cover
Contact Name
Desi Pujianti
Contact Email
jkaap@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
jkaap@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : -     EISSN : 30477255     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jkaap
Jurnal JKAAP (Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan) diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal JKAAP (Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan) menerbitkan artikel di bidang akuntansi yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu akuntansi, praktik akuntansi, dan profesi akuntansi.
Articles 53 Documents
Green Intellectual Capital dan Carbon Emission Disclosure sebagai Upaya Keberlanjutan untuk Meningkatkan Profitabilitas Sektor Energi Pratiwi, Nabila Nur; Fidyah, Feny
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2025.v2i2.50

Abstract

Sektor energi memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Indonesia, bahkan tetap menunjukkan ketahanan pada masa pandemi COVID-19. Dominasi sektor energi juga menjadi penyumbang utama kerusakan lingkungan dan emisi gas rumah kaca akibat aktivitas operasionalnya. Oleh karena itu, penerapan praktik pengelolaan energi dan pertambangan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, serta didukung oleh regulasi yang kuat menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Green Human Capital, Green Structural Capital, Green Relational Capital, dan Carbon Emission Disclosure terhadap profitabilitas perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020–2024. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, dengan sumber data sekunder yang dipublikasikan melalui situs resmi masing- masing perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 9 perusahaan yang diamati selama 5 tahun berturut-turut. Analisis data menggunakan regresi linier data panel dengan bantuan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Human Capital dan Green Structural Capital berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, sedangkan Green Relational Capital dan Carbon Emission Disclosure tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Determinan Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah pada Provinsi Aceh dan Papua Tengah periode 2023 - 2024 Rahmawati, Amelia; Suryani, Mufid
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2025.v2i2.51

Abstract

Desentralisasi fiskal di Indonesia merupakan upaya meningkatkan kemandirian keuangan daerah melalui penguatan kapasitas fiskal. Namun, ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat masih menjadi permasalahan, khususnya pada daerah penerima dana otonomi khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dana otonomi khusus, dan tingkat kemiskinan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah di Provinsi Aceh dan Papua Tengah pada periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang mencakup seluruh kabupaten/kota di kedua provinsi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah, sedangkan dana perimbangan berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, dana otonomi khusus dan tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Meskipun demikian, secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pendapatan asli daerah dalam meningkatkan kemandirian fiskal, dan memberikan bukti empiris terbaru pada daerah penerima dana otonomi khusus pasca pembentukan Provinsi Papua Tengah.
Peran Rasio Keuangan, Intensitas Persediaan terhadap Agresivitas Pajak dan Dukungan Komisaris Independen Pada Perusahaan Tekstil dan Garmen Aryandari, Shafa Azalia; Istia, Cicilia Erly; Adawiyah, Nida Nusaibatul; Septiani, Risa
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2025.v2i2.52

Abstract

Agresivitas pajak merupakan topik yang menarik perhatian publik karena tindakan ini umum dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir besarnya beban pajak. Penelitian i ni bertujuan untuk menguji pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Intensitas Persediaan terhadap agresivitas pajak dengan Komisaris Independen sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dari tahun 2020 hingga 2024 dan untuk menentukan variabel mana yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap agresivitas pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari situs web resmi IDX dan laporan publik masing-masing perusahaan. Sampel penelitian dipilih menggunakan purposive sampling dan menghasilkan 9 perusahaan di subsektor Tekstil dan Garmen yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Analisis Regresi Moderasi (MRA), dengan bantuan perangkat lunak SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan leverage secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap agresivitas pajak, sedangkan intensitas persediaan hanya berpengaruh simultan terhadap agresivitas pajak. Komisaris Independen tidak dapat memoderasi hubungan antar variabel terhadap agresivitas pajak. Profitabilitas merupakan variabel yang paling dominan yang berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak.
Implementation of Government Accounting Standards, Its Implications for Accountability and Transparency in Indonesian Local Governments Agus Kurniawan; Citra Etika
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.115

Abstract

This study analyzes how the implementation of Government Accounting Standards (SAP) is associated with accountability and transparency in Indonesian local government financial reporting. A descriptive mixed-method design was applied. Quantitative evidence was derived from document analysis of audited 2023 Local Government Financial Statements (LKPD) from 15 city governments. Qualitative evidence was obtained from a survey of financial officers regarding implementation barriers. SAP implementation was operationalized through a normalized compliance index based on accuracy, completeness, timeliness, and transparency of disclosure. The findings show clear variation across local governments. Higher scores appear in governments with stronger staff capacity, more integrated information systems, and more active internal oversight. Lower scores are associated with limited technical training, fragmented data systems, and delays in report consolidation. The results indicate that formal adoption of SAP alone is not sufficient to produce accountable and transparent reporting. Implementation quality depends on organizational capacity and monitoring arrangements. This study contributes by combining compliance scoring with field-based perceptions of implementation barriers in one analytical frame and offers practical implications for training, digitalization, and audit follow-up.
Mengestimasi Risiko Salah Saji Material dengan Menerapkan Prosedur Analitis Awal (Studi Kasus Koperasi X) Mirnawati; B. Sundari
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.104

Abstract

Laporan keuangan koperasi perlu dianalisis lebih awal untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya risiko salah saji material yang dapat memengaruhi keandalan informasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi risiko salah saji material malalui prosedur analitis awal yang mencakup analisis perbandingan antarperiode dan analisis rasio keuangan. Rasio yang dianalisis meliputi rentabilitas (ROA), permodalan (DER), dan likuiditas (CR). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan Koperasi X tahun audit 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan kepustakaan. Prosedur analitis dilakukan menggunakan alat bantu ATLAS untuk membantu mengidentifikasi akun yang berpotensi melampaui batas materialitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi pada beberapa rasio keuangan yang mengindikasikan potensi risiko salah saji pada beberapa akun laporan keuangan. Beberapa akun menunjukkan indikasi risiko salah saji yang bersifat material sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut pada tahap pengujian audit berikutnya. Penerapan prosedur analitis awal ini dinilai efektif dalam membantu auditor memfokuskan area berisiko sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dalam proses audit.
Analisis Potensi Financial Distress Badan Usaha Milik Negara di Bursa Efek Indonesia Menggunakan Metode Altman Z'' - Score Periode 2020–2024 Agatha Cristy Girsang; Budi Priyono
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.183

Abstract

Fluktuasi ekonomi global dan tekanan eksternal dapat berdampak terhadap stabilitas keuangan perusahaan, yang berpotensi memicu kondisi financial distress apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi financial distress pada Badan BUMN di sektor bahan baku yang terdaftar di BEI) periode 2020–2024, dengan metode Altman Z"-Score. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sepanjang periode 2020–2024, PT Aneka Tambang Tbk dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tergolong dalam kondisi keuangan yang sehat. Di sisi lain, PT Semen Baturaja Tbk dan PT Wijaya Karya Beton Tbk sebagian besar berada pada kategori grey zone. PT Timah Tbk selama kurun waktu penelitian memperlihatkan kondisi keuangan yang fluktuatif. Sementara, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Waskita Beton Precast Tbk mengalami financial distress. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk memperkuat manajemen modal kerja, melakukan efisiensi operasional, penghematan biaya, dan memperhatikan keseimbangan antara utang dan ekuitas. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko financial distress serta mempertahankan stabilitas keuangan perusahaan.
Akselerasi Ekonomi Indonesia: Peran Teknologi Finansial dan Inklusi Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Fithia Azhara; Muhammad Rizki
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.185

Abstract

Pertumbuhan ekonomi inklusif merupakan tantangan utama Indonesia di era digital, di mana perkembangan teknologi finansial (FinTech) dan inklusi keuangan menjadi faktor strategis yang perlu dikaji dampaknya secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FinTech Peer-to-Peer (P2P) Lending dan inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 34 provinsi selama periode 2020–2023 melalui pendekatan pooled data cross-sectional dengan total 136 observasi. Data sekunder bersumber dari OJK, Bank Indonesia, dan BPS, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FinTech P2P Lending berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi akibat dominasi penyaluran ke sektor konsumtif dan tingginya wanprestasi, sedangkan inklusi keuangan berpengaruh signifikan positif melalui dimensi aksesibilitas, ketersediaan layanan, dan penggunaan layanan keuangan. Temuan ini penting sebagai dasar kebijakan bagi pemerintah dan OJK dalam mengarahkan ekosistem keuangan digital agar lebih berorientasi pada sektor produktif, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Analisis Perbandingan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kinerja Keuangan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wid Harti Utami; Magdalena Pur Dwiastuti; Wendri Sukmarani
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 periode 2019–2023 menggunakan pendekatan Risk-Based Bank Rating (RGEC) yang difokuskan pada aspek Risk Profile, Earnings, dan Capital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan tahunan, laporan keuangan perusahaan, dan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui interpretasi rasio keuangan sesuai ketentuan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan BRI, terutama pada peningkatan Non Performing Loan (NPL), penurunan Loan to Deposit Ratio (LDR), serta menurunnya profitabilitas yang tercermin dari penurunan Return on Assets (ROA) pada tahun 2020. Namun, pada periode 2021–2023 BRI mampu menunjukkan pemulihan yang konsisten melalui perbaikan kualitas kredit, meningkatnya profitabilitas, stabilnya Net Interest Margin (NIM), serta kuatnya Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan minimum regulator. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki tingkat kesehatan bank yang baik, daya tahan yang kuat dalam menghadapi krisis, serta kemampuan adaptasi yang baik pada masa pemulihan ekonomi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen risiko, efisiensi operasional, transformasi digital, dan kecukupan modal dalam menjaga stabilitas kinerja perbankan.
Analisis Pengaruh Profitablity, Leverage, dan Sales Growth Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Otomotif Fani Yulia Rosyada; Dini Dwi Ermawati; Herfita Libria Ursulawaty
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitability, leverage, dan sales growth terhadap tax avoidance  pada perusahaan manufaktur subsektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Variabel independen meliputi profitability yang diukur dengan Return on Assets (ROA), leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), serta sales growth. Sementara itu, variabel dependen dalam penelitian ini adalah tax avoidance  yang diproksikan menggunakan Effective Tax Rate (ETR). Penelitian ini memanfaatkan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi), serta analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial profitability dan leverage memiliki pengaruh signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan sales growth tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan profitability, leverage, dan sales growth terbukti tidak berpengaruh terhadap tax avoidance  pada perusahaan manufaktur subsektor otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024.
Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Pertumbuhan Sukuk Korporasi di Indonesia Periode 2019-2024 dengan pendekatan VAR-VECM Dimas Zaenal Arifin; Siti Aisyah
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel makroekonomi yang meliputi inflasi, nilai tukar, Produk Domestik Bruto (PDB), dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap pertumbuhan sukuk korporasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) karena data bersifat time series, tidak stasioner pada level, tetapi memiliki kointegrasi. Keunggulan metode ini adalah memungkinkan dilakukan analisis mendalam mengenai dampak shock pada satu variabel terhadap variabel lain melalui Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data bulanan periode Januari 2019–Desember 2024 (72 observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara jangka panjang nilai tukar dan PDB berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sukuk korporasi, sedangkan inflasi dan JUB tidak signifikan. Dalam jangka pendek, Error Correction Term (ECT) signifikan dengan nilai koreksi sebesar 84,7%, yang berarti terdapat mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Uji Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) menegaskan bahwa variabel nilai tukar memberi kontribusi terbesar terhadap fluktuasi pertumbuhan sukuk korporasi. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas makroekonomi dalam mendorong perkembangan pasar sukuk korporasi.