cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
PENCEGAHAN PRIMER PENYAKITINFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITADI DESA CEURIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Arfiza Ridwan; Zahriani, Zahriani,
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.437 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6471

Abstract

ABSTRAKUpaya Pencegahan merupakan langkah awal yang baik untuk mencegahberkembangnya suatu penyakit khususnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) yang merupakan salah satu penyakit menular tertinggi di Indonesiaterutama Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya ibudalam pencegahan primer penyakit ISPA berupa imunisasi lengkap, pemenuhannutrisi, menciptakan lingkungan yang sehat, dan menjaga kebersihan diri padabalita di Desa Ceurih Wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh tahun2015. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah populasi 159orang ibu, sampel sebanyak 67 orang dan menggunakan teknik random sampling.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 Mei-2 Juni 2015 denganmenggunakan 4 buah kuesioner dengan cara ukur berbeda, yaitu menggunakanKartu Menuju Sehat, pengukuran fisik, lembar observasi, dan chek list. Analisisdata yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa upaya ibu dalam pencegahan primer penyakit ISPA berada pada kategorikurang sekitar 63 orang (94,0%), meliputi empat variabel yaitu kelengkapanimunisasi berada pada kategori tidak lengkap sebanyak 35 orang (52,2%),pemenuhan nutrisi berada pada kategori baik sebanyak 39 orang (58,2%),lingkungan sehat berada pada kategori rumah tidak sehat sebanyak 54 orang(80,6%), kebersihan diri balita berada pada kategori kurang sebanyak 38 orang(56,7%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan hendaknyaPuskesmas menindaklanjuti upaya pencegahan yang belum maksimal terhadapbalita yang mengalami ISPA di Desa Ceurih Ulee Kareng dengan mengupayakanpeningkatan perilaku sehat melalui metode pembelajaran yang beragam.Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Pencegahan Primer ABSTRACTPrevention is the first step to prevent the development of a particular diseaseespecially Acute Respiratory Infection (ARI), which is one of the highestinfectious disease in Indonesia, especially in Aceh. This study aims to determinehow maternal efforts in primary prevention of ARI in the form of completeimmunization, the fulfillment of nutrition, creating a healthier environment, andmaintaining  personal hygiene in children under five years old in Ceurih withwork area is in Public Health Center (Pukesmas) in Ulee Kareng Banda Aceh2015. The method used is descriptive with a population of 159 mothers, a sampleof 67 people and uses random sampling techniques. This research was conductedfrom May 23 to June 2, 2015 by using 4 questionnaires with differentmeasurement; using health care card, physical measurements, observation sheets,and a check list. Analysis of the data used is the univariat analysis. The resultsshowed that mother’s efforts in primary prevention on acute respiratory infectionsare in the category less than 63 people (94.0%), including four variables: thecompleteness of immunization which is in the category of 35 people (52.2%), thefulfillment of nutrition which is in category of 39 people (58.2%), healthyenvironment which is in the unhealthy house category of 54 people (80.6%),toddlers’ personal hygiene which is in less category of 38 people (56.7%). Based on the results, the researcher suggests that public health centers should follow upthe prevention efforts which have not been maximal yet on the toddler whosuffered ARI in the village Ceurih, Ulee Kareng, by improving healthybehaviors through various way of learning.Keywords: Acute Respiratory Infections, Primary Prevention 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN Siti Arafah Julianty Hrp; Ida Yustina; Dedy Ardinata
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.308 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6736

Abstract

ABSTRAK                                                                                                                                   Proses  hemodialisis   di  rumah  sakit  dapat  menimbulkan  stres  psikologis   (kecemasan)   dan  fisik  yang mengganggu sistem neurologi seperti kelemahan, fatigue, kecemasan, penurunan konsentrasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengalaman pengobatan, lama terapi, jenis pembiayaan, dukungan keluarga) yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif “cross sectional” dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan 62 pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis  di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Data dianalisa menggunakan  uji korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan kuesioner data demografi, kuesioner faktor-faktor, kuesioner dukungan keluarga, instrumen Spielberger  et al. (1983) State Trait Anxiety Inventory (STAI) Form A-State. Berdasarkan  hasil uji statistik diketahui bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis yaitu faktor usia (p = 0.049), pengalaman  pengobatan (p = 0,008), lama terapi (p = 0,021) dan dukungan keluarga (p = 0,021).  Faktor  jenis  kelamin, tingkat  pendidikan,  jenis  pembiayaan  tidak  berhubungan dengan  tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis. Diharapkan kepada pihak rumah sakit meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya di ruangan hemodialisis, melalui pemberian asuhan keperawatan secara holistik bio- psiko-sosial pada pasien gagal ginjal sehingga dapat mengurangi kecemasan,  meningkatkan  angka harapan hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: kecemasan, hemodilisis, gagal ginjal. ABSTRACT                                                                                                                                 Hemodialysis process in hospital can cause psychological and physical stresses (anxiety) which disturbs the neurological  systems,  such  as weakness,  fatigue,  anxiety,  and  decrease  in  concentration.  The research objective is to analyze the factors (age, sex, educational level, curing experience, length of therapy, kinds of cost, and family support) related to the level of anxiety of patients suffering from hemodialysis in RSUD dr. Pirngadi,  Medan.  The  research  is  a  descriptive  cross  sectional  and  the  sample  is  taken  by  purposive sampling  technique  with 62 patients  with kidney  failures  undergoing hemodialysis.  Data are analyzed  by using Spearman’s correlation. The instrument is questionnaires  on data of demography, factors, and family support,  and  the  instrument  of  Spielberger  et  al  (1983) State  Trait  Anxiety  Inventory  (STAI)  form  A- State.Based  on the statistical  test,  it is found  that  the  factors  related  to  the level of  anxiety  of  patients suffering  from  hemodialysis  are age (p = 0.049),  curing  experience  (p = 0.008),  length  of therapy  (p = 0.021),  and  family  support  (p = 0.021).  Factors  of sex, educational  level,  kinds  of cost  are not directly related to the patients’ anxiety. It is expected that the hospital improve the nursing services, especially in the hemodialysis  wards  by  providing  the holistic  bio-psycho-social  nursing  care  to  the  patients  with kidney failures  so  that  it  can  decrease  the  anxiety,  figure  of life expectancy  of  patients  with  kidney  failures undergoing hemodialysis.Keywords: anxiety, hemodialysis, kidney failure.
MANAJEMEN PASIEN TUBERCULOSIS PARU Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.466 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i1.6356

Abstract

ABSTRACTThe incidens of tuberculosis is reported increased dramatically in the last decade in the wolrd includingIndonesia. Tuberculosis usually, develops in the developing countries or happens in the population with lowsocial economic. Tuberculosis is also one of the infectious diseases which caused the higher of mortality andmorbidity with prolong treatment. Patient can show a lot of symptoms for instance; productive cough, fever,night sweat, dyspneu, chest pain, anorexia and loss of body weight. The impacts of this disease not alsoinfluence of physical but also psychological. It also related with the higher of cost during hospitalized andrecovery at home. Therefore, it takes more responsibility with other professions such as physician, nurse, andanother health team to overcome this problem.Keywords: Management, increased intracranial pressure, stroke, brain tumor, patients
GAMBARAN PENGABAIAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ACEH BESAR Indah Sukma Dewi; Nurhasanah Nurhasanah; Juanita Juanita
Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.924 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i2.11488

Abstract

ABSTRAK Peningkatan populasi lansia memberikan dampak terhadap kehidupan, salah satu dampak yang terjadi di kalangan masyarakat adalah pengabaian. Pengabaian merupakan suatu proses pemberian perawatan secara tidak benar bahkan kelalaian dalam pelayanan yang dibutuhkan lansia baik fisik, psikologis, atau finansial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengabaian lansia di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 1844 lansia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 104 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 22-30 Juni 2018 menggunakan kuesioner yang berjumlah 22 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan bahwa gambaran pengabaian lansia secara umum di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya adalah rendah yaitu sebanyak 55 responden (52,9%) dari 104 responden. Direkomendasikan kepada petugas puskesmas untuk mempertahankan keadaan ini dengan memberikan penyuluhan kepada lansia pada saat posbindu dan melakukan kunjungan rumah secara rutin. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan  penelitian lanjutan dengan memperhatikan faktor budaya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci          : Lansia, Pengabaian ABSTRACT The increasing population of the senior citizens has given impact toward life, one of the impact occurred in the society is neglect. The neglect is a wrong way in givingcare or even the negligence in the provision care which is needed by the senior citizens physically, psychologically, or financially. The aim of this research is to find out the overview of the senior citizen neglect in Krueng Barona Jaya Community Health Center in Aceh Besar. This research uses descriptive design using cross sectional approach. The total population in this research is 1844 senior citizens. The technique in choosing sample used in this research is non-probability sampling using purposive sampling method. The sample in this research is 104 respondents. The data collection is conducted on June 22-30 2018 using questionnaire consisted of 22 questions. Based on the research result using univariat analysis revealed that the senior citizens neglect generally in Krueng Barona Jaya Public Health Center, Aceh Besar working areais low, 55 respondents (52.9%) of 104 respondents. It is recommended to the Community Health Center staff in Aceh Besar working area to maintain this condition by giving socialization to the senior citizens during the Development Post and doing home visiting regularly. Asfor the future researchers, they are expected to conduct advance research by considering the cultural factors which is not observed in this research. Keywords             : Elderly, Neglect
PENGARUH LATIHAN ROM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUDZA BANDA ACEH Marlina, Marlina
Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i3.6565

