cover
Contact Name
Desti Verani
Contact Email
mail@iphorr.com
Phone
+62895356428751
Journal Mail Official
jurnalpti207@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues
ISSN : 28074319     EISSN : 28074122     DOI : https://doi.org/10.56922/pti.v4i2
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi ilmu keparmasian. Penelitain sesuai tren pengobatan sesuai sumber alam di negara tropis. Pengembangan obat dan pendistribusian kepada pelanggan, dan sesuai aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) - Republik Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021" : 5 Documents clear
Uji aktivitas variasi konsentrasi larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai larvasida aedes aegypti Putri, Saskia Diska; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.72

Abstract

Pendahuluan: Nyamuk Aedes aegypti merupakan faktor terjadinya demam berdarah. Jenis nyamuk ini biasanya aktif pada siang hari dan nyamuk betina lebih suka menghisap darah manusia dari pada hewan. Kulit jeruk nipis mengandung minyak atsiri, damar dan glukosa. Minyak atsiri mengandung zat kimia citrol sebanyak kurang lebih 7,5%. Larvasida merupakan golongan dari pestisida yang dapat membunuh serangga belum dewasa atau sebagai pembunuh larva. Tujuan: Untuk mengetahui Aktivitas larvasida ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Menggunakan 3 konsentrasi dan 2 kontrol yaitu 10%, 15%, 20%, kontrol negatif dan kontrol positif ( temefos 1% ). Hasil: Uji kruskal-wallis menunjukkan adanya pengaruh waktu terhadap ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) dengan larava Aedes aegypti. Uji Mann- whitney didapatkan nilai p = 0,121 sehingga tidak ada perbedaan signifikan antara konsentrasi 20% dengan kontrol positif. Simpulan: Larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citus aurantifolia) mempunyai aktivitas sebagai larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dan larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citus aurantifolia) konsentrasi 20% memiliki aktivitas yang mendekati dengan temefos 1% dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti.
Uji efektivitas ekstrak etanol kulit pisang kepok (musa paradisiaca) dalam sediaan semprot sebagai pengusir nyamuk aedes aegypti Mardiyah, Izmi; Marcellia, Selvi; Winahyu, Diah Astika
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.73

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) can be caused by the bite of the Aedes aegypti mosquito that carries the dengue virus. Banana plant (Musa paradisiaca L.) is a fruit plant originating from regions in Southeast Asia, including Indonesia. Kepok banana peel contains secondary metabolites that can be used as vegetable pesticides, namely flavonoids, tannins and terpenoids. Purpose: To determine the ethanol extract of kepok banana peels in spray preparations is effective as a mosquito repellent for Aedes aegypti and to determine the effective concentration of ethanolic extracts of kepok banana peels in spray preparations as a repellent for Aedes aegypti mosquitoes. Methods: Percolation extraction using 96% ethanol as solvent. Phytochemical screening tests to get positive results are flavonoids, alkaloids, tannins. Organoleptic test and pH test. Result: 1% concentration had almost the same effectiveness as positive control than negative control because negative control did not have the ability to repellant Aedes aegypti mosquitoes. Conclusion: The ethanol extract of kepok banana peel (Musa paradisiaca L) in spray preparation has good characteristics and is considered to have the most effective concentration for Aedes aegypti mosquito repellent.   Keywords: Aedes aegypti mosquito; Dangue hemorrhagic fever; Banana kepok (Musa paradisiaca L.); repellant; Ethanol extract   Pendahuluan: Penyakit demam berdarah dangue (DBD) dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) merupakan tanaman buah yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kulit pisang kepok memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati yaitu senyawa flavonoid, tannin dan terpenoid. Tujuan: Untuk mengetahui ekstrak etanol kulit pisang kepok dalam sediaan spray efektif sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti dan mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak etanol kulit pisang kepok dalam sediaan spray sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti. Metode: Ekstraksi perkolasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji skrining fitokimia untuk mendapatkan hasil positif yaitu flavonoid, alkaloid, tannin. Uji organoleptis dan uji pH. Hasil: konsentrasi 1% memiliki daya efektivitas yang hampir sama dengan kontrol positif daripada kontrol negative karena kontrol negatif tidak memiliki kemampuan sebagai repellan nyamuk Aedes aegypti.       Simpulan: Sediaan ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L) dalam sediaan spray memiliki karakteristik yang baik dan dianggap memiliki konsetrasi paling efektif untuk repelan nyamuk Aedes aegypti.  
Uji efektifitas antibakteri terhadap efektifitas ekstrak rimpang penuh merah (Alpinia purpurata K.Schum) Santi, Putri Era; Marcellia, Selvi; Chusniasih, Dewi
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.74

Abstract

Background: Dental and oral health is important for health because a healthy mouth allows a person to eat, talk, and socialize without experiencing pain and discomfort. Plaque causes various cases of dental and oral diseases caused by the activity of microorganisms. Streptococcus mutants are one example of bacteria that cause dental caries. Streptococcus mutants is cariogenic bacteria capable of forming acid from carbohydrates in a short time. These bacteria are acidogenic because they can produce pH <5 within 1-3 minutes when compared with other bacteria. Purpose: To plan mouthwash preparations and test the inhibition zone for mouthwash preparations with red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum). Methods: Discs with various concentrations of 5%, 10% and 15% with an average inhibition zone of 6.18 mm, 8.16 mm, 10.28 mm and 25.97% positive control. Results: Showed that there was a significant difference in the inhibition zone of 0.000 (P=<0.05) between all concentrations, effective as an antibacterial Streptococcus mutants at a concentration of 15%. Conclusion: The preparation of mouthwash ethanol extract of red galangal rhizome can provide antibacterial activity against Streptococcus mutans.   Keywords: Red galangal rhizome; Mouthwash; Streptococcus mutans.   Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting bagi kesehatan karena mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk makan, berbicara, dan bersosialisasi, tanpa mengalami rasa sakit dan tidak nyaman. Plak merupakan penyebab terjadinya berbagai kasus penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme.Bakteri Streptococcus mutans adalah salah satu contoh bakteri yang menyebabkan terjadinya karies pada gigi. Streptococcus mutans merupakan kuman kariogenik yang mampu membentuk asam dari karbohidrat dengan waktu yang singkat. Bakteri tersebut bersifat asidogenik karena mampu menghasilkan pH<5 dalam waktu 1-3 menit bila dibandingkan bakteri lainnya. Tujuan: Memformulasikan sediaan kumur dan menguji zona hambat sediaan obat kumur ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum). Metode: Maserasi dengan perendaman menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan pengadukan pada temperatur ruangan (suhu kamar) Hasil: Menunjukan adanya perbedaan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=<0,05) antara seluruh konsentrasi, efektif sebagai antibakteri Streptococcus mutans yaitu pada konsentrasi 15%. Simpulan: Sediaan obat kumur ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dapat memberikan aktivitas terhadap antibakterii Streptococcus mutans.  
Faktor– faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pengguna obat diabetes mellitus di RSUD Pringsewu tahun 2020 Utami, Dimar Putri; Ulfa, Ade Maria; Candra, Robby
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.75

Abstract

Pendahuluan: Kepatuhan pengobatan yang rendah dapat mengakibatkan peningkatan resiko biaya perawatan, peningkatan penyakit komplikasi dan resiko rawat inap. Mengidentifikasi pasien yang tidak patuh dalam pengobatan rawat jalan penting agar dapat melaksanakan terapi dengan efektif. Penyakit DM tipe-2 di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit (BLUD RS) Pringsewu berdasarkan data rekam medik tahun 2018 dan 2019 menempati urutan ke-8 teratas dengan jumlah kunjungan pasien terbanyak pada pelayanan rawat jalani. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor ekonomi pekerjaan dan pendidikan dengan tingkat kepatuhan pengguna obat diabetes mellitus di RSUD Pringsewu Tahun 2020. Metode: Jenis Kuantitatif menggunakan rancangan analitik dengan pendekatancross sectional. Partisipan adalah seluruh Penderita DM Peserta Prolanis di RSUD Pringsewu dengan jumlah 279 pasien. Sampel sejumlah 80 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner berisi pertanyaan dari Morisky Medication Adherence Scale 8-items (MMAS-8). Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan pendidikan tinggi yaitu 48 responden (60.0%), tingkat ekonomi tinggi yaitu sebanyak 50 responden (62.5%), bekerja yaitu 48 responden (60.0%), kepatuhan penggunaan obat rendah yaitu sebanyak 33 responden (41.3%). Ada hubungan antara faktor pendidikan, pekerjaan dan faktor ekonomi dengan tingkat kepatuhan pengguna obat diabetes mellitus Simpulan: Tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus memiliki presentase yang rendah sehingga perlu dilakukan pendeketan terhadap pasien sehingga tingkat kepatuhan dapat meningkat.
Uji formulasi sediaan lotion dari ekstrak daun cengkeh (syzygium aromaticum l.) sebagai repellan terhadap nyamuk aedes aegypti Juniyanti, Anti Revo; Retnaningsih, Agustina; Marcellia, Selvi
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.76

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menular disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyptii yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD. Ekstrak daun cengkeh yang mengandung saponin, flavonoid, dan tanin dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti. Senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman cengkeh memiliki sifat insektisida Repellan. Tujuan: untuk mengetahui efek Repellan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode: Maserasi dengan perendaman menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan pengadukan pada temperatur ruangan (suhu kamar). Hasil: konsentrasi 5% memiliki daya efektivitas yang hampir sama dengan kontrol positif yaitu 93,5% pada 30 detik dan per 6 jam diperoleh rata-rata 89%. Nilai uji statistik p < 0,05 yaitu 0,000. Simpulan: Uji evaluasi ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dalam sediaan lotion memiliki karakteristik yang baik sebagai repellan nyamuk Aedes aegypti.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5