cover
Contact Name
-
Contact Email
Lppm.akbidsuryamandiribima@gmail.com
Phone
+6285242804422
Journal Mail Official
Lppm.akbidsuryamandiribima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajahmada No.19 Penatoi Mpunda Kota Bima NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan
ISSN : 00000000     EISSN : 30479789     DOI : https://doi.org/10.70683
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published with ISSN 3047-9789 (online) by Akbid Surya Mandiri Bima. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published 2 times a year in July and December. Contains writings raised from research results in the field of midwifery and health (Public Health, Health Management, Mental Health, Child Health, Family Health, Midwifery and Health Education, Complementary Therapy, Maternal and Child Health, Pregnancy, Labour, Birth & Postpartum, Fetal Medicine, Newborn, Baby & Child, Breastfeeding, Maternity Care and sociological aspects of pregnancy and childbirth, Adolescence, Family Planning, Reproduction Health, Climacterium, Midwifery Community, Education in Midwifery, Complementary Therapy in Midwifery, Holistic Care in Midwifery). Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Jurnal Kebidanan dan Kesehatan.
Articles 30 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Di Kelurahan Dodu Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur Kota Bima Rabyatul Anis, Aminah; Mariza RA, Dian; Qamarya, Nurul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.28

Abstract

Latar belakang: Masa bayi baru lahir (neonatal) adalah masa 28 hari pertama kehidupan manusia. Pada masa ini terjadi proses penyesuaian sistem tubuh bayi dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Masa ini adalah masa yang perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang ekstra karena pada masa ini terdapat mortalitas paling tinggi (Rudolf, 2016). Perawatan bayi baru lahir yang dapat dilakukan meliputi perawatan tali pusar, memandikan bayi, ASI eksklusif, cara memberisihkan hidung, mata, dan telinga bayi, membersihkan kelamin bayi, memoton kuku bayi, menggendong bayi, dan membungkus bayi (Pusdiknakes, 2013). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan Dodu Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur pada bulan April Tahun 2024 didapatkan sebanyak 70 orang ibu hamil dengan ibu hamil primigravida sebanyak 32 orang dan 28 orang multigravida, dilakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang perawatan bayi baru lahir kepada 12 orang ibu hamil primigravida, diperoleh hasil sebanyak 5 orang ibu hamil mengetahui tentang perawatan bayi baru lahir dan 7 orang ibu hamil tidak mengetahui tentang perawatan bayi baru lahir. berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 49 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 22 orang (45%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (30%) dan pengetahuan kurang adalah 12 orang (25%) Tujuan penelitian: Mengidentifikasi Karakteristik ibu balita berdasarkan umur, Pendidikan, dan pekerjaan Di Puskesmas Rasana’e Timur Kota Bima tahun 2024. Metode Penelitian: Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitan deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang menggambarkan terhadap suatu objek yang nyata melalui data sampel atau populasi dengan pengumpulan data menggunakan instrument penelitian (Arikunto, 2019). Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 33 responden didapatkan sebagian besar responden berada pada usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 30 orang (90,9%). Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa ibu hamil primigravida paling banyak dengan tingkat penidikan menengah yaitu sebanyak 28 orang (84,8%). Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa ibu hamil primigravida paling banyak berada pada kategori tidak bekerja sebanyak 31 orang (93,9%) Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida paling banyak berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 orang (48,5%). Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida paling banyak berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 orang (48,5%).
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya Penggunaan Bedak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Sumi Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Yanti; Sulami, Neti; Aliayati, Nini Niatullah
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.29

Abstract

Latar belakang: Bedak bayi adalah sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk menyerap keringat, mencegah adanya luka karena gesekan, dan karena mempunyai permukaan yang luas maka mungkin dapat mempunyai efek mendinginkan kulit dengan pemberian yang tepat. Resiko penggunaan bedak yang tidak tepat pada bayi dapat mengakibatkan beberapa ganguan kesehatan seperti iritasi, ganguan pernapasan, kanker paru-paru dan masih banyak lagi. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 23 maret 2024 di Puskesmas Lambu yang memiliki bayi bulan Januari sampe bulan maret 2024 tercatat sebanyak 38 orang ibu. Dan dengan melakukan instrumen terhadap 5 orang ibu yang memiliki bayi pada saat posyandu didapatkan bahwa 2 diantaranya memiliki pengetahuan tentang bahaya pemberian bedak pada bayi dan 3 orang tidak tahu sama sekali. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya Penggunaan Bedak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Sumi Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi sejumlah 38 responden. Sampel sebanyak 38 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 16 orang (42,1%), pengetahuan cukup adalah 19 orang (50,0%) dan pengetahuan kurang adalah 3 orang (7,9%). Kesimpulan: Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya penggunaan Bedak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Sumi Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima dalam kategori cukup yaitu sebanyak 19 responden (50,0%).
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Pneumonia Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kurniawati; Qamarya, Nurul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.30

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita tertinggi di dunia. Pada kawasan Asia Tenggara, kasus ini sebanyak 186.965. Indonesia merupakan negara penyebab kematian Pneumonia kedua tertinggi di Asia Tenggara, dengan kasusnya sebanyak 19.671. World Health Organization telah menyatakan Indonesia menempati urutan ketiga jumlah perokok terbanyak di dunia. Anak dengan orangtua yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terpapar asap rokok karena mereka mempunyai kontak fisik yang lebih dekat dengan orangtuanya, serta dengan permukaan dan debu yang terkontaminasi oleh asap rokok. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu tahun 2024. Metodelogi Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan Ibu Tentang penyakit pneumonia . Sampel yaitu ibu sebanyak 30 orang. Teknik sampling yatitu total sampling Analisis data menggunakan analisis univariat dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu tahun 2024 berdasarkan umur sebagian besar pada kategori umur 20-35 tahun yaitu sebesar 83%, berdasarkan pendidikan sebagian besar pada kategori pendidikan menengah yaitu sebesar 63%. Dan berdasarkan pekerjaan sebagian besar pada kategori tidak bekerja yaitu sebesar 63%. Kesimpulan : Pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia tahun 2024 sebagian besar pada kategori cukup yaitu sebesar 77% Saran : pengetahuan yang dimiliki diperthanakan dan ditingkatkan sehingga dapat menekan angka kesakitan pada anak yang mengalami penyakit pneumonia
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Perawatan Perineum Di Desa Nunggi Kecamatan Wera Wilayah Kerja Puskesmas Wera Susilawati, Irna Rahma; Susanti; Aliayati, Nini Niatullah
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.31

Abstract

Latar belakang: Perawatan perineum adalah upaya memberikan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman dengan cara menyehatkan daerah antara kedua paha yang dibatasi antara vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran plasenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti waktu sebelum Hamil. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 23-24 Maret 2024 di Desa Nunggi Wilayah Kerja Puskesmas Wera, ibu post partum sebanyak 24 responden, pada saat kegiatan posyandu saya mewawancarai 10 orang ibu nifas, 7 orang ibu nifas tidak mengetahui cara perawatan luka jahitan perineum yang benar, 3 orang ibu nifas mengetahui cara perawatan luka jahitan perineum yang benar. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu post partum tentang perawatan perineum di Desa Nunggi Wilayah kerja Puskesmas Wera. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum sejumlah 24 responden. Sampel sebanyak 24 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 24 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 7 orang (29,2%), pengetahuan cukup adalah 8 orang (33,3%), dan pengetahuan kurang adalah 9 orang (37,5%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan perineum di Desa Nunggi Wilayah kerja Puskesmas Wera Kabupaten Bima dalam kategori kurang yaitu sebanyak 9 orang (37,5%). Saran: Agar Desa Nunggi wilayah kerja Puskesmas Wera dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang perawatan perineum.
Pengaruh Teknik Pernafasan Dalam Mengurangi Nyeri Persalinan Haasyimiyah, Dhea Nida; Kumalasari, Diyanah; Yulianti, Ria
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses persalinan melibatkan faktor fisiologis dan psikologis yang menyebabkan rasa nyeri, kecemasan, dan kelelahan. Sebagian besar ketegangan dan stres selama persalinan, lebih dari 90%, berkontribusi terhadap timbulnya nyeri. Nyeri persalinan itu sendiri disebabkan oleh kontraksi miometrium sebagai bagian dari perubahan fisiologis dan biokimiawi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review. Data yang didapatkan berdasarkan penelusuran dari jurnal nasional. Penemuan terdahulu, mengidentifikasi, menganalisis dan menginterpretasikan suatu topik penelitian untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian merupakan tujuan dari adanya literature review. Berdasarkan analisis dari 30 jurnal yang telah ditinjau, teknik ini membantu menurunkan intensitas nyeri dengan merangsang pelepasan endorfin dan menenangkan sistem saraf, sehingga mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan ibu selama persalinan. Teknik pernapasan dalam juga terbukti memiliki manfaat tambahan, seperti meningkatkan keseimbangan emosional dan memperlancar proses persalinan
Pengaruh Pemberian Isopropyl Isothiocyanate Terhadap Kadar IL-6 Dan IL-10 Pada Tikus Putih Bunting Dengan Diabetes Mellitus Salsabila; Khamidah, Nur
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isopropyl isothiocyanates merupakan senyawa yang dapat mengaktifkan pensinyalan Nuclear factor-erythroid-2 related factor 2- The antioxidant responsive element (Nrf2-ARE) dan mengurangi stres oksidatif, sehingga dapat menekan ROS yang dapat menekan peradangan. Pada kehamilan pada beberapa kasus dapat terjadi perubahan hormonal yang mengakibatkan turunnya respon tubuh terhadap insulin sehingga menyebabkan Diabetes Mellitus (DM). DM kondisi dimana keadaan dimana kadar glukosa darah melampaui nilai normal. Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya kelainan sekresi insulin yang menimbulkan stress oksidatif akibatnya terjadi peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) yang kemudian memicu timbulnya inflamasi sehingga mengaktivasi pelepasan sitokin oleh sel dan jaringan tubuh, seperti IL-6 yang di lepaskan oleh makrofag, sedangkan sitokin anti-inflamasi IL-10 mengalami penurunan atau terhambat. Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi antara peneliti dengan Dr. dr. Harry K. Gondo, Sp.OG (K.FM).,SH.,M.Hum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan desain penelitian Control Group Post Test Design. Populasi dan sampel yang diambil adalah tikus putih betina strain wistar (R) dalam kondisi bunting dan diabetes mellitus sebanyak 30 ekor tikus. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji post hoc dengan metode Least Significance Different (LSD). Sebelum dilakukan uji anova dan post hoc, data terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitasnya. Dan dari hasil analisis, ditemukan adanya pengaruh pemberian Isopropyl Isothiocyanate terhadap kadar IL-6 dan IL-10 pada tikus putih bunting dengan diabetes mellitus, dimana pada pemberian thiocyanate 16 mg/kg BB/hari ternyata mampu untuk menekan kenaikkan IL-6, serta mampu meningkatkan IL-10, pada dosis16 mg/kg BB/hari diperoleh nilai rata-rata IL-10 paling tinggi.
Hubungan Sumber Air Minum Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Yang Berasal Dari Keluarga Berpendapatan Rendah Di Kota Bima Irawan, Bambang
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada anak yang mengakibatkan pertumbuhan tinggi terhambat dibandingkan anak-anak lain di usianya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti stunting sesbagai masalah kekurangan gizi kronis pada anak-anak dibawah usia lima tahun, yang ditandai dengan tinggi badan  yang lebih pendek dari standar usianya. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan prevalesi stunting 18,8% pada tahun 2025. Air minum dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan manusia, sehingga harus terjamin kualitasnya. Persyaratan air minum di Tahun 2025, sebagai mana diatur dalam peraturan dan standar yang berlaku, meliputi aspek fisik, kimia, dan mikrobiologis, air minum yang layak harus memenuhi kriteria bebas dari kontaminasi kuman, zat kimia berbahaya, dan tidak berasa serta tidak berbau. Selain itu air juga harus jernih, tidak berwarnadan tidak mengandung partikel tersuspensi. Untuk mengetahui Hubungan air minum terhadap kejadian stunting pada anak yang berasal dari keluarga berpandapatan rendah di Kota Bima. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan di Kecamatan Rasanae Barat pada bulan Januari 2025. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 rumah tangga. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 55% dari seluruh sampel rata-rata air berasal dan berbau. 55% air minum rumah tangga yang menjadi sampel tidak memenuhi syarat mikrobiologis, air minum yang layak harus memenuhi kriteria, kriteria bebas dari kontaminasi kuman, zat kimia berbahaya, dan tidak berasa serta tidak berbau. Selain itu air juga harus jernih, tidak berwarnadan tidak mengandung partikel tersuspensi.
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tripel Eliminasi Di Puskesmas Ri Sidomulyo Pekanbaru Nurfadhilah
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tripel eliminasi merupakan pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, Sifilis dan Hepatitis B dimana tujuannya untuk penurunan infeksi terhadap bayi baru lahir Media audiovisual yang di gunakan dalam proses penyampaian materi pembelajaran memiliki banyak manfaat di antaranya video merupakan pengganti suatu objek yang akan ditunjukkan untuk menyampaikan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tripel eliminasi di Puskesmas Ri Sidomulyo Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasy Experiment Design one grub pre test and pos test. Populasi adalah ibu hamil trimester 1 di Puskesmas RI Sidomulyo Pekanbaru, jumlah sampel 51 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariate dengan mengunakan uji Pairet T. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan sebelum diberikan edukasi mayoritas dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 34 orang 66,7%, setelah diberikan edukasi di dapatkan hasil mayoritas berpengetahuan baik 51 orang atau 100,0%. Sedang kan sikap sebelum diberikan edukasi mayoritas kurang sebanyak 42 orang 82,4%, sedangkan setelah diberikan edukasi mayoritas cukup sebanyak 49 orang 96,1%. Didapatkan nilai p value 0,000 <0,05. Diharapkan media audiovisual dapat menjadi refrensi bagi pihak Puskesmas dalam memberikan edukasi pendidikan kesehatan agar pengetahuan dan sikap ibu hamil bertambah dalam pemeriksaan Tripel Eliminasi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Anak Balita Usia 1-2 Tahun Ratu Julianti; Zahratul Hayati; Kablia, Dian
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah balita Indonesia sangat besar yaitu 10% dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan yang berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya dan mampu bersaing di era global. Melakukan stimulasi yang memadai artinya merangsang otak anak balita sehingga kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada anak balita berlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak. Dalam penelitian ini akan mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak balita usia 1-2 tahun. Teknik pengambilan sampel dengan cara acydental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar kuesioner berisi lembar pengetahuan ibu balita tentang tumbuh kembang anak balita usia 1-2 tahun. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara univariate untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak balita 1-2 tahun. Analisis Univariat dilakukan untuk melihat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak balita usia 1-2 tahun. Penelitian ini dilakukan di Polindes Sarae Wilayah Kerja Puskesmas Paruga Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024. Hasil penelitian pengetahuan ibu balita pada kategori baik berjumlah 87 responden (72,5%), pada katogeri pengetahuan cukup berjumlah 33 responden (25,5%), pengetahuan ibu balita pada kategori Kurang berjumlah 0%. Kesimpulan pengetahuan ibu balita pada kategori baik berjumlah 87 responden (72,5%).
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum Di Desa Sangga Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Maharani Priscillia; Susanti; Zahratul Hayati
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolostrum adalah cairan pertama yang dikeluarkan oleh kelenjar susu. Kebanyakan kolostrum terdiri dari antibodi yang melindungi bayi saat masih sangat lemah. Kandungan protein kolostrum lebih tinggi dibandingkan susu matur. Pemberian kolostrum pada bayi sejak dini dan terus menerus merupakan perlindungan terbaik bagi bayi karena dapat mencegah penyakit dan mengandung zat anti imun 10 hingga 17 kali lebih banyak dibandingkan ASI matur. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 23 Maret 2024 di Posyandu Sarae Mee 2 Di Desa Sangga Wilayah Kerja Puskesmas Lambu, ibu hamil Pada bulan Maret tercatat sebanyak 50 orang ibu hamil. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kolostrum di Desa Sangga Wilayah Kerja Puskesmas Lambu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sejumlah 50 responden. ampel dalam penelitian ini di hitung menggunakan rumus slovin yaitu 33 responden. Teknik sampling menggunakkan purposive sampling yaitu mengambi sampel berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 33 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 12 orang (36%), pengetahuan cukup adalah 14 orang (42%) dan pengetahuan kurang adalah 7 orang (21%). Kesimpulan: Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kolostrum di Desa Sangga wilayah kerja Puskesmas Lambu kabupaten Bima dalam kategori cukup yaitu sebanyak 14 responden (42%).

Page 3 of 3 | Total Record : 30