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah penyakit peredaran darah otak yang mempunyai manifestasi klinis tergantung dari luas dan lokasi lesi yang terkena. Akibat dari terganggunya kebutuhan oksigen ke otak dapat terjadi manifestasi klinis berupa kelemahan sebagian atau seluruh anggota gerak dari tubuh sehingga pasien tidak mampu melakukan aktivitas karena kelemahan anggota gerak dan membutuhkan latihan anggota gerak yang bertujuan untuk mencegah kecacatan. Latihan Range of  Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk latihan dalam proses rehabilitasi yang dinilai masih sangat efektif untuk mencegah terjadinya kecacatan pada pasien dengan stroke. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 9 Agustus sampai dengan  10 september 2011 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011 dengan tujuan  untuk mengetahui pengaruh ROM terhadap peningkatan  kekuatan otot. Desain Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-postest group desain kelompok intervensi (intervention group) dan kelompok kontrol (control group). Analisis bivariat dengan uji t-test independen dan t-test dependen. Sampel berjumlah 50 responden yang terdiri dari 25 group kontrol dan  25 group intervensi dengan pendekatan non probability sampling jenis consecutif sampling. Pasien diberikan tindakan latihan range of motion selama 6 hari. Evaluasi hasil penelitian dilakukan setelah 6 hari dengan menilai kekuatan otot. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan otot responden pada latihan ROM sebelum intervensi  adalah  3,68 dengan standar deviasi 1,62. Pada pengukuran sesudah intervensi didapat rata-rata 4,60 dengan standar deviasi 0,81. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran pertama dan kedua 0,92 dengan standar deviasi 1,07. Hasil uji statistik didapatkan nilai (Pvalue=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang bermakna kekuatan otot sebelum dan sesudah tindakan ROM pada pasien stroke iskemik. Rekomendasi hasil penelitian agar latihan ROM yang dimodifikasi dapat diterapkan pada pasien stroke untuk meningkatkan nilai kekuatan otot sehingga akan meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta dapat mencegah stroke berulang yang berakibat kematian.Kata Kunci: latihan rom, kekuatan otot, pasien stroke iskemik ABSTRACTStroke is a circulatory brain disease which had clinical manifestations based on the size and location of lesions affected. As a result of the disruption of oxygen to the brain needs can occur the clinical manifestations included the weakness of some or all of the body limbs so that the patient could not doing the activity because of the limbs weaknesses and they needs limb exercises for preventing disability. Range of Motion (ROM) exercise is one of exercise type on rehabilitation process which was assessed still effective for preventing disability occurs in the stroke patient. This Research was done start from August 9th until September 10th2011 in the District General Hospital dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh, 2011 which aimed to find out the impact of the ROM for increasing the muscle strength. The study design is quasi experimental study with pretest-posttest group design and had the intervention and the control groups. Bivariat analysis was tested by using the independent t-test and dependent t-test. The samples are 50 participants included 25 person control group and 25 person experimental groups with a non probability sampling and consecutive sampling types. The patients are given action of the Range of Motion exercise during 6 days. The evaluation of the study conducted after 6 days to assess the muscle strength. A result of the study showed the mean score of the participant’s muscle strength before the ROM exercise intervention was 3.68 with standard deviation 0.81. It showed that the mean score different between the first, and the second measurements with the standard deviation 1.07. The result of statistic tested obtained value (P value=0.000), so it can be concluded that there is significant influence the muscle strength before and after the ROM exercise in stroke ischemic patient. The study recommendation is the modification of ROM exercise can be applied in stroke patient for increasing the muscle strength, so it can increase the patient ability in doing daily activity and it can prevent stroke relapse which is caused death.Keywords: ROM exercise, muscle strength, stroke ischemic patient
PERBANDINGAN KECERDASAAN EMOSIONAL MAHASISWA KONVENSIONAL DAN KBK PADA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN-FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Ardia Putra; Hilman Syarif
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.888 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1586

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan dalam mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi pada diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosional ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa keperawatan, sebab mereka akan berhubungan dengan pasien, keluarga dan masyarakat yang mempunyai latar belakang budaya dan sifat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kecerdasan emosional mahasiswa keperawatan metode konvensional dan mahasiswa metode KBK di PSIK- FK Unsyiah. Desain penelitian yang digunakan adalah comparative study dengan pendekatan Cross Sectional Study. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert. Mahasiswa yang menjadi responden adalah mahasiswa angkatan 2009 (metode konvensional) dan mahasiswa angkatan 2010 (metode KBK). Analisis data menunjukkan nilai rata-rata kecerdasan emosional mahasiswa konvensional adalah 76,96 lebih rendah dibandingkan mahasiswa KBK sebesar 80,24. Hasil uji statistik yang digunakan dalam analisis bivariat adalah independent sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05), didapatkan t hitung sebesar 3,146 dan p-value = ,002 (α = 0,05), dengan demikian t hitung (3,146) t tabel (1,98) dan p-value 0,05 sehingga hipotesa null (Ho) ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan kecerdasan emosional mahasiswa konvensional dan KBK di PSIK-FK Unsyiah. Diharapkan bagi pengelola KBK PSIK-FK Unsyiah agar dapat membekali mahasiswa keperawatan dengan soft skillyang baik dalam proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kecerdasan emosional pada mahasiswa keperawatan Universitas Syiah Kuala. 
SISTEM PERINGATAN BENCANA DAN MOBILISASI SUMBER DAYA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI Ayu Widya Lestari; Cut Husna
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.742 KB) | DOI: 10.52199/idea.v8i2.8816

Abstract

ABSTRAKAsrama bidikmisi Universitas Syiah Kuala merupakan gedung  bertingkat yang merupakan tempat yang sangat rentan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu sangat diperlukannya sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya manusia untuk  mengurangi korban jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesiapsiagaan mahasiswi di asrama berdasarkan dua parameter  yaitu sistem peringatan dini dan mobilisasi sumberdaya manusia. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan  populasi 610 orang dan sampel 304 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dikembangkan LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh LIPI-UNESCO tahun 2006 menunjukkan bahwa  sistem peringatan bencana berada pada kategori siap frekuensi 124 orang (40,8%) dan  mobilisasi sumber daya berada dalam  kategori sangat siap frekuensi 108 orang (35,5%). Kesimpulan penelitian adalah tingkat kesiapsiagaan mahasiswi dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada kategori sangat siap. Saran peneliti kepada pengelola asrama untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dalam hal sarana berupa pembuatan jalur evakuasi, penyediaan sirine bencana, peralatan evakuasi bencana dan  informasi melalui buku/leaflet/poster tentang evakuasi bencana.Kata kunci: asrama, gempa bumi, tsunami. ABSTRACTDormitory as a vulnerable place during earthquake and tsunami so it can cause many deaths. Therefore, female student should improve their disaster preparedness. The purpose of this study was to determine the student's preparedness in student dormitory based on four parameters, namely knowledge and attitude, emergency response plan, early warning system and resource mobilization. This research was descriptive quantitative with cross sectional study design. This research used the sampling technique using proportionate stratified random sampling with population of 610 people and sample of 304 people. The data was collected using questionnaire developed by LIPI-UNESCO/ISDR (2006). The data was analyzed using univariate analysis. The result showed that the disaster warning system preparedness was in the category ready with frequency of 124 people (40.8%) and resource mobilization was in the category very ready prepared with frequency of 108 people (35.5%). From this research, it can be concluded that the level of female student’s preparedness in facing earthquake and tsunami disaster was in category very ready. It is advisable for the dormitory board to improve the facilities such as making evacuation route, provision of disaster sirens, disaster evacuation equipment and information through books/leaflets/posters on disaster evacuation.Keywords: dormitory, earthquake, tsunami.
HUBUNGAN STIGMA, DEPRESI DAN KELELAHAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK VETERAN MEDAN Lisnawati Lubis; Sori Muda Sarumpaet; Ismayadi, Ismayadi
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.86 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6460

Abstract

ABSTRAKKualitas hidup pada pasien HIV/AIDS sangat penting untuk diperhatikan karena penyakit infeksi ini bersifat kronis dan progresif sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) masih menjadi masalah di dalam upaya pengendalian HIV/AIDS di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stigma, depresi dan kelelahan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita HIV/AIDS yang datang berkunjung ke Klinik Veteran yang berjumlah 78 orang dan sampel sebanyak 78 responden.Pengambilan data dilakukan  oleh peneliti menggunakan kuisoneryang dibantu oleh petugas dari Klinik Veteran, LSM dan petugas lapangan (konselor)atau pendamping pasien yang sebelumnya dilatih terlebih dahulu untuk pengisian kuisioner, Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup adalah WHOQOL-HIV BREF yang telah dimodifikasi, untuk mengukur stigma menggunakan skala Berger, sedangkan depresi diukur dengan kuisioner The Center For Epidemiologycal Studies Depression Scale (CES-D) dan fatigue (kelelahan) diukur dengan menggunakan kuisioner dari skala fatigue yang dimodifikasi dari HIV-Related Rating Fatigue Scale (HRFS). Analisa data pada analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson, sedangkan analisis multivariat menggunakan uji korelasi berganda (regresi linear berganda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian  besar responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 47 orang (60,3%), berpendidikan tinggi yaitu 50 orang (64,1%), memiliki pekerjaan  wiraswasta berjumlah 37 orang (47,4%), berstatus menikah lebih banyak yaitu 46 orang (59%), dan mayoritas lama menderita HIV/AIDS responden 2 tahun yaitu 29 orang (37,2%). Pada analisa korelasi didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara stigma, depresi, kelelahan dengan kualitas hidup (p=-0,59, p=-0,59, p=-0,39). Selanjutnya hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa variabel depresi yang paling dominan terhadap kualitas hidup dengan coefisien correlation = 0,40. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara stigma dan depresikelelahan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS dengan kekuatan sedang pada stigma dan depresi sedangkan pada kelelahan memiliki kekuatan lemah denganarah korelasi negatif, yang berarti semakin tinggi stigma, depresi dan kelelahan maka semakin rendah kualitas hidup.Variabel depresi adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS dengan nilai koefisien korelasi 0,63.Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan pendekatan pada tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh agama untuk memberikan penjelasan yang baik terkait stigma yang masih dirasakan oleh pasien HIV/AIDS agar masyarakat bisa menerima ODHA dengan baik serta perlu dilakukannya intervensi keperawatan secara mandiri dan kolaboratif pada pasien yang mengalami depresi seperti terapi cognitive-behavior (untuk meningkatkan harga diri pasien dengan cara memberikan harapan tentang hal-hal yang masih dapat dilakukan pasien.Kata kunci: stigma, depresi, kualitas hidup HIV ABSTRACTQuality of life of patients with HIV/AIDS has to be headed since this infectious diseases is chronic and progressive so that it widely spread to all physical, psychological, social, and spiritual aspects life. The stigma and discrimination toward ODHA (people life with HIV/AIDS) is still the problem in handling HIV/AIDS in Indonesia. The objective of the researchwas to determine the relationship of stigma, depression, and fatigue with quality of life among HIV/AIDS patients, population in this study were all HIV/AIDS patients who come to visit the Veterans Clinic totaling 78 people and a sample of 78 respondents. Data were collected by researchers using questionnaire assisted by officers from the Clinic Veteran, NGOs and field personnel (counselors) or escort patients who previously trained prior to filling the questionnaire, research instrument used to measure the quality of life is WHOQOL-HIV BREF has been modified, using a scale to measure stigma Berger, whereas depression was measured by questionnaire Epidemiologycal The Center For Studies Depression Scale (CES-D) and fatigue (tiredness) were measured using a questionnaire of fatigue modified scale of HIV-Related Fatigue Rating Scale (HRFS). Analysis of data on bivariate analysis using Pearson correlation test, whereas multivariate analysis using multiple correlation test (multiple linear regression). The research used cross sectional design. The samples consisted of 78 respondents. He result of the research showed that 47 respondents (60,30%) were females, 66 respondents (84,6%) were senior high school  graduates, 37 respondents (47,40%) were entrepreneurs, 46 respondents (59%) were married, and 29 respondents (37,2%) underwent HIV/AIDS more than 2 years. He result of correlation test showed that these was significant correlation of stigma, depression, and fatigue with quality of life (p=-0,59, -0,59, -0,39). The result of linear regression analysis showed that the variable of depression had the most dominant correlation with quality of life at coefficient correlation =0,40. The conclusion of this study there is a significant relationship between stigma and depression fatigue with the quality of life of patients with HIV/AIDS with the power being on stigma and depression while on the fatigue strength is weak with the direction of the correlation is negative, which means the higher the stigma, depression and fatigue, the lower quality of life. Depression variables are variables that most affect the quality of life of patients with HIV / AIDS with a correlation coefficient of 0.63. Recommendations from this study is necessary to approach the traditional leaders and religious leaders to give a good explanation related to the stigma that is still felt by patients with HIV / AIDS so that people can accept people living with HIV are well and need to do the nursing interventions independently and collaboratively on patients with depression such as cognitive-behavioral therapy (to improve the self-esteem of patients by giving hope about things that can still be done the patient.Keyword : stigma, depression, quality of life HIV.
KONSEP DIRI DAN TINGKAT KECEMASAN WANITA MASA KLIMAKTERIUM DI ACEH BESAR . Darmawati
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.499 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1576

Abstract

Klimakterium adalah fase transisi dimana fungsi ovarium dan produksi hormon menurun. Pada masa klimakterium terjadi perubahan fisik dan psikologis yang cenderung mempengaruhi konsep diri. Perubahan ini dapat menimbulkan stress Jika wanita tersebut tidak mampu beradaptasi, maka kondisi stress tersebut akan  menyebabkan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hubungan konsep diri dengan tingkat kecemasan wanita masa klimakterium di Desa Lamreung Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011. Desain penelitian cross sectional study, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin, dan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 69 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 71 item pernyataan dalam bentuk skala likert. Metode analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dianalisis dengan menggunakan perangkat komputer .  Uji hipotesis, p-value    α (0,05) maka Ho diterima, dan p-value ≤ α (0,05) maka Ho ditolak. Hasil penelitian; ada hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan wanita masa klimakterium (p-value: 0,018 ≤ 0,05). Untuk subvariabel; ada hubungan gambaran diri (p-value: 0,007 ≤ 0,05), ideal diri (p-value: 0,025 ≤ 0,05), harga diri (p-value: 0,023 ≤ 0,05), peran diri (p-value: 0,005≤ 0,05), dan identitas diri (p-value: 0,046 ≤ 0,05) dengan tingkat kecemasan wanita masa klimakterium. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus pada wanita masa klimakterium, baik fisik maupun psikologisnya. Pendidikan kesehatan diperlukan bagi wanita masa klimakterium agar mempunyai pengetahuan yang cukup tentang klimakterium, dan menerima dengan pikiran yang positif bahwa klimakterium merupakan proses alami yang akan dialami semua wanita, beradaptasi dengan segala kondisi yang terjadi pada masa klimakterium, sehingga kecemasan dapat dihindarkan.
REDUCING SOCIAL ISOLATION AMONG ELDERLY: A LITERATURE REVIEW Budi Satria
Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.126 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i1.8701

Abstract

ABSTRACTThe living alone for elderly is undesirable condition that they have to face in their later life. Elderly need a lot of assistance from others which becomes more complicated as their physical and mental conditions are getting degenerative because of aging. Mental health promotion has similarity with health promotion. Both aim to enhancement of well-being rather than on illness and addressing the population as a whole. Using a wide range of strategies such as communication, education, policy development, organizational change, community development and local activities, acknowledge and reinforce the competencies of the population encompass the health and social fields as well as medical services. The aim of this paper is to develop nursing care plan by using theoretical frame work of community nursing mental health promotion. The nursing actions and interventions will be developed based on the program from the existing study in term of reducing social isolation among elderly in community.Keywords: Mental health, community, elderly.

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue