cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA HIPERTENSI Siti Ifrohatis; Juanita Juanita; Nurhasannah Nurhasannah
Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i2.17159

Abstract

Penyakit Hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang dialami oleh populasi lansia di Indonesia yaitu mencapai 57,6%. Lansia Hipertensi harus mematuhi instruksi pelayanan kesehatan untuk minum obat secara teratur agar dapat mengurangi gejala dan menghindari ketidakstabilan tekanan darah. Oleh karena itu, lansia sangat membutuhkan dukungan sosial keluarga yang positif. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan minum obat. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah 206 lansia yang mengalami penyakit Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 206 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner baku Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori Friedman. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur Aceh Besar (p-value = 0,000 α = 0,05). Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar dapat melibatkan anggota keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien lansia Hipertensi. Kata Kunci: dukungan sosial keluarga, kepatuhan minum obat ABSTRACTHypertension is the most common health problem faced by senior citizens in Indonesia with the precentage of 57.6%. The elderly patients with hypertension must comply with health service instructions in taking medication regularly to avoid instability of blood pressure. Therefore, the elderly patients really need positive family social support. The purpose of this research was to identify the correlation between family social support and medication adherence. This descriptive-correlational research was conducted by means of a cross-sectional study approach. A number of 206 elderly patients with hypertension in the working area of public health centers in Aceh Besar Regency were the population members of this research. All of those 206 elderly patients were then chosen as the samples by using a total sampling technique. The data were collected by doing a structured interview with the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) and another questionnaire measuring the fammily social support developed by the researcher based on the theory of Friedman. The data were analyzed by using a statistical test, namely Spearman’s Rank Correlation. The result indicates that the medication adherence was correlated to the family social support of the elderly patients in the working area of Suka Makmur Public Health Center (p-value = 0.000 0.05). Therefore, it is suggested that the public health center provide health promotion in order to enhance the knowledge of the family of the elderly patients and to make them aware of how the medication adherence is correlated to the family social support Keyword:  family social support, medication adherence
RIWAYAT HIPEREMISIS GRAVIDARUM TERHADAP RISIKO KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BANDA ACEH . Magfirah
Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i2.1562

Abstract

Latar Belakang: BBLR merupakan salah satu penyebab angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada neonatus. Menurut WHO, terdapat 5 juta kematian neonatus setiap tahun. Ibu hamil dengan asupan nutrisi yang rendah mempunyai risiko melahirkan dengan BBLR 5 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang memperoleh asupan nutrisi yang seimbang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui risiko kejadian BBLR pada ibu yang memiliki riwayat hiperemisis gravidarum. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini seluruh BBL di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sampel dalam penelitian dibedakan menjadi 2 yaitu kelompok kasus dan kontrol, masing-masing sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah Chi Square Test dan Odds Ratio. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Riwayat Hiperemisis Gravidarum dengan kejadian BBLR. Risiko kejadian BBLR sebesar 3,6 kali pada ibu yang mempunyai riwayat hiperemisis gravidarum dibandingkan ibu yang tidak ada riwayat hiperemisis gravidarum. Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan yang bermakna antara riwayat hiperemisis gravidarum dengan kejadian BBLR. Ibu dengan riwayat hiperemisis gravidarum dapat meningkatkan kejadian BBLR. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang faktor risiko terjadinya BBLR dan dapat mengatasi angka kejadian BBLR guna untuk menurunkan angka kematian bayi.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN INDEKS PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNSYIAH BANDA ACEH Muhammad Yusuf
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1509

Abstract

Motivasi merupakan sebuah konsep eksplanatoris yang dimanfaatkan untuk memahami perilaku-perilaku yang diamati. Perawat harus memiliki tiga kemampuan yaitu: pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan indeks prestasi akademik pada mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh Tahun 2013. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif menggunakan desain cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 26 item pernyataan dalam skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi-square, hasil penelitian adalah ada hubungan antara hasrat dan keinginan belajar/berhasil (P-value 0,001), dorongan kebutuhan belajar (P-value 0,000), harapan akan cita-cita (P-value 0,000), penghargaan (P-value 0,024), lingkungan belajar yang kondusif (P-value 0,001), kegiatan yang menarik (P-value 0,025) dengan indeks prestasi akademik pada mahasiswa. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar (P-value 0,000) dengan indeks prestasi akademik pada mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh Tahun 2013. Institusi pendidikan disarankan untuk lebih meningkatkan sarana dan prasarana serta kemampuan mahasiswa sehingga menjadi perawat profesional.
SOCIAL SUPPORT DENGAN DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA Dahliana Dahliana; Ibrahim HS; Nurhasanah Nurhasanah
Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i2.13942

Abstract

Social support dapat diberikan oleh keluarga,saudara, teman, dan lingkungan sosial dalam bentuk pemberian perhatian, bantuan, dan tindakan yang akan menghasilkan kenyamanan bagi lansia sehingga lansia tidak terjadi depresi. Depresi merupakan gangguan mental yang sering dijumpai pada lansia ditandai dengan kesedihan, perasaan pesimis, keraguan terhadap diri, penurunan konsentrasi dan putus asa.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara social support dengan depresi pada lansia di panti werdha. Jenis penelitian descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian 58 lansia yang berada di panti werdha. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakanPerceived Social Support-Friend (PSS-Fr) dan Geriatric Depression Scale Short Version (GDS-15). Data penelitian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian 70,7 % lansia yang mendapatkan social support pada kategori baik, 22,4 % lansia dengan depresi ringan. Hasil koefisien korelasi (r) sebesar -,857 dengan nilai p=0,00 (p0,05). Hal ini menunjukkan ada hubungan antara social support dengan depresi pada lansia. Direkomendasikan kepada kepala panti werdha agar dapat meningkatkan aktivitas sosial seperti kegiatan keagamaan kepada lansia dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan depresi lansia. Direkomendasi kepada lansia agar dapat saling memberikan motivasi, mendengarkan keluh kesah dan saling bertukar pikiran, maka dengan itu akan merasa nyaman dan social support terpenuhi. Kata Kunci: lansia, social support, depresiABSTRACTSocial support can be provided by family, relatives, friends, and the social environment in the form of giving attention, assistance, and actions that will produce comfort for the elderly so that the elderly do not experience depression. Depression is a mental disorder which is commonly suffered by elderly people. Depression is a diagnosed in a form of sadness, pessimistic feelings, self-doubt, concentration decrease, and helplessness.The purpose of this study was to determine the relationship between social support and depression in the elderly in nursing homes. The type of this research is descriptive correlative with a cross sectional study design. The population of this research is 58 elderly people in a nursing homes. The sampling technique is total sampling. Data was collected using Perceived Social Support-Friend (PSS-Fr) and Geriatric Depression Scale Short Version (GDS-15). Data were analyzed by using Spearman Rank test. The results of the study were 70.7% of the elderly who received social support in the good category, 22.4% of the elderly with mild depression. The correlation coefficient (r) result is -0.857 with p=0.00 (p0.05). it shows that there is correlation between social support and depression in elderly people. It is recommended to the head of the nursing home to increase social activities such as religious activities to the elderly and provide health education about prevention of elderly depression.Recommendations to the elderly in order to motivate each other, listen to complaints and exchange ideas, so that they will feel comfortable and social support is fulfilled Keywords:elderly, social support, depression
POLA SEBARAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE PASCATSUNAMI DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH . Hermansyah
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1516

Abstract

Pascatsunami telah terjadi peningkatan jumlah kasus penderita dan kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banda Aceh dibanding sebelum tsunami. Studi spasial epidemiologi ini bertujuan untuk memahami pola sebaran kasus DBD menurut wilayah tsunami berat, tsunami ringan dan tidak tsunami dengan menggunakan Analisis Tetangga Terdekat. Pola sebaran kasus DBD di wilayah tsunami berat berbentuk mengelompok (Rn=0.379) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 118.1 meter dan dalam radius ≤100 meter terdapat 57.1% titik kasus yang tersebar pada 5 klaster, sedangkan di wilayah tsunami ringan berbentuk menyebar (Rn=0.500) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 74.4 meter dan dalam radius ≤100 meter terdapat 79.6% titik kasus yang tersebar pada 8 klaster, dan di wilayah tidak tsunami berbentuk menyebar (Rn=0.580) dengan rata-rata jarak antar titik kasus terdekat adalah 104.5 meter dan dalam radius ≤100 meter terdapat 77.5% titik kasus yang tersebar pada 6 klaster. Pola sebaran DBD ternyata berbeda antar wilayah sehingga modifikasi lingkungan dan intervensi perubahan perilaku harus dilakukan berdasarkan manajemen demam berdarah dengue berbasis wilayah.
COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM): FAKTA ATAU JANJI Darma Satria
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1682

Abstract

Complementaryand Alternative Medicine (CAM)merupakan pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik tapi belum diterima dalam kedokteran konvensional. Sampai saat ini, sebanyak 56 rumah sakit (RS) di 18 provinsi sudah melayani pengobatan nonkonvensional seperti pengobatan alternatif atau herbal tradisional disamping pengobatan medis konvensional. Masih diperlukan pengembangan/ saintifikasi CAM agar dapat diterima menjadi salah satu metode pengobatan dalam dunia kedokteran (uji praklinis dan klinis) dikarenakan prinsip pengobatan dalam dunia kedokteran harus berdasarkan Evidence Based Medicine (EBM). Kata Kunci :Complementary, Alternative Medicine, Evidence Base Medicine   
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN BAYI ASI EKSLUSIF DAN NON EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Eka Andriany
Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i2.1617

Abstract

Gangguan pertumbuhan dan gizi kurang pada anak masih sangat tinggi di Indonesia khususnya di Aceh. DataRiskesdas 2010 didapatkan 38,9 % anak balita di Aceh mengalami sunting. Hasil laporan SKDN tahun 2012didapatkan 15,9% anak balita di Aceh berat badannya tidak naik, kondisi ini menunjukkan masih adanyagangguan pertumbuhan. Disamping itu prevalensi pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan hanya33,2%. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan berat badan bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan nonEksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada Aceh Besar Tahun 2012. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Penelitian dilakukan di Kecamatan PeukanBada Kabupaten Aceh Besar dengan jumlah sampel 70 bayi usia 6 bulan dibagi menjadi dua kelompok yaitukelompok ASI eksklusif 35 orang dan kelompok tidak eksklusif 35. Data berat badan dikumpulkan dari bukucatatan penimbangan dan Kartu Menuju Sehat, sedangkan ASI eksklusif dikumpulkan dengan metodewawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji beda rata-rata (independent T-test)pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pertumbuhan berat badan dari usia 0bulan ke usia pada bayi yang diberi ASI eksklusif adalah 3.47 ± 0.76 g sedangkan pada bayi non ASI eklusihlebioh rendah, yaitu 2.52 ± 0.66 g. Selisih perbedaan berat badan pada kedua kelompok adalah 1.24 g. Hasiluji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pertumbuhan berat badan bayi ASI eksklusif dengannon Eksklusif (p=0.001, p 0,05). Kesimpulan dan saran: Ada perbedaan yang bermakna pertumbuhanberat badan bayi ASI eksklusif dan bayi Non Eksklusif. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk peningkatancakupan pemberian ASI eklusif pada bayi melalui peningkatan kegiatan konseling menyusui pada ibu olehtenaga kesehatanKata Kunci: ASI Eksklusif, Pertumbuhan berat badan, Bayi 0-6 bulan 
FUNGSI KOGNITIF DENGAN TINGKAT RESIKO JATUH LANSIA DI BANDA ACEH COGNITIVE FUNCTION BETWEEN THE RISK LEVEL OF FALLING IN THE ELDERLY IN BANDA ACEH Fityah Rasiqah; Khairani Khairani
Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i2.17158

Abstract

Penurunan fungsi kognitif meningkatkan resiko jatuh lansia. Jatuh merupakan penyebab kematian ke enam pada lansia. Prevalensi jatuh pada lansia di Indonesia di usia 65 tahun sebanyak 30 % dan meningkat 50% pada usia 80 tahun keatas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan tingkat resiko jatuh lansia di Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah studi korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke, Banda Aceh yang berjumlahh 1.043 lansia. Metode penelitian adalah deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampelnya adalah non-probability sampling dengan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data wawancara terpimpin menggunakan kuesioner Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ) dan Time Up and Go Test (TUG Test). Hasil uji Spearman Rank  didapatkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,811 dengan nilai p=0,00 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara fungsi kognitif dengan tingkat resiko jatuh lansia di Banda Aceh. Direkomendasikan kepada pihak Puskesmas Jeulingke untuk terus memelihara fungsi kognitif lansia melalui kegiatan Posyandu seperti mengadakan senam otak untuk tetap mempertahankan kognitif lansia. Kata Kunci: Lansia, fungsi kognitif, resiko jatuh ABSTRACTDecreasing cognitive functions might increase the risk of falls on the elderly. However, falling is the sixth-leading cause of death in the elderly. The purpose of this research was to identify the correlation between cognitive function and the risk level of falling in the elderly in Banda Aceh. The type of this research is correlational study with a cross sectional approach. The population in this study consists of the elderly who lived in the working area of Jeulingke Community Health Center, Banda Aceh with the total of 1.043 people. Thus, the sampling technique used was a non-probability sampling technique, namely the accidental sampling technique. The total number of respondents were 100 people. The data were collected by using the Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ) and Time Up and Go Test (TUG Test). Based on the result of Spearman Rank Test, it has been obtained a correlation coefficient (r) of 0.811 with p=0,00 (p0,05). Therefore, the result of this research shows that there was a correlation between cognitive function and the risk level of falling in the elderly in Banda Aceh. Hence, it is suggested to the health workers at Jeulingke Community Health Center to keep maintaining the cognitive function in the elderly through Integrated Health Post (Posyandu) activities. For instance, carrying out the brain exercises to maintain cognitive function in the elderly. Keywords  : the elderly, cognitive function, fall risk
STUDI KOMPARATIF KONSEP DIRI LANSIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH DAN LANSIA YANG TINGGAL DI DESA LAMBARO SUKON ACEH BESAR TAHUN 2012 . Khairani
Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i2.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsep diri lansia di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh dan Lansia yang tinggal di Desa Lambaro Sukon Aceh Besar. Variabel penelitian adalah konsep diri yang terdiri dari sub variabel identitas diri, citra tubuh, harga diri dan peran diri lansia.  Desain penelitian menggunakan deskriptif komparatif. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling dan jumlah populasi sebanyak 82 lansia yang terdiri dari dua kelompok sampel yaitu 41 lansia yang tinggal di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh dan 41 lansia yang tinggal di Desa lambaro Sukon. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji independent t-test  dan diolah dengan menggunakan software SPSS. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan identitas diri Lansia  di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Dan lansia di Desa Lambaro Sukon Aceh Besar dengan p value (0,185) α (0,05), tidak ada perbedaan citra tubuh Lansia  di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan lansia di Desa Lambaro Sukon Aceh Besar dengan p value (0,398) α (0,05), tidak ada perbedaan harga diri lansia  di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan lansia di Desa Lambaro Sukon Aceh Besar dengan p value (0,112) α (0,05), ada perbedaan peran diri lansia  di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan lansia di Desa Lambaro Sukon Aceh Besar dengan p value (0,000) α (0,05), tidak ada perbedaan konsep diri lansia  di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan lansia di Desa Lambaro Sukon Aceh Besar dengan p value (0,000) α (0,05). Diasarankan kepada kepala desa Lambaro Sukon agar dapat meningkatkan peran lansia dalam kegiatan sosial di masyarakat
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU NIFAS . Darmawati
Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v4i3.1678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhanluka dengan lama penyembuhan luka perineum. Desain penelitian bersifat deskriptif korelasional. Tehnikpengambilan 35 sampel secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 31 Agustus sampaidengan 15 September 2012 di Kota Banda Aceh. Alat pengumpulan data dilakukan berupa kuesioner dalambentuk skala dichotomos choise yang terdiri dari 28 pernyataan, timbangan berat badan dan pita centimeter.Hasil bivariat ada hubungan antara faktor nutrisi dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,012). Ada hubungan antara faktor istirahat dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,043). Ada hubungan antara faktor stress dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,021). Ada hubungan antara faktor infeksi dengan lama penyembuhan luka perineum dengan p-value(0,000). Tidak ada hubungan antara faktor merokok dengan lama penyembuhan luka perineum dengan pvalue(0,429). Tidak ada hubungan antara faktor kondisi medis dengan lama penyembuhan luka perineumdengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor pengobatan dengan lama penyembuhan lukaperineum dengan p-value (0,429). Tidak ada hubungan antara faktor obesitas dengan lama penyembuhanluka perineum dengan p-value (0,119). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapakan kepada tenagakesehatan khususnya perawat agar dapat memberikan informasi secara akurat kepada ibu-ibu nifas yangmengalami luka perineum tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum.Kata kunci: Faktor penyembuhan luka, luka perineum, ibu nifas.   

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue