cover
Contact Name
Abdullah Maulani
Contact Email
jmanuskripta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmanuskripta@gmail.com
Editorial Address
Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok 16424 Jawa Barat
Location
,
INDONESIA
MANUSKRIPTA
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : https://doi.org/10.33656/manuskripta
MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials from Southeast Asian society. It also considers activities related to the care and management of Southeast Asian manuscript collections, including cataloguing, conservation, and digitization.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta" : 6 Documents clear
Naskah Tafsīr Āyāt Yā ayyuhā al-nās: Tafsir Antikolonialisme Abdul Latif Syakur Fadilla, Zikra
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.118

Abstract

This article aims to present an analysis of Sheikh Abdul Latif Syakur's response to colonialism in a manuscript entitled Tafsīr Āyāt Yā ayyuhā al-nās (TAYN). This manuscript is an interpretation of the verses of Alquran which begin with yā ayyuhā al-nās. As a form of interaction between the author and the local culture, the work of interpretation will also describe the writer's thoughts. This descriptive qualitative research uses a critical discourse analysis approach which aims to reveal the thoughts of Sheikh Abdul Latif Syakur regarding colonialism based on the text of Tafsīr Āyāt Yā ayyuhā al-nās. The findings of this research indicate that Sheikh Abdul Latif Syakur is against colonialism activities, according to him all human beings have the same right to free themselves and defend national independence. === Artikel ini bertujuan menghadirkan analisis respons Syekh Abdul Latif Syakur terhadap kolonialisme pada sebuah naskah yang berjudul Tafsīr Āyāt Yā ayyuhā al-nās (TAYN). Naskah ini merupakan sebuah penafsiran terhadap ayat-ayat Alquran yang berawalan yā ayyuhā al-nās. Sebagai wujud interaksi pengarang dan budaya lokal, tak terkecuali karya tafsir akan menggambarkan pemikiran penulisnya. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang bertujuan untuk mengungkap pemikiran Syekh Abdul Latif Syakur mengenai kolonialisme berdasarkan naskah Tafsīr Āyāt Yā ayyuhā al-nās. Temuan peneliti ini menunjukkan bahwa Syekh Abdul Latif Syakur menentang aktifitas kolonialisme, menurutnya semua manusia memiliki hak yang sama untuk memerdekakan diri sendiri dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Pajak Pendapatan dalam Naskah Peraturan Pajak Pendapatan Ternate Hapsari, Latifah Kurnia; Limbong, Priscila Fitriasih
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.119

Abstract

Tax is a compulsory contribution paid by each citizen to the government. Tax can be used to fulfill the country’s needs for the greatest prosperity of the people. Income tax is one of tax that levied by the government from worker’s income. Income tax has been applied since colonial era. In the colonial era, income tax can be found in Income Tax Regulation 113 H 8/14. This research will discuss about the prevailing income tax rules in Ternate and explain the effect of Income Tax Regulation 113 H 8/14 to the taxpayer. This research uses philology methods with tax theory approach. The result showed that there are regulations that regulate the taxpayer, calculation of the aanslag, the tax collection methods and fines. The regulation was applied by the royal government to all citizens who lived in Ternate in 19th century. According to the regulation, this research also found the intervention of the Dutch government on the management in Ternate’s income tax. It can be seen from the clauses of the regulation that shows an agreement between the Dutch and the royal government caused by economical interest. === Pajak merupakan salah satu iuran yang harus dibayarkan oleh setiap warga yang bermukim di suatu negara dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Salah satu pajak yang berperan adalah pajak pendapatan. Pajak pendapatan telah diterapkan sejak zaman kolonial. Hal ini dapat ditemukan dalam naskah Peraturan Pajak Pendapatan 113 H 8/14. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aturan pajak pendapatan yang berlaku pada masyarakat Ternate dan menjelaskan penerapan pajak terhadap pembayar pajak yang telah ditentukan dalam naskah Peraturan Pajak Pendapatan 113 H 8/14. Metode penelitian yang digunakan adalah metode filologi dengan pendekatan teori perpajakan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa di dalam naskah ini terdapat aturan mengenai pembayar pajak, orang yang dibebaskan dari pajak, perhitungan jumlah aanslag, cara pemungutan pajak serta perihal denda. Aturan ini diterapkan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di Ternate pada abad XIX.Selain itu, pada peraturan ini ditemukan pula bahwa Belanda ikut campur tangan dalam pengelolaan pajak pendapatan di daerah Ternate. Hal tersebut terlihat dari pasal-pasal di dalam PPPT yang menunjukkan adanya kesepakatan keputusan antara pemerintah kerajaan dan pegawai pemerintah Belanda.
Diplomasi Politik Belanda terhadap Kerajaan Banggai dalam Naskah Perjanjian 113 8/21 Aliyah, Siti; Kramadibrata, Dewaki
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.120

Abstract

This study discusses the manuscript 113 8/21 in the collection of the National Library of Indonesia. This manuscript is a letter of agreement between the Kingdom of Banggai, the Dutch East Indies Government, and Ternate which was made in 1828 AD. Treaty Manuscript 113 8/21 contains 13 articles that regulate all aspects of the life of the Kingdom of Banggai. This study was researched using the literature study method and historical approach. This research was conducted to analyze the forms of political power and diplomacy used by the Dutch East Indies and Ternate Governments toward the life of the Banggai people in the Treaty Manuscript 113 8/21. Based on the analysis, there are three aspects that are controlled by the Dutch East Indies and Ternate Governments: political, legal, and economic aspects. To be able to do this, the Dutch East Indies Government launched a strategy of Coercive Diplomacy and Market Diplomacy. === Penelitian ini membahas naskah dengan kode 113 8/21 koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah ini merupakan surat perjanjian antara Kerajaan Banggai, Pemerintah Belanda, dan Ternate yang dibuat pada tahun 1828 M. Naskah 113 8/21 berisi 13 pasal yang mengatur segala aspek kehidupan Kerajaan Banggai. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan sejarah, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bentuk kekuasaan dan diplomasi politik yang digunakan Pemerintah Belanda dan Ternate terhadap kehidupan masyarakat Banggai yang terdapat dalam Naskah Perjanjian 113 8/21. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap naskah perjanjian 113 8/21, terdapat tiga aspek yang dikuasai Belanda dan Ternate terhadap Kerajaan Benggai, yaitu aspek politik, hukum, dan ekonomi. Untuk dapat melakukan hal tersebut, Pemerintah Belanda melancarkan strategi Coercive Diplomacy dan Market Diplomacy.
Lapis Struktur Fisik dan Batin Pupuh ke-14 Babad Diponegoro (Analisis Strukturalisme Levi Strauss) Rizki, Arista Nur; Abdullah, Muhammad
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.121

Abstract

This article is an analysis of the text based from the Sinom’s song in the 14th chapter of the Babad Diponegoro. The Sinom’s song is a traditional song that originated from Java, if this song is categorized in the literary genre, this song is classified as bound poetry. This research aims to describe Prince Diponegoro’s story when he was in his teens. At that time, he was educated by his great-grandmother (wife of Sri Sultan Hamengkubuwono I) in the residence of Tegalrejo, in Yogyakarta. That event tells of a young Prince Diponegoro when he was received education from his great-grandmother, before leading the Java war. The influence of the Tegalrejo village community which has a religious nature and simple lifestyle helped Prince Diponegoro shape his character. The analysis of the text used qualitative methods, with Levis-Strauss’ theory of structuralism. The results can show how the deep structure and surface structure in the Sinom’s song in the 14th chapter of the Babad Diponegoro. === Artikel ini merupakan sebuah analisis terhadap teks berupa tembang Sinom pada pupuh ke-14 Babad Diponegoro. Wujud teks tembang yang berasal dari Jawa ini jika dikategorikan dalam genre sastra merupakan sebuah puisi terikat. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan kisah Pangeran Diponegoro saat menginjak usia remaja, yaitu ketika ia diasuh oleh nenek buyutnya di Tegalrejo, Yogyakarta. Peristiwa ini merupakan wujud proses bagaimana Pangeran Diponegoro mendapatkan pendidikan dari nenek buyutnya sebelum menjadi pemimpin Perang Jawa. Pengaruh masyarakat Tegalrejo yang memiliki sifat religius dengan nuansa pesantren serta adanya pola kesederhanaan turut membentuk karakter Pangeran Diponegoro. Analisis teks ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan teori strukturalisme Levi-Strauss. Hasil analisis ini menampilkan struktur fisik maupun struktur batin yang terdapat pada tembang Sinom pupuh ke-14 Babad Diponegoro.
Menelusuri Jejak Kuliner Tembayat dalam Serat Centhini Minardi, Minardi; Samidi, Samidi; Rahmah, Yulinar Aini
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.122

Abstract

This study aims to determine the kinds or variety of food that was in Tembayat listed in Serat Centhini. In explaining about the political atmosphere during the manufacture of Serat Centhini, researchers using the Theory of Soft Power by Joseph Nye. The resulting conclusion that there are around 48 the name of the food that is written in the serat Centhini. The condition of this culinary've rarely heard by the public, the bias is said to have been a rare occurrence in Tembayat. About the political atmosphere, Serat Centhini was written by the candidate Pakubuwana V, while the father that Pakubuwana IV still reigned in the Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Current conditions, Kraton Surakarta besieged by Pura Mangkunegaran, the Palace of the Sultanate Ngayogyakarta and the Netherlands, or better known as Pakepung. Then to raise the prestige or name Kraton Surakarta then this paper to be a form of resistance from Surakarta. Since that time, no paper work, as complete as that by loading all the potential of the Island of Java, it is often referred to as the Encyclopedia of Java. === Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam atau aneka ragam kuliner yang berada di Tembayat yang tercantum dalam Serat Centhini. Dalam menjelaskan tentang suasana politik saat pembuatan Serat Centhini, peneliti menggunakan Teori Soft Power dari Joseph Nye. Kesimpulan yang dihasilkan bahwa terdapat sekitar 48 nama kuliner yang ditulis di Serat Centhini. Kondisi kuliner ini sudah jarang didengar oleh masyarakat, bisa dikatakan sudah langka keberadaanya di Tembayat. Mengenai suasana politik, Serat Centhini ditulis oleh calon Pakubuwana V, saat ayahanda yaitu Pakubuwana IV masih bertahta di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kondisi saat itu, Kraton Surakarta dikepung oleh Pura Mangkunegaran, Kraton Kasultanan Ngayogyakarta dan Belanda atau lebih dikenal sebagai Pakepung. Maka untuk menaikkan pamor atau nama Kraton Surakarta maka karya tulis ini menjadi bentuk perlawanan dari Surakarta. Karena zaman itu, belum ada karya tulis yang selengkap itu dengan memuat semua potensi yang dimiliki Pulau Jawa, maka sering disebut sebagai Ensiklopedia Jawa.
Ciri, Peran, dan Kedudukan Seorang Istri terhadap Suami dalam Naskah Babad Awak Salira Arisandi, Isep Bayu; Ma'mun, Titin Nurhayati; Darsa, Undang Ahmad
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.123

Abstract

The entry of Islam in Sundanese area also influenced the written tradition that was present before. One of the results of cultural acculturation is the ancient manuscript Babad Awak Salira (BAS), which contains Islamic teaching values. The BAS manuscript is idenfied into the category of the Sundanese manuscript of the Pesantren literature. The teachings of adab or morals contained in the BAS text relate to the characteristics of a woman, the role of a wife, and the position of a wife in Islamic view. The author chooses to use an Islamic perspective, because the relationship between the discussion in the value of the content is analyzed with the wife's recommendation in Islamic teachings, as well as the relevance of the value of the content to the conditions of Islamic teachings that enter and affect the written tradition. The results showed the same correlation between the content values ​​contained in the BAS text, and the content values ​​in Islamic teachings. In other findings, the BAS text contains high language, because the form of the text is a wawacan (poetry), however, the aesthetic value of past poetry forms does not hinder the delivery of the content value in the text. === Masuknya Islam di Tatar Sunda turut memengaruhi tradisi tulis yang hadir sebelumnya. Salah satu hasil akulturasi budaya adalah naskah kuna Babad Awak Salira (BAS), yang mengandung nilai-nilai ajaran Islam. Naskah BAS teridentifikasi masuk ke dalam kategori naskah Sunda pustaka pesantren. Ajaran adab atau akhlak yang terkandung di dalam teks BAS berkaitan dengan ciri wanita salihah, peran seorang istri, dan kedudukan seorang istri dalam pandangan Islam. Penulis memilih menggunakan pandangan Islam, karena keterkaitan pembahasan dalam nilai kandungan dianalisis dengan anjuran istri dalam ajaran Islam, serta relevansi nilai kandungan dengan kondisi ajaran Islam yang masuk dan berpengaruh pada tradisi tulis. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sama antara nilai kandungan yang terdapat di dalam teks BAS, dengan nilai-nilai kandungan dalam ajaran Islam. Dalam temuan lain, teks BAS mengandung bahasa yang tinggi, karena bentuk teks merupakan sebuah wawacan (puisi). Meskipun demikian, keterikatan nilai estetis terhadap bentuk puisi masa lalu tidak menghambat penyampaian nilai kandungan dalam teks.

Page 1 of 1 | Total Record : 6