cover
Contact Name
Khabibur Rohman
Contact Email
khabibur.rohman@uinsatu.ac.id
Phone
+6285735358515
Journal Mail Official
jurnalmartabat@gmail.com
Editorial Address
Gd. LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur, No. 46, Kedungwaru - Tulungagung
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak
Core Subject : Education, Social,
The scope of Martabat: Journal of Women and Children includes research on violence against women and children, the roles, empowerment, and existence of women from various perspectives, gender equality, child education, child psychology, and child development.
Articles 135 Documents
Peran Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) "SERUNI" dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Semarang
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.25-45

Abstract

Masih adanya kultur budaya patriarki di masyarakat yang memposisikan laki – laki sebagai superior dan perempuan sebagai subordinat menjadikan perilaku diskrimasi, ekploitas serta kekerasan terhadap perempuan masih terjadi. Data Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2020 menyatakan bahwa dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% (hampir 800%) artinya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dalam kurun waktu 12 tahun terakhir meningkat 8 kali lipat. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mencatat Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah kasus kekerasan tertinggi di Jawa Tengah angka kasus kekerasan di Kota Semarang menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 175 kasus dengan korban laki – laki sebanyak 15 dan korban perempuan sebanyak 160 kasus. Metode yang dilakukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara, pengamatam serta pemanfaatan dokumen. Hasil dari penelitian ini yaitu peran yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “SERUNI” dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yaitu dengan melakukan berbagai pelayanan diantaranya pelayanan pengaduan, layanan penegakan hukum, layanan kesehatan, layanan pendampingan melalui rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial serta rumah aman (shelter)
Penerapan Gerak dan Lagu dalam Pengenalan Bahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini di Taman Posyandu Nurul Barokah Krucil
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.46-64

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang masih berada dalam masa keemasan atau golden age yaitu pada masa ini sangat penting/diperlukan untuk mengembangkan berbagai aspek-aspek perkembangan dalam diri anak, salah satunya yaitu perkembangan bahasa anak termasuk pengenalan bahasa Inggris pada anak usia dini. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional sehingga dengan mengenalkan bahasa Inggris sejak masa kanak-kanak, anak nanti dapat bersaing di dunia global ketika mereka dewasa. Salah satu metode dalam mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini yaitu dengan metode gerakan dan lagu/nyanyian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan gerak dan lagu dalam mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini di Taman Posyandu Nurul Barokah Krucil. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam hal ini melibatkan pendidik dan 20 siswa-siswi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode bernyanyi dan gerak sangat berperan dalam merangsang keingintahuan anak dalam mengenal bahasa asing. Anak dengan mudah untuk mengingat kosa kata dalam bahasa Inggris melalui lagu yang mereka nyanyikan.
Gerakan Feminisme sebagai Project Identity: Sebuah Upaya Eliminasi Kekerasan Seksual dalam Masyarakat Jaringan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.101-125

Abstract

Artikel ini merupakan amatan terhadap gerakan feminisme di Indonesia di dalam struktur masyatakat jaringan dalam upaya eliminasi kekerasan seksual. Dalam struktur ini, terdapat berbagai narasi yang saling berebut, me-lemah-kuat-kan, hingga tercapai suatu narasi rasional yang dapat diterima oleh logika jaringan. Dalam pengkondisian masyarakat jaringan, peneliti mengadopsi gagasan Manuel Castells yakni network society serta model gerakan cyberfeminsim. Melalui jenis metode kualitatif berupa studi pustaka, serta data-data yang bersumber dari kajian dan laporan dari beberapa lembaga, penelitian ini hendak memecahkan permasalahan: 1) Bagaimana gerakan feminisme mengupayakan eliminasi kekerasan seksual di dalam masyarakat jaringan? 2) Bagaimana gerakan feminisme sebagai project identity mengukuhkan diri di tengah logika dominan masyarakat jaringan? Melalui pertanyaan ini, penelitian ini menemukan hasil berupa: 1) Gerakan feminisme, atau spesifik disebut cyberfeminsim, meleburkan diri dalam logika jaringan, memanfaatkannya untuk kampanye, dan melawan kontra narasi feminisme di Indonesia. 2) Cyberfeminsim dengan model narasi yang tergambar di dalam tulisan ini mampu bertahan sebagai project identity karena mengawetkan informasi yang rasional serta mengeliminasi informasi yang lemah dengan bukti signifikan bagi kebijakan di Indonesia.
Dinamika Feminisme Islam dalam Mendefinisikan Perempuan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.167-198

Abstract

Perempuan Muslim belum bersepakat tentang bagaimana hubungan antara feminisme dan Islam. Sebagian menerimanya sebagai bentuk upaya cendikiawan Muslim untuk menginterpretasikan kembali teks-teks keagamaan yang memiliki semangat kesetaraan. Di sisi lain, kritik terhadap feminisme yang dinilai membawa nilai-nilai Barat, nilai-nilai kolonial, dan definisi tunggal atas persoalan perempuan menyebabkan keraguan untuk menyebut upaya kesetaraan dalam Islam sebagai feminisme Islam. Artikel ilmiah ini mencoba untuk meninjau hubungan feminisme dan Islam dari sudut pandang filosofis dalam mendefinisikan perempuan, melalui studi tentang the self, the subject dan makna kesetaraan. Apakah terdapat persamaan dan perbedaan antara feminisme dan Islam dalam mendefinisikan ketiga konsep tersebut. Kajian ini dimulai dari filsafat feminisme melalui teori eksistensialisme Simone De Beauvoir, lahirnya Feminisme Islam, reinterpretasi teks keagamaan, dan dinamika subjektivitas dalam mendefinisikan kebebasan. Hasilnya, perspektif Feminisme dan Islam tidak tunggal. Baik Feminisme dan Islam sepakat atas perempuan sebagai diri dan subjek yang setara antara laki-laki dan perempuan. Namun, terjadi perbedaan tentang bagaimana kesetaraan tersebut didefinisikan khususnya hak-hak dan kewajiban.
Bentuk Kekerasan dalam Berpacaran (KDP) dan Dampak Psikologisnya pada Wanita Dewasa Awal sebagai Korban Kekerasan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.65-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran mengenai kekerasan dalam berpacaran (KDP) dan dampak psikologis yang dirasakan oleh korban kekerasan baik sebelum dan setelah meninggalkan hubungan pacaran. Subjek penelitian adalah 4 wanita korban kekerasan verbal, fisik, dan seksual berusia 20 – 24 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang dialami subjek meliputi kekerasan verbal, fisik, dan seksual. Dampak psikologis pada korban kekerasan verbal dan fisik adalah merasa trauma dan tertekan dengan tuntutan dari pasangan karena takut diperlakukan kasar, sedangkan dampak pada korban kekerasan seksual adalah muncul perasaan menyalahkan diri, rendah diri, dependen pada pasangan, hingga melukai diri. Dalam hubungan KDP, pelaku kekerasan memiliki karakteristik yang serupa yakni terkait dengan perilaku pemaksaan kehendak, bersikap posesif, menunjukkan perilaku agresi baik secara verbal atau fisik. Para korban cenderung mempertahankan hubungan meskipun hal tersebut sebenarnya menyiksa secara fisik maupun psikologis. Kondisi ini mempengaruhi tingkat kesejahteraan korban. Keputusan untuk mengakhiri hubungan KDP sering kali berasal dari pelaku kekerasan.
Fenomena Kidfluencer dalam Beretika Media Sosial
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.214-241

Abstract

Media sosial saat ini menjadi bagian kehidupan yang sulit dipisahkan dari masyarakat. Bahkan, media sosial juga menjadi lahan bagi sebagian orang untuk mengais rupiah yang dipergunakan untuk berbagai kebutuhan hidup. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut hadir di media sosial sebagai objek untuk menghasilkan uang. Padahal, penggunaan media sosial dibatasi oleh aturan usia untuk menghindari berbagai hal yang bisa membahayakan anak di masa depan. Namun, orang-orang dewasa, yang umumnya merupakan orang tua si anak itu sendiri, melegitimasi terjunnya anak-anak ke media sosial demi berbagai alasan, salah satunya adalah popularitas dan keuntungan finansial. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan metode pengumpulan data berupa mencari literatur ilmiah yang sesuai dengan tema serta mengobservasi media sosial milik beberapa kidfluencer. Dalam artikel ini, penulis membahas fenomena kidfluencer di media sosial dari perspektif etika. Apakah kehadiran anak-anak sebagai selebriti media sosial sesuai dengan etika? Bagaimana seharusnya peran dan tanggung jawab orang tua dilihat dari perspektif etika? Hasilnya menunjukkan bahwa tindakan orang tua yang membagikan informasi tentang anaknya di media sosial bertentangan dengan etika. Sebab, membagikan konten anak di media sosial akan melucuti sisi humanitas orang tua terutama dari sisi etika.
Bias Gender dalam Teks Al-Qiraah Al-Rashidah
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.152-166

Abstract

Learning Arabic in Islamic boarding schools is always inseparable from the study of a text in Arabic to read, study, and understand the Arabic rules in it. Not just because it contains many lessons, this text study also contains many interesting new structures for language learning. Al-Qiraah al-Rashidah is a book taught in Islamic boarding schools that adopt the Gontor curriculum. This book is taught from grade two (2 Tsanawiyah) to grade five (2 Aliyah). As a book full of wisdom and new signs, this book should be free of values that contain gender bias. However, this imbalance between men and women occurs in one of the titles contained in this book, namely Kadzab al-Munajjimun wa Law Sadaqu. By drawing on the semiological theory, this paper concludes two things (1) the marker in this text is the full text of a story with the title Kadzab al-Munajjimun wa Law Sadaqu (2) the marker is interpreted as a woman who has no future to become a leader, famous, and respected. people. The women in the text are not entitled to get their rights in work and careers.
Perempuan Pebisnis Online dan Perannya dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga Pada Masa Covid-19 dalam Perspektif Feminisme
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.85-100

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan di pelbagai lini masyarakat. Pembatasan mobilitas masyarakat menjadikan media online sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini juga dilakukan para perempuan dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga, yakni dengan melakukan bisnis online, Tujuan penelitian adalah untuk memahami adanya perubahan yang dinamis pada peran laki-laki dan perempuan dalam institusi keluarga. Penelitian ini juga memaparkan tentang perlunya keterbukaan pandangan masyarakat terhadap posisi perempuan dan pengakuan atas kontribusi perempuan dalam kelangsungan hidup rumah tangganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan feminisme. Pendekatan Feminisme dalam penelitian ini sangat bergantung kepada isu yang berkembang dalam dinamika sosial. Fokus dari penelitian ini terletak pada posisi subordinat yang disandang perempuan terhadap laki-laki dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini berupaya menunjukkan posisi tersebut ke dalam keterbukaan dan menjelaskan bahwa sistem ekonomi dan sosial politik tidak mengistimewakan maupun memarjinalkan perempuan.
Peran Buruh Migran Perempuan dalam Melestarikan Lingkungan Hidup Perspektif Ekofeminisme dan Islam
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.242-270

Abstract

Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia ialah buruh migran. Kemiskinan dan menyempitnya lapangan pekerjaan menjadi penyebabnya, disamping juga budaya patriarki dan ketimpangan gender yang menempatkan kaum perempuan sebagai warga kelas yang kedua (subordinat). Maka oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang kritis untuk mendefiniskan kembali dan menjadikan posisi perempuan dan laki-laki menjadi setara, terlebih dalam mengelola dan melestarikan lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan atau membuktikan bahwa buruh migran perempuan memiliki kontribusi yang besar dalam melestarikan lingkungan hidup dari sudut pandang ekofeminisme dan Islam. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (liberary research) dengan pendekatan kualitatif dimana data yang dikumpulkan berupa pendapat, informasi dan konsep-konsep serta keterangan-keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah. Data-data yang didapatkan dari penelitian ini bersumber dari berbagai buku ilmiah, jurnal, artikel, internet dan sebagainya yang membahas peran buruh migran perempuan dalam melestarikan lingkungan hidup perspektif ekofeminisme dan Islam, disamping itu juga peneliti melakukan wawancara untuk menguatkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan sebagai buruh migran di negara-negara tertentu dan memiliki pengalaman kerja dalam menjaga kebersihan lingkungan, setidaknya setelah pulang kampung halamannya dapat diterapkan. Sementara itu dalam Islam bekerja dan melestarikan lingkungan merupakan perbuatan yang tergolong dalam amal saleh, sehingga di mata Allah SWT keduanya merupakan perbuatan yang baik dan di ridhai Allah SWT.
Tafsir Feminin: Telaah Terhadap Ayat-ayat Mawaris
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.295-325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna keadilan yang terdapat pada ketentuan hukum warisan dalam islam. Di mana ketentuan tersebut menjadi salah satu isu feminisme yang paling menonjol hingga menimbulkan penafsiran terbaru di kalangan cendekiawan pada zaman modern ini, yaitu bagian warisan 2:1 antara lelaki dan perempuan. Ketentuan tersebut dianggap tidak adil, mengingat dewasa ini perempuan juga banyak berperan dalam berbagai sektor pekerjaan bahkan tidak jarang seorang istri mempunyai penghasilan yang lebih besar dari suaminya. Bila dilihat secara sosial historisnya, ayat tersebut membawa semangat revolusi perubahan yang berorientasi pada terangkatnya derajat perempuan, karena sebelum adanya ayat ini perempuan tidak mendapatkan bagian warisan justru menjadi asset yang diwariskan. Maka bila ketentuan itu dipahami secara tekstual tentulah terlihat ketidak-adilan dan lebih mengenyampingkan perempuan. Padahal keadilan tidak hanya dapat dilihat dari angka maupun kuantitas, sebab sesungguhnya keadilan menurut manusia tentulah berbeda dengan keadilan di mata Allah. Untuk itu dalam memahami makna keadilan pada ketentuan ayat tersebut harus dibarengi dengan pemahaman konsep feminisme dalam islam, di mana feminsme merupakan sebuah pergerakan perempuan yang menyuarakan keadilan dan kesetaraan atas kesadaran mereka terhadap peran, fungsi, dan tanggung jawabnya dengan berkesesuaian pada kodrat yang di anugerahkan Allah SWT kepadanya.

Page 10 of 14 | Total Record : 135