cover
Contact Name
-
Contact Email
Lppm.akbidsuryamandiribima@gmail.com
Phone
+6285242804422
Journal Mail Official
Lppm.akbidsuryamandiribima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajahmada No.19 Penatoi Mpunda Kota Bima NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan
ISSN : 00000000     EISSN : 30479789     DOI : https://doi.org/10.70683
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published with ISSN 3047-9789 (online) by Akbid Surya Mandiri Bima. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan published 2 times a year in July and December. Contains writings raised from research results in the field of midwifery and health (Public Health, Health Management, Mental Health, Child Health, Family Health, Midwifery and Health Education, Complementary Therapy, Maternal and Child Health, Pregnancy, Labour, Birth & Postpartum, Fetal Medicine, Newborn, Baby & Child, Breastfeeding, Maternity Care and sociological aspects of pregnancy and childbirth, Adolescence, Family Planning, Reproduction Health, Climacterium, Midwifery Community, Education in Midwifery, Complementary Therapy in Midwifery, Holistic Care in Midwifery). Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Jurnal Kebidanan dan Kesehatan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024)" : 6 Documents clear
Crusted Scabies dengan Infeksi Sekunder pada Lupus Eritematosus Sistemik Berat : Laporan Kasus Sabana, Manusama Hasan; Sumadiono; Satria, Cahya Dewi
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.20

Abstract

Background: Crusted scabies is characterised by hyperkeratosis and crusting of the skin due to profuse proliferation of S. scabiei mites. Clinical manifestations arise due to altered host response to mite infestation, such as in systemic lupus erythematosus (SLE) patients with immunocompromised conditions. This study aims to review clinical data: This study is a case report relating to cases found in 2020. Case illustration: In this case, a 17-year-old girl was diagnosed with SLE nephritis since September 2020. The patient was treated with severe SLE protocol, namely high dose methylprednisolone followed by full dose orally and Mycophenolate Mofetil (MMF). The patient presented with complaints of a reddish rash with scabs on the face. Examination of skin abnormalities in the malar region found erosions covered with multiple scattered red-black crusts with a base of erythema patches, skin scrapings between fingers found mite bodies and eggs. Laboratory results showed anaemia, hyperuricaemia, elevated anti dsDNA, strong positive ANA IF. Urinalysis found proteinuria and glucosuria. Permethrin 1% was given once per week until clinical improvement. Cefepime antibiotic was given to treat secondary infection of scabies. The severe SLE protocol was continued. Conclusion: Severe manifestations of scabies infection in SLE patients are associated with immunocompromised conditions as well as immunosuppressive drug administration. Adequate scabies therapy and antibiotics for secondary infections are needed to prevent morbidity in patients with SLE.
Aspek Lingkungan Menjadikan Faktor Utama Penyebab Chikungunya Di Kelurahan Penaraga Irawan, Bambang; Adawiyah, Rabiatul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.21

Abstract

Chikungunya merupakan penyakit yang berpotensi mawabah di masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat pada tanggal 9 Mei sampai dengan 10 Mei 2022 terdapat 20 kasus chikungunya yang terjadi di kelurahan penaraga Rt 03 Kota Bima. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi factor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya wabah chikungunya di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian observasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitattif dan juga menggunakan instrument kuesioner dan wawancara mendalam terhadap responden dengan mengambil data dari kasus 20 orang warga yang terjangkit chikungunya. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 20 orang warga dikelurahan penaraga Rt 03 yang terjangkit chikungunya. Di ketahui juga factor kebersihan lingkungan yang menjadi faktor resiko timbulnya chikungunya, karena terdapat kendang ternak di tengah lingkungan di perparah lagi dengan cuaca hujan di sertai panas yang menimbulkan virus cepat tumbuh. Diperlukan adanya penyuluhan atau kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar.
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Bendungan Asi Di Puskesmas Bolo Tahun 2023 Susanti, Mira; Susanti; Rizkiah, Dian Mariza
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.22

Abstract

Kegagalan dalam proses mengusui sering kali terjadi karena beberapa hal permasalahan yang muncul pada ibu nifas antara lain kurangnya kelancaran dalam susu ditemukan dalam kasus kerusakan ASI. Bendungan ASI disebabkan oleh peningkatan aliran vena dari getah bening di payudara yang menimbulkan rasa demam, kemerahan, bengkak dan pengerasan. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya masalah laktasi dan memudahkan bayi menghisap ASI asalah dengan menggunakan pijatan oksitosin. Pijatan oksitosin dapat merangsang kekuatan otot pektoralis untuk meningkatkan produksi ASI dan membantu konsistensi payudara menjadi elastis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu post partum bendungan ASI. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi adalah semua ibu Nifas Di Puskesmas Bolo pada bulan Juli 2023 sebanyak 73 ibu nifas. Sampel sebanyak 42 orang. Teknik sampling menggunakkan Purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 42 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 9 orang (21,5%), pengetahuan cukup adalah 27 orang (64,3%), pengetahuan kurang adalah 6 orang (14,2%). Kesimpulan : dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan ibu post partum tentang bendungan ASI adalah sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 27 orang (14,2%).
Faktor Penyebab Food Taboo Pada Ibu Hamil Di Indonesia : Literature Review Hayati, Zahratul; Hasanah, Uswatun
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.23

Abstract

Food taboo dikenal dari hampir semua kalangan masyarakat manusia sebagai seperangkat aturan yang sistematis tentang makanan atau kombinasi makanan mana yang tidak boleh dikonsumsi. Namun, pantangan makanan sering menargetkan wanita hamil untuk mencegah apa yang dianggap sebagai efek berbahaya dari makanan ini pada yang yang masih dalam kandungan atau pada bayi yang baru lahir. Tujuan artikel ini untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya food taboo pada ibu hamil di Indonesia dengan menggunakan pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan penelitian terdahulu dengan kriteria yang sudah ditentukan langsung oleh peneliti yakni artikel yang terindeks Sinta 2,3,4 dan 5 serta waktu publikasi maksimal 10 tahun terakhir. Pencarian artikel dengan menggunakan Google Scholar sehingga ditemukan sebanyak 9 artikel yang mendukung. Setelah dilakukan analisis maka dapat diketahui beberapa faktor dominan yang dapat mempengaruhi perilaku food taboo pada ibu hamil di Indonesia antara lain, kebudayaan, kepercayaan, pengetahuan, pendidikan, lingkungan, dan pengalaman pribadi. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada ibu hamil maupun ibu menyusui yakni melakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil maupun ibu menyusui terkait makanan yang dapat dikonsumsi maupun yang tidak dapat dikonsumsi sehingga ibu hamil dan ibu menyusui tidak mengalami kurang gizi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kebersihan Rongga Mulut Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima Tahun 2024 Rosdalena, Elly; Hasanah, Uswatun; Hayati, Zahratul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.24

Abstract

Prevalensi karies gigi (gigi berlubang) pada penduduk Indonesia adalah 88,8%. Ini berarti hampir 9 dari 10 orang di Indonesia memiliki masalah karies gigi. Hanya 10,2% dari penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut yang mendapatkan perawatan medis. Pengetahuan yang baik tentang cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mendorong individu untuk mengadopsi kebiasaan kebersihan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur yang sesuai. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional untuk melihat hubungan antar dua variabel. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jati Baru Kec. Asakota Kota Bima NTB pada tanggal 3 Juni s.d. 3 Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan di Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Jatibaru dengan melibatkan sebanyak 50 responden dengan teknik non-Probability Sampling. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima berdasarkan nilai korelasi Spearman (r=0,654) menunjukkan kekuatan korelasinya adalah kuat serta informasi yang diperoleh ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima masih belum memadai
Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi Di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima Tahun 2023 Nurtasiah; Qamarya, Nurul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.25

Abstract

Latar belakang : Pijat bayi juga dikenal sebagai stimulasi sentuhan atau terapi sentuhan. Dikatakan terapi sentuhan karena melalui pijat bayi ini terjadi komunikasi yang nyaman dan aman antara ibu dan bayi. Pijat bayi merupakan salah satu terapi sentuhan yang dapat menjawab tiga kebutuhan dasar bayi, karena dalam praktiknya memasukkan unsur sentuhan berupa emosi, suara atau ucapan, kontak mata, gerakan dan pijatan. Dampak positif yang ditimbulkan dari pijat bayi umumnya bayi yang mendapat pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang . Resiko pijat bayi tersebut biasanya disebabkan oleh kelalaian praktisi pijat dalam memijat, salah pijat, dan kurangnya pengetahuan pemijat. Perihal ini sudah di buktikan oleh para pakar di Fakultas Medis Universitas Miami yang dipandu oleh tiffany Meter. Flied PhD, kalau bayi- bayi yang dipijat sepanjang 5 hari saja, energi tahan badannya hendak hadapi kenaikan sebesar 40% dibanding bayi- bayi yang tidak dipijat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di sejumlah 38 responden. Sampel sebanyak 38 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil Penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 19 orang (50%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (40%) dan pengetahuan kurang adalah 4 orang (10%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu kabupaten Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 19 responden (50%). Saran: Agar dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang pijat bayi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6