti tentang mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan pada ibu post partum terhadap deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan di kecamatan Darussalam Aceh Besar tahun 2012. Desain penelitian ini berbentuk kuasi eksperimen dan di rancang berbentuk  pre dan post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 20 Agustus 2012 - 23 September 2012. Analisa data dilakukan dengan komputer dengan menggunakan rumus Uji-t paired sample. Hasil penelitian didapatkan, ada perbedan pemahaman tentang deteksi dini  demam pada bayi 0-12 bulan tentang  gejala dan tanda-tanda sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00). Ada perbedan pemahaman tentang deteksi dini demam pada bayi 0-12 bulan tentang pengetahuan penyebab demam sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (p value 0.00). Ada perbedan keterampilan tentang deteksi dini  demam pada bayi 0-12 bulan tentang cara pengukuran suhu tubuh bayi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value 0.00).  Ada perbedan keterampilan tentang deteksi dini  demam pada bayi 0-12 bulan tentang cara membaca hasil pengukuran suhu tubuh bayi dengan termometer sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (P value  0.00). Rekomendasi kepada Puskesmas agar menyusun standar prosedur operasional (SOP) dan materi terkait penyuluhan kepada ibu post partum di Unit pelayanan terkait.
PENGALAMAN PASIEN KANKER PAYUDARA PADA SUKU BATAK YANG MENJALANI KEMOTERAPI Connie Melva Sianipar; Nurmaini, Nurmaini; Nur Afi Darti
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.383 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6789

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan penyakit kanker yang paling umum yang diderita oleh kaum wanita. Fenomena yang di dapatkan dari pasien yang dirawat dengan kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan terdapat peningkatan jumlah penderita kanker payudara sepanjang tahun 2014 ada 9.189 orang. Penderita kanker payudara yang tertinggi di Sumatera Utara adalah wanita suku batak sebanyak 215 orang (68.9%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tentang pengalaman pasien kanker payudara pada suku batak yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian adalah fenomenologi deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih partisipan yang memenuhi kriteria. Partisipan dalam penelitian ini adalah 15 pasien kanker payudara suku batak. Hasil wawancara yang ditranskip dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menemukan 5 tema yang mencerminkan fenomena yang diteliti. Tema-tema tersebut yaitu 1) Mengalami ketidakstabilan emosi pasien kanker payudara pada suku batak sebagai respon terhadap kemoterapi, 2) Melakukan adaptasi untuk mengurangi perubahan fisik setelah kemoterapi, 3) Mengupayakan penyembuhan dan pemulihan yang dilakukan pasien kanker payudara pada suku batak dalam mengatasi dampak kemoterapi, 4) Mengurangi ketidakstabilan emosi yang dilakukan pasein kanker payudara selama menjalani kemoterapi, 5) Kendala yang dialami pasien kanker payudara pada suku batak selama menjalani kemoterapi. Penelitian ini disarankan bagi tenaga pelayanan kesehatan khususnya perawat agar memberikan pelayan keperawatan holistik berdasarkan kultural pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, memberikan informasi kepada pendidikan pentingnya melihat kultural pasien daam memberikan pelayanan keperawatan.Kata Kunci: Pengalaman, Kanker Payudara, KemoterapiABSTRACTBreast cancer is the most common cancer suffered by women. Phenomenon in getting from patients treated with breast cancer who received chemotherapy in Haji Adam Malik Hospital, there is an increasing number of breast cancer throughout the year 2014 there were 9189 people. Patients with breast cancer is highest in North Sumatra Batak tribe women as much as 215 people (68.9%). The objective of this research was to explore the experience of Bataknese breast cancer patients who were under chemotherapy treatment. The research used phenomenology descriptive method. The data were gathered by conducting in-depth interviews. The sample were 15 Bataknese breast cancer patients who had fulfilled the criteria, taken by using purposive sampling technique. The Results of recorded interviews was analyzed by using content analysis. The result of the research showed that there were five themes which reflected the phenomena. They were experienced the emotional instability of breast cancer patients as a response to chemotherapy, adaptation to reduce the physical changes after chemotherapy, seeked the healing and recovery by breast cancer patients who were under chemotherapy treatment, reduced the emotional instability by breast cancer patienst who were under chemotherapy treatment, obstacles which is experienced by the breast cancer patients under chemotherapy treatment. It is recommended that health care provider, especially nurse, provide holistic service based on cultural for breast cancer patients who were treated with chemotherapy and give information to educational that the importance of cultural to give the nursing services.Keywords: Experience, Breast Cancer, Chemotheraphy
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BULLYING Fithria, Fithria; Rahmi Auli
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.968 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6440

Abstract

ABSTRAKBullying salah satu tindakan agresif yang menjadi permasalahan di dunia. Hasil penelitian sebelumnya di Indonesia di dapatkan bahwa 10-60% siswa melaporkan mendapat ejekan, cemoohan, pengucilan, pemukulan tendangan ataupun dorongan sedikitnya sekali dalam seminggu. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying meliputi harga diri, kepribadian, keluarga, sekolah dan teman sebaya pada siswa-sisiwi di SMPN 3 Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian bersifat  deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi 94 orang siswa-siswi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat pengumpulan data kuesioner dengan cara ukur self report. Penelitian dilakukan pada 2-8 Juli 2015 di SMPN 3 Meureudu. Hasil analisa data secara bivariat menunjukkan ada hubungan harga diri dan perilaku bullying (p=0,014), kepribadian dan perilaku bullying  (p=0,006), keluarga dan perilaku bullying (p=0,017), sekolah dan perilaku bullying (p=0,002) dan teman sebaya dan perilaku bullying (p=0,006) dengan perilaku bullying. Diharapkan kepada orang tua dan pihak sekolah untuk lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut sehingga dapat mencegah tindakan perilaku bullying pada siswa/siswi.Kata kunci: bullying, harga diri, kepribadian, keluarga, sekolah, teman sebaya. ABSTRACTBullying is one of aggressive behavior that becomes a problem in entere world. The purpose of this study was to find out the factors that related to bullying behavior, including self-esteem, personality, family, school, and friends of Junior High School students in Meureudu Pidie Jaya. It was a descriptive correlative study with cross sectional  approach. The number of population was 94 students and the sampling technique used was a total sampling. The data was collected on July 2-8, 2015 in SMPN 3 Meureudu by using questionnaire with self-report technique. The results of bivariate analysis showed there was correlation betweeen self-esteem (p=0.014); personality (p=0.006); family (p=0.017); school (p=0.002); and friends (p=0.006) with bullying behavior. The conclusion of this study was the self-esteem, personality, family, school, and friends related to the bullying behavior. It is expected to parents and school staff to pay more attention to these factors in preventing the bullying behavior of the students.Keywords: bullying, self-esteem, personality, family, school, friends.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ibrahim, Ibrahim
Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.667 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i1.6360

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskuler yang banyak dijumpai di masyarakat.Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten, di mana tekanan sistoliknya di atas 140mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Saat ini, angka kematian karena hipertensi di Indonesia sangattinggi. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan riskesdas (riset kesehatan dasar) 2007 mencapai30 persen dari populasi. Hipertensi dibedakan menjadi 2, yaitu hipertensi essensial dan hipertensi sekunder.Penyebab hipertensi pada lanjut usia dikarenakan terjadinya perubahan-perubahan pada; katup jantungmenebal dan menjadi kaku, kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur20 tahun, sehingga kontraksi dan volumenya pun ikut menurun. manifestasi klinis pasien hipertensidiantaranya: Mengeluh sakit kepala, pusing, lemas, kelelahan, gelisah, mual dan muntah, epistaksis,kesadaran menurun. Pemeriksaan Penunjang pada hipertensi antara lain: pemeriksaan laboratorium, CT Scan,EKG, IU, dan Photo dada. Tujuan terapi antihipertensi adalah pengurangan morbiditas dan mortalitaspenyakit kardiovaskular dan ginjal. Hal ini dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologis danfarmakologis. Pasien hipertensi biasanya meninggal dunia lebih cepat apabila penyakitnya tidak terkontroldan telah menimbulkan komplikasi ke beberapa organ vital. Usia, ras, jenis kelamin, kebiasaanmengkonsumsi alkohol, hiperkolesterole-mia, intoleransi glukosa dan berat badan, semuanya mempengaruhiprognosis dari penyakit hipertensi esensial pada lansia. Asuhan keperawatan yang dapat dilaksanakan padapasien hipertensi mencakup pengkajian pada riwayat atau adanya faktor-faktor resiko, penegakan diagnosa,perencanaan dan intervensi, serta evaluasi dan dokumentasi yang tepat.Kata Kunci: Hipertensi, lansia, terapi hipertensi, asuhan keperawatan.ABSTRACTHypertension is a disease of the cardiovascular system is often found in the community. Hypertension isdefined as persistent blood pressure, where the systolic pressure above 140 mmHg and diastolic pressureabove 90 mmHg. In the elderly population, hypertension was defined as systolic pressure of 160 mmHg and adiastolic pressure of 90 mmHg. Currently, the number of deaths due to hypertension in Indonesia is veryhigh. The prevalence of hypertension in Indonesia based RISKESDAS (basic medical research) in 2007 up to30 percent of the population. Hypertension is divided into two, namely essential and secondary hypertension.The cause of hypertension in the elderly due to the changes in; heart valves thicken and become stiff, theheart's ability to pump blood decreased 1% per year after age 20, so the contraction and the volume isdecreased. Clinical manifestations of hypertensive patients include: Complaining of headaches, dizziness,weakness, fatigue, anxiety, nausea and vomiting, epitasis, and decreased consciousness. Diagnostic test inhypertension includes: laboratory tests, CT-Scan, ECG, IU, and chest x-ray. The goal of antihypertensivetherapy is the reduction of morbidity and mortality of cardiovascular and renal disease. This can be donewith non-pharmacologic therapy and pharmacological. Hypertensive patients usually die faster if the diseaseis not controlled, and has caused complications to some vital organs. Age, race, gender, alcoholconsumption habits, hypercholesterolemia, glucose intolerance and weight, all influence the prognosis ofessential hypertension in the elderly. Nursing care can be carried out in hypertensive patients include anassessment on the history or presence of risk factors, diagnosis enforcement, planning and intervention, andevaluation and proper documentation.Keywords: Hypertension, elderly, hypertensive therapy, nursing care
EXPRESSIONS of CARING PADA PERAWAT MUSLIM Putri Mayasari; Urai Hatthaki; Pratyanan Thianchanya
Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.624 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i2.14027

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari keberhasilan suatu pelayanan kesehatan di rumah sakit sehingga peran perawat dinilai sangat penting dalam meningkatkan serta mewujudkan kesehatan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi caring antar perawat muslim di Indonesia. Metodelogi penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di rumah sakit pendidikan di Banda Aceh- Aceh Indonesia pada 50 orang perawat muslim sebagai informan. Pengumpulan data dilakukasn dengan metode focus group discussions (FGD) dan dilengkapi dengan wawancara perorangan. Analisa data dilakukan dengan content analysis dari McCain. Hasil penelitian menunjukkan: ekspresi caring diklasifikasikan kedalam empat item mengikuti konsep Barolia dan Karmaliani yaitu: (1) ekspresi caring pada teman perawat ketika mereka sakit, (2) ekspresi caring pada teman perawat dalam melaksanakan Sholat, (3) ekspresi caring dalam melakukan hal positif pada teman perawat; kejujuran, tidak menyakit orang lain, pemerataan, dan keadilan (4) ekspresi perawat pada teman yang memiliki anggota keluarga yang sakit atau meninggal. Kata Kunci : caring, ekspresi caring, Islam, kolega perawat ABSTRACTNursing services are part of the success of a health service in a hospital so the role of nurses is considered important in improving and creating client’s health. This study aims to explore expressions of caring among Muslim nurses in Indonesia. The research method was descriptive qualitative study was conducted in a teaching hospital in Banda Aceh – Aceh , Indonesia with fifty Muslim nurses as informants. Data were collected using focus group discussions complemented by individual interviews. The data were analyzed using content analysis according to McCain. The results of this study showed that: The caring expressions were classified into four themes following the Islamic concept of Barolia and Karmaliani: (1) expressions of caring for nurse colleagues who were in pain; (2) expressions of caring for nurse colleagues in performing Salaah as duties toward Allah; (3) expressions of caring in positive doing to colleagues; expressions of caring in honesty, expressions of caring when colleagues doing harmful for others, expressions of caring in equity, and expressions of caring in justice; and (4) expressions of caring for nurse colleagues who were having a serious sickness or the death of a family member.Keywords: caring, caring expression, Islam, nurse colleagues.
PERAWATAN PASIEN YANG MENJALANI PROSEDUR KATETERISASI JANTUNG Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i3.6607

Abstract

ABSTRAKPenyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang diakibatkan oleh adanya stenosis pada arteri koroner. Derajat stenosis arteri koroner dapat dinilai dengan melakukan pemeriksaan diagnostik invasif yaitu kateterisasi jantung. Prosedur ini akan berjalan dengan baik apabila perawat maupun tim medis lain melakukan perawatan pasien mulai dari perawatan dan persiapan pasien sebelum, selama dan setelah menjalani prosedur kateterisasi jantung. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan perawatan pada pasien  sebelum dan setelah menjalani kateterisasi jantung.Metode penulisan artikel ini berupa tinjauan kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber yang relevan. Diharapkan kepada perawat dan tim medis lain untuk melakukan perawatan pasien mulai dari persiapan pasien sebelum, selama serta setelah menjalani prosedur kateterisasi jantung dengan baik tanpa ada komplikasi selama dan setelah prosedur dilakukan.Kata kunci: perawatan, kateterisasi jantung ABSTRACTCoronary heart disease is a heart disease caused by the presence of stenosis in coronary arteries. The degree of coronary artery stenosis can be assessed by examining the invasive diagnostic cardiac catheterization. This procedure will run well if nurses and other medical teams perform patient treatment start from the treatment and preparation of patient before, during, and after undergoing cardiac catheterization procedures. This study aimed to give knowledge and understanding the patient treatment before and after undergoing cardiac catheterization. This article is a literature review based on some relevant resources. It is recommended for nurses and others medical teams for doing good treatment for patient start from patient preparation before, during, and after undergoing cardiac catheterization procedure without complication during, and after the procedure. Keywords: treatment, cardiac catheterization
KUALITAS HIDUP PASIEN ULKUS DIABETIK DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUDZA, BANDA ACEH Hilman Syarif
Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.333 KB) | DOI: 10.52199/inj.v4i1.1596

Abstract

Semua penyakit dapat mempengaruhi kualitas hidup, termasuk penyakit yang disebabkan oleh gangguansistem endokrin, seperti ulkus diabetik. Keadaan ini berkaitan dengan keterbatasan dalam melakukanaktivitas, disabilitas dan gangguan pergerakan. Penelitian ini merupakan penelitian desriptif denganmenggunakan desain cross sectional study. Responden penelitian ini adalah pasien dengan ulkus diabetikdengan grade 2 keatas sebanyak 33 orang yang diperoleh dengan metode concecutive sampling. Kuesioneryang digunakan adalah Kuesioner Kualitas Hidup yang diadopsi peneliti dari kuesioner baku WHOQoL-Brefversi 2004. Hasil penelitian menunjukkan secara umum kualitas responden berada pada kategori kurang,dengan jumlah 19 responden (57,6%). Ditinjau dari dimensi kesehatan fisik, kualitas hidup responden beradapada kategori kurang (75,8%). Ditinjau dari dimensi kesehatan psikologis, kualitas hidup responden beradapada kategori baik (51,5%). Ditinjau dari dimensi hubungan sosial, kualitas hidup responden berada padakategori baik (90,9%) dan dari dimensi lingkungan, kualitas hidup responden berada pada kategori kurang(57,6%). Peneliti menyarankan kepada pasien yang mengalami ulkus diabetik, khususnya yang berkunjungke Poliklinik Endokrin BLU RSUDZA agar senantiasa mengontrol kadar gula darah secara teratur, menjagapola makanan, aktivitas teratur, serta menjaga kebersihan luka ulkus diabetik dan kebersihan lingkungan,agar kondisi kesehatan tetap terjaga serta menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.Kata kunci: kualitas hidup, ulkus diabetik, RSUDZA 
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM TIFOID Maulina Maulina; Syilvie De Nanda
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.966 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i2.8828

Abstract

ABSTRAKTifoid merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia. Kejadian demam tifoid sering dipengaruhi oleh kurangnya perilaku personal hygiene dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa laki-laki dan perempuan terhadap pencegahan penyakit tifoid di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Desain penelitian adalah comparative study. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Jumlah populasi sebesar 316 responden dengan teknik pengambilan sampel secara proportional random sampling dengan 75 responden. Analisis data menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil uji statistik Mann Whitney U Test diperoleh data yaitu pengetahuan laki-laki terhadap pencegahan penyakit tifoid berada pada kategori baik (6,5%) sedangkan pengetahuan perempuan pada kategori baik (29,5%). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan mahasiswa laki-laki dan perempuan terhadap pencegahan tifoid di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (p = 0,015). Diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Pengetahuan, mahasiswa, penyakit tifoid. ABSTRACTTyphoid was one of endemic diseases in Indonesia. The incidence of typhoid fever was often influenced by the lack of personal hygiene behavior in daily life. The purpose of this research was to know the difference of the knowledge between male and female students on the prevention of typhoid disease at the Faculty of Nursing, Syiah Kuala University Banda Aceh. The research design was comparative study. The data collection method was used questioner. Total population of 316 respondents, and sampling technique was used proportional random sampling with 75 respondents. Data analysis using Mann Whitney U Test. Result of statistic test Mann Whitney U Test showed that male knowledge toward prevention of typhoid disease was in good category (6,5%) while knowledge of woman in good category (29,5%). The conclusion, there was difference of knowledge between male and female students on the prevention of typhoid in Nursing Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh (p = 0,015). It was expected that students can improve the healthy and clean behavior in daily life.Keywords: Knowledge, students, typhoid  disease.

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue