cover
Contact Name
Muh. Zainul Arifin
Contact Email
rumahjurnal25@gmail.com
Phone
+6285378329037
Journal Mail Official
rumahjurnal25@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanjung Barangan, Komplek Griya Wijaya Barangan Nomor A76 Bukit Baru, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Stetoskop : The Journal Of Health Science
ISSN : 30634903     EISSN : 30632951     DOI : https://doi.org/10.70656/stjhs
Core Subject : Health, Science,
Stetoskop : The Journal Of Health Science publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues.
Articles 22 Documents
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: THE EFFECTIVENESS OF LACTATION EDUCATION, OXYTOCIN MASSAGE, AND FAMILY SUPPORT ON EXCLUSIVE BREASTFEEDING SUCCESS Fauziah Annisa; Israini Suriati; Sagita Darma Sari; Ely Kurniati
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.815

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir dan berperan penting dalam menurunkan angka kesakitan serta kematian bayi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sebagai standar emas nutrisi bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif global baru mencapai 44%, jauh di bawah target minimal 70%. Di Indonesia, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 melaporkan capaian ASI eksklusif sebesar 66,1%, belum mencapai target nasional 80%. Rendahnya cakupan ini berdampak pada masih tingginya prevalensi stunting sebesar 21,5% pada tahun yang sama. Rendahnya keberhasilan ASI eksklusif disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya edukasi laktasi, stres postpartum, hambatan fisiologis, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, dikembangkan model terpadu edukasi laktasi, pijat oksitosin, dan dukungan keluarga sebagai pendekatan bio-psiko-sosial yang holistik dalam mendukung keberhasilan menyusui dan pencegahan stunting. Tujuan:Mengulas jurnal-jurnal tentang efektivitas penerapan model terpadu edukasi laktasi, pijat oksitosin, dan dukungan keluarga terhadap peningkatan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan pencegahan stunting, serta menelaah faktor pendukung dan hambatan implementasinya. Metode:Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelusuri jurnal nasional dan internasional melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Elsevier. Pencarian literatur mencakup publikasi 10 tahun terakhir (2014–2024) dengan kata kunci exclusive breastfeeding, oxytocin massage, lactation education, family support, dan stunting prevention. Sumber pendukung berupa buku teks, laporan kesehatan nasional, tesis, dan disertasi.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN WANITA USIA SUBUR DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN PAPSMEAR DI RS UMUM PERTAMINA PALEMBANG Rini Ismayani; Indah Rahmadaniah; Adhika Wijayanti
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.816

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian utama pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini dengan Papsmear. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) dalam melakukan Papsmear masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS dengan kepatuhan melakukan Papsmear di RS Umum Pertamina Palembang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 410 responden yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (73,9%) dan pendidikan menengah (61%). Kepatuhan melakukan Papsmear masih rendah, hanya 94 responden (28,4%) yang telah melakukan pemeriksaan. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pengetahuan baik telah melakukan Papsmear, sementara hampir semua responden dengan pengetahuan kurang belum melakukannya. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pendidikan tinggi telah melakukan Papsmear, sedangkan seluruh responden berpendidikan dasar belum melakukannya. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan melakukan Papsmear. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan WUS terhadap Papsmear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.

Page 3 of 3 | Total Record : 22