cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
PERBEDAAN PERSEPSI STRES LANSIA YANG TINGGAL DI KOMUNITAS DAN LANSIA YANG TINGGAL DI INSTITUSI Erlis Julina Putri; Khairani Khairani
Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i1.19787

Abstract

Stres merupakan masalah yang sering dialami lansia. Stres yang terjadi pada lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal sendiri dapat memberikan respon yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui perbedaan persepsi stres lansia yang tinggal di komunitas dan lansia yang tinggal di institusi.Jenis penelitian yang digunakan adalah comperative study dengan desain cross sectional study.Populasi pada penelitian ini adalah 342.657 lansia.Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden di komunitas dan 50 responden di institusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Data penelitian di analisis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil penelitian didapatkan persepsi stres lansia berada pada stres sedang ( 84% di komunitas dan 92% di institusi) sehingga tidak ada perbedaan persepsi stres lansia yang ditinggal di komunitas dan lansia yang tinggal di institusi ( t=0,297, p-value=0,767, α=0,05). Diharapkan kepada kepala institusi dan kepala desa dapat melakukan kegiatan yang dapat mencegah stres pada lansia seperti manajemen stres dan pemberian pendidikan kesehatan terkait stres.Kata Kunci: Stres, Lanjut usia, Komunitas, Institusi ABSTRACT Stress is a problem that is often experienced by elderly people. Stress that occurs in elderly people living with their families and elderly people living alone can show different responses. The purpose of this research is to determine the differences in the perception of stress of elderly living in communities and elderly people living in institutions. The type of this research is comparative study with cross-sectional design. The population in this research is 342.657 elderly people. The sampling technique is non-probability sampling using purposive sampling with a total sample of 50 respondents in communities and 50 respondents in institutions. Technique of data collection is using a questionnaire of Perceived Stress Scale (PSS-10). Research data is analyzed using the test of Independent Sample T-Test. The results of the study show that the perception of stress for the elderly people is at a moderate stress (84% in communities and 92% in institutions) so that there are no differences in the perception of stress of the elderly people living in communities and elderly people living in institutions (t=0,297, p-value=0,767, α=0.05). It is expected for the heads of the institutions and the heads of the communities to organize activities that can prevent stress in the elderly people such as stress management and provision of health education related to stress.Keywords : stress, elderly, community, institution
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH Dewi Hermawati
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20812

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi selama kehamilan dan persalinan yang menyebabkan 15% kematian ibu di negara maju seperti Amerika Serikat dan 7-10% kematian ibu di negara berkembang seperti Indonesia. Preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, sindrom HELLP, dan solusio plasenta pada ibu, serta dapat menyebabkan kelahiran prematur bahkan kematian pada janin. Banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia yang jika diketahui lebih awal dapat dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di rumah sakit kota Banda Aceh. Jenis penelitian adalah descriptive correlative dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan secara observasi non-partisipan dengan total sampling berjumlah 88 dokumen rekam medik menggunakan lembar observasi sebagai alat pengumpul data. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara paritas dengan preeklampsia (p-value = 0,489) dan terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan preeklampsia (p-value =0.036). Dari hasil peneltian, dapat di sarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan ANC, melakukan penapisan awal preeklampsia pada kunjungan pertama kehamilan dan memberi edukasi terkait preeklampsia dalm kehamilan, sedangkan untuk ibu hamil di sarankan untuk mengikuti jadwal pemeriksaan kehamilan secara teratur dan mengikuti saran yang di berikan petugas terkait preeklampsia.Kata kunci: paritas, usia ibu hamil, preeklampsia.
STATUS PSIKOLOGIS SANTRIWAN DAN SANTRIWATI PASKA BENCANA GEMPA BUMI Nelly Widiawaty; Budi Satria
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.19756

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang perlu diperhatikan selain masalah fisik adalah terkait dengan masalah psikologis, dimana ada  kejadian bencana tentu akan mengakibatkan trauma tersendiri kepada para korban. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status psikologis santriwan dan santriwati paska bencana gempa bumi dipesantren Samalanga. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan cara Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah santriwan dan santriwati dipesantren Samalanga Kabupaten Bireuen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 301 responden yang didapatkan dengan metode Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pembagian kuesioner oleh peneliti epada responden yang terdiri dari 22 pertanyaan. Metode analisis data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan status psikologis santriwan dan santriwati berada pada kategori berat yaitu 153 responden (50.8 %), kategori sedang yaitu 54 responden (17,9%), dan kategori rendah yaitu 94 responden (31,2%) . Adapun rekomendasi bagi pemberi pelayanan kesehatan yaitu untuk membuat kegiatan terkait masalah psikologis dengan pihak UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dipesantren. Kata Kunci: Gempa Bumi, Status Psikologis, Santriwan dan Santriwati ABSTRACTAn earthquake is a natural disaster that might cause several health problems. As a natural disaster, an earthquake might result in not only physical injuries but also psychological traumas. Therefore, the purpose of this research was to identify the psychological state of male and female students of the Islamic Boarding School of Samalanga after the earthquake that hit the area in 2016. His research was conducted by descriptive method with a cross-sectional study approach. The male and female students of the Islamic Boarding School of Samalanga in Bireuen Regency were the population members of this research. A number of 301 respondents were chosen as the samples by utilizing a simple random sampling technique. The research data were collected by distributing a 22-item questionnaire to each respondent. Those data were then analyzed through a univariate analysis. After analyzing the data related to the psychological state of the students, it was found that 153 respondents (50.8%) were in severe category, that 54 respondents (17.9%) were in moderate category, and that 94 respondents (31.2%) were in mild category. Hence, the author suggest that those who are responsible for giving those students health service facilitate activities for psychosocial wellbeing for the students in the school infirmary.Keywords  : Earthquake, Psychological State, Islamic Boarding School Students
Efektivitas Penggunaan Madu dalam Proses Penyembuhan Pada Luka Bakar Derajat II: Literatur Review Rahmawati Rahmawati; Marlina Marlina; Irfanita Nurhidayah
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20653

Abstract

Beberapa literatur melaporkan keberhasilan penggunaan madu untuk menangani berbagai jenis luka termasuk salah satunya adalah luka bakar.  Madu sebagai pengobatan luka bakar telah diterapkan secara luas selama berabad-abad. Manfaat kesehatan dari madu telah dilaporkan dalam berbagai kondisi termasuk antibakteri terhadap berbagai mikroorganisme termasuk yang berasal dari diagnosa terkait luka bakar, penyembuhan luka, peradangan, toleransi glukosa, analgesi serta lebih murah dan mudah diserap dengan pembalut Aquacel  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan madu dalam proses penyembuhan pada luka bakar derajat II. Meotde dalam penelitian ini adalah literaur review. Literatur review ini dibuat dengan strategi pencarian untuk studi ini mengunakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia dengan mengunakan database, proquest, google scholar,dan PNRI Keyword yang digunakan adalah “Burn”, “Burns”, “treatment”, “wound healing”. “Honey” dan “madu” “luka bakar derajat II” burn degree II”dari keseluruhan jurnal dipilih 6 jurnal sesuai dengan criteria intervensi dilakukan pada luka bakar derajat II. Hasil dari keseluruhan artikel yaitu 5 artikel dari 6 artikel merekomendasikan penggunaan madu dalam perawatan luka bakar derajat 2. Dengan meningkatnya jumlah laporan tentang penggunaan madu pada luka bakar  derajat 2 dapat dijadikan sebagai  alternatif pada luka bakar dan dapat disimpulkan bahwa  penggunaan madu lebih unggul dibandingkan dengan  perawatan lain dengan persyaratan tertentu. Kata kunci: madu, penyembuhan, luka bakar derajat IIABSTRACTSome of the literature reported in honey reports for various types of wounds including burns. Honey as a burn treatment has been widely applied for centuries. The health benefits of honey have been reported in various conditions including antibacterial against various microorganisms including those from diagnosis related to burns, wound healing, wounds, glucose tolerance, analgesia, cheaper and easier to absorb with Aquacel dressings. The aim of this study was to determine the use of honey use. in the healing process of second degree burns. The meaning of this research is literature review. The literature review was made with a search strategy for this study using English and Indonesian using a database, proquest, google scholar, and PNRI. The keywords used are "Burn", "Burns", "treatment", "wound healing". "Honey" and "honey" "second degree burns" second degree burns "from a total of 6 journals selected according to the criteria for intervention carried out on second degree burns. The results of the total articles are 5 out of 6 articles on the use of honey in the treatment of second degree burns. certain requirements.Keywords: honey, healing, second degree burns
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GARAM BERYODIUM PADA RUMAH TANGGA DI KOTA BANDA ACEH Des Demona Fitri; Arfiza Ridwan
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.19798

Abstract

Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia. Akibat dari kekurangan yodium bisa menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid/gondok, mengalami gangguan perkembangan dan sebagainya. Penyebab akibat dari kekurangan yodium itu sendiri diantaranya kurangnya mengonsumsi zat yang mengandung yodium, dan hal itu dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan keluarga tentang garam beryodium pada rumah tangga di Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang sudah berkeluarga yang ada di Kota Banda Aceh dan yang menjadi sampel sebanyak 85 responden melalui metode accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk google form yang dibagikan secara online. Waktu pengumpulan data dilakukan pada tanggal 8 - 14 September 2020. Data dianalisa secara manual dengan menggunakan table distibusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berada pada kategori tinggi (88.24%) responden. Disarankan untuk pihak Puskesmas untuk dapat memotivasi ibu-ibu agar mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai sumber yodium.Kata kunci: keluarga, ibu, yodium ABSTRACTDisorders due to iodine deficiency (IDD) is one of the health problems that frequently occurs in Indonesia. Iodine deficiency can cause enlargement of the thyroid gland/ goiter, developmental disorders and so on. The causes of iodine deficiency itself include a lack of consumption of substances that contain iodine, and this is influenced by the mother's lack of knowledge. Data collection was carried out on 8-14 September 2020. The purpose of this study was to determine the family knowledge regarding iodine salt in households in Banda Aceh. The type of this research is descriptive with a cross sectional approach design. The population in this study were all mothers living in the city of Banda Aceh while the samples are 85 respondents which is sampled using the accidental sampling method. The research instrument used was a questionnaire in the form of google form that was distributed online. The data was analyzed manually using frequency distribution table. The results showed that the mother's knowledge was in the 'high' category (88.24%) of respondents. It is recommended that the public health center would motivate mothers to be willing to consume iodine salt at home.Keywords: family, mother, iodine
PENGARUH MODUL KEPERAWATAN DALAM MEMINIMALISIR STIGMA MAHASISWA TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS Puji Astuti; Kartina Zahri; Aiyub Aiyub; Intashara Intashara
Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i1.19782

Abstract

Pendahuluan: Stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menghambat mereka dalam menadapatkan layanan kesehatan. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peranan penting dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada ODHA. Perawat harus memiliki empati dan sikap positif terhadap ODHA. Empati dan sikap positif ini sudah harus dibentuk sejak proses pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif mahasiswa terhadap ODHA. Metode: Penelitian bersifa cross-sectional denagn desain deskriptif korelatif. Sampel penelitian adalah 281 mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan menggunakan “Brief-Quantitative Measure of Attitudes of HIV-Related Stigma and Discrimination” dengan 22 pernyataan dalam bentuk skala Likert. Data penelitian dianalisis dengan Kendall’s Tau-b menggunakan IBM SPSS Statistics Versi 22. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara nilai modul keperawatan HIV/AIDS dengan stigma mahasiswa terhadap ODHA. Namun faktor usia dan semester berkorelasi negatif terhadap stigma mahasiswa. Kesimpulan: Modul keperawatan HIV/AIDS tidak sepenuhnya mempengaruhi stigma mahasiswa terhadap ODHA. Terdapat kontribusi modul keperawatan lainnya yang secara simultan meminimalisir stigma mahasiswa terhadap ODHA.Key Word: Stigma,  Orang Dengan HIV/AIDS, Modul KeperawatanABSTRACTIntroduction: Stigma toward People Live with HIV/AIDS (PLWHA) can be obstacle for patients in seeking professional’s help. Nurses as health professionals have an important role in providing quality health care services to PLWHA. The Nurses must have empathy and positive attitudes toward PLWHA. Therefore, empathy and positive attitudes must be developed since the learning process started. The nursing curriculum with competency-based has proven to be able to increase knowledge and positive attitudes of students toward PLWHA. Method: This study is cross-sectional with a descriptive correlation design. About 281 students of Nursing Faculty of Universitas Syiah Kuala were recruited by purposive sampling method. The data were collected by using "Brief-Quantitative Measure of Attitudes of HIV-Related Stigma and Discrimination” that consist of 22 statements using a Likert scale. The data were analyzed by Kendall's tau with using IBM SPSS Statistics version 22. Result: The results showed that there was no correlation between the academic grade of the HIV/ AIDS nursing module with the stigma of students towards PLWHA. However, age and semester are negatively correlated to student stigma. Conclusion: The HIV/AIDS nursing module does not fully affect the students' stigma toward PLWHA. There are other nursing modules contributions that simultaneously minimize the students' stigma towards PLWHA.Key Word: Stigma, People Live with HIV/AIDS, Nursing Module
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GIZI SEIMBANG DI KOTA BANDA ACEH Neti Hartaty; Mayanti Mahdarsari; Yuni Arnita
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.20687

Abstract

Pemenuhan nutrisi di masa balita sangat penting karena usia balita merupakan usia golden age. Sepertiga anak balita di dunia mengalami masalah malnutrisi seperti stunting, wasting, hingga berat badan berlebih. Asupan gizi yang tidak terpenuhi dengan baik, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak saja, namun juga dapat mempengaruhi kecerdasan anak serta mengakibatkan kurang produktifitas dimasa dewasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang pada balita di Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak usia 1-5 Tahun yang ada di Kota Banda Aceh dan sebanyak 106 responden menjadi sampel melalui metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terdiri dari 30 item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu berada pada kategori tinggi (70%) responden. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk dapat memotivasi keluarga agar dapat menyajikan makanan dengan gizi seimbang kepada anggota keluarga.Kata kunci: keluarga, gizi seimbang
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI KECAMATAN DARUL IMARAH Ayu Mah Bengi; Sri Novitayani
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.19748

Abstract

 Umumnya pasien skizofrenia tidak mengkonsumsi obat secara terus menerus disebabkan karena efek samping obat dan pengalaman terhadap gejala yang tidak berkurang walau telah mengkonsumsi obat secara teratur. Pengalaman  pasien terhadap penyakitnya dapat memberikan persepsi seseorang terhadap penyakitnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di Kecamatan Darul Imarah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Hasil Chi-square diperoleh p-value=0,438 (α=0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di Kecamatan Darul Imarah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi penyakit yang mengancam belum tentu dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien. Direkomendasikan pada pasien dapat meningkatkan kesadaran pentingnya minum obat secara teratur dan untuk keluarga dapat mendukung dengan  memantau kepatuhan minum obat pasienKata Kunci : Persepsi penyakit, pasien, skizofrenia, kepatuhan minum obat ABSTRACT Generally, schizophrenic patients do not take medication continously due to the side effects of the medication and experiencing of the symptoms that do not decrease even though they have been taking medication regularly. The patient's experience of the disease can provide a person's perception toward their disease. The purpose of this study is to identify the relation between illness perceptions and medication adherence toward the patients of Schizophrenia in Darul Imarah District. This study is quantitative study with a correlative descriptive design through a cross sectional study approach. The sampling technique was used cluster sampling. The instrument that used in this study is questionnaire with guided interview techniques. The result from Chi-Square analysis show that p-value = 0.438 (α = 0.05) which means there is no relationship between illness perception with medication adherence in schizophrenic patients in Darul Imarah District. It can be concluded that the perception of a threatening illness may not necessarily affect the level of adherence to take medication in schizophrenic patients. It is recommended that patients can increase their awareness of taking medication and for the family provides supported by controling medication adherence of patiens.Keywords : Illness Perceptions, patient, schizophrenia, medication adherence
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN POST OPERASI MAYOR DI RUMAH SAKIT MEURAXA Junardi Junardi; Rudi Alfiandi
Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i2.20242

Abstract

ABSTRAKOperasi mayor merupakan operasi yang melibatkan organ tubuh secara luas dan mempunyai resiko yang tinggi terhadap kelangsungan hidup pasien dan menimbulkan trauma fisik yang luas.Pasca dilakukan operasi khususnya operasi mayor, pasien mengeluh berbagai keluhan, keadaan tersebut akan membuat individu melakukan berbagai usaha untuk meredakan tekanan yang dialaminya, berbagai usaha yang dilakukan individu tersebut dikenal dengan istilah koping.Berbagai faktor mempengaruhi mekanisme koping, salah satunya adalah karakteristik psikologis yang dimiliki oleh seseorang, termasuk didalamnya kecerdasan emosi. kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Hubungan Kecerdasan Emosi Dengan Mekanisme Koping pada Pasien Post Operasi Mayor. Desain penelitian yang digunakana adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. teknik sampling yang di gunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan 49 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan emosi dan kuesioner mekanisme koping pada pasien post operasi mayor. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa p-value = 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari α = 0,05, dengan demikian Hipotesa alternatif (Ho) ditolak, artinya ada hubungan kecerdasan emosi dengan mekanisme koping. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi pasien post operasi mayor semakin baik mekanisme koping pada pasien post operasi mayor. Kata kunci: kecerdasan emosi, mekanisme koping, post operasi mayor.ABSTRACTMajor surgery is a surgery that involves a broad body of organs and has a high risk of survival of the patient and causes extensive physical trauma. After surgery, especially major surgery, patients complain with a variety of complaints, the situation will make individuals make various efforts to relieve the pressure they experienced, various efforts by these individuals are known as coping. Various factors affect coping mechanisms, one of which is psychological characteristics possessed by someone, including emotional intelligence. Emotional intelligence is the ability of a person to regulate his emotional life with intelligence, maintaining emotional harmony and disclosure through self-awareness skills, self-control, self-motivation, empathy and social skills. The purpose of this study was to determine the relationship of emotional intelligence with coping mechanisms in major postoperative patients. The research design used was analytic with cross sectional approach. The sampling technique used was Purposive Sampling technique with 49 respondents. The instrument used was an emotional intelligence questionnaire and a coping mechanism questionnaire in major postoperative patients. Correlation test results showed that p-value = 0,000. This value is smaller than α = 0,05, thus the alternative hypothesis (Ho) is rejected, it means that there is a relationship between emotional intelligence and coping mechanisms. This study concluded that the higher the emotional intelligence of major postoperative patients the better the coping mechanism in major postoperative patients.
HUBUNGAN ILLNESS ACCEPTANCE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG DI POLIKLINIK JANTUNG RUMAH SAKIT UM UM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Siti Arafah; Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i1.19794

Abstract

Pasien yang menderita gagal jantung setiap tahun terus meningkat. Berbagai manifestasi klinis yang dialami pasien seperti sesak nafas, palpitasi, oedem, paroxismal nocturnal dyspnea, serta cepat lelah akan berdampak pada illness acceptance seseorang.  Kualitas hidup pasien gagal jantung sangat erat kaitannya dengan kemampuan seseorang menerima kondisi kesehatannya (illness acceptance). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara illness acceptance dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung di poliklinik jantung Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah pasien gagal jantung di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling, yaitu pengambilan sampel tanpa acak, metode yang digunakan adalah Convenience Sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Acceptance of Illness Scale (AIS) dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ). Hasil analisa data Pearson Chi-Square dengan nilai p-value = 0.003 (0.05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara illness acceptance dengan kualitas hidup di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.. Diharapkan kepada perawat poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh agar dapat memberikan support mental dan edukasi kepada pasien agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan meningkatkan rasa penerimaan terhadapat penyakit (illness acceptance) yang dideritanya.Kata Kunci           : gagal jantung, kualitas hidup, illness acceptanceABSTRACTHeart failure patients continue to increase every year. Various clinical manifestations experienced by patients such as shortness of breath, palpitations, edema, paroxysal nocturnal dyspnea, and fatigue will quickly affect one's illness acceptance. The quality of life of heart failure patients is closely related to a person's ability to accept his health condition (illness acceptance).The purpose of this study was to determine the relationship between illness acceptance and quality of life in heart failure patients at the cardiac clinic at the Regional General Hospital, Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. This type of research used in this research is descriptive correlative. The research design used was cross sectional study. The population studied in this study were heart failure patients at the Cardiac Polyclinic of the Regional General Hospital, dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.The sampling technique in this study uses the Non Probability Sampling technique, which is sampling without random, the method used is Convenience Samplingwith a sample size of 30 respondents. Data collection techniques using the Acceptance of Illness Scale (AIS) questionnaire and Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ).The results of Chi-Square analysis with p-value = 0.012 (0.05). This shows that there is a relationship between illness acceptance and quality of life in the Cardiac Polyclinic at the Regional General Hospital, Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Recommended for nurses at the cardiac clinic at the Regional General Hospital, dr. Zainoel Abidin Banda Aceh in order to provide support for patients in order to improve the quality of life of patients, namely by increasing the sense of acceptance of illness.Keywords              : heart failure, quality of life, illness acceptance

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue