Jurnal Kebidanan dan Kesehatan
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published with ISSN 3047-9789 (online) by Akbid Surya Mandiri Bima. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published 2 times a year in July and December. Contains writings raised from research results in the field of midwifery and health (Public Health, Health Management, Mental Health, Child Health, Family Health, Midwifery and Health Education, Complementary Therapy, Maternal and Child Health, Pregnancy, Labour, Birth & Postpartum, Fetal Medicine, Newborn, Baby & Child, Breastfeeding, Maternity Care and sociological aspects of pregnancy and childbirth, Adolescence, Family Planning, Reproduction Health, Climacterium, Midwifery Community, Education in Midwifery, Complementary Therapy in Midwifery, Holistic Care in Midwifery). Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Jurnal Kebidanan dan Kesehatan.
Articles
30 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan Di Puskesmas Mpunda Tahun 2023
Nurwani;
Susanti;
Niatullah Aliyati, Nini
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v1i2.17
LATAR BELAKANG The World Healt Organization [WHO] (2018) melaporkan bahwa terdapat 52 % ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang pada tahun 2018. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mpunda pada bulan Mei Tahun 2023 sebanyak 176 orang ibu hamil, dilakukan pengisian kuesioner oleh 10 orang ibu hamil tentang kebutuhan gizi ibu selama kehamilan, diperoleh hasil sebanyak 4 orang ibuamil mengetahui tentang supplemen kehamilan dan 6 orang ibu hamil tidak mengetahui tentang kebutuhan gizi ibu hamil selama kehamilan. TUJUAN PENELITIAN Mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan di Puskesmas Mpunda Tahun 2023. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Mpunda periode Mei Tahun 2023 sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sebanyak 64 orang. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2023 sebagian besar pengetahuan ibu hamil yaitu kurang sebanyak 30 orang (46,9%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan pengetahuan ibu hamil mempengaruhi kebutuhan gizi selama kehamilan
Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pemberian Mpasi Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Maria Utara Wilayah Kerja Puskesmas Wawo Tahun 2023
Khairunisa;
Niatullah Aliyati, Nini;
Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v1i2.18
Latar belakang : Pemberian MP-ASI secara dini yang sering dapat memberikan dampak secara langsung pada bayi, diantaranya adalah gangguan pencernaan seperti diare, sulit BAB, muntah, serta bayi akan mengalami gangguan menyusu. Diare di sebabkan karena dalam makanan tambahan bayi biasanya terkandung konsentrasi tinggi karbohidrat dan gula yang masih sukar untuk dicerna oleh organ pencernaan bayi. Sembelit atau gangguan susah buang air besar pada bayi biasanya terjadi umur 0-4 bulan, karena pada pencernaan bayi dan pembentukan enzim pencernaan belum sempurna. Muntah disebabkan karena fungsi pencernaan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) pada bayi belum terbentuk sempurna. Muntah juga bisa terjadi karena bayi terlalu kenyang sehingga tekanan diperut tinggi. Reflek menelan baru sempurna dilakukan oleh bayi berumur 6 bulan ke atas. Gangguan menyusui disebabkan karena pemberian MP-ASI terlalu banyak sehingga menyebabkan bayi kenyang dan keinginan untuk menyusu atau minum ASI berkurang. Asupan ASI yang kurang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi karena didalam ASI banyak terkandung zat gizi yang sangat dibutuhkan bayi (Risa. W. Dkk, 2020). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi tentang pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 0-6 bulan di Desa Maria Utara Wilayah Kerja Puskesmas Wawo Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Desa Maria Utara sejumlah 45 responden. Sampel sebanyak 45 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian ini karakteristik ibu berdasarkan umur paling banyak pada kategori usia 20-35 tahun yaitu 32 responden (71%), Pendidikan paling banyak pada kategori pendidikan menengah (SMA) yaitu 30 responden (66.7%), pekerjan paling banyak pada kategori tidak bekerja yaitu 30 responden (66.7%), pengetahuan responden tentang pemberian MP-ASI paling banyak pada ketegori baik yaitu 32 responden (71.1%). Kesimpulan : Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi tentang pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 0-6 bulan di Desa Maria Utara Wilayah Kerja Puskesmas Wawo dalam kategori baik yaitu 32 responden (71.1%). Saran : Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi institusi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan penggalakan pemberian MP-ASI dengan perkembangan motorik pada bayi baik melalui pendidikan kesehatan maupun penyuluhan pada masyarakat tentang pentingnya MP-ASI
Crusted Scabies dengan Infeksi Sekunder pada Lupus Eritematosus Sistemik Berat : Laporan Kasus
Sabana, Manusama Hasan;
Sumadiono;
Satria, Cahya Dewi
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i1.20
Background: Crusted scabies is characterised by hyperkeratosis and crusting of the skin due to profuse proliferation of S. scabiei mites. Clinical manifestations arise due to altered host response to mite infestation, such as in systemic lupus erythematosus (SLE) patients with immunocompromised conditions. This study aims to review clinical data: This study is a case report relating to cases found in 2020. Case illustration: In this case, a 17-year-old girl was diagnosed with SLE nephritis since September 2020. The patient was treated with severe SLE protocol, namely high dose methylprednisolone followed by full dose orally and Mycophenolate Mofetil (MMF). The patient presented with complaints of a reddish rash with scabs on the face. Examination of skin abnormalities in the malar region found erosions covered with multiple scattered red-black crusts with a base of erythema patches, skin scrapings between fingers found mite bodies and eggs. Laboratory results showed anaemia, hyperuricaemia, elevated anti dsDNA, strong positive ANA IF. Urinalysis found proteinuria and glucosuria. Permethrin 1% was given once per week until clinical improvement. Cefepime antibiotic was given to treat secondary infection of scabies. The severe SLE protocol was continued. Conclusion: Severe manifestations of scabies infection in SLE patients are associated with immunocompromised conditions as well as immunosuppressive drug administration. Adequate scabies therapy and antibiotics for secondary infections are needed to prevent morbidity in patients with SLE.
Aspek Lingkungan Menjadikan Faktor Utama Penyebab Chikungunya Di Kelurahan Penaraga
Irawan, Bambang;
Adawiyah, Rabiatul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i1.21
Chikungunya merupakan penyakit yang berpotensi mawabah di masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat pada tanggal 9 Mei sampai dengan 10 Mei 2022 terdapat 20 kasus chikungunya yang terjadi di kelurahan penaraga Rt 03 Kota Bima. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi factor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya wabah chikungunya di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian observasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitattif dan juga menggunakan instrument kuesioner dan wawancara mendalam terhadap responden dengan mengambil data dari kasus 20 orang warga yang terjangkit chikungunya. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 20 orang warga dikelurahan penaraga Rt 03 yang terjangkit chikungunya. Di ketahui juga factor kebersihan lingkungan yang menjadi faktor resiko timbulnya chikungunya, karena terdapat kendang ternak di tengah lingkungan di perparah lagi dengan cuaca hujan di sertai panas yang menimbulkan virus cepat tumbuh. Diperlukan adanya penyuluhan atau kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar.
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Bendungan Asi Di Puskesmas Bolo Tahun 2023
Susanti, Mira;
Susanti;
Rizkiah, Dian Mariza
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i1.22
Kegagalan dalam proses mengusui sering kali terjadi karena beberapa hal permasalahan yang muncul pada ibu nifas antara lain kurangnya kelancaran dalam susu ditemukan dalam kasus kerusakan ASI. Bendungan ASI disebabkan oleh peningkatan aliran vena dari getah bening di payudara yang menimbulkan rasa demam, kemerahan, bengkak dan pengerasan. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya masalah laktasi dan memudahkan bayi menghisap ASI asalah dengan menggunakan pijatan oksitosin. Pijatan oksitosin dapat merangsang kekuatan otot pektoralis untuk meningkatkan produksi ASI dan membantu konsistensi payudara menjadi elastis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu post partum bendungan ASI. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi adalah semua ibu Nifas Di Puskesmas Bolo pada bulan Juli 2023 sebanyak 73 ibu nifas. Sampel sebanyak 42 orang. Teknik sampling menggunakkan Purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 42 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 9 orang (21,5%), pengetahuan cukup adalah 27 orang (64,3%), pengetahuan kurang adalah 6 orang (14,2%). Kesimpulan : dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan ibu post partum tentang bendungan ASI adalah sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 27 orang (14,2%).
Faktor Penyebab Food Taboo Pada Ibu Hamil Di Indonesia : Literature Review
Hayati, Zahratul;
Hasanah, Uswatun
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i1.23
Food taboo dikenal dari hampir semua kalangan masyarakat manusia sebagai seperangkat aturan yang sistematis tentang makanan atau kombinasi makanan mana yang tidak boleh dikonsumsi. Namun, pantangan makanan sering menargetkan wanita hamil untuk mencegah apa yang dianggap sebagai efek berbahaya dari makanan ini pada yang yang masih dalam kandungan atau pada bayi yang baru lahir. Tujuan artikel ini untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya food taboo pada ibu hamil di Indonesia dengan menggunakan pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan penelitian terdahulu dengan kriteria yang sudah ditentukan langsung oleh peneliti yakni artikel yang terindeks Sinta 2,3,4 dan 5 serta waktu publikasi maksimal 10 tahun terakhir. Pencarian artikel dengan menggunakan Google Scholar sehingga ditemukan sebanyak 9 artikel yang mendukung. Setelah dilakukan analisis maka dapat diketahui beberapa faktor dominan yang dapat mempengaruhi perilaku food taboo pada ibu hamil di Indonesia antara lain, kebudayaan, kepercayaan, pengetahuan, pendidikan, lingkungan, dan pengalaman pribadi. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada ibu hamil maupun ibu menyusui yakni melakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil maupun ibu menyusui terkait makanan yang dapat dikonsumsi maupun yang tidak dapat dikonsumsi sehingga ibu hamil dan ibu menyusui tidak mengalami kurang gizi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kebersihan Rongga Mulut Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima Tahun 2024
Rosdalena, Elly;
Hasanah, Uswatun;
Hayati, Zahratul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i1.24
Prevalensi karies gigi (gigi berlubang) pada penduduk Indonesia adalah 88,8%. Ini berarti hampir 9 dari 10 orang di Indonesia memiliki masalah karies gigi. Hanya 10,2% dari penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut yang mendapatkan perawatan medis. Pengetahuan yang baik tentang cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mendorong individu untuk mengadopsi kebiasaan kebersihan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur yang sesuai. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional untuk melihat hubungan antar dua variabel. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jati Baru Kec. Asakota Kota Bima NTB pada tanggal 3 Juni s.d. 3 Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan di Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Jatibaru dengan melibatkan sebanyak 50 responden dengan teknik non-Probability Sampling. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima berdasarkan nilai korelasi Spearman (r=0,654) menunjukkan kekuatan korelasinya adalah kuat serta informasi yang diperoleh ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima masih belum memadai
Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi Di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima Tahun 2023
Nurtasiah;
Qamarya, Nurul;
Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i1.25
Latar belakang : Pijat bayi juga dikenal sebagai stimulasi sentuhan atau terapi sentuhan. Dikatakan terapi sentuhan karena melalui pijat bayi ini terjadi komunikasi yang nyaman dan aman antara ibu dan bayi. Pijat bayi merupakan salah satu terapi sentuhan yang dapat menjawab tiga kebutuhan dasar bayi, karena dalam praktiknya memasukkan unsur sentuhan berupa emosi, suara atau ucapan, kontak mata, gerakan dan pijatan. Dampak positif yang ditimbulkan dari pijat bayi umumnya bayi yang mendapat pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang . Resiko pijat bayi tersebut biasanya disebabkan oleh kelalaian praktisi pijat dalam memijat, salah pijat, dan kurangnya pengetahuan pemijat. Perihal ini sudah di buktikan oleh para pakar di Fakultas Medis Universitas Miami yang dipandu oleh tiffany Meter. Flied PhD, kalau bayi- bayi yang dipijat sepanjang 5 hari saja, energi tahan badannya hendak hadapi kenaikan sebesar 40% dibanding bayi- bayi yang tidak dipijat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di sejumlah 38 responden. Sampel sebanyak 38 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil Penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 19 orang (50%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (40%) dan pengetahuan kurang adalah 4 orang (10%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu kabupaten Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 19 responden (50%). Saran: Agar dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang pijat bayi.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Pada Kehamilan Di Desa Tolo Uwi Wilayah Kerja Puskesmas Monta
Atika Faris, Laila;
Faturrahmah, Erni;
Susanti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i2.26
Latar Belakang: Pengetahuan ibu tentang tanda tanda bahaya dalam kehamilan sangat penting, jika ibu telah mengetahui tanda tanda bahaya dalam kehamilan dan ibu mengalaminya ibu dapat langsung mengambil keputusan tindakan yang harus ibu lakukan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi dan memburuknya kondisi ibu, dengan itu masalah terdeteksi lebih awal dan lebih cepat pula penanganan dilakukan. Peran Bidan sebagai educator dalam memberikan pendidikan tentang pengetahuan dan memotivasi ibu untuk mau membaca buku pedoman kehamilan atau buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) agar ibu lebih waspada terhadap tandatanda bahaya kehamilan Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Lactation Amenorhea Method Sebagai Alat Kontrasepsi Alami Di Puskesmas Langgudu Timur Tahun 2024 Metodelogi Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan Ibu hamil Tentang Lactation Amenorhea Method . Sampel yaitu ibu hamil sebanyak 29 orang. Teknik sampling yatitu purposive sampling Analisis data menggunakan analisis univariat dengan menghotung distribusi frekuensi Hasil Penelitian : Karakteristik ibu hamil di Desa Tolouwi Wilayah Kerja Puskesmas Monta tahun 2024 berdasarkan umur sebagian besar pada kategroi umur 20-35 tahun yaitu sebesar 79,3%, berdasarkan pendidikan sebagian besar pada kategroi pendidikan menengah yaitu sebesar 82,8%, berdasarkan pekerjaan sebagian besar pada kategroi tidak bekerja yaitu sebesar 65,5%, dan berdasarkan paritas sebagian besar pada kategroi primipara yaitu sebesar 69,0% serta pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya pada kehamilan di Desa Tolouwi Wilayah kerja Puskesmas Monta tahun 2024 yaitu sebagain besar pada kategori cukup sebesar 41,4% Kesimpulan : Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya pada kehamilan di Desa Tolouwi Wilayah kerja Puskesmas Monta tahun 2024 yaitu sebagain besar pada kategori cukup sebesar 41,4% Saran : instansi terkait dapat memberikan edukasi salah satunya dengan cara memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya pada kehamilan dengan demikian dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan mengurangi angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum Di Lingkungan Kodo Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur
Nur Fajariati;
Hayati, Zahratul;
Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70683/jkk.v2i2.27
Latar belakang : Colostrum merupakan bagian dari ASI yang penting untuk diberikan pada kehidupan pertama bayi, karena colostrum mengandung Zat kekebalan tubuh terutama immunoglobulin (IgA) untuk melindungi bayi dari berbagai zat infeksi dan zat ini tidak akan ditemukan dalam ASI selanjutnya atau dalam susu formula. Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu dan terbagi tiga yaitu Colostrum, ASI Masa Transisi dan ASI Matur. Berdasarkan data tentang IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima tahun 2020, jumlah bayi baru lahir sebanyak 376 bayi dan sedangkan jumlah bayi yang mendapatkan IMD sebanyak 313 bayi, dan jumlah bayi yang tidak mendapatkan IMD sebanyak 63 bayi. Dari hasil data tersebut ternyata masih ada beberapa bayi yang belum mendapatkan IMD yaitu sebanyak 63 bayi, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum di Lingkungan Kodo Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima Tahun 2024”. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu Hamil sejumlah 49 responden. Sampel sebanyak 49 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 49 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 22 orang (45%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (30%) dan pengetahuan kurang adalah 12 orang (25%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu Hamil tentang Kolostrum di Lingkungan Kodo wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 responden (45%). Saran: diharapkan Ibu Hamil di Lingkungan Kodo wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang Kolostrum