cover
Contact Name
Wayong
Contact Email
jeskovsia@asia.ac.id
Phone
+6281331899389
Journal Mail Official
jeskovsia@asia.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Rembuksari 1A, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jeskovsia (Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia)
ISSN : 25808753     EISSN : 25974300     DOI : https://doi.org/10.32815/jeskovsia
Core Subject : Art,
Published by Institute for Research and Community Service (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat / LP2M) of INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG as a periodical publication that provides information and analysis on the science of Visual Communication Design.
Articles 108 Documents
Teknik Menggunakan Elemen Desain Pada Mata Kuliah Menggambar Bentuk Dwiki Setya Prayoga
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 4 No 1 (2020): Jeskovsia 4.1
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v4i1.520

Abstract

Fenomena yang terjadi pada mahasiswa dalam menciptakan gambar, tidak lepas dari stigma negatif yang muncul. Maka seharusnya stigma positif yang harus dibangun sebelum menciptakan sebuah gambar atau karya seni. Pada sebuah karya, teknik arsiran akan berpengaruh pada hasil sebuah gambar. Begitu juga dengan elemen desain dapat digunakan sebagai tujuan membantu dan mempermudah dalam menggambar. Teknik arsir terdiri dari enam yaitu, teknik arsir searah (hatching), teknik arsir silang (cross hatching), teknik arsir lingkaran (circulism), teknik arsir bebas (random line), teknik arsir kontur (contour line), dan teknik arsir titik (stippling). Kemudian ada beberapa elemen desain yang diaplikasikan pada mata kuliah menggambar bentuk yaitu garis, bidang dan bentuk, meski berbeda namun ketiga elemen ini mempunyai peran yang sama yakni sebagai bentuk dasar menggambar bentuk objek yang diinginkan. Elemen desain sebagai dasar konsep yang berpengaruh dalam menggambar bentuk. Karena menggambar bentuk bertujuan meniru objek yang ada disekitar misalnya manusia, hewan, transportasi dan sebagainya.
Wayang Beber Sebagai Modifikasi dan Transformasi Komik Dwiki Setya Prayoga
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 3 No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 (5)
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v3i2.521

Abstract

Keberadaan wayang beber dan komik sangatlah berpengaruh untuk masa kini dan masa yang akan datang. Karena sebagian besar persoalan dapat dituangkan melalui verbal dan non verbal dengan mengkombinasikan ilsutrasi dan teks. Sebagai dalang maupun juga komikus memegang peranannya masing-masing. Wayang beber sebagai modifikasi komik, karena wayang beber dan komik memiliki tujuan sama yaitu menyampaikan pesan. Wayang beber dan komik merupakan karya seni yang berkesinambungan atau berkaitan antara cerita satu dengan yang lainnya. Maka dengan demikian keduanya termasuk kategori sequential art. Wayang beber maupun komik memiliki elemen pembentuknya. Elemen pertama adalah panil, elemen kedua adalah parit, elemen ketiga adalah balon kata, elemen keempat adalah ilustrasi atau gambar dan elemen kelima adalah cerita. Panil pada wayang beber terdiri satu gambar di setiap gulungannya. Parit secara umum sebagai pemisah antara panil satu dengan panil lainnya. Balon kata merupakan sebuah dialog yang dikemas dalam bentuk karya seni. Ilustrasi baik bentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Cerita merupakan narasi yang disusun dan dipersiapkan sejak awal.
Perancangan Komik Fiksi tentang Relaps sebagai Media Edukasi Pasien Rehabilitasi di Hayunanto Medical Center Malang Rudy Wahyudi; Faldi Hendrawan
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 4 No 1 (2020): Jeskovsia 4.1
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v4i1.522

Abstract

Relaps merupakan hal yang serius bagi para penyalahgunaan narkoba. 65% dari seluruh pasien yang telah menjalani rehabilitasi narkoba di Hayunanto Medical Center kembali menggunakan narkoba atau relaps. Walaupun relapse merupakan masalah yang serius, para pasien rehabilitasi narkoba di Hayunanto Medical Center tidak mendapat edukasi tentang relaps secara penuh karena porsi materi sudah diatur sedemikian rupa untuk tidak membebani para pasien. Solusi yang ditawarkan pada penelitian ini adalah komik Tegar yang diharapkan mampu mengedukasi serta memberikan suatu pembaharuan media yang selama ini hanya berupa buku yang berdominan teks. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi pengamatan sesi konseling antara konselor dengan para pasien rehabilitasi narkoba, teknik wawancara dengan para konselor tentang materi edukasi dan pengalaman para pasien rehabilitasi, serta studi pustaka dari sumber buku dan jurnal. Proses perancangan komik Tegar dimulai dari konsep, pembuatan sinopsis, storyline, dan storyboard. Membuat sebuah acuan model, outline, shading serta lighting, dilanjutkan input balon kata, teks, dan efek suara. Hasil pengujian yang dilakukan pada tanggal 7 Januari – 29 Juni 2020, menunjukkan komik Tegar masuk kedalam kategori layak dengan penilaian 86,2% terhadap 45 responden para pasien rehabilitasi narkoba. Dengan demikian, komik Tegar ini dapat mengedukasi pasien rehabilitasi narkoba tentang relaps.
Perancangan Visual Identity Bedak Beras Rahayu Sebagai Media Promosi Di Pasar Tradisional Kota Malang Wilujeng Vika Fatmala; Handry Rochmad Dwi Happy
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 4 No 1 (2020): Jeskovsia 4.1
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v4i1.523

Abstract

Perkembangan masker tradisional di masa kini telah berubah menjadi trend dikalangan anak remaja. Bedak beras Rahayu adalah masker tradisional berbahan beras, bunga kenanga, dan air yang diolah secara manual. Bedak Beras sendiri adalah satu masker tradisional yang cukup diminati hanya saja identitas produk ini belum sepenuhnya memudahkan untuk dikenali, sehingga banyak pembeli kesulitan . Solusi yang ditawarkan pada penelitian ini adalah perancangan Visual Identity sebagai media promosi produk Bedak Beras Rahayu. Dimana visual identity adalah sistem komunikasi visual yang membentuk identitas / kepribadian dari suatu perusahaan, lembaga, maupun produk. Hasil pengujian dengan metode pengisian angket dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa dari tiga penjual dan sepuluh target pembeli setuju dengan perancangan Visual Identity mampu memberikan nilai kepercayaan serta menarik konsumen untuk membeli produk dengan adanya merek, logo, kemasan, dan media promosi seperti poster, flyer, x-banner dan media alternatif yaitu feed instagram.
Perancangan Logo Dan Media Promosi Le Jaune Patisserie Sultan Arif Rahmadianto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 4 No 2 (2020): Jeskovsia 4.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v4i2.524

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi digital, industri makanan dan minuman juga semakin berkembang di Indonesia. Teknologi dapat dijadikan sebagai media penjualan dan promosi yang mempermudah usaha-usaha kecil yang ingin memperkenalkan usahanya kepada calon konsumen. Perkembangan ini juga berarti semakin meningkatnya persaingan antar produk yang satu dengan yang lain. Le Jaune Patisserie merupakan salah satu industri makanan minuman yang menjual produk dessert yang cukup unik, tetapi UMKM ini masih kurang dikenali oleh masyarakat kota Malang karena kurangnya promosi yang dilakukan. Oleh karena itu, dibutuhkannya sesuatu yang dapat menarik minat konsumen. Perancangan ini dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil dari perancangan ini adalah membuat logo, buku CIS yang berguna sebagai panduan dalam mengaplikasikan logo dan elemen visual lainnya untuk menjaga konsistensi brand. Selain itu juga dirancang media promosi digital berupa feeds Instagram dan box packaging yang berguna untuk melindungi produk dan sebagai media promosi secara tidak langsung.
Perancangan Destination Branding Desa Sumbergondo Mahendra Wibawa
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 4 No 2 (2020): Jeskovsia 4.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v4i2.525

Abstract

Desa Sumbergondo merupakan desa terbesar kedua penghasil apel di kota Batu dan merupakan desa yang subur dengan potensi menghasilkan berbagai macam hasil alam serta penghasil udara bersih. Keadaan ekonomi dari masyarakat dimana 90% warganya merupakan petani sehingga penghasilan utama hanya diperoleh dari hasil alam, Desa Sumbergondo sendiri memiliki sistem pengolahan sampah ramah lingkungan dimana hasil pengolahannya tidak akan menimbulkan sampah atau polusi baru, dari sinilah yang melatar belakangi pembuatan destination branding dari desa Sumbergondo. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode design thinking dengan menggunakan data yang didapatkan melalui observasi lapangan serta melakukan penggalian potensi sebelum dilakukannya perancangan identitas hingga media promosi. Hasil perancangan ini berupa prototype destination branding.
Teknik Membuat Komik Strip Digital Dwiki Setya Prayoga
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 4 No 2 (2020): Jeskovsia 4.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v4i2.526

Abstract

Bercerita adalah kegiatan yang ringan tanpa disadari. Cerita merupakan kegiatan pada kehidupan sehari-hari. Dengan bercerita dapat membangun dan memperbaiki komunikasi misalnya komunikasi dalam berkeluarga, berteman dan berpasangan. Komik strip dapat memadukan gambar dan dialog. Komik strip dapat mengekspresikan dan mengungkapkan penggambaran sifat dan karakter. Karakter pada komik memerankan cerita dalam urutan tertentu untuk menyampaika pesan atau informasi. Ada beberapa tahapan teknik membuat komik strip yaitu, menentukan cerita, menentukan format, menciptakan karakter, menyusun gambar dan cerita dan menentukan alur cerita. Dalam menyusun komik strip yang diperlukan yaitu pencarian ide, membuat premis, alur cerita dan plot twist. Media komik strip dapat memberikan dampak positif pada setiap orang. Media komik strip sebagai media ekspresi dalam bentuk gambar dan teks. Selain itu manfaat dari media komik strip berpengaruh terhadap hasil belajar dengan mencari ide, menciptakan karakter, menentukan warna, membuat premis dan menentukan format alur cerita.
Perancangan Green Packaging Untuk Tukang Sayoer Online Raymond Putra Kurniawan
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 5 No 1 (2021): Jeskovsia 5.1
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v5i1.564

Abstract

Green Packaging adalah sebuah terobosan baru mengenai konsep pengemasan dengan memanfaatkan bahan yang ramah lingkungan dan tidak menggangnggu kestabilan dari lingkungan bila terjadi kontak dengan unsur lingkungan seperti air, udara dan tanah. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan green packaging yang di gunakan oleh Tukang Sayoer Online. Tukang Sayoer Online adalah salah satu usaha retail sayur berbasis online yang ingin menaikan value produk melalui kemasan yang ramah lingkungan atau green packaging. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan informasi yang relefan dengan penelitian. Informasi berupa data usaha dan data kemasan didapatkan melalui wawancara dengan pemilik Tukang Sayoer Online. Sedangkan data konsumen, data kepekaan terhadap lingkungan dan selera visual didapatkan melalui wawancara dengan konsumen Tukang Sayoer Online. Peneliti menemukan bahwa konsumen Tukang Sayoer Online lebih memilih visual yang modern dan minimalis. Dengan begitu, peneliti menyesuaikan desain green pacakaging untuk Tukang Sayoer Online dengan desain yang modern dan minimalis. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi penggunaan plastik sebagai alat kemasan dan juga meningkatkan value produk Tukang Sayoer Online.
A PERANCANGAN REBRANDING JAVA LOENPIA SEMARANG Lee Corleone
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 5 No 1 (2021): Jeskovsia 5.1
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v5i1.568

Abstract

Lunpia merupakan makanan khas legendaris kota Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah. Lunpia adalah makanan hasil nyata akulturasi budaya Tiongha dan budaya Jawa yang sudah turun menurun diwariskan dan dikenal oleh masyarakat khususnya di kota Semarang sehingga sangat disayangkan apabila makanan khas ini menjadi makanan yang dilupakan oleh anak muda di kota Semarang. Perlu dilakukan peningkatan brand awareness dengan membawa konsep tradisional autentik tapi cocok untuk dijaman sekarang ini. Rebranding sangat diperlukan supaya dapat lebih dikenal tidak hanya oleh kaum orang tua melainkan juga anak muda. Data dikumpulkan melalui metode kualitatif dan beberapa pengajian menggunakan metode S.W.O.T. Perancangan dilakukan supaya dapat menghasilkan citra baru dimata target audience yang baru dengan tetap mempertahankan autentik dan dibuat lebih modern baik dari logo yang baru maupun desain kemasan yang baru. Kata Kunci: Makanan tradisional, lunpia, rebranding, desain kemasan Lunpia merupakan makanan khas legendaris kota Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah. Lunpia adalah makanan hasil nyata akulturasi budaya Tiongha dan budaya Jawa yang sudah turun menurun diwariskan dan dikenal oleh masyarakat khususnya di kota Semarang sehingga sangat disayangkan apabila makanan khas ini menjadi makanan yang dilupakan oleh anak muda di kota Semarang. Perlu dilakukan peningkatan brand awareness dengan membawa konsep tradisional autentik tapi cocok untuk dijaman sekarang ini. Rebranding sangat diperlukan supaya dapat lebih dikenal tidak hanya oleh kaum orang tua melainkan juga anak muda. Data dikumpulkan melalui metode kualitatif dan beberapa pengajian menggunakan metode S.W.O.T. Perancangan dilakukan supaya dapat menghasilkan citra baru dimata target audience yang baru dengan tetap mempertahankan autentik dan dibuat lebih modern baik dari logo yang baru maupun desain kemasan yang baru. Kata Kunci: Makanan tradisional, lunpia, rebranding, desain kemasan
Perancangan Multimedia Interaktif Percakapan Umum Tentang Traveling dalam Bahasa Korea sebagai Media Pembelajaran yashinta puspita ayu
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1 (5)
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v3i1.573

Abstract

Korea is currently forming a new mainstream in various countries through K-pop (Korean pop music), drama series, films etc. The success of Korean pop culture is proven by the emergence of the term "The Korean Wave" as a form of expression of how much influence the pop culture has spread. By carrying out its Korean Waven culture, Korea has managed to attract a large number of tourists or travellers from various countries around the world to travel. But there are various kinds of obstacles that are often experienced by foreign travellers, one of which is language. Language is an important factor when traveling to Korea, for tourists who cannot speak Korean this is certainly an important obstacle. Although there are now many Korean language learning books and videos published, but they are not detailed, less interesting and only in the form of texts which often make it difficult to learn. Besides that, it is also seen when reading a word in Korean, most of them are still difficult to pronounce letters correctly so that the words they mention are mispronounced. It is on this basis that multimedia is chosen because it is easily accessible in today's technology, which can contain more detailed information about the Korean language and how to pronounce it to the public.

Page 4 of 11 | Total Record : 108