cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
FAKTOR GAYA HIDUP YANG MEMPENGARUHI TIDUR SANTRIWATI DAYAH MODERN BANDA ACEH Driska Agustina; Maulina Maulina; Mariatul Kiftia
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.19757

Abstract

 ABSTRAKRemaja yang tinggal di Pesantren untuk menuntut ilmu akan terpapar dengan  semua aturan dan tuntutan kegiatan serta dinamika kehidupan tinggal bersama di asrama dengan peserta didik lainnya. Hal ini dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tidur santri di pesantren. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran faktor gaya hidup yang mempengaruhi tidur santriwati di Dayah Modern Darul Ulum YPUI Banda Aceh. Jenis penelitian ini descriptive dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah santriwati Dayah Modern Darul Ulum YPUI Banda Aceh yang berjumlah 279 santriwati dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional simple random sampling sebanyak 74 responden. Instrument dalam penelitian ini berbentuk kuesioner dengan teknik angket. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor gaya hidup berada pada kategori tinggi (52,7%). Direkomendasikan bagi Pesantren agar dapat meningkatkan perhatian terhadap kualitas tidur santriwati dengan meminimalkan dampak negatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tidur santriwati.Kata kunci             : Faktor Gaya Hidup, Tidur, Remaja.   ABSTRACTTeenage students who live together in a dormitory of an Islamic boarding school are bound by particular rules and activities. This fact might affect the students’ sleep. The objective of this research was to identify the lifestyle factors the female students’ sleep in Darul Ulum YPUI Modern Islamic Boarding School. This descriptive research was conducted by means of a cross-sectional study approach. A number of 279 female students of the school were the population members in this research and 74 respondents were chosen as the research samples by using a proportionate-simple random sampling technique. The data were collecting by distributing a questionnaire to each respondent as the instrument. The results indicated that factor of lifestyle was in high category (52.7%). The author suggests that the school pay more attention to the quality of the students’ sleep by considering the factors associated with it. Keywords          : Lifestyle Factors, Sleep, Teenager
KONTRIBUSI KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN PERFORMA AKADEMIK TERHADAP KECANDUAN SMARTPHONE PADA MAHASISWA Said Devi Elvin; Julianti Jauhari; yuswardi yuswardi
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20654

Abstract

Penggunaan smartphone telah meningkat pesat karena kemajuan teknologi dan telah menciptakan dampak sosial bagi masyarakat. Beberapa penelitian telah mencatat bahwa kecanduan smartphone adalah hal yang umum di kalangan mahasiswa. Faktor-faktor seperti karakteristik demografi dan performa akademik diduga berperan dalam mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan performa akademik terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectinal study. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku yang dilakukan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, yang berjumlah 2.004 orang. Data dianalisis secara univariat, bivariat (PearsonChi-Square Test)dan multivariat (Logistic Regression dengan metode Stepwise). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p-value: 0,0001; OR: 0,46), pekerjaan ayah (p-value: 0,016; OR: 0,93) dan tingkat kehadiran (P-value: 0,0001; OR 3,41) merupakan prediktor yang paling dominan berhubungan terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil analisis multivariat untuk keseluruhan variabel penelitian diketahui bahwa tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahanmerupakan prediktor paling dominan terhadap kecanduan smartphone. Tingkat kehadiran yang rendah berkontribusi sebesar 3 kali terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Diharapkan kepada mahasiswa agar meningkatkan kehadiran dalam perkuliahan dan juga kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan kontrol penggunaan smartphone serta kepada dosen dan pengelola pendidikan untuk membuat aturan penggunaan smartphone di kampus.Kata kunci: Kecanduan, Smartphone, Karakteristik, Performa Akademik.
HUBUNGAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BULUKUMBA Irfanita Nurhidayah
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.19799

Abstract

Stunting mempengaruhi sekitar 165 juta anak usia dibawah 5 tahun di Negara dengan berpenghasilan rendah dan menengah. Dampak utama dengan adanya stunting di masa kanak-kanak dapat diklasifikasikan dalam hal mortalitas, morbiditas, penurunan mental dan intelektual. Hasil merugikan yang penting dalam kehidupan dewasa, seperti ukuran tubuh, prestasi kerja, kinerja reproduksi, dan risiko tertular penyakit kronis, juga terpengaruh oleh pertumbuhan masa kanak-kanak. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting salah satu factor penting adalah factor genetic. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini menggunkan desain observasional analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 responden yang diambil dengan metode Probability Rando Sampling dengan teknik simple random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikan a (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi badan ayah didapatkan nilai (p=0.001) maka H0 ditolak dan Ha di terima dan tinggi badan ibu didapatkan nilai (p=0.002) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan tinggi badan orangtua dengan kejadian stunting  pada balita di Desa Taccorong  Kab. Bulukumba. Disarankan agar kiranya hasil penelitian ini dapat digunakan sabagai bahan bacaan serta referensi bagi mahasiswa yang meneliti terkait variable yang sama. Kata Kunci: Tinggi badan, orang tua, kejadian stunting ABSTRACTStunting affects an estimated 165 million children under 5 years of age in low and middle income countries. The main impact of stunting in childhood can be classified in terms of mortality, morbidity, mental and intellectual decline. Adverse outcomes that are important in adult life, such as body size, work performance, reproductive performance, and the risk of contracting chronic diseases, are also affected by childhood development. Some of the factors that can influence the occurrence of stunting, one of the important factors is genetic factors. The purpose of this study was to determine the relationship between the height of the parents and the incidence of stunting. This research method used an analytic observational design with a cross sectional approach. The sample in this study were 38 respondents who were taken by the Probability Command Sampling method with simple random sampling technique. Data analysis in this study used the chi square test with a significant level of a (0.05). The results of this study indicate that the father's height has a value (p = 0.001), then H0 is rejected and Ha is accepted and the mother's height has a value (p = 0.002) then H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion in this study is that there is a relationship between parents' height and the incidence of stunting in children under five in Taccorong Village, Kab. Bulukumba. It is suggested that the results of this study can be used as reading material as well as a reference for students who are researching the same variables. Keywords: Parents', height, stunting events
Dukungan Keluarga Meningkatkan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Solekhah Solekhah; Sondang Ratnauli Sianturi
Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i1.19786

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Penatalaksanaan DM perlu dilakukan untuk mengurangi komplikasi, salah satunya dengan pengaturan makan yang baik sesuai anjuran tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poli Endrokin Rumah Sakit X Jakarta. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji valid dan data penelitian diolah dengan menggunakan Uji Statistik Kendall’s Tau B. .Hasil: Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan antara kepatuhan diet diabetes tipe 2 dan dukungan keluarga keseluruhan (ρ value 0,000), dukungan emosional (ρ value 0,001), dukungan penghargaan (ρ value 0,008), dukungan instrumental (ρ value 0,007) dan dukungan informasional (ρ value 0,000). Tenaga kesehatan dapat meningkatkan dukungan keluarga dengan pendidikan kesehatan terstruktur kepada penderita dan keluarga, memfasilitasi pemberian dukungan keluarga dan melakukan supervisi terkait penerapan pemberdayaan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2. Kata kunci : dukungan keluarga, diet diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet Relationship Between Family Support and Compliance with Diet Types 2 Patients in Diabetes Mellitus in Poli Endrokrin Hospital X Kelapa Gading Jakarta AbstractIntroduction: Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. DM management needs to be done to reduce complications, one of which is by managing a good diet according to the recommendations of health workers. This study aims to determine the relationship between family support and dietary compliance in patients with type 2 diabetes mellitus in Poli Endokrin Hospital X Kelapa Gading Jakarta. Method: The research method used is a quantitative method with a cross-sectional research design, the sample in this study amounted to 70. The data collection tool used a questionnaire. Result: Bivariate analysis with Kendall’s Tau B with α = 0,05, statistically there was a significant relationship between overall family support and dietary compliance with type 2 diabetes mellitus patients with ρ value = 0,000, there was a significant relationship between emotional support and diabetes mellitus patients diet compliance type 2 with ρ value = 0,001, there was a significant relationship between reward support and diabetes mellitus patients diet compliance type 2 with ρ value = 0,008, there was a significant relationship between instrumental support and diabetes mellitus patients diet compliance type 2 with ρ value = 0,007 and there was a significant relationship between informational support and diabetes mellitus patients diet compliance type 2 with ρ value = 0,000. The research medical personnel can improve support for families with structured education programs, facilitated family support and improve, monitoring related to the implementation of the family empowerment in providing nursing care to patients with type 2 DM.  Keywords:diet complience level; diabetes mellitus management; family support level.
KUALITAS KINERJA PERAWAT DAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH ACEH Andara Maurisa; Yuswardi Yuswardi; Syarifah Atika
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.20689

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan catatan perawat untuk menilai keadaan pasien baik bio-psiko-sosial-spiritual mulai pasien datang ke rumah sakit sampai pulang. Penilaian kinerja perawat pada dokumentasi asuhan keperawatan bersifat objektif yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kinerja perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode kuantitatif dan desain cross-sectional study. Jumlah sampel 128 responden dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang digunakan untuk mengukur pelaksanaan pendokumentasian yang dilakukan oleh perawat. Hasil penelitian   menunjukkan bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan diruang rawat Rumah Sakit Umum Pemerintah Aceh secara umum berada pada katagori baik (75,71%), yang terdiri dari komponen pengkajian (70,57%), diagnosa keperawatan (94,33%), intervensi (87,59%), implementasi (87,59%) dan evaluasi pendokumentasian (77,30%) berada pada katagori baik. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat mengadakan kegiatan pelatihan pengoptimalan pendokumentasian asuhan keperawatan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan bagi pasien di ruang rawat inap.Kata kunci:    Perawat, Kinerja, Asuhan Keperawatan
STRES KERJA PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT DI BANDA ACEH Yuli Ismaini; Putri Mayasari
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.19750

Abstract

Stres kerja merupakan permasalahan dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit yang berasal dari berbagai faktor yaitu faktor lingkungan, faktor perusahaan dan faktor individu. Stres kerja pada perawat dapat berdampak pada kualitas kinerja perawat terutama dalam pemberian caring pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres kerja perawat dengan perilaku caring pada pasien di Rumah Sakit Prince Nayef Bin Abdul Aziz Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah correlation study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling yang berjumlah 31 responden. Pengumpulan data dilakukan pada 20 Juni sampai 1 Juli 2019 dengan menggunakan kuesioner stres kerja yang dirancang oleh peneliti merujuk pada teori Organizational Behavior Robbins Judge (2013) serta Caring Behavior Inventory oleh Jean Watson (1985). Hasil penelitian didapatkan tingkat stres kerja perawat berada pada kategori sedang 19 orang (61,3%), tingkat perilaku caring perawat berada pada kategori kurang baik 16 orang (51,6%), hubungan antara stres kerja perawat dengan perilaku caring 0,006 α (0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja perawat dengan perilaku caring pada pasien di rumah sakit Prince Nayef Bin Abdul Aziz Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Peneliti merekomendasikan kepada pihak rumah sakit untuk dapat memperhatikan faktor-faktor penyebab peningkatan stres kerja perawat. Kata Kunci: Perawat, Stres Kerja, Perilaku Caring ABSTRACTWork stress is an issue of human source management in the hospital which arrises from several factors such as environmental, company, and personal factors. Work stress of nurses has an impact on nurse performance quality, especially in taking care of the patients. The purpose of this research is to determine the correlation between nurse work stress with the caring behavior toward patients at Prince Nayef bin Abdul Aziz Hospital in Banda Aceh. The type of this research is a correlation s tudy. The sampling technique in this research is total sampling with 31 respondents. The data was collected from June 20 to July 1, 2019, by using questionnaire of work stress designed by the researcher which refer to the theory of Organizational Behavior Robbin Judge (2013) and Caring Behavior Inventory by Jean Watson (1985). The result from the research shows that the nurse work stress level in moderate category is suffered by 19 people (61.3%), the caring behavior of nurse which is in poor category is suffered by 16 people (51.6%), and the correlation between nurse work stress with the caring behavior is 0.006 α (0.05). The conclusion of this research is that there is a correlation between nurse work stress with the caring behavior toward patients at Prince Nayef Bin Abdul Aziz Hospital of Syiah Kuala University in Banda Aceh. The researcher recommends the hospital to pay attention to the factors influencing the increase of nurse work stress.  Keywords: Nurse, work stress, caring behavior
PERSEPSI DAN PERILAKU IBU TENTANG IMUNISASI DASAR PADA ANAK DI ACEH BESAR Fitri Rahmawati; Sufriani Sufriani
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.20650

Abstract

Cakupan imunisasi dasar pada anak belum mencapai  target yang telah ditentukan oleh Pemerintah, hal ini terjadi karena orangtua tidak mengimunisasikan anaknya. Persepsi merupakan Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada anak sehingga, ibu yang persepsi positif  dapat mengambil suatu keputusan untuk melakukan imunisasi dasar pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi tentang imunisasi dasar dengan perilaku ibu pada anak usia 10-12 bulan. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 10-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro, pada 10 Desa berjumlah 209 orang. Teknik pengambilan sampel untuk penentuan jumlah menggunakan metode proportional sampling dengan jumlah 68 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan peneliti. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan persepsi tentang imunisasi dasar (p-value = (0,000) dengan perilaku ibu pada anak usia 10-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Direkomendasi untuk tim pelayanan kesehatan agar dapat meningkatkan persepsi orang tua khususnya ibu yang memiliki bayi tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar pada anak agar cangkupan imunisasi dasar pada anak meningkat dan dapat mecegah penyakit berbahaya. Kata Kunci: persepsi dan perilaku, imunisasi, anak ABSTRACTCoverage of basic immunization in children has not reached the target set by the Government, this happens because parents do not immunize their children. Perception is one of the factors that can influence the behavior of mothers in providing basic immunizations to children so that mothers with positive perception can make a decision to carry out basic immunizations to children. The purpose of this study was to determine the relationship of perceptions about basic immunization with maternal behavior in children aged 10-12 months. This type of research is descriptive correlative with cross sectional study design. The population in this study were mothers who had children aged 10-24 months in the working area of Kuta Baro Health Center, in 10 villages totaling 209 people. The sampling technique for determining the amount using the method of proportional sampling with a total of 68 samples. Data collection techniques used were guided interviews using a questionnaire developed by researchers. Chi-Square test results show that there is a correlation between perceptions about basic immunization (p-value = (0,000) with maternal behavior in children aged 10-24 months in the working area of Kuta Baro Aceh Besar Health Center. Recommended for the health care team to improve people's perception parents, especially mothers who have babies about the importance of giving basic immunization to children so that the basic immunization coverage of children increases and can prevent dangerous diseases. Keywords: perception and behaviour, immunization, children.
DUKUNGAN KELUARGA DAPAT MEMOTIVASI PASIEN PASCA STROKE DALAM MELAKUKAN LATIHAN FISIOTERAPI DI ACEH; SUATU STUDY CROSSSECTIONAL Wirda Hayati; Dewi Marianthi; Abdurrahman Abdurrahman; Jufrizal Jufrizal
Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i1.19795

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan kedua terbanyak di seluruh dunia pada individu di atas 60 tahun dan merupakan diagnosis utama teratas dalam perawatan jangka panjang. Fisioterapi membantu klien membangun kekuatan dan mempertahankan rentang gerak (range of motion ) dan  tonus otot pada bagian  tubuh yang tidak terkena stroke. Dukungan keluarga sangat mempengaruhi motivasi penderita stroke dalam melakukan latihan juga berpengaruh besar dalam peningkatan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien pasca stroke dalam melakukan latihan fisioterapi. Jumlah sampel 93 keluarga yang menemani pasien melakukan fisioterapi di rumah sakit, dengan menggunakan tehnik Random sampling. Dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 63,4%  responden memiliki dukungan keluarga baik, 72,9% responden memiliki motivasi baik, 72,4% responden yang memiliki dukungan emosional baik, 73,2% responden  memiliki dukungan informasi baik, 72,5% responden yang memiliki dukungan instrumental baik, dan 73,3% responden yang memiliki dukungan penghargaan baik. Berdasarkan hasil uji statistik (uji Chi-Square), p. 0,011 terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi pasien pasca stroke dalam melakukan latihan fisioterapi di Rumah Sakit. Direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan pendidikan kesehatan kepada keluarga, sehingga dukungan dan motivasi pasien akan semakin baik.Kata kunci: Dukungan keluarga, Motivasi, Stroke, Latihan fisioterapiABSTRACTStroke is the second leading cause of disability worldwide in individuals over 60 years and is the top leading diagnosis in long-term care. Physiotherapy helps clients build strength and maintain range of motion and muscle tone in parts of the body that are not affected by a stroke. Family support greatly influences the motivation of stroke survivors in doing exercises and also has a major effect in increasing muscle strength. This study aims to determine the relationship between family support and motivation of post-stroke patients in doing physiotherapy exercises. The sample size is 93 families who accompany patients to perform physiotherapy in the hospital, using a random sampling technique. And the data analysis was used in univariate and bivariate analysis using the Chi-square test. The results showed 63.4% of respondents had good family support, 72.9% of respondents had good motivation, 72.4% of respondents had good emotional support, 73.2% of respondents had good information support, 72.5% of respondents had good emotional support. good instrumental support, and 73.3% of respondents who have good reward support. Based on the results of statistical tests (Chi-Square test), p. 0.011 There is a significant relationship between family support and motivation of post-stroke patients in doing physiotherapy exercises at the hospital. It is recommended for nurses to improve health education for families, so that patient support and motivation will be better.Keywords: Family Support, Motivation, Stoke, Physiotherapy Exercises
HAMBATAN CAKUPAN IMUNISASI PADA ANAK DI KABUPATEN ACEH UTARA Safrina Edayani; Ida Suryawati
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.19759

Abstract

Program imunisasi merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan kepada penduduk terhadap penyakit tertentu dan diberikan kepada populasi yang dianggap rentan terjangkit penyakit menular, salah satunya bayi. Program imunisasi dapat mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya dari penyakit infeksi seperti TBC, difteri, tetanus, hepatitis B, pertusis, campak, rubella, polio, radang selaput otak, dan radang paru-paru. Universal Child Immunization merupakan indikator untuk menilai keberhasilan pelaksanaan imunisasi dengan target 2018 adalah 80%, capaian Aceh 48% dan Kabupaten Aceh Utara 46%. Tujuan penelitian untuk mengekplorasi hambatan cakupan imunisasi dasar pada anak di Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Partisipan adalah ibu-ibu yang mempunyai anak usia dibawah 24 bulan dengan status imunisasi dasar tidak ada/tidak lengkap sebanyak 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Analisa data dilakukan secara manual dengan melakukan analysis conten pada transkrip wawancara dan lembaran catatan, menggunakan metode analisis Giorgi. Penelitian ini menemukan hambatan cakupan imunisasi yaitu keyakinan individu, dampak fisik, dampak psikologis, ketersediaan vaksin, ketersediaan waktu, jarak kelahiran anak, riwayat penyakit sebelumnya, kurang informasi. Petugas kesehatan diharapkan untuk lebih aktif dalam memberikan informasi terkait imunisasi melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai bayi, tentang pentingnya imunisasi, efek samping, dan komposisi dari vaksin.Kata Kunci: hambatan imunisasi, anak ABSTRACTThe immunization program is an effort to provide protection to the population against certain diseases and this is aimed at populations that are considered vulnerable to contracting infectious diseases, one of which is infants. This immunization program can prevent 2-3 million deaths each year from several infectious diseases such as tuberculosis, diphtheria, tetanus, hepatitis B, pertussis, measles, rubella, polio, inflammation of the lining of the brain, and pneumonia. Universal child organization is an indicator to assess the success of the immunization program with a target in 2018 of 80%, Aceh's achievement of 48% and the target of achievement in the North Aceh district of 46%. The purpose of this study was to explore the barriers to basic immunization coverage for children in North Aceh Regency. The type of research used is phenomenology. Participants are mothers who have children under the age of 24 months with no basic / incomplete immunization status, totaling 14 people. Data collection is done by in-depth interview method. Data analysis was performed manually by analyzing content on interview transcripts and note sheets, using the Giorgi analysis method. This study found barriers to immunization coverage included individual beliefs, physical impact, psychological impact, vaccine availability, time availability, child birth spacing, previous disease history, lack of information. Health workers are expected to be more active in providing information related to the immunization program through counseling to the community, especially families who have babies, about the importance of immunization, side effects, and the content of vaccines.Keywords: immunization barriers, children.
PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING LANSIA DI INSTITUSI DENGAN DI KOMUNITAS Evi Purnama Sari; Khairani Khairani; Ibrahim Ibrahim
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20656

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup membuat angka populasi lansia semakin bertambah. Seiring dengan pertambahan usia pada lansia maka semakin banyak perubahan yang terjadi pada lansia baik perubahan fisik maupun mental yang mengarah kepada penurunan kesehatan sehingga meningkatkan ketergantungan lansia terhadap bantuan orang lain dalam memenuhi Activity Daily Living (ADL). Lansia cendenrung lebih senang untuk tinggal bersama keluarga tetapi dalam keadaan tertentu mereka tidak tinggal di lingkungan keluarganya. Tujuan  penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kemandirian  dalam activity daily living (ADL) pada lansia di insitusi dengan lansia yang tinggal di komunitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive comperative dengan desain  cross sectional study. Populasi pada penelitian berjumlah 214 lansia di komunitas dan 59 lansia di institusi. Metode pengambilan sampel adalah nonprobability sampling menggunakan  teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 153 responden di komunitas dan 39 responden di institusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Indeks Barthel. Hasil penelitian didapatkan tingkat kemandirian lansia di komunitas yaitu mandiri 80,4% dan di institusi yaitu mandiri 41%. Berdasarkan analisa bivariat menggunakan uji mann whitney test didapatkan nilai p-value 0,000 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kemandirian lansia di komunitas dengan lansia di institusi. Diharapkan kepada kepala institusi dan kepala desa agar dapat meningkatkan dan mempertahankan kemandirian pada lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan melakukan kegiatan bersama seperti senam lansia.Kata Kunci: Tingkat kemandirian, lanjut usia, komunitas dan institusi.

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